
Di sisi lain, perusahaan Leka.
Nita yang baru selesai mengadakan rapat pemegang saham berjalan keluar dari ruangan. Dia melihat beberapa wanita sedang melihat ponsel sambil tertawa.
Tidak bekerja saat jam kerja, tidak boleh dibiarkan. Nita berjalan mendekat, ketika ingin mengatakan beberapa kata, dia melihat ponsel mereka sedang memutar sebuah video, orang di dalam video adalah Arief!
“Temanku, kamu tenang saja, aku pasti akan membalaskan…” di dalam video, Arief sedang mengelus motornya, di wajahnya penuh dengan kesedihan.
“Haha, orang ini lucu sekali, ini siapa?”
“Kamu tidak tahu? Ini suaminya Ibu Nita.”
“Ah? Jangan-jangan si sampah itu, Arief Burton? Aku pernah mendengar Kak Nita menikah dengan seorang sampah…”
Beberapa wanita terlihat sangat senang menertawakannya. Salah satu wanita berdiri dan berkata sambil memperagakan: “Kalian tidak tahu, hari ini ketika aku datang ke kantor, aku juga mendengar Arief ingin memberikan Crystal Love untuk Ibu Nita!”
“Hahaha, benar-benar lelucon yang besar sekali!”
“Iya, lihat tampang miskinnya itu, bahkan motornya rusak saja dia begitu sedih. Crystal Love seharga 60 Miliar, dia mungkin harus mencari uang selama beberapa generasi.”
Mereka bergosip dengan semangat, lalu saat ini salah satu wanita menoleh ke belakang dan melihat Nita. Wajah beberapa wanita ini langsung berubah.
“Maaf Ibu Nita, kami segera pergi kerja…”
Nita menggigit bibir bawah dengan kuat, dia merasa sangat malu! Sebagai General Manager, dia juga merasa malu dan wajahnya memerah. Dia mengurung diri di dalam ruangan dan tidak ingin pergi makan, matanya terlihat memerah.
Di sisi lain, Arief bersenandung sambil berjalan pulang. Dia harus pulang ganti baju untuk ke acara reuni.
Suasana hatinya senang, tetapi ketika dia membuka pintu dan berjalan masuk, dia melihat Heny duduk di sofa sambil menyilangkan kakinya. Dia menatapnya dengan dingin dan berkata: “Arief, kebetulan kamu pulang, sini kamu.”
Arief tinggal di sini 3 tahun, dia benar-benar sangat takut dengannya.
“Arief, kamu bereskan barang-barangmu, besok kamu pergi urusin surat cerai, lalu kamu juga harus keluar dari sini.” Kata Heny dengan dingin.
“Tante, tapi…tapi aku benar-benar menyukai Nita dengan tulus.” Kata Arief sambil menundukkan kepalanya. Selama 3 tahun ini, dia pasti memiliki perasaan dengan Nita.
Mendengar ucapannya, Heny langsung menepuk meja dan berjalan ke sambil Arief: “Kamu menyukai anakku? Dengan apa? Aku sudah menahan diri selama 3 tahun, selain mengerjakan pekerjaan rumah, kamu masih bisa apa? Kamu layak bersama dengan anakku? Kamu tahu tidak, berapa banyak orang yang mengejar anakku, Budiman barusan meneleponku, kalau anakku bersama dengannya, dia akan memberikan mahar senilai 40 miliar.”
Mahar 40 miliar? Arief tersenyum. Budiman adalah saudara jauh keluarga Burton, dia anaknya salah satu tante. Semua dana perusahaan Budiman didukung oleh keluarga Burton. Dia sudah menelpon keluarga besar, tidak sampai 24 jam, Budiman akan kehilangan segalanya. Ke mana dia akan mencari uang 40 miliar?
“Tante, aku tidak akan pergi. Bercerai boleh, tapi harus Nita yang mengatakannya langsung.” Setelah Arief berkata, dia langsung berjalan pergi.
__ADS_1
“Emang kamu siapa! Kembali kau!” Heny menghentakkan kakinya dengan kesal dan langsung mengejarnya, tetapi Arief sudah berjalan jauh.
Petang hari, perusahaan Leka.
Nita mengurung diri seharian di ruangannya. Video Arief itu sudah viral di kantornya dan menjadi bahan tertawaan semua orang.
Nita menarik nafas dalam-dalam dan berjalan keluar. Dia lalu berkata kepada karyawannya: “Sudah, kalian boleh pulang.”
“Bu Nita, ada paket untuk Anda.”
Resepsionis membawakan sebuah kotak ke hadapan Nita.
Melihat kotak ini, seketika terdengar suara seruan! Ini…ini mewah sekali? Sebuah kotak yang dilapisi emas?
“Wah, paket apa ini?”
“Iya Kak Nita, aku pertama kali melihat paket yang dilapisi emas!”
“Kak Nita, ini pasti hadiah untukmu, coba buka Kak Nita.”
Jangan lihat Nita yang biasanya selalu tegas, tapi hubungan dia dengan karyawannya cukup baik. Saat ini semuanya penasaran dan mengerumuni Nita.
Nita juga bingung, dia tidak pernah membeli barang online, paket dari mana? Tetapi melihat semuanya senang, Nita tersenyum dan membuka kotaknya pelan-pelan.
“Ini…ini…Crystal Love?!”
“Tidak mungkin! Ini adalah sepatu yang hanya ada 99 pasang dan dilelang seharga 60 miliar, Crystal Love?!”
“Cantik sekali! Ini…Kak Nita, kamu bahagia sekali!”
Suara diskusi terus berdatangan, Nita saat ini tidak bisa mengatakan sepatah kata pun! Dia sudah menyukai sepatu ini belasan tahun, hanya melihatnya saja dia bisa memastikan kalau sepatu di depannya ini pasti barang asli!
Mana mungkin! Nita mundur selangkah, dia merasa dirinya seperti sedang bermimpi. Apakah…apakah Budiman menjual perusahaannya dan membelikan sepatu untuknya? Memikirkan sampai sini, Nita sangat terharu. Acara tahunan malam ini, dengan sepatu Crystal Love, dia akan menjadi pusat perhatian.
--
Kota Malang, KTV Vista.
KTV ini adalah tempat hiburan yang terkenal di kota Malang. Biaya di sini sangat tinggi, orang yang datang ke sini biasanya terkenal dan kaya, di depan penuh dengan mobil mewah. Acara reuni kali ini diadakan di sini.
Arief mengendarai motor barunya dan berhenti di depan pintu sambil bersiul. Awalnya dia ingin membeli mobil, tetapi KTP nya dibawa oleh kepala keluarga, dia hanya bisa membeli motor. Haha, akhirnya bisa melihat teman-teman pas SMA, dia sedikit bersemangat.
__ADS_1
Tetapi baru memarkirkan motornya, langsung terdengar sebuah suara mesin yang keras.
“Awas awas?! Motor jelek juga berani menghalangi jalan?”
Sebuah mobil BMW seri 5 berhenti di samping, seorang pria mengeluarkan kepala dari jendela dan berteriak ke arah Arief.
Pria itu bertatapan dengan Arief, keduanya langsung tertegun!
“Ketua kelas?!” Arief langsung berlari mendekat. Orang di dalam mobil adalah ketua kelas mereka yang bernama Herwanto.
“Arief? Kenapa kamu jadi begini?” Herwanto turun dan mobil, dia memperhatikan Arief dari atas ke bawah, setelah mendengus dingin, dia langsung berjalan masuk ke KTV.
Arief langsung canggung, baru saja ingin berbicara, tetapi Herwanto sama sekali tidak mempedulikannya. Mereka masuk ke dalam ruangan KTV, sekarang teman-teman sudah datang semua. Melihat pintu terbuka, semua orang melihat kemari.
“Astaga, ketua kelas sekarang jadi ganteng sekali? Orang sukses ini!”
Suasana ruangan langsung heboh, semuanya mengerumuni Herwanto.
Betul, jas Herwanto terlihat tidak murah. Yang paling utama adalah kunci mobil BMW di tangannya.
Arief yang berada di sampingnya memakai pakaian murahan, ditangannya ada kunci motor, dia seperti tukang ojek. Saat ini tidak ada yang mempedulikannya.
Arief tidak peduli, dia memperhatikan sekitarnya. Beberapa tahun tidak bertemu, wanita di kelasnya semakin cantik. Tetapi yang paling cantik tetap saja Cindy.
Cindy adalah wanita tercantik di kelas. Dia sering memakai celana jeans dengan badan yang seksi dan juga cantik.
Beberapa tahun tidak bertemu, Cindy menjadi lebih dewasa dan memesona. Dengan celana jeans yang dipakainya sekarang, tubuh seksinya itu terlihat begitu menggoda.
Herwanto juga melihat Cindy, dia tidak bisa menahan diri dan bertanya: “Cindy, kamu cantik sekali, sekarang sibuk apa saja?”
Tidak menunggu Cindy menjawab, perempuan di sampingnya langsung berkata: “Ketua kelas, kamu tidak tahu, Cindy sekarang sudah hebat, dia akan segera menjadi artis! Aku dengar dia akan segera tanda tangan kontrak dengan perusahaan Net Media.”
“Wah!”
Seluruh ruangan kembali heboh, di kota Malang siapa yang tidak tahu Perusahaan Net media? Banyak artis papan atas yang berada di bawah perusahaan Net Media!
Jujur, Cindy benar-benar sangat cantik. Dibandingkan dengan artis kelas satu, dia sama sekali tidak kalah.
Mendengar perusahaan Net Media, Arief langsung bersemangat. Mulai besok, perusahaan itu akan menjadi miliknya. Memikirkan hal ini, Arief tersenyum dan berjalan ke samping Cindy. Ketika ingin berbicara dengannya, dia baru duduk dan langsung melihat Cindy yang mengerutkan kening, dia menatap Arief dengan tatapan menjijikkan: “Boleh tidak jangan duduk di sini?”
“Ah?” Arief Burton pelan-pelan berdiri: “Ada orang ya?”
__ADS_1
“Tidak, tapi aku tidak ingin duduk di sampingmu.” Kata Cindy dengan dingin: “Arief, kamu datang ke acara reuni, kenapa tidak ganti baju, pakai pakaian murahan ini, kotor sekali.”