
"Bagaimana kalau kita ke dokter!" Rico menatap wajah Cynthia dengan bahagia.
"Boleh! Itu ide yang bagus." Cynthia tersenyum dan mengangguk.
"Baiklah, setelah makan kita mampir ke dokter, untuk memastikan bahwa kamu memang benar-benar hamil." Rico pun antusias untuk segera memeriksa kan kandungan sang istri. Sementara itu Kevin tampak pergi meninggalkan Cynthia dan Rico, karena terlihat seseorang sedang meneleponnya.
"Halo! Apa sekarang! Oke Iya iya ... Aku segera datang!" kemudian Kevin pergi menemui temannya yang baru saja meneleponnya.
Sementara itu Rico dan Cynthia pun segera pergi dari restoran itu, keduanya langsung pergi ke dokter saat itu juga, untuk memastikan jika Cynthia benar-benar hamil.
Setelah lima belas menit, Rico dan Cynthia tiba di sebuah rumah sakit dan mereka langsung menemui dokter ahli kandungan dan kebidanan. Dengan perasaan yang bahagia keduanya berharap semoga Cynthia benar-benar memang sedang mengandung.
Dokter pun mengambil sample darah Cynthia untuk dicek kadar hormon HCG dalam darah, seorang suster membawa sample darah itu ke laboratorium untuk dianalisa, dan setelah menunggu hampir setengah jam, dokter pun membawa hasil test darah milik Cynthia.
Dokter membuka hasil tes itu dan kemudian membacanya. Sedangkan Rico dan Cynthia tampak harap-harap cemas menunggu hasil pemeriksaan kehamilannya. Sejenak dokter menghela nafasnya dan terpaksa mengatakan hal yang sebenarnya.
"Kami sudah membaca tes darah Nyonya Cynthia dan hasilnya negatif, maaf jika saya harus menyampaikan hal ini, karena tes ini sudah diperiksa dengan teliti." ucap sang dokter kepada keduanya. Cynthia tampak bersedih, ternyata hasilnya negatif tidak sesuai dengan yang diharapkan. Kemudian Rico berkata kepada sang dokter.
"Jika istri saya tidak hamil, tapi kenapa Dia merasa mual dan muntah, Dok?"
"Mungkin itu faktor Nyonya Cynthia sedang kecapekan atau mungkin asam lambungnya naik, banyak faktor-faktor yang mempengaruhi hal-hal seperti itu, bukan melulu karena hamil sehingga setiap wanita yang sedang mual muntah itu dikatakan hamil, tidak Tuan. Di sini sudah sangat jelas, jika Nyonya Cynthia tidaklah hamil." ungkap sang dokter yang membuat Cynthia semakin sedih.
Rico memeluk istrinya dan mencoba menghiburnya.
"Sudah! Tidak apa-apa, Masih banyak waktu untuk bikin lagi, kita tidak akan pernah menyerah sebelum berhasil!" ucap pria itu sembari mengusap pundak Cynthia.
__ADS_1
Cynthia tersenyum dan berkata, "Aku takut saja jika kamu tidak akan mencintai ku lagi, karena Aku belum bisa memberimu seorang anak." ucapnya sembari menundukkan wajahnya.
"Ssstttt ... kamu ini ngomong apa sih, jangan berpikiran seperti itu, apapun yang terjadi Aku tidak akan pernah meninggalkanmu, mungkin sekarang belum rejekinya kita untuk mempunyai seorang anak, kita akan tetap berusaha terus!" Rico menyemangati sang istri agar tidak merasa bersedih.
Hari itu Rico dan Cynthia pulang dengan sedikit rasa kecewa, ternyata tebakan mereka meleset, Cynthia belum hamil, sementara di sisi lain, seorang petugas laboratorium melihat sebuah sampel darah yang terjatuh di bawah lantai laboratorium, dan petugas tersebut mengambilnya.
"Astaga! Ini sampel darah siapa? Kenapa bisa terjatuh di sini!" ucap petugas lab itu sambil memperhatikan sampel darah yang Ia bawa dimana dalam kemasannya terdapat nama Nyonya Cynthia.
Sejenak petugas laboratorium itu mengernyitkan dahinya dan Ia penasaran dengan kandungan yang ada di dalam sampel darah yang Ia temukan. Ia pun mencoba memeriksa dan menganalisis apa yang terkandung dalam sampel darah tersebut.
Setelah hampir tiga puluh menit, hasil laboratorium itu keluar, sang petugas yang memeriksa sampel darah tersebut sangat terkejut, ternyata pemilik darah ini sedang positif mengandung.
"Astaga, pemilik darah ini ternyata sedang mengandung, Nyonya Cynthia ... hmm pasien yang mana itu? Dan siapa dokter yang menanganinya? Bagaimana bisa berada di atas lantai, astaga! Jangan-jangan hasil tes darahnya ketukar punya orang lain?" gumam petugas tersebut sembari mengingat-ingat kejadiannya.
"Maaf dokter! Kami mengalami kesalahan teknis, hasil tes darah yang Dokter terima tadi rupanya bukan milik Nyonya Cynthia, itu punya pasien yang lain, dan ini adalah hasil tes darah milik Nyonya Cynthia yang sebenarnya." ucap petugas tersebut Sambil memberikan hasil lab yang sebenarnya.
"Astaga! Aku sudah memberitahu mereka jika Nyonya Cynthia tidaklah hamil, tapi ternyata Nyonya Cynthia memang benar-benar hamil." sesal sang dokter sembari membuka hasil tes darah milik Cynthia.
Sementara itu, di suatu tempat berbeda. Juliet yang sedang bersama dengan Ibra di dalam kamar apartemen Ibra, tiba-tiba saja ia berlari ke kamar mandi, karena dirinya benar-benar ingin muntah, perutnya begitu mual dan ingin sekali mengeluarkan isi di dalamnya.
"Hoek ... Hoek ...!"
Terdengar suara Juliet yang sedang memuntahkan isi perutnya, Ibra yang mendengar itu tampak cemas, kenapa Juliet tiba-tiba seperti itu, pria itu menghampiri Juliet dan mencoba membantunya.
"Tante kenapa? Tante sakit?" tanyanya yang panik melihat Juliet yang terlihat pucat.
__ADS_1
"Tidak! Aku tidak apa-apa, kepalaku pusing dan perutku sangat mual." jawabnya sembari memegang kepalanya. Ibra kemudian membantu Juliet untuk duduk di kursi, pria itu terlihat panik saat melihat Juliet yang sedang sakit. Dengan cekatan pria brondong simpanan Juliet itu memberikannya minum hangat.
"Saya bawakan Tante teh jahe hangat, supaya Tante tidak mual lagi!" seru Ibra sembari membawakan segelas minuman hangat untuk Juliet.
"Terima kasih!" Juliet menerima teh jahe hangat itu dan segera meminumnya.
"Ibra adalah pria yang perhatian, sebenarnya Dia pria yang baik, astaga! Apakah sudah keterlaluan jika Aku telah memanfaatkannya, tidak tidak tidak, Aku tidak boleh lengah, Aku harus terus melaksanakan rencana ini, Aku tidak mau Ibra tahu jika sekarang Aku sedang mengandung anaknya, karena anak ini adalah senjata untuk membawa Mas Rico datang kepadaku." gumam Juliet yang rupanya dirinya tengah hamil hasil wik wik nya dengan Ibra.
"Tante mau aku ambilkan sesuatu?" tawar pria brondong itu kepada Juliet.
"Tidak!" jawab Juliet.
Kemudian Ibra berjongkok di depan Juliet sembari mengatakan sesuatu kepada wanita yang usianya jauh diatasnya itu.
"Tante! Sebenarnya Aku sudah lama ingin mengatakan sesuatu kepada Tante! Hanya saja Aku takut jika Tante menolaknya dan Tante akan pergi begitu saja dari ku!" ujar pria itu kepada Juliet.
"Apa yang ingin kamu katakan?" Juliet tampak penasaran dengan apa yang ingin disampaikan oleh Ibra.
Kemudian Ibra mengeluarkan sesuatu dari kantong celananya dan memberikan nya kepada Juliet. Sebuah kotak kecil berwarna merah.
"Apa ini?" Juliet tampak mengerutkan keningnya. Kemudian Ibra membuka kotak itu dan perlahan sebuah cincin berlian yang indah, Juliet sangat terkejut kenapa tiba-tiba Ibra ingin memberikannya cincin, Jangan-jangan ... Juliet tampak membulatkan matanya tak percaya.
"Maukah Tante menikah dengan Saya? Saya berjanji akan membuat hidup Tante bahagia, Saya tidak perduli siapa Tante dulu, bagaimana Tante, kehidupan Tante. Bagi Saya Tante adalah wanita yang istimewa buat Saya." tiba-tiba saja Ibra melamar Juliet untuk menjadi pendamping hidupnya.
...BERSAMBUNG ...
__ADS_1