Menantu Yang Menyembunyikan Identitas

Menantu Yang Menyembunyikan Identitas
Bab 42 Kabar Baik


__ADS_3

Nenek menggelengkan kepalanya, bagaimana ini? Apa langit ingin menghancurkan Keluarga Kimberly?


Pada saat ini, seorang anak muda yang berpakaian rapi dan memiliki aura yang tidak biasa, berjalan masuk.


Seketika, semua pandangan Keluarga Kimberly tertuju kepada anak muda itu.


“Kamu … ” Nenek mengerutkan keningnya. Dia tidak mengenal orang ini, juga bukan rekan kerja sama mereka.


Lalu, auranya … tidak terlihat seperti orang biasa.


Pria muda itu tersenyum, kemudian mengangguk kepada Nenek. “Namaku Pandu Karuna. Presiden Direktur Perusahaan Teknologi Utama.”


Wah!


Ucapan Pandu membuat semua orang heboh.


Nenek juga terkejut. Dia langsung bangkit berdiri, dengan sudut mata yang bergetar.


Perusahaan Teknologi Utama, adalah perusahaan terdepan dalam bidang media baru. Menurut kabar beredar, Pandu, yang merupakan Presiden Direktur Perusahaan Teknologi Utama jarang muncul di publik atau pun media.


Orang penting seperti ini, ternyata datang ke Kota Malang? Dia bahkan berkunjung langsung ke kediaman Keluarga Kimberly.


Apa … apa yang terjadi?


Melihat reaksi Keluarga Kimberly, Pandu tersenyum. Keluarga Kimberly termasuk keluarga kelas dua di Kota Malang. Kalau bukan Tuan Arief yang menyuruhnya datang, dia tidak mungkin akan berhubungan dengan Keluarga Kimberly.


“Tuan Pandu, apa yang membawa Anda datang ke Keluarga Kimberly?” pada saat ini, Nenek memaksakan senyuman dan bertanya dengan gemetar.


Berhadapan dengan Pandu, seorang pimpinan perusahaan besar, bahkan Nenek juga tidak percaya diri.


Semua anggota Keluarga Kimberly terus memperhatikan Pandu. Ekspresi semua orang juga terlihat rumit, mereka bahkan menahan napas.


Apa Pandu datang menagih utang?


Tidak. Perusahaan Leka tidak pernah bekerja sama dengan Perusahaan Teknologi Utama.


Pada saat ini, semua orang mulai berbisik dalam hati.


Di hadapan semua orang, dua orang pria berbaju hitam yang berada di belakang Pandu, membawakan sebuah kursi.


Pandu tersenyum dan duduk dengan santai. Dia melihat ke arah Nenek dan berkata, “Nyonya besar. Kedatanganku hari ini adalah membahas kerja sama dengan Keluarga Kimberly kalian.”


Wah!


Mendengar ucapan itu, semua orang kembali heboh.


Beberapa orang yang awalnya masih panik, mulai menghela napas lega. Pada saat yang sama, mereka juga tidak bisa menahan ekspresi gembira di wajah mereka.


Kalau bisa bekerja sama dengan Perusahaan Teknologi Utama, Keluarga Kimberly bisa melewati kesulitan kali ini.


Nenek juga sangat gembira. Dia berkata dengan semangat, “Bagaimana Tuan Pandu akan bekerja sama?”


Pandu tersenyum kembali dan menjawab dengan santai. “Kerja sama ini sangat mudah. Aku tahu kondisi keuangan Keluarga Kimberly telah terputus, sehingga aku membawa modal senilai dua triliun.”


Dua triliun?


Melihat ucapan Pandu yang santai, semua orang kembali tercengang.


Dia benar-benar sangat kaya, bahkan bisa memberikan dua triliun semudah itu.


Total kekayaan Perusahaan Leka milik Keluarga Kimberly juga tidak sebanyak itu.


Walaupun tercengang, beberapa tatapan kepada Pandu semakin bersemangat.


Dengan dua triliun itu, utang Hartono dan Michael bisa dibayar dengan mudah. Kemudian, Perusahaan Leka juga bisa mengembangkan bisnis mereka.


Hartono dan yang lain tidak memedulikan mereka, tapi tidak disangka, Keluarga Kimberly bisa bangkit dalam waktu singkat.


Nenek sangat gembira.

__ADS_1


Pada saat itu, ucapan Pandu menarik mereka kembali ke kenyataan.


“Dua triliun ini, akan digunakan untuk menyelesaikan masalah yang ada pada Keluarga Kimberly. Tapi aku punya satu syarat,” ucap Pandu sambil tersenyum.


Nenek langsung bertanya tanpa pikir, “Apa syaratnya? Silakan Tuan Pandu.”


“Aku ingin 51 persen saham dari semua bisnis yang berada di bawah Keluarga Kimberly,” ucap Pandu.


Apa?


Ekspresi Nenek langsung tertegun.


Semua anggota Keluarga Kimberly pun tercengang.


Saham 51 persen … itu artinya mereka menjual semua hak kuasa kepada Pandu.


Dengan begitu, walaupun semua bisnis masih berada di tangan Keluarga Kimberly, Pandu-lah yang memegang kekuasaan sepenuhnya.


Ini … Pandu benar-benar mencari kesempatan dalam kesempitan.


Namun, Pandu juga cukup tegas. Dia langsung memberikan dua triliun.


Seketika, seluruh ruangan langsung hening.


“Tuan Pandu … ini, syarat ini terlalu … ” saat ini, Nenek kembali sadar dan kesulitan untuk berkata.


Pandu menggelengkan kepalanya. Ekspresinya tidak berubah, dia tetap berkata, “Nyonya besar, kamu lebih mengerti kondisi Keluarga Kimberly dari pada aku.”


Sambil berbicara, Pandu memperhatikan sekitar dan melanjutkan, “Selain aku, tidak ada orang yang bisa membantu kalian untuk menyelesaikan masalah ini. Jadi silakan pertimbangkan dengan baik. Lalu, aku tidak memiliki hubungan dengan Keluarga Kimberly. Kalau bukan karena Tuan Burton, aku juga tidak akan datang sendiri.”


Tuan Burton?


Mendengar ucapan Pandu, semua anggota Keluarga Kimberly pun tercengang kembali. Pada saat yang sama, mereka mulai berpikir.


Tuan Burton lagi.


Siapa sebenarnya Tuan Burton ini.


Tidak menunggu Nenek menyelesaikan ucapannya, Pandu menggelengkan kepala dan berkata, “Nyonya Besar, kamu lebih baik pertimbangkan dulu masalah yang ada di depan mata. Waktuku sangat berharga, aku hanya bisa memberimu waktu lima menit.”


Nenek langsung terdiam.


Situasi yang dihadapi Keluarga Kimberly saat ini benar-benar sangat parah. Tanpa uang itu, Keluarga Kimberly akan berakhir


Walaupun syarat yang diajukan Tuan Pandu susah diterima, paling tidak dia bisa membantu Keluarga Kimberly mendapatkan kesempatan baru lagi.


Bahkan, setelah bekerja sama dengan Perusahaan Teknologi Utama, perkembangan bisnis Keluarga Kimberly akan semakin pesat.


Setelah mempertimbangkannya, Nenek menghela napas panjang. Dia mengangguk kepada Pandu, “Baiklah, aku setuju.”


“Nenek, kita tidak boleh setuju.”


“Iya, kalau setuju, mulai sekarang, anggota Keluarga Kimberly tidak memiliki hak berbicara di Perusahaan Leka.”


“Nenek … ”


Pada saat ini, semua anggota Keluarga Kimberly mulai heboh dan panik.


Kerja sama dengan Perusahaan Teknologi Utama walaupun menguntungkan perkembangan bisnis Keluarga Kimberly, setelah kehilangan saham lebih dari lima puluh persen, anggota Keluarga Kimberly sama saja bekerja untuk Pandu.


“Cukup, diam semua!” teriak Nenek dengan wajah dingin. “Aku sudah memutuskannya, kalian jangan bicara lagi.”


Melihat Nenek marah, semua anggota Keluarga Kimberly langsung terdiam dan tidak ada yang berani menolak.


Pandu tersenyum dan segera mentransfer uangnya.


Setengah jam kemudian, di depan vila Keluarga Kimberly, Pandu sedang menelepon Arief di dalam sebuah mobil mewah.


“Tuan Burton, urusan Keluarga Kimberly telah selesai,” ucap Pandu dengan sopan.

__ADS_1


“Bagus! Tidak ada urusan lain lagi, Pandu, silakan lanjutkan kesibukanmu.”


“Baik.”


Di ujung telepon sana, Arief sedang berada di ruangan kantor Perusahaan Net Media. Dia sedang membaca kitab Fengsui Langit dan Bumi, sambil mendengar laporan dari Pandu. Dia pun tersenyum.


Setelah teleponnya terputus, Arief melanjutkan membaca buku itu.


Tidak bisa dipungkiri, kitab Fengsui Langit dan Bumi ini sangat bermakna. Buku ini sangat menarik perhatian Arief.


Lalu buku Alkimia Tak Terbatas, Arief tidak bisa mengatakan apa pun. Pil Dewa yang dimurnikan, ternyata tidak berhasil di Debora. Bisa dilihat bahwa, buku ini adalah penipuan.


Pada saat ini, Debora tiba-tiba meneleponnya.


“Arief, apa nama pil yang kamu berikan kepadaku? Aku tiba-tiba berhasil menembus batas. Sekarang, aku sudah berada di Tingkat Jenderal!” Sebelum Arief berbicara, Debora langsung menjelaskan dengan semangat dan gembira.


Berhasil?


Arief tertegun, setelah itu dia juga ikut senang.


Haha … sepertinya buku Alkimia Tak Terbatas ini bukan penipuan, tapi sangat asli.


Arief berusaha menahan gejolak kegembiraan dalam tubuhnya. Dia berkata kepada Debora, “Aku mendapatkan dari temanku. Aku juga tidak tahu namanya.”


“Oh!” Setelah mendengar jawaban Arief, Debora sedikit kecewa, tapi dia tetap berkata, “Kalau kamu bertemu dengan temanmu lagi, kamu harus tanyakan dengan baik. Lalu, kalau dia masih punya pil seperti itu, apakah kamu bisa membantuku untuk meminta beberapa pil lagi?”


Pada akhirnya, nada bicara Debora terdengar sedikit memohon.


Astaga! Apa kamu mengira ini adalah coklat? Kamu bisa meminta sesuka hati?


Arief tersenyum dalam hati, tapi dia tetap menyetujuinya. Kalau Pil Dewa memiliki efek yang bagus, dia bisa memurnikannya saat ada waktu. Karena bahan yang dibutuhkan sangat mudah didapatkan, dia bisa memurnikan sebanyak yang dia mau.


Sore hari, Arief membeli sebuah pot dan beberapa bahan yang diperlukan untuk memurnikan Pil Dewa. Dia langsung kembali ke ruangannya.


Setelah masuk ke dalam ruangan, dia melihat Siska yang sedang berada di dalam untuk melaporkan pekerjaan.


Melihat Arief berkeringat, dan membawa banyak barang, Siska pun tertegun. “Pak Direktur, apa yang kamu lakukan?”


Sambil berbicara, dia menatap pot yang dibeli Arief dengan tatapan aneh.


Arief berkata dengan santai, “Tidak apa-apa. Belakangan ini, tubuhku tidak sehat, sehingga aku membeli beberapa obat tradisional.”


Siska mengiyakan dan berkata, “Kalau begitu, biarkan aku memasak obat untukmu.”


Arief menggelengkan kepalanya, “Tidak perlu, aku bisa sendiri. Oh iya, kalau tidak ada urusan penting, jangan masuk menggangguku.”


“Mengerti, Pak Direktur!” ucap Siska mengiyakan. Dia segera meletakkan dokumen laporan di atas meja dan keluar dari ruangan.


Setelah keluar dari ruangan, Siska berpikir dalam hati.


Apa penyakit yang diidap oleh Presiden Direktur? Kenapa dia membutuhkan kaktus dalam obatnya?


Setelah Siska pergi, Arief mulai memurnikan Pil Dewa.


Karena bahan yang disiapkan cukup banyak, setelah setengah jam, Arief berhasil menciptakan dua buah Pil Dewa.


Pada saat ini, teleponnya berdering. Chandra, kepala Keluarga Burton meneleponnya.


Sejak mendapatkan uang dan menyelesaikan masalahnya, Chandra tidak pernah menelepon Arief lagi.


Arief duduk di kursi dan menyalakan sebatang rokok. Lalu, dia menjawab teleponnya, “Paman, apa lagi masalah kali ini?”


Dia tidak pernah menanyakan kabar, tapi selalu mencari Arief jika bertemu masalah.


Ini adalah sikap Keluarga Burton kepadanya. Arief juga tidak terlalu memedulikannya.


“Arief, kali ini adalah kabar baik!” ucap Chandra sambil tersenyum.


Kabar baik?

__ADS_1


Kenapa kamu bisa menyampaikan kabar baik?


Arief tertegun.


__ADS_2