Menantu Yang Menyembunyikan Identitas

Menantu Yang Menyembunyikan Identitas
Bab 100 Sedih Kalau Diceritakan


__ADS_3

Mendengar nenek ingin meminta saham, Nita langsung panik. “Nenek, aku masih muda, jadi capek sedikit juga tidak masalah.”


Hehe ….


Ucapannya membuat para anggota Keluarga Kimberly mendengus dingin.


“Nita, jangan berpura-pura lagi. Apa gunanya kamu berusaha? Kemampuanmu tidak cukup untuk memimpin kami semua,” ucap David sambil menyindirnya.


Semua orang mengangguk setuju.


Nita selalu memiliki posisi yang rendah di Keluarga Kimberly, sehingga siapa pun bisa memerintahnya. Dia tiba-tiba menjadi kepala keluarga, pasti tidak ada yang akan menurutinya.


Nita menggigit bibir dan berkata, “Nenek, apa yang nenek inginkan agar nenek bisa puas? Apakah aku harus menyerahkan sahamnya?”


Nenek tersenyum dan berkata dengan serius, “Nita, bukan berarti nenek tidak percaya padamu. Di Keluarga Kimberly, kemampuanmu memang tidak terlalu hebat.”


“Bagaimanapun, kamu adalah anak perempuan. Kamu tidak maskulin ketika berbicara dan melakukan sesuatu. Apalagi, bagaimana keluarga besar bisa membiarkan seorang gadis mengambil keputusan akhir? Benar, bukan?”


Mendengar itu, Nita menghela napas dalam hati.


Dia tahu bahwa dirinya menjadi kepala keluarga, semua anggota keluarga lain tidak akan menurutinya.


Bahkan neneknya tidak senang, dan cepat atau lambat nenek akan menyampaikannya.


Nita hanya tidak menyangka hari ini akan datang secepat ini.


“Nita.”


Melihat kesunyian Nita, wajah nenek melanjutkan dengan ekspresi lembut, “Nenek tidak bermaksud mengambil hakmu, bagaimana nenek bisa melakukan ini? Nenek hanya tidak tega melihat Keluarga Kimberly tidak bisa berkembang pesat. Di generasi kamu, banyak yang lebih hebat darimu, seperti David. Sehingga kita tidak boleh memendamnya begitu saja.”


“Jadi, nenek hanya ingin sedikit saham darimu. Kita akan membentuk dewan direksi, tentu saja, kamu tetap dewan direksi pertama. Bagaimana menurutmu?”


Berbicara tentang ini, mata nenek dipenuhi keramahan.


David yang duduk di sana, tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya.


Selama Nita memberikan sahamnya, dia akan kehilangan kendali.


Pada saat yang sama, para anggota Keluarga Kimberly yang lain juga menatap Nita dengan tatapan rumit.


Nita menghela naps dengan pelan dan mengangguk. “Kalau Nenek sudah berkata seperti itu, aku akan mengikutinya.”


Setelah semua ini, kalau Nita masih tidak setuju, maka dia akan menjadi duri di keluarga ini.


Jadi, Nita terpaksa menerima kesepakatan ini.


“Nita memang hebat dan bisa berpikir lebih jauh.” Melihat Nita menyetujuinya, nenek tersenyum sambil mengangguk.


Dia langsung menyuruh bagian keuangan yang sudah disiapkan sebelumnya untuk mengurusi dokumen penyerahan saham.



Tiga hari kemudian.


Hari ini hari Minggu dan cuacanya bagus. Di jalanan Kota Malang, banyak pejalan kaki, dan semua orang keluar untuk bermain.


Di pintu Perusahaan Net Media, Arief sedang mengendarai motor listrik dengan ekspresi tak berdaya di wajahnya. Jangan tanya kenapa dia masih naik motor listrik, sedih kalau diceritakan.


Motor listrik lusuh itu sangat kontras dengan mobil mewah di pintu perusahaan.


Walaupun begitu, banyak orang yang menoleh ke arahnya.

__ADS_1


Tentu saja, orang-orang di jalan bukan melihat motor listrik Arief, melainkan melihat Lisa yang duduk di belakang.


Hari ini, Lisa mengenakan kaos dan rok mini, dan kakinya yang panjang, putih, dan lurus terekspos ke luar, yang menarik perhatian orang yang lewat.


Seorang wanita cantik duduk di atas motor listrik, menjadi pemandangan yang begitu aneh, menarik banyak orang untuk memotretnya. Bahkan beberapa satpam baru juga membicarakannya.


Namun, Arief sangat tertekan. Dia benar-benar tidak ingin mengendarai motor listrik ini lagi, tetapi dia terpaksa menggunakannya hari ini.


Malam itu, dia mengundang Lisa untuk makan malam. Setelah selesai makan, Lisa menceritakan bahwa dia ingin beli mobil, tetapi belum mendapatkan SIM. Jadi, dia belum pernah mengemudikan mobil dan masih merasa takut.


Arief langsung memberikan kunci mobil Audi R8 kepadanya untuk berlatih.


Siapa sangka, tidak sampai 100 meter, Lisa langsung menabrak trotoar di samping. Arief terpaksa memasukkan mobilnya ke bengkel.


Saat itu, Arief sangat tidak berdaya. Padahal di depan mereka tidak ada siapa-siapa, kenapa Lisa memutar setirnya?


Namun, melihat ekspresi Lisa yang kasihan, Arief terpaksa tersenyum.


Hari ini minggu, Lisa tidak pergi bekerja. Mendengar Arief ingin kembali ke Perusahaan Net Media, dia bilang ingin ikut untuk melihat para artis.


Arief juga tidak menolaknya, dia langsung membawanya kemari dengan motor listrik.


Arief sudah beberapa hari tidak kembali ke Perusahaan Net Media. Awalnya, perusahaan dijaga oleh Siska, sekretarisnya, sehingga Arief juga tenang.


Namun, belakangan ini terjadi masalah yang merepotkan.


Sejak acara “Superstars” terkenal, Cindy terus menerus dibayar. Hanya dalam waktu setengah bulan, dia menerima banyak iklan dan menghasilkan banyak uang.


Dalam beberapa hari terakhir, investor yang semula bekerja sama dengan Cindy telah membatalkan kerja samanya.


Bahkan pengiklan tidak datang ke Cindy untuk beriklan.


Sampai hari ini, Cindy telah menganggur selama seminggu, yang menyebabkan perusahaan merugi.


Merasa ada yang tidak beres, Arief berpikir untuk kembali melihatnya.


“Kak Arief, aku minta maaf, karena membuatmu harus naik motor listrik ke kantor,” bisik Lisa yang merasa tidak enak.


Sampai sekarang, Lisa bahkan tidak mengerti kenapa dia bisa menabrak trotoar,


Arief tersenyum dan tampak acuh tak acuh. “Tidak apa-apa. Lagi pula, aku sering menggunakan motor listrik ke kantor beberapa waktu lalu.”


Sambil berbicara, Arief melihat tempat parkir di depan, lalu langsung memarkirkan motor listriknya.


Ring ring ….


Ketika berhenti di tempat parkir, ponsel Arief tiba-tiba berdering.


Dia mengeluarkan ponselku dan melihat bahwa Fransiska mengirimnya pesan, “Arief, beberapa hari ini kamu sibuk apa saja? Apakah kamu sudah sembuh?”


Sejak piknik terakhir, Arief belum pergi ke Panca Heritage lagi.


Wanita ini masih mengira luka tembakku belum sembuh. Arief tersenyum dan membalas pesannya.


“Bam!”


Saat itu, sebuah kendaraan niaga mundur dan langsung bertabrakan dengan motor listrik milik Arief. Baik Arief maupun Lisa kaget dan nyaris terlempar dari motor listrik.


Lampu depan motor listrik langsung pecah, dan lubang muncul di bagian belakang mobil komersial.


Sialan! Setelah mobilnya rusak, sekarang motor listriknya juga ditabrak. Apa yang terjadi ini?

__ADS_1


Arief benar-benar ingin menangis.


Saat ini, beberapa orang jalanan mulai mengerumuni untuk melihat apa yang terjadi.


“Kamu gila, ya? Kenapa motor listrik mengambil tempat parkir mobil?”


Pada saat ini, pintu pengemudi mobil komersial terbuka, dan seorang pria berjas turun dengan cepat, melihat bagian belakang mobil penyok, dia menunjuk ke arah Arief dan berteriak.


Pada saat yang sama, pria ini juga merasa kesal.


Dia baru saja membeli kendaraan niaga ini beberapa hari yang lalu.


Arief mengerutkan kening.


Pria di depannya, berusia tiga puluhan, tinggi dan besar. Di mana Arief pernah melihatnya sebelumnya?


Namun untuk sementara, Arief tidak bisa mengingatnya.


“Kamu yang tidak masuk akal, kamu yang menabrak kami!” ucap Lisa ketika melihat Arief tidak menjawab.


“Wah!


Begitu Lisa berbicara, dia langsung menarik perhatian banyak orang, dia memakai rok mini yang simpatik dan tubuh yang seksi, kecantikan seperti itu menjadi fokus perhatian di mana-mana.


Namun tak lama kemudian, banyak orang kembali sadar, menatap Arief dengan iri dan bingung di mata mereka.


Seorang pria miskin yang mengendarai motor listrik memiliki pacar yang begitu cantik.


Betapa beruntungnya dia?


Pria itu juga tertarik pada Lisa, tetapi setelah melirik beberapa kali, dia menarik pandangannya dan menunjuk ke tempat parkir. “Apakah motor listrik boleh diparkir di tempat parkir mobil?"


“Sutomo, bagaimana? Apakah mobilnya baik-baik saja?”


Saat ini, seorang wanita sangat cantik turun dari mobil niaga itu.


Mengenakan jeans ketat dan sepatu hak tinggi di bawahnya, lekuk tubuhnya sangat indah dan elegan, yang lebih tidak lebih rendah dari Lisa. Bahkan, dia memiliki kecantikan intelektual yang anggun.


Wah!


Begitu kecantikan ini muncul, ada seruan lagi.


Semua pria tidak bisa menutupi mata mereka dan diam-diam menelan ludah.


Mereka tidak menyangka kecelakan mobil bisa memuaskan visual mereka. Kedua belah pihak memiliki wanita cantik. Kalau saja bisa memiliki salah satunya, mereka rela hidup lebih pendek.


“Bu Guru?”


Ketika wanita cantik itu turun, Arief pun tertegun. Bukankah wanita ini adala wali kelas saat SMA, Sari?


Arief baru ingat kalau Cindy memberitahunya bahwa wali kelas mereka ingin masuk dunia hiburan.


Saat itu, Arief sudah menyetujuinya, lalu menyerahkan kuasa penuh kepada Siska.


Sepertinya, Sari datang untuk wawancara hari ini.


“Arief?” Sari mengerutkan keningnya.


Saat pertemuan teman sekelas sebelumnya, Sari mendengar bahwa Arief menjadi menantu tidak berguna, dia miskin dan benar-benar kayak sampah. Awalnya, Sari tidak percaya, tetapi dia akhirnya bisa melihat sendiri.


“Huh.”

__ADS_1


Sari menghela napas dan memelototi Arief, “Kamu ini, aku sudah memberitahumu sejak sekolah, belajarlah yang baik dan jangan membuat masalah. Kamu tidak mau mendengarnya, sekarang kamu menyesalinya, bukan? Sepertinya, didikanku saat sekolah masih terlalu ringan bagimu.”


__ADS_2