Menantu Yang Menyembunyikan Identitas

Menantu Yang Menyembunyikan Identitas
Bab 8 Kartu Platinum Yang Hebat


__ADS_3

Hanya perlu tiga detik, Budiman langsung mengangkatnya.


Nita menekan tombol speaker.


Heny yang berada di samping melirik ke layar ponsel, dia langsung tersenyum: “Anakku, ternyata yang memberikan Crystal Love kepadamu adalah Budiman. Budiman adalah pria baik, anakku, kamu harus menghargainya.”


Heny sengaja berkata dengan keras, tidak lupa juga menatap tajam ke Arief. Arief dibandingkan dengan Budiman, dia bukan apa-apa. Budiman pernah bilang, kalau anaknya menikah dengannya, dia akan memberikan mahar 40 miliar!


Di seberang telepon, Budiman jongkok di pinggir jalan, beberapa saat yang lalu, dia baru menerima sebuah telepon. Keluarga Burton menarik semua dukungan kepadanya!


Suasana hati Budiman langsung runtuh, tanpa dukungan keluarga Burton, dia bukan siapa-siapa! Lalu keluarga Burton memberitahunya, dia menyinggung orang yang tidak boleh disinggung!


Tapi sampai sekarang, Budiman tidak tahu dia menyinggung siapa!


“Budiman, aku ingin tanya. Crystal Love itu masih bisa kamu beli?” kata Nita.


Budiman yang sekarang walaupun sedang stress, tapi karena telepon dari Nita, dia tetap berusaha tersenyum: “Nita, maksud kamu sepatu palsu itu?”


“Sepatu palsu?”


Nita dan Fransiska saling bertatapan. Itu tidak mungkin, asli dan palsu masa dia tidak tahu?


“Iya, bukannya aku memberikanmu sepatu palsu seharga 600 juta itu?” kata Budiman: “Tapi sepatu itu dilempar oleh suami sampahmu itu. Sekarang sepatunya masih di rumahku, kalau kamu mau, aku bisa mengambilkannya.”


Mendengar ucapan ini, wajah cantik Nita terlihat bingung!


Crystal Love di kakinya bukan dari Budiman? Selain dia, siapa yang bisa memberikan hadiah seharga 60 miliar?!


Setelah teleponnya terputus, Nita teringat Arief pernah bilang ingin memberinya sepasang Crystal Love…


Memikirkan sampai di sini, Nita lalu melirik ke Arief.


Arief sedang memegang sumpit, orang lain masih belum bergerak, dia sudah menghabiskan hampir dua mangkok nasi. Semua orang di mejanya menatap dia dengan tatapan jijik, mereka terus menjauh darinya.


Nita menghela nafas, apa yang dia pikirkan, mana mungkin dari Arief? Sama sekali tidak mungkin.


Setelah setengah menit, Arief akhirnya meletakkan sumpit. Sambil mengelap mulut, dia melihat ke arah Fransiska.


Wanita ini menarik juga. Arief bisa melihat di pergelangan tangannya ada sebuah gelang berwarna putih. Siapa juga tahu harga gelang itu pasti tidak murah, tetapi tidak banyak yang tahu kalau gelang itu sebuah barang antik.


Keluarga Burton memiliki banyak barang antik. Ketika berumur 6-7 tahun, Arief sudah bisa membedakan barang antik.


Lalu penilai nomor satu di Indonesia pernah datang bertamu di rumah. Arief sempat belajar 2 bulan dengannya.

__ADS_1


Gelang di tangan Fransiska terlihat lembut dan detail, seharusnya barang pada zaman kuno. Harga sekarang kurang lebih sekitar 40 miliar.


“Semuanya tenang dulu.”


Saat ini, nenek akhirnya naik ke atas podium, dia terlihat sangat senang.


“Cepat, Nita, coba kamu ceritakan, bagaimana kamu bernegosiasi dengan perusahaan Net Media.” Nenek baru duduk dan langsung bertanya kepada Nita.


Nita berdiri dengan canggung, setelah terdiam sejenak, dia baru berkata: “Ketika aku datang ke perusahaan Net Media, aku tidak mengatakan apa pun, bahkan tidak bertemu dengan CEO, tapi sudah dikasih tahu untuk tanda tangan kontrak.”


“Wah!”


Ucapannya membuat seisi ruangan heboh!


“Ternyata Nita tidak melakukan apa pun dan berhasil tanda tangan?”


“Iya, aku kira dia begitu hebat, ternyata hanya beruntung saja.”


Mendengar ucapan semua orang, David juga berdiri dan berkata: “Nenek, aku diusir oleh perusahaan Net Media, lalu hari ini Nita pergi lagi. Perusahaan Net Media pasti merasa ketulusan niat keluarga Kimberly, jadi diajak kerja sama! Walaupun hari ini bukan Nita yang pergi, diganti orang lain juga akan berhasil!”


Ucapan David sangat jelas niatnya, dia ingin merebut kredit.


Tapi nenek selalu menyayanginya, mendengar ucapannya dia juga mengangguk, dia berkata: “Nita, kredit ini bukan hanya untukmu, David juga termasuk.”


Mendengar ucapan ini, David langsung senang dan berkata sambil membungkuk 90 derajat: “Nenek, David sebagai salah satu dari bagian keluarga Kimberly, rela berusaha untuk keluarga! Aku dengar Net Media ada orang baru yang bernama Cindy. Dia sangat cantik, pasti perusahaan Net Media akan membungkusnya, kalau kita bisa mendapatkan tugas ini, kita akan mendapatkan untung besar! Besok aku akan pergi ke keluarga Kimberly untuk bernegosiasi!”


Nenek tua mengangguk dan tersenyum: “Nenek tidak sia-sia menyayangimu.”


Nita dan Heny saling bertatapan, hatinya terasa sedih. Acara hari ini seharusnya untuk Nita, tapi semuanya direbut oleh David. Sekarang Keluarga Kimberly sudah bekerja sama dengan perusahaan Net Media. Besok David pergi negosiasi pasti akan berhasil. Kalau begitu, semua kredit akan menjadi miliknya.


Walaupun tidak senang, Nita juga tidak berkata apa pun, karena nenek menyukainya.


“Haha, semuanya makan dan minum yang banyak. Aku yang traktir.” Kata David yang sedang senang.


“Pelayan, sini, keluarkan alkoholnya!” teriak David.


Belum sesaat, dua orang pelayan membawakan menu.


“Tuan, ini menunya, kita perlu mengeluarkan alkohol apa?”


David melambaikan tangannya dan terlihat bersemangat: “Tidak perlu lihat! Keluarkan alkohol paling mahal di sini, setiap meja satu botol! Ingat, yang paling mahal!”


Setelah sesaat, pelayan mulai mengeluarkan alkoholnya. David mengangkat gelas dan berkata sambil tertawa: “Malam ini kita harus mabuk dengan senang, aku bersulang untuk kalian!”

__ADS_1


David yang sekarang memiliki posisi tinggi di keluarga Kimberly. Semua orang ingin memujinya, jadi orang-orang langsung mengangkat gelasnya.


Setelah minum dan makan, hari juga sudah malam. David melambaikan tangan dan memanggil pelayan.


“Hitung dan gesek kartunya!”


David sedang duduk di samping Fransiska. Dia mengeluarkan kartu bank dengan keren, sengaja menggunakan nada tinggi dan berkata sambil melirik ke Fransiska. Siapa yang tidak ingin berlagak keren di depan wanita cantik?


Melihat David mengeluarkan kartu, banyak yang bersorak kaget.


Kartu Platinum Bank Permata!


Dengan kartu bank Permata, paling tidak ada 2 miliar. Lalu kartu emas, perlu ada 10 miliar! Kartu platinum, tidak boleh lebih rendah dari 20 miliar!


Seluruh kekayaan David sekitar 60 miliar lebih. Tapi orang yang berbisnis itu biasanya kekayaan bukan berarti isi saldo tabungan. Karena berbisnis biasanya akan investasi ketika ada uang, sangat jarang memegang uang tunai.


David membutuhkan beberapa tahun untuk mendapatkan 20 miliar. Kartu ini juga baru keluar kemarin, dia tentu harus memamerkannya.


Ternyata, ketika melihat kartu David, Fransiska juga melirik ke arahnya.


Seluruh barang antik keluarga Salim sekitar 4 triliun lebih. Tapi itu adalah uang Ayah Fransiska, Fransiska walaupun anak orang kaya. Tapi isi tabungannya juga tidak sampai 20 miliar. Kalau ingin membeli Crystal Love, dia hanya memohon Ayahnya untuk menjual dua barang antik.


David langsung bersemangat melihat Fransiska yang menatapnya.


Dia berkata kepada pelayan: “Hari ini aku yang traktir semuanya, selain meja ini!”


Selesai berkata, David menunjuk ke arah meja Arief. Orang-orang yang duduk di meja itu semuanya memiliki status rendah di keluarga Kimberly, jadi David tidak takut menyinggung mereka.


“Arief, kamu tahu kenapa aku tidak mau bayar?” David berdiri dan berkata kepada Arief: “Karena tadi kamu tidak mau memberikan tempat untuk Bu Fransiska! Dasar tidak tahu diri! Lihat tampang tidak berguna kamu itu, masih berani duduk di paling depan? Kamu membuat Bu Fransiska tidak senang, aku harus membantunya.”


Berbicara sampai sini, David melihat ke Fransiska: “Bu Fransiska, kamu tenang saja. Aku akan membantumu! Biaya per meja kurang lebih 20 juta, Arief pasti tidak sanggup bayar.”


Fransiska tidak berbicara dan hanya tersenyum.


Pelayan membawa kartunya pergi, David lalu berkata kepada Fransiska: “Bu Fransiska, Anda tenang saja, Anda suka dengan Crystal Love kan? Aku punya banyak teman, aku akan menyuruh mereka untuk mencari tahu, siapa tahu bisa membelinya!”


Siapa yang tidak bisa berpura-pura, David memang kenal banyak orang. Tapi teman-teman buruknya itu kalau mau beli Crystal Love, itu sama seperti mimpi di siang bolong.


“Terima kasih.” Fransiska tersenyum sopan dan mengangguk pelan.


Saat ini, dua orang pelayan berjalan masuk dan membungkuk kepada David.


“Maaf Tuan, isi saldo Anda tidak cukup.”

__ADS_1


David langsung marah: “Kamu bercanda? Ada 22 miliar di dalam kartu ini, kamu bilang tidak cukup?”


“Maaf Tuan, biaya kali ini adalah 76,52 miliar.”


__ADS_2