Menantu Yang Menyembunyikan Identitas

Menantu Yang Menyembunyikan Identitas
Bab 22 Hanya Orang Bodoh yang Menjual Perusahaan


__ADS_3

Setengah jam kemudian, di apartemen Budiman.


“Tolong!” teriak Heny dengan nada yang sudah kecewa!


Budiman menangkap mereka berdua, Heny bahkan tidak pernah menyangka bahwa menantu pilihannya akan melakukan hal seperti ini!


“Sst,” ucap Budiman sambil meletakkan jari ke mulutnya. Dia tersenyum dan berkata, “Jangan berteriak lagi, tidak ada orang yang akan mendengarkannya. Dinding apartemen ini memiliki ketebalan yang sangat tinggi, lebih tebal tiga kali lipat dari unit yang lain. Hemat saja tenagamu.”


Heny mengepalkan tangannya, dia berkata dengan kedua mata yang memerah, “Budiman, jangan melakukan hal seperti ini. Kamu masih muda dan memiliki masa depan cerah, jangan menghancurkan masa depan sendiri!”


“Diam kamu!” Budiman menghampiri Heny dan menarik rambutnya, dia lalu berkata, “Menghancurkan masa depan sendiri? Biar aku kasih tahu, masa depanku telah hancur! Aku berkerja keras selama 10 tahun dan akhirnya mendapatkan sedikit kesuksesan, tapi Keluarga Burton telah mengusirku dari perusahaan!”


“Apa … apa yang kamu katakana?” ucap Nita dengan kaget. “Kamu diusir dari perusahaan? Bukankah kamu menjual perusahaanmu demi membelikan Crystal Love untukku?”


“Hahaha!”


Budiman tertawa terbahak-bahak sambil berdiri dari atas ranjang, dia lalu berkata, “Kamu percaya dengan ucapan seperti itu? Aku hanya memiliki 60 miliar, apakah kamu mengira aku akan menggunakan 60 miliar untuk membelikan sepasang sepatu untukmu? Apa kamu gila?”


Budiman mengepalkan tangannya, “Betul, kamu memang cantik dan juga seksi, tapi jangan terlalu meninggikan harga dirimu! Aku akan jujur kepadamu, bukan aku yang membelikan sepatu itu untukmu! Aku mengira Nita adalah seorang wanita cantik dingin, tapi ternyata kamu hanya seorang wanita jalang! Berapa banyak pria yang kamu miliki di luar sana? Sampai tidak tahu siapa yang memberikan sepatu itu untukmu?”


“Budiman, kamu!”


Nita sangat marah, dia ingin sekali berdiri dan menampar Budiman! Namun, dia sedang diikat dan tidak memiliki tenaga sama sekali. Dia hanya bisa mengigit bibir dengan sangat kuat.


Budiman mengeluarkan sebuah rokok dari saku, kemudian dia menyalakan dan menghisapnya dengan dalam, lalu melanjutkan, “Tenang saja, aku akan menjaga kalian dengan baik.”


“Budiman, kamu adalah orang baik! Kenapa kamu bertindak ceroboh seperti ini?”tanya Heny sembari menatap Budiman.


“Kenapa?” tanya Budiman dengan wajah penuh sini. “Karena aku sudah kehilangan semuanya! Keluarga Burton mengusirku dan menarik semua dukungan! Coba kalian tebak, kenapa Keluarga Burton bersikap seperti itu kepadaku?”


Budiman lalu tertawa terbahak-bahak dan melanjutkan, “Aku bertanya kepada mereka, lalu Keluarga Burton berkata karena aku telah menyinggung seseorang. Sampai sekarang, aku bahkan tidak tahu siapa yang aku singgung! Sekarang aku sudah putus asa dan tidak akan bisa bangkit lagi. Nita, aku sudah menyukaimu selama bertahun-tahun, hari ini aku akan mendapatkan semua yang kuimpikan!”


Nita dan Heny saling bertatapan, mereka sudah putus asa.


Saat ini, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu!


Budiman langsung gemetaran dan hampir saja pingsan karena terkejut. Dia menunjuk ke Heny dan Nita, “Kalau kalian berdua berani mengeluarkan suara, aku akan membunuh kalian!”


Budiman lalu menjawab, “Siapa?”


“Halo, saya dari Mall Ciputra, Lilin yang Anda pesan telah tiba,” ucap seseorang dari luar.


Budiman menghela napas panjang, ternyata hanya seorang kurir. Betul, dia memang memesan beberapa lilin untuk makan malam romantis bersama Nita, setelah Nenek menyetujui pernikahan mereka. Tapi sekarang, sepertinya tidak perlu lagi.


“Letakan di depan pintu saja,” ucap Budiman.

__ADS_1


“Maaf Tuan, Anda harus tanda tangan untuk memastikan paket diterima.”


Saat ini, Heny melihat Nita dengan tatapan panik.


“Cepat, cepat cari cara.”


Nita tentu saja mengerti maksud Heny. Walaupun efek obatnya sudah menghilang, seluruh tubuh masih terasa lemas, tapi dia berusaha mendapatkan ponsel dan mengirimkan pesan singkat kepada Arief.


“Apa kamu gila?” ucap Heny dengan kesal. “Polisi, lapor polisi! Untuk apa kamu menelepon sampah itu! Lapor polisi!”


Menurut Heny, walaupun sampah tidak berguna itu datang juga tidak ada gunanya! Kenapa Nita masih saja memikirkan sampah itu?


Nita baru sadar kembali dan menelepon polisi.


Setelah teleponnya tersambung, Nita juga tidak berani berbicara, dia hanya mengetuk layar ponsel tanpa henti. Setelah itu, dia segera mematikan ponselnya.


Kalau Budiman tahu, akibatnya tak terbayangkan!


Tentu saja, kepolisian Malang juga bekerja dengan baik. Walaupun hanya terdengar suara ketukan, mereka juga bisa menebak bahaya peneleponnya sedang berada dalam bahaya.


Setelah Budiman menerima paket, dia meletakkan lilin di atas meja dan kembali ke samping ranjang.


Melihat dua orang yang sangat cantik ini, dia tidak bisa menahan diri lagi.


Di sisi lain, Vila Keluarga Kimberly.


Wah!


Seluruh vila kembali heboh!


Kalau Austin dan Fiesta memiliki reputasi baik di kota Malang, maka reputasi Jessica lebih tinggi dari kedua orang itu.


Sekarang Grup Esteria sangat berjaya! Produk kosmetik Esteria memiliki reputasi dan penjualan paling baik. Sekarang, mereka mengeluarkan seri Mahkota yang sangat terkenal dan susah untuk dibeli!


Nenek Keluarga Kimberly juga kenal dengan Direktur Jessica?!


Semua orang terkejut dan melihat ke arah pintu.


Jessica berjalan masuk dengan sepatu hak tinggi dan diikuti oleh lima sampai enam orang pengawal.


Banyak pria yang terpikat oleh aura Jessica yang kuat, dia benar-benar sangat mempesona! Walaupun hanya seorang wanita, tapi aura Jessica sanggup menekan semua pria di sekitar sini.


“Apa Tuan Burton ada di sini?” ucap Jessica dengan nada pelan.


Dia kemudian meletakkan hadiahnya ke bawah kaki, hadiahnya adalah sebuah jam kotak tinggi yang terbuat emas murni.

__ADS_1


Berapa emas yang dibutuhkan untuk membuat jam ini? Semua orang pun tercengang!


Namun, semua orang tidak mengerti Jessica juga mengucapkan hal yang sama! Mencari Tuan Burton! Siapa sebenarnya Tuan Burton ini?


Nenek sangat terkejut melihat kedatangan Jessica!


Para wanita di sana mulai tidak bisa menahan diri karena senang, beberapa wanita Keluarga Kimberly segera mengerumuninya.


“Direktur Jessica, apakah perusahaan kalian masih memiliki produk seri Mahkota? Aku ingin membelinya!”


“Betul, aku akan mengeluarkan harga dua kali lipat untuk membelinya!”


“Aku akan membelinya dengan harga lima kali lipat! Direktur Jessica, tolong jual beberapa kepada kami, boleh?”


Kosmetik seri Mahkota adalah produk paling laris di dalam negeri, wanita mana yang tidak mau?


Jessica hanya tersenyum, dia kemudian memperhatikan sekitar dan menunjukkan ekpsresi sedih ketika tidak melihat Arief.


Namun, dia tahu kalau Arief berada di Keluarga Kimberly. Seharusnya hubungan Arief dan Keluarga Kimberly cukup baik, bukan?


Memikirkan hal ini, Jessica lalu berkata, “Baik, kalau kalian adalah teman Tuan Burton, kalian juga akan menjadi temanku. Produk seri Mahkota memang sudah habis terjual, tapi aku memiliki utang budi kepada Tuan Burton. Jadi beberapa set seri Mahkota tentu tidak masalah.”


“Serius?!”


“Aku tidak sedang bermimpi, bukan? Aku akan memiliki seri Mahkota ini!”


Beberapa wanita itu terlihat sangat senang, tapi mereka tidak pernah tahu kalau Tuan Burton adalah sampah tidak berguna yang mereka remehkan itu.


“Semuanya,” ucap Jessica sambil melambaikan tangan. “Kalian bisa memberitahu kepada Tuan Burton, berapa banyak seri Mahkota yang kalian inginkan. Aku akan pergi dulu, aku akan meninggalkan hadiah ulang tahunnya di sini.”


Setelah melontarkan ucapannya, Jessica pergi meninggal vila.


“Direktur Jessica, siapa Tuan Burton!” tanya beberapa wanita ini.


Namun, Jessica sudah berjalan jauh. Kalau mereka tidak bisa menemukan Tuan Burton, maka mereka tidak akan memiliki kosmetik seri Mahkota itu. Beberapa wanita ini mulai berkumpul dan mendiskusikannya dengan panik.


“Koneksi Nenek yang luas membuatku kagum.”


Saat ini, kepala keluarga Simton, Hartono akhirnya tidak bisa menahan diri, dia melangkah ke depan dan berkata, “Nenek, Keluarga Simton kami sedang ada satu proyek yang membutuhkan kerja sama, bagaimana kalau kita bersama mengerjakan proyek itu?”


Siapa Hartono? Dia adalah kepala Keluarga Simton yang sangat cerdik! Dia sangat terkejut melihat koneksi Nenek Keluarga Kimberly yang begitu luas. Nenek bahkan kenal dengan Austin, Fiesta dan yang lain. Beberapa orang itu juga bahkan sangat menghormati Nenek, mereka memberikan hadiah mencapai puluhan miliar untuk ulang tahunnya.


Dengan koneksi yang dimilikinya, tentu saja pilihan bagus untuk bekerja sama dengan nenek Keluarga Kimberly.


“Direktur Hartono, silahkan tunggu sebentar,” ucap salah satu pria paruh baya yang berjalan keluar. Orang ini adalah Direktur Grup Tungka yang bernama Michael Guritman.

__ADS_1


“Grup Tungka milikku juga memiliki proyek yang bagus,” ucap Michael sambil tersenyum.


Semua orang juga tahu kalau beberapa orang di sini juga ingin bekerja sama dengan Keluarga Kimberly.


__ADS_2