MELAMAR OM DUDA

MELAMAR OM DUDA
Malaikat pencabut nyawa


__ADS_3

Hingga akhirnya Rico pun tiba di kantor, perasaan pria itu akhir-akhir ini terlihat begitu bahagia, bagaimana tidak bahagia dirinya kini telah memiliki isteri yang tentunya sangat ia cintai, seperti pasangan pengantin baru, Rico selalu merindukan untuk segera pulang, yapi nyatanya hari ini Ia harus menghadiri acara penting hingga sampai malam.


Tampak karyawan Rico yang mengetahui kedatangan Rico di kantor terlihat sedang membicarakan Rico yang baru saja datang.


"Eh eh Pak Rico sekarang beda, ya! Makin terlihat lebih muda, lebih fresh aku lihatnya."


"Gimana nggak fresh dan lebih muda, secara ya, istri Pak Rico itu memang masih muda, pasti ngikutin wajah istrinya, istri pak Rico itu lebih cantik dari istrinya yang model terkenal itu, Juliet Handoko."


"Oohh pantes aja Pak Rico terlihat lebih macho sekarang, ya ampun pasti seneng banget tuh yang jadi istrinya pak Rico, nggak kebayang Pak Rico kan orangnya romantis banget!"


"Betul! Pak Rico memang orang yang romantis, jadi ingat saat pak Rico kasih hadiah sama mantan istrinya dulu, so sweet banget kan, Pak Rico membelikan kalung berlian yang cantik, hmm Tapi Sayang banget apa yang dilakukan oleh Pak Rico mendapatkan balasan yang menyakitkan."


"Kamu benar, tega sekali istrinya berselingkuh dengan orang lain, padahal pak Rico sayang banget sama dia."


"Tapi! Kayaknya sekarang Pak Rico udah bahagia mendapatkan istri yang cantik dan masih sangat muda, kebahagiaan menyertai Pak Rico yang sabar."


"He em...."


Hingga tiba-tiba saja Rico menghampiri kedua karyawan nya itu, tentu saja itu membuat keduanya sangat terkejut.


"Apa yang kalian bicarakan?" tanyanya dengan memasukkan satu tangan pada saku celananya.


"Eh ... Pak Rico! Enggak Pak, kita nggak ngomongin apa-apa, hehehe kita tuh ikut senang lihat bapak sekarang banyak menebarkan senyum, nggak kayak dulu susah banget senyumnya, kita jadi takut!" ucap salah seorang diantaranya. Rico tersenyum dan berkata. "Benarkah? Apa Aku terlihat segarang itu dulu?"

__ADS_1


"Bukan garang aja, Pak! Pak Rico dulu tuh kayak malaikat pencabut nyawa, padahal wajah Pak Rico orangnya ganteng, tapi kok kelihatan menakutkan hehehe maaf loh Pak, tapi sekarang Pak Rico udah beda banget, duh ... kegantengan bapak meningkat seribu persen, mungkin karena bapak udah punya istri lagi kali, ya! Sekarang Pak Rico terlihat seperti pangeran yang mendapatkan permaisurinya, beuh pokoknya hebat istri pak Rico bisa membuat Pak Rico sebahagia ini."


Rupanya ucapan kedua karyawan nya itu membuat Rico tersenyum senang.


"Kalian memang benar, istriku sudah membuat ku berubah, dia adalah segalanya bagi ku,"


"Ya ampun betapa bahagianya andai jadi istri pak Rico!" ucap salah seorang diantaranya, membuat temannya itu tampak menyikut tangannya.


"Heleh nggak usah mimpi jadi istrinya pak Rico, nggak bakalan pak Rico mau ngelirik kita, istrinya dah cantik gitu, glowing mana masih seger lagi, beda kek kita udah nggak glowing kisut lagi."


Rupanya ucapan karyawan-karyawan Rico itu membuatnya tertawa, ada-ada saja ulah karyawannya yang membuat Rico geleng-geleng kepalanya.


*


*


*


*


"Tante mau kemana?" tanya Ibra yang sedang berbaring di atas ranjang melihat Juliet yang sudah rapi. Juliet membalikkan badannya dan menghampiri Ibra yang telah memberikan kenikmatan kepadanya.


"Kamu tidak perlu tahu Aku pergi ke mana! Tugasmu cukup selalu ada jika Aku sedang menginginkan mu, mengerti! Oh ya, jangan coba-coba bermain dengan wanita lain, Aku tidak ingin sesuatu yang pernah menjadi milikku dinikmati oleh wanita lain, ingat itu!" ucap Juliet yang secara tidak sadar Ia telah bergantung pada Ibra yang berhasil membuatnya tergila-gila.

__ADS_1


"Tante cemburu! Bagaimana kalau kita menikah saja, maka Aku tidak pernah meninggalkan Tante, jujur Aku mulai mencintai Tante, Aku benar-benar sudah tergila-gila padamu Tante Juli!" ucapan brondong itu membuat Juliet belum bisa menerimanya, karena Ia masih fokus pada rencana nya untuk memisahkan Cynthia dan Rico.


"Jangan bicarakan cinta kepadaku, hubungan ini hanyalah kesenangan semata, tidak akan pernah ada komitmen di antara kita, jadi jangan bermimpi untuk Aku akan menikah denganmu, jika kita bosan, kita bisa pergi dari hubungan ini tanpa harus ada unsur tanggung jawab, karena apa yang kita lakukan atas dasar suka sama suka."


Juliet beranjak berdiri, namun dengan cepat tangannya di tarik oleh Ibra sehingga wanita itu terjatuh di atas pangkuan pemuda itu. Membuat tatapan mata mereka kembali beradu.


"Apa Tante tidak mempunyai perasaan kepadaku? Apa Tante tidak merasakan hal yang sama seperti Aku? Lihat mataku Tante, Tante bisa lihat betapa Aku sangat mencintai Tante, Aku tidak perduli siapa dan bagaimana status Tante, tapi yang membuatku cinta adalah kenyamanan, Aku mulai nyaman dengan Tante, semua yang ada dalam diri Tante membuatku nyaman dan Aku sangat menikmatinya."


Entah apa yang terjadi pada pemuda itu, Ibra yang suka gonta-ganti pacar, tiba-tiba menyatakan cinta kepada seorang wanita yang lebih dewasa darinya, bahkan Ibra mengajaknya menikah. Juliet tampak salah tingkah mendengar pengakuan Ibra, wanita itu tidak percaya bagaimana bisa pemuda itu mencintai dirinya, apa hanya karena mereka telah melakukan hubungan badan, sehingga membuat Ibra mencintai Juliet.


"Kenapa kamu mencintaiku?" tanya Juliet penasaran. Ibra mengatur nafasnya dan Ia mulai berbicara sesungguhnya.


"Karena hanya Tante yang bisa membuat ku berfantasi liar, Aku suka cara Tante bergoyang, itu tidak pernah Aku dapatkan dari gadis manapun, hanya Tante seorang yang mampu melakukan itu, dan Aku rasa petualangan ku sudah berhasil, Aku sudah menemukan wanita yang ku cari-cari selama ini, dan itu ada pada diri Tante!"


Mendengar itu Juliet langsung beranjak berdiri dan Ia segera pergi meninggalkan Ibra yang masih duduk di atas ranjangnya.


"Sudahlah, Ibra! Aku mau pergi, lupakan tentang pembicaraan ini, dan kamu jangan terlalu berharap padaku, karena bisa saja suatu hari nanti kamu akan bosan bersama ku."


Setelah mengatakan hal itu, Juliet segera pergi dari apartemen Ibra, Juliet menghela nafasnya dan Ia merasa jika ucapan Ibra itu sungguh-sungguh.


"Apa benar dengan yang diucapkannya? Dia mencintaiku?" batin wanita itu yang mulai bimbang.


Seusai Juliet keluar dari apartemennya, Ibra pun menatap jendela dan melihat Juliet yang sedang berjalan di halaman apartemen miliknya.

__ADS_1


"Sekarang Tante boleh tidak percaya jika Aku benar-benar mencintai Tante, dan Aku tidak akan membiarkan Tante pergi dariku begitu saja, Aku pastikan Tante akan menjadi milikku selamanya, selamanya!" ucapnya sembari menenggak bir.


...BERSAMBUNG...


__ADS_2