Menantu Yang Menyembunyikan Identitas

Menantu Yang Menyembunyikan Identitas
Bab 44 Kakak Adik yang Tidak Bisa Disinggung


__ADS_3

Lisa mengerutkan keningnya, dia menatap Arief dan berkata, “Kamu adalah ….”


Tidak menunggu jawaban Arief, seseorang tiba-tiba berkata, “Bocah ini adalah menantu tidak berguna dari Keluarga Kimberly. Seorang pria yang mengandalkan istrinya untuk hidup. Dokter Lisa tidak perlu memedulikannya.”


Hahaha!


Semua orang tertawa terbahak-bahak.


Arief tidak memedulikan mereka, dia hanya berkata dengan tenang, “Aku adalah Arief. Yanto yang sedang menikah hari ini adalah adikku.”


Kedua mata Lisa terlihat berbinar, ucapannya terdengar lebih dingin. “Apa kamu mengerti medis?”


Arief menggelengkan kepalanya.


“Arief, apa yang kamu lakukan? Dokter Lisa sudah menyuruh orang untuk mengantarnya ke rumah sakit, kenapa kamu ikut campur? Apa kamu mengerti medis? Kalau ingin mati, jangan menyeret Keluarga Burton,” ucap Jeslin sambil menunjuk Arief.


Ucapannya terdengar jelas bahwa dia ingin menjaga jarak dengan Arief.


Siapa Novia yang pingsan siapa itu?


Dia adalah wanita dari bos preman! Perusahaan keamanan miliknya memiliki ribuan anak buah.


Adiknya Guntur, juga bukan orang yang bisa disinggung.


Kalau terjadi sesuatu, jangankan Chandra yang akan tertimpa sial, bahkan seluruh Keluarga Burton juga akan terkena dampaknya.


Chandra juga mengerutkan kening dan berkata, “Arief, jangan mengacau.”


Arief menggelengkan kepalanya. Dia memberikan tatapan kepada Chandra agar tidak panik.


Pada saat ini, Lisa juga ikut tersenyum. “Arief, kamu tidak pernah belajar medis, apa kamu sedang berlagak hebat? Apa kamu sedang mencurigai keterampilan medisku?”


Setelah memeriksa kondisi Novia, dengan pengalaman medis selama beberapa tahun, Lisa bisa memastikan bahwa penyakit Novia kambuh, sehingga membawanya ke rumah sakit adalah pilihan terbaik.


Lalu, bocah miskin di depannya yang tidak pernah belajar medis malah menghentikannya. Benar-benar konyol.


Arief tersenyum sambil menunjuk cermin fengsui yang tergantung di dinding. “Sebenarnya, Direktur Novia tidak memiliki penyakit. Dia hanya kesurupan roh jahat.”


Arief kemudian melanjutkan, “Tata letak vila ini sangat bagus menurut fengsui. Dikelilingi oleh gunung dan sungai. Awalnya tata letak vila ini sangat bagus, tapi dengan cermin fengsui yang tergantung di atasnya, semuanya menjadi kacau.”


Ekspresi Arief menjadi lebih santai. “Kita hanya perlu menurunkan cermin fengsui itu, membawa Direktur Novia ke dekat kolam di depan sana. Kemudian, aura air dari kolam akan menghilangkan roh jahat di tubuh Direktur Novia, setelah itu dia akan membaik.”


Fengsui?


Kesurupan roh jahat?


Semua orang tertegun mendengar penjelasan Arief yang tidak masuk akal.


“Hahaha ….”


Pada saat ini, tidak tahu siapa yang tiba-tiba tertawa dengan keras. Semua orang pun ikut heboh.


“Aduh, konyol sekali! Kalau menurut ucapanmu, Direktur Novia pingsan karena cermin fengsui itu?”


“Haha, omong kosong!”


“Apa kamu menjadi bodoh setelah menjadi menantu tidak berguna? Haha!”

__ADS_1


Semua orang menertawakan Arief, bahkan ada yang berteriak kepada Chandra, “Tuan Burton, keponakanmu ini, apakah dia menjadi gila karena kelamaan hidup di rumah orang lain?”


Ucapan itu kembali membuat seorang orang tertawa.


Ekspresi Chandra juga memucat dan sangat canggung. Sebagai kepala Keluarga Burton, sejak kapan dia pernah ditertawakan seperti ini?


Jeslin tersenyum sinis, dia menunjuk Arief dan berkata, “Tutup mulutmu! Apa kamu tahu dari mana asal cermin fengsui ini? Benda ini adalah peninggalan zaman kerajaan kuno yang telah dinilai oleh ahli terbaik. Cermin fengsui ini memiliki efek untuk menghindari kesialan. Kakakmu menghabiskan banyak uang untuk membelinya dari toko barang antik. Dia memberikan ini sebagai hadiah pernikahan kepada Yanto, semoga pernikahannya bisa bahagia dan sempurna. Apa kami akan menurunkannya karena omonganmu?”


Arief tidak melihat Jeslin, dia hanya menjawab, “Benda ini memang benda bagus, hanya saja salah tempat.”


“Kamu ….”


Melihat ketegasan Arief, detak jantung Jeslin semakin cepat, dia ingin memarahinya dengan keras.


Melihat anggota Keluarga Burton akan segera membuat keributan lebih besar, orang-orang semakin senang.


Lisa pun menghela napas dan melihat ke arah Chandra. “Tuan Burton, aku adalah seorang dokter. Aku sudah memberikan saran kepada kalian, bagaimana kalian akan melakukannya adalah keputusan kalian sendiri. Kalau terjadi sesuatu kepada Direktur Novia, aku tidak akan bertanggung jawab.”


Sambil berkata, Lisa langsung mundur ke samping.


Chandra mulai bingung.


Awalnya, Chandra juga yakin bahwa Arief sedang omong kosong. Namun, setelah dipikirkan lagi, Arief tidak akan bertindak gegabah dengan sifatnya itu. Bagaimanapun dia adalah anggota Keluarga Burton. Kalau terjadi sesuatu kepada Novia, dia juga tidak bisa menghindar.


Sambil berpikir, Chandra mulai bergumam dan tidak bisa mengambil keputusan dengan cepat.


Pada saat ini, Yanto mendekat dengan wajah canggung. Dia berkata pada Arief, “Kak Arief, sebaiknya kita bawa Direktur Novia ke rumah sakit saja.”


Arief tersenyum dan melihat ke arahnya. “Kamu juga tidak percaya kepadaku?”


“Yanto, apa kamu gila? Kenapa kamu ikut membuat kekacauan dengan menantu tidak berguna ini?”


Jeslin terus mengeluh dari samping.


Yanto tidak memedulikannya. Dia tumbuh besar dengan Arief, sehingga dia sangat memercayai Arief.


“Cepat, cepat bawa Direktur Novia ke samping kolam.” Setelah menurunkan cermin fengsui, Yanto segera memberikan perintah kepada beberapa pelayan wanita.


Setelah tertegun sejenak, beberapa pelayan segera bergegas dan membawa Novia keluar.


Melihat pemandangan ini, semua orang pun menggelengkan kepalanya.


Bukan hanya Arief yang omong kosong, kenapa Yanto juga ikut menjadi bodoh seperti dia?


“Kenapa dengan Kakakku? Minggir kalian!”


Pada saat ini, sebuah suara yang dalam terdengar dari pintu vila. Seorang pria yang memakai kemeja motif bunga dengan jas hitam bergegas berlari ke sini. Di belakangnya ada belasan pria kekar berbaju hitam yang juga ikut mendekat.


Di bawah baju anak muda itu terdapat sebuah tato naga hitam yang sangat menarik perhatian.


Guntur! Adiknya Novia, Guntur! Orang nomor satu di dunia preman!


Kemunculan dia membuat semua orang terdiam dan menunjukkan rasa hormat.


“Sialan, apa yang Keluarga Burton pikirkan? Kenapa kalian tidak mengantar Kakakku ke rumah sakit?” Setelah sampai di pinggir kolam, Guntur berteriak dengan galak setelah melihat kakaknya yang masih duduk di kursi dan belum sadar.


“Adik Guntur, jangan panik! Dengarkan penjelasan aku,” ucap Chandra dengan panik sambil mengelap keringat dingin di keningnya.

__ADS_1


Sebelum Chandra melanjutkan, Jeslin tiba-tiba mendekat, dia memberanikan diri untuk berkata, “Saudara Guntur! Awalnya, kami ingin membawa kakakmu ke rumah sakit, tapi orang itu menghalangi kami. Tidak ada hubungan dengan Keluarga Burton.”


Sambil berbicara, Jeslin menunjuk ke arah Arief dan menatapnya dengan jijik.


“Kamu?”


Guntur menoleh ke arah Arief dan berkata dengan dingin, “Menantu tidak berguna dari Keluarga Kimberly? Kenapa kamu melakukannya?”


Arief menjawab dengan tenang, “Kakakmu memang tidak apa-apa, dia hanya kesurupan roh jahat. Setelah beberapa saat, dia akan sadar kembali.”


Melihat ucapan Arief yang santai, Guntur langsung marah. “Bocah sialan, tidak usah berpura-pura denganku. Apanya kesurupan roh jahat? Aku beri tahu, kalau terjadi sesuatu dengan Kakakku, aku akan membunuhmu.”


Selanjutnya, Guntur melihat ke arah Chandra dan yang lain. “Termasuk Keluarga Burton, kalian juga tidak bisa menghindar.”


Suara si Guntur seperti angin dingin di musim hujan, membuat semua orang yang mendengarnya menggigil.


Tidak ada yang berani melawannya! Karena kemampuan Guntur memang begitu hebat.


Ekspresi Chandra juga sangat masam. Dia lalu berkata, “Adik Guntur, aku ….”


“Hmm ….”


Pada saat ini, Novia yang duduk di samping kolam tiba-tiba bersuara.


Hah?


Sadar?


Dokter Lisa bahkan tidak sanggup menyembuhkannya, tapi setelah menurunkan cermin fengsui, Novia langsung sadar?


Selain terkejut, semua orang menghela napas lega. Untung saja dia sadar, kalau tidak, seluruh Keluarga Burton akan hancur karena Arief.


Semua mengira Novia sadar sendiri dan tidak ada hubungannya dengan ucapan Arief.


Para tamu undangan semuanya merasa kalau Arief hanya omong kosong.


Saat ini, Guntur mendekat dan berkata dengan ekspresi penuh perhatian, “Kakak, apa kamu tidak apa-apa? Apa yang terjadi?”


Novia menutupi dahinya dan tampak bingung. “Aku juga tidak tahu. Tiba-tiba pandanganku menjadi gelap, kemudian aku tidak tahu apa-apa lagi.”


Setelah mendengar ucapannya, Guntur mengerutkan kening dan menoleh ke arah Arief.


Arief duduk di dekatnya, lalu berkata kepada Novia sambil tersenyum, “Direktur Novia, kamu kesurupan roh jahat. Coba pikirkan kembali, apa kamu melihat sesuatu sebelum pingsan?”


Sialan? Dia masih ingin berlagak aneh?


Ekspresi Guntur langsung menjadi suram, dia ingin mendekat untuk memukul Arief.


Ternyata, Novia justru bergumam, “Sebelum pingsan, aku sedang melihat sebuah cermin fengsui yang digantung di dinding. Aku merasa cermin itu cukup menarik, lalu tiba-tiba ….”


Wah!


Para tamu undangan, beserta anggota Keluarga Burton langsung heboh. Semua orang menatap ke arah Arief.


Cermin fengsui?


Astaga? Apa ini serius?

__ADS_1


__ADS_2