
Kiara berjalan begitu pelan, seolah dirinya tak ada tenaga untuk bertemu dengan pria itu, apalagi Daniel yang diharapkannya, tidak juga datang menemui sang Daddy.
"Kia, Ayo! Kita segera berangkat!" Cynthia melihat sang putri yang tampak malas untuk ikut bersama mereka. Kemudian Ia menghampiri Kia dan mengatakan sesuatu kepada putrinya itu.
"Kia, Sayang! Setelah ini kamu pasti akan mengerti betapa kasih sayang Daddy sama kamu itu begitu besar, dan kamu pasti akan mengerti kenapa Daddy melakukan ini padamu." Cynthia terus memberikan semangat untuk Kia.
"Sudahlah, Ma! Kia sudah tidak ada lagi semangat untuk hidup, terserah Daddy saja. Mungkin Kia memang sudah digariskan hidup dengan orang yang tidak Kia cintai, tapi Kia tidak perawan lagi, Ma! Mama ngerti nggak, sih! Itulah kenapa Kia terus mendesak Daddy supaya membatalkan perjodohan ini, karena Kia udah menjadi milik orang lain." mendengar pengakuan dari putrinya, Cynthia tidak terkejut atau pun bersedih, justru dirinya tersenyum mendengarnya.
"Mama kok malah senyum sih! Bukannya sedih anak perawannya sudah diambil pria lain, bukan dengan suaminya." Kiara semakin mengerucutkan bibirnya.
"Astaga, Kia! Benar-benar ya! Untung saja Daddy-mu segera menikahkan kalian segera meskipun secara siri, hmm kalian berdua sama-sama sudah tidak tahan, setidaknya kalian berdua tidak melakukan zina, Kalian sudah menjadi suami istri." batin Cynthia yang sudah menduga jika mereka berdua pasti tidak bisa menahannya.
"Ya sudah! Ayo kita segera berangkat, Mama tidak mau Daddy marah, Al, Nesya! Ayo kita berangkat, Sayang!" titah Cynthia kepada putra putrinya, kedua bocah itu segera menghampiri Cynthia dan Kiara.
"Iya, Ma!" jawab keduanya serentak.
"Loh Kakak kenapa sedih gitu? Kakak jangan sedih dong! Entar cantiknya ilang loh!" goda sang Adik, Alva.
"Iya nih! Kita jadi ikut sedih kalau kakak sedih, senyum dong Kak! Kakak udah cantik banget loh malam ini, tahu nggak sih Kak. Kita berdua seneng banget malam ini, karena nanti kita pesta dan tentunya ada Kaila juga di sana, Om Ibra juga ikut hadir." mendengar ucapan Nesya, sontak Kiara terkejut bagaimana bisa Ibra dan Kaila juga ikut hadir, bukankah ini hanya pertemuan antara dia dan pria itu.
"Om Ibra dan Kaila juga ada di sana? Darimana kalian tahu?" tanyanya kepada kedua bocah itu.
"Ya tahu dong, Kak! Tuh Daddy yang bilang, katanya malam ini adalah pesta pernikahan kakak sama Suami Kakak. Karena malam ini pernikahan Kakak bakal disahkan sama Daddy. Kita udah nggak sabar ingin segera bermain bersama Kaila." jawab Nesya yang sedikit membocorkan rahasia Rico.
__ADS_1
"Menikah? Di sahkan? Apa maksud semua ini?" batin Kiara yang masih bertanya-tanya.
"Al, Nesya, sudah! Jangan ganggu kakak kalian, tuh Daddy udah nungguin dari tadi, cepetan biar Daddy nggak marah!"
Akhirnya malam itu juga mereka sekeluarga berangkat di sebuah hotel bintang lima, baik Rico dan Cynthia terlihat begitu bahagia, dan juga Al serta Nesya. Lain halnya dengan Kia yang terlihat gugup dan cemberut.
Setelah beberapa menit, akhirnya mobil mewah Rico tiba di depan hotel bintang lima, di mana Rico sudah menyiapkan kejutan untuk putrinya.
Semuanya turun dari mobil, Cynthia terlihat mendampingi putrinya malam itu, sesekali Cynthia melihat wajah sang putri yang terlihat murung.
"Kamu boleh bersedih saat ini, justru sebentar lagi kamu pasti akan menangis, tapi menangis bahagia, Kia Sayang, temuilah Suamimu!" batin Cynthia sembari berjalan mendampingi putrinya.
Kia terasa begitu berat untuk melangkahkan kakinya, tapi dirinya sudah terlanjur datang ke tempat itu, sesekali Ia melihat ke layar ponselnya, kenapa nomor Daniel justru tidak aktif di saat dirinya begitu membutuhkan kehadiran nya.
"Kamu tega! Kamu tega melakukan ini padaku!" Kia tidak bisa lagi menyembunyikan kesedihannya.
Tentu saja Kia sangat terkejut melihat banyak tamu undangan yang hadir, bahkan Ibra dan Kaila pun turut serta dalam acara tersebut.
"Om Ibra, Kaila! Adik-adik ku berkata benar, mereka berdua datang ke acara ini, sebenarnya ada apa sih, ini? Kok seperti ada acara kawinan gitu, ada penghulu juga. Memangnya siapa yang nikah? Masa iya secepat itu Daddy nikahkan Aku sama tuh cowok nggak jelas!" batin Kiara sembari memperhatikan sekeliling.
Rico menghampiri putrinya dan berkata, "Kia, Sayang! Daddy minta maaf jika Daddy memaksakan kehendak untuk menikahkan kamu dengan calon pilihan Daddy, malam ini Daddy akan mengesahkan pernikahanmu secara hukum dan kamu bisa menyambut kedatangan Suamimu. Lihatlah di sana! Dia sudah menunggumu!" seru Rico sembari menunjuk kepada seseorang yang berdiri membelakangi mereka, seorang pria dengan memakai jas berwarna putih yang terlihat begitu gagah meskipun ia terlihat dari belakang.
Sejenak Kia menyipitkan matanya melihat seseorang yang sedang berdiri di ujung ruangan itu, Ia merasa seperti tak asing melihat postur tubuh sang pria yang terlihat tegap dan gagah.
__ADS_1
"Sepertinya Aku mengenal nya? Tapi siapa?" batin Kiara yang masih bertanya-tanya. Hingga tiba-tiba saja terdengar suara seorang bocah laki-laki yang memanggilnya dengan Mama Kiara.
"Mama Kiara!" sontak Kiara menoleh ke arah sumber suara, Kiara sangat terkejut bagaimana bisa Dio hadir dalam acara tersebut.
"Dio! Kamu Kok ada di sini?" rupanya Dio masih mengikuti perintah sang Papa untuk tidak mengatakannya kepada Kiara.
"Mama Kiara cantik banget malam ini!" balas sang bocah.
"Dio! Dimana Papa? Katakan?" desak Kiara kepada Dio.
"Papa di rumah, Ma! Dio kesini di ajak Om Ibra sama Kaila! Memangnya kenapa, Ma?" jawab Dio yang masih belum mengaku jika pria yang sedang berdiri di sudut ruangan itu adalah Papanya.
Kiara menundukkan wajahnya lagi, Ia pun sangat kecewa dengan sikap Daniel yang tidak gentle sama sekali.
"Dasar laki-laki, jika sudah mendapatkan apa yang diinginkannya, pasti ngilang gitu aja, bodohnya aku!" umpat Kia pada dirinya sendiri.
Rico pun menggandeng putrinya dan mengantarkan Kia kepada Daniel yang sudah menunggunya sedari tadi.
"Ayo! Daddy antar kamu kepada calon suamimu! Dia sudah menunggumu dari tadi." Rico berkata sembari menuntun Kia untuk berjalan menuju ke tempat Daniel berdiri.
Sesampainya Rico dan Kia di tempat dimana Daniel sedang berdiri, Ia pun segera melepaskan tangannya dari sang putri, kemudian Rico meninggalkan mereka berdua. Di saksikan oleh seluruh tamu undangan, kini Kia berdiri di belakang Daniel yang masih berdiri membelakanginya.
"Maaf Tuan! Sebenarnya Kia nggak mau dijodohkan dengan Tuan! Saya tidak mencintai Tuan, Karena Saya sudah mencintai pria lain, Saya berharap Tuan bisa mengerti jika saya ...!" Kia tidak melanjutkan kata-katanya karena Ia begitu terkejut saat pria itu membalikkan badannya.
__ADS_1
"Saya apa ...?" Tiba-tiba suara Daniel membuat Kiara berhenti bicara dan Ia sangat tercengang.
...BERSAMBUNG...