
“Kamu dengar kata-kata Nona Shinta kan? Panggil dia Ibu. Kalau tidak…” Teriak Agus dengan kencang.
Selesai berkata, 20an pria kekar di belakangnya mengeluarkan tongkat dari belakang.
“Kalau tidak, jangan salahkan aku. Sekarang aku kasih jalan, cepat panggil dia Ibu.” Kata Agus sambil tersenyum, lalu dia melanjutkan: “Lalu berlutut di lantai dan mengaku salah, kamu bisa pergi dari sini dengan tenang. Kalau tidak, aku akan membiarkanmu keluar dengan diangkut.”
Shinta menahan tawa, saat itu dia berjalan ke depan dan mengeluarkan ponsel dari tasnya.
Kalau Arief mengalah dan memanggilnya Ibu, dia akan merekamnya untuk dikirimkan ke Nita!
“Kalau aku tidak mau?” Arief hanya merasa lucu, dia menatap Shinta dengan tajam.
Melihat Arief tidak mau mengalah, Shinta mengerutkan keningnya: “Kak Agus, hajar dia sampai tumbang!”
Baik! Agus mengepalkan kedua tangannya, satunya mengangkat kerah baju Arief, satunya bersiap untuk meninjunya!
“*njing, berhenti kamu!”
Saat terdengar suara teriakan. Kemudian 4-5 orang mendorong pintu masuk, semua orang bengong melihat 4-5 orang ini.
Bos Bar Mediterania, Vincent!
Bos Hotel Royal, Austin!
Direktur perusahaan Fiesta Property, Fiesta!
Direktur perusahaan Esteria, Jessica!
Perusahaan Minyak Tenggara, Direktur Kota Malang, Raywin!
Beberapa orang ini, semuanya memiliki kekayaan triliunan! Orang yang berbicara adalah Vincent!
Melihat beberapa orang ini, Arief langsung tersenyum.
Semuanya adalah teman lama. Beberapa orang ini tidak punya uang dulu, dirinya pernah baik kepada mereka. Sepertinya semuanya sudah sukses sekarang.
“Anjing!” Vincent hampir saja terkejut sampai mati. Sialan, anjing ini malah menghajar Tuan Muda Kedua? Dia bergegas kemari dan langsung menampar Agus!
“Phak! … …”
Tamparannya sangat keras, Agus menutup wajahnya dan langsung bengkak.
“Ayah angkat!” Agus berteriak dan hampir saja menangis: “Ayah angkat, bocah miskin ini sedang mencari masalah. Dia berani duduk di ruangan 888!”
“Phak!”
Dia ditampar sekali lagi, Vincent berteriak: “Emang kenapa? Baru makan kenyang dua hari, sudah mulai merendahkan orang? Gimana aku mengajarimu biasanya?!”
“Ayah angkat!”
Agus memanggil dengan tidak rela, kedua matanya memerah: “Ayah angkat, bocah ini bagaimanapun adalah orang luar, kenapa memukulku karena dia…”
__ADS_1
Vincent sangat kesal, dia menunjuk Arief dan berkata: “Orang luar? Kamu tahu tidak, kalau tidak ada orang ini, tidak ada aku yang sekarang! Dia adalah Tuan Muda Kedua Keluarga Burton! Satu hari uang sakunya, cukup untuk beberapa tahun buat kamu!”
Apa?! Seketika, seluruh ruangan menjadi sunyi!
Agus langsung bengong! Dia sering mendengar Ayah angkatnya cerita, sebelum membuka Bar Mediterania, dia bekerja dengan keluarga Burton. Untungnya dia mendapat apresiasi dari Tuan Muda Kedua. Agus tidak pernah membayangkan walaupun dalam mimpinya, anak muda yang miskin ini ternyata adalah Tuan Muda Kedua Keluarga Burton!
Shinta juga bengong! Sekarang dia merasa kedua kakinya lemas, badannya tanpa sadar mundur ke belakang!
Dia juga bisa melihatnya, para bos-bos ini berdiri dengan sopan dan hormat di hadapan Arief!
Mana mungkin, dia seharusnya seorang menantu yang tinggal di rumah istrinya!
Setiap kali pergi ke rumah Nita, sampah ini selalu mengerjakan pekerjaan rumah! Setiap kali dia bahkan membawa baju yang tidak ingin dicucinya untuk dicuci oleh Arief.
Tapi…tapi dia ternyata Tuan Muda Kedua Keluarga Burton?!
“Kak Arief, Kak Arief aku salah, aku tahu aku salah…” Agus hampir menangis, dia terus minta maaf kepada Arief.
“Kak Arief, semua salah wanita ini!” Agus tiba-tiba berteriak dan menunjuk Shinta: “Semua karena kamu! Karena kamu, aku menyinggung kak Arief! Kamu cepat pergi!”
Shinta yang takut berkata: “Tapi kita belum tanda tangan kontrak.”
Shinta bekerja di perusahaan renovasi, kebetulan Bar Mediterania ingin renovasi. Ini adalah proyek besar, kalau berhasil tanda tangan, komisinya bisa mencapai 2 miliar. Karena Shinta tidak melaporkan proyek ini ke perusahaannya, dia ingin menerimanya secara pribadi. Jadi 2 miliar itu minimal, bisa juga mencapai 4 miliar! Dia tidak boleh menyerah dengan uang yang begitu besar!
“Tanda tangan kepalamu!” Kedua mata Agus memerah, dia menunjuk Shinta dan berteriak: “Kalau bukan kamu, mana mungkin aku menyinggung Kak Arief! Kita bukan hanya tidak bisa tanda tangan kontrak, aku juga akan pergi ke kantor kalian untuk memberitahu pimpinan kalian, aku akan kasih tahu kamu menerima proyek sendiri! Perusahaan kalian memiliki peraturan, tidak boleh memiliki proyek sendiri, kamu tunggu dituntut!”
Pong! Seketika, wajah cantik Shinta kehilangan warna!
Dia menggigit bibir bawah dengan kuat, kalau perusahaan tahu hal ini dan menuntutnya di pengadilan, ganti rugi hanya hal kecil, mungkin saja dia akan dipenjara!
“Kak Arief, aku salah...” Suaranya sangat sangat kecil, kalau tidak didengar dengan seksama tidak akan terdengar.
Dia tidak pernah berpikir suatu hari akan meminta maaf kepada sampah ini! Juga tidak pernah menyangka, dirinya akan mengalah dan bersikap lemah di depan sampah ini.
Arief tidak berekspresi, dia tersenyum dan berkata: “Tadi bukannya kamu menyuruhku berlutut dan memanggilmu Ibu.”
“Aku salah, aku benar-benar salah.” Shinta menggigit bibir dengan sangat erat dan hampir berdarah.
“Aku berlutut.” Shinta mengepalkan tangannya. Saat ini, dia melepaskan semua harga diri dan kehormatan dirinya. Dia berlutut di depan Arief.
“Kak Arief, aku mohon, mohon ampuni aku.” Shinta menarik celana Arief dan berkata dengan pelan: “Kak Arief, kalau perusahaan aku tahu aku punya proyek sendiri, akibatnya sangat parah. Aku mohon, mohon ampuni aku 1 kali ini..”
“Boleh.” Arief berkata dengan datar: “Tapi, kamu panggil aku apa?”
Berbicara sampai di sini, Arief mengorek kuping dan menatap Shinta.
Shinta yang sedang berlutut terlihat bergetar. Dia mana mungkin tidak tahu apa maksud Arief.
“A..Ayah.” Kata Shinta dengan pelan sambil menggigit bibirnya.
Wajahnya sangat merah, Arief adalah orang yang sering direndahkan olehnya, bahkan dia merasa jijik dengan orang ini! Sekarang dia harus melepaskan semua harga diri di depannya!
__ADS_1
“Mulai sekarang kalau bertemu aku, kamu harus memanggilku seperti itu, mengerti?” kata Arief sambil tersenyum.
Shinta terus mengangguk.
“Lalu, aku tidak ingin Nita tahu identitasku.” Arief mengeluarkan sebatang rokok dan menghisapnya dengan dalam: “Kamu tahu harus bagaimana kan?”
“Tahu, tahu.” Berbicara sampai sini, dia melirik ke Arief: “Ayah…kamu tenang saja. Aku tidak akan mengatakan apa pun tentang kejadian hari ini.”
Arief mengangguk puas dan melambaikan tangan untuk menyuruhnya pergi.
“Tuan Muda Kedua, maafkan aku yang tidak mengajari dengan baik…”
Ketika semua orang pergi, Vincent langsung membungkuk 90 derajat.
Di saat yang sama, Austin, Fiesta, Jessica dan Raywin berempat juga maju ke depan dan memberi hormat kepadanya.
“Tuan Muda Kedua, beberapa tahun lalu, kami beberapa ini bukan siapa-siapa.” Jessica berjalan ke depan: “Kalau bukan Anda, tidak akan ada kami yang sekarang. Setelah tahu Anda berada di sini, kami sudah menyiapkan satu hadiah untuk Anda.”
Setelah berhenti, dia mengeluarkan sebuah kotak.
Jessica, perusahaan Esteria miliknya menjalankan bisnis kosmetik. Kosmetik Esteria sekarang sangat terkenal.
Tiga tahun lalu, dia adalah karyawan yang membagi brosur di pinggir jalan. Suatu hari dia tidak sengaja menggores mobil Arief. Bukan hanya tidak kabur, dia juga menunggu Arief kembali dan menunggu semalaman.
Saat itu Arief merasa sifatnya sangat baik, jadi diberikan 600 juta untuk memulai bisnis sendiri. Sekarang sudah 5 tahun, waktu berlalu sangat cepat.
Jessica membuka kotaknya, di dalamnya ada sebuah gulungan.
Ketika gulungannya terbuka, Arief menarik nafas dalam-dalam!
Ini adalah sebuah gulungan tulisan zaman dulu. Sepertinya sudah sedikit kuno. Penulis : Faiz. A!
Ini [Tulisan Perdamaian] milik Faiz. A!
Gulungan tulisan ini sudah masuk berita, karena dibeli dengan harga tinggi oleh seseorang yang misterius!
“Tahu Tuan Muda Kedua suka barang antik, tulisan. Jadi kami mengumpulkan uang dan membelinya dari tangan kolektor.” Fiesta tersenyum. Kulitnya sangat hitam, jadi ketika tersenyum, dua baris giginya terlihat sangat menarik perhatian: “Tuan Muda Kedua, tiga hari lagi adalah ulang tahunmu kan? Ini hadiah ulang tahun yang kami siapkan.”
Ulang tahun? Arief menepuk jidatnya, dia sendiri juga lupa.
Ulang tahunnya sama dengan nenek Keluarga Kimberly. Yaitu tiga hari kemudian.
Ulang tahun beberapa tahun ini tidak ada yang ingat. Semua orang merayakan ulang tahun nenek, Arief juga bisa ikut merasakannya.
Tidak disangka, sekarang masih ada orang yang ingat dengan ulang tahunnya.
--
Di sebuah kedai kopi Kota Malang.
Budiman dan Nita duduk berhadapan.
__ADS_1
Sampai sekarang dia belum memberitahu Nita tentang kebangkrutannya.
“Nita, aku sudah memutuskan, tiga hari lagi pas ulang tahun nenek, aku akan melamar ke keluarga Kimberly!” Kata Budiman sambil menatap lembut Nita.