Menantu Yang Menyembunyikan Identitas

Menantu Yang Menyembunyikan Identitas
Bab 45 Pertanyaan Konyol!


__ADS_3

Semua ini hanya kebetulan atau menantu tidak berguna ini benar-benar paham?


Arief tersenyum tipis dan mengangguk kepada Novia. “Betul. Walaupun Cermin fengsui adalah sebuah barang antik yang bagus, sayangnya benda ini bertentangan dengan tata letak vila ini. Direktur Novia bisa pingsan karena pengaruh cermin fengsui itu. Walaupun keterampilan medis Dokter Lisa sangat hebat, dia juga tidak bisa menyembuhkannya.”


Ucapan itu membuat Lisa menundukkan kepalanya. Awalnya, dia memang meremehkan Arief. Namun, setelah melihatnya sekarang, Arief memang memiliki kemampuan. Walaupun dia tidak berhasil menyembuhkan Novia, ucapan Arief membuat harga diri Lisa terjaga.


Sambil berbicara, Arief juga menatap Novia dengan tenang.


Tidak bisa dipungkiri, walaupun wanita ini sudah berumur tiga puluh tahun lebih, kulitnya masih sangat indah seperti umur dua puluhan. Dia juga memiliki tubuh seksi yang sangat menggoda.


Novia dan Guntur sepertinya bukan orang biasa, mereka memiliki aura yang kuat! Apakah ….


Apa kedua kakak adik ini juga kultivator? Apakah murid dari sekte mana?


Novia mengerutkan keningnya. “Tuan Arief, kalau sesuai ucapanmu, kenapa hanya aku yang pingsan. Di seluruh tamu undangan hari ini, seharusnya bukan saja aku yang menatap cermin itu. Kenapa mereka baik-baik saja.”


Ucapan itu membuat orang-orang sadar kembali, mereka juga mulai mencurigainya.


“Betul. Aku juga melihatnya, tapi tidak apa-apa.”


“Aku juga melihatnya.”


“Aku sudah bilang kalau bocah ini sedang berpura-pura.”


Arief tidak memedulikan pertanyaan orang lain. Dia menatap Novia dan bertanya, “Berarti masalah Direktur Novia sendiri.”


“Masalah aku?” tanya Novia.


Guntur yang berada di samping sudah tidak sabar. “Apa masalah dengan Kakakku? Cepat jelaskan!”


Arief tersenyum dan bertanya kepada Novia. “Aku ingin bertanya, apa Direktur Novia sedang datang bulan?”


Novia menggigit bibir dengan wajah tersipu malu. Dia mulai terlihat tidak nyaman.


“Bocah sialan, apa kamu sengaja mencari masalah? Apa kamu sudah bosan hidup?” Guntur yang tidak bisa menahan diri, langsung berdiri dan memarahi Arief.


Bocah sialan ini bukan hanya berlagak aneh, dia justru menanyakan pertanyaan pribadi kepada kakak di hadapan semua orang. Dia benar-benar sudah bosan hidup.


Pada saat yang sama, beberapa pengawal bertubuh kekar juga bersiap untuk mengepung Arief.


“Mundurlah.” Pada saat ini, Novia menyuruh para pengawalnya untuk mundur. Dia menggigit bibir bawah dan berkata dengan ekspresi tersipu malu, “Aku … aku memang sedang itu.”


Arief mengangguk dan berkata, “Betul. Darah bisa mendatangkan roh jahat. Dari sudut pandang fengsui, hal ini merupakan pantangan. Tapi bukan masalah besar, sehingga kamu sudah baik-baik saja.”


Pada saat ini, Guntur akhirnya mengerti, sehingga dia tidak berbicara lagi.


Orang dengan status seperti Guntur, juga tidak mungkin meminta maaf kepada Arief. Dia hanya menatap Arief dengan dalam, kemudian membawa Novia kembali ke dalam vila.


Krisis ini akhirnya berlalu dengan tenang. Para tamu undangan juga kembali ke dalam.

__ADS_1


Anggota Keluarga Burton hanya menatap Arief dengan tatapan rumit. Tidak ada satu pun dari mereka yang datang memberikan selamat.


Setelah semua orang kembali ke dalam, Yanto menarik lengan Arief dan berkata dengan kagum. “Kak Arief, kamu benar-benar sangat hebat. Kamu bahkan tahu tentang hal-hal seperti itu. Apa kamu tahu kalau aku sangat panik tadi?”


Arief tertawa sambil menepuk pundak Yanto. “Anak bodoh. Hari ini adalah hari penting bagimu, apa aku akan bertindak gegabah?”


Acara selanjutnya berjalan dengan lancar dan semua orang sangat gembira.


Pernikahan Yanto membuat semua anggota Keluarga Burton senang. Bahkan Doni juga terus bersulang dengan Yanto dan terus memberikan selamat.


Yanto sendiri juga sangat gembira, dia terus menghabiskan alkohol di gelasnya. Sebelum acara selesai, dia sudah sangat mabuk dan dibawa ke kamar.


Setelah acara selesai, Arief dan Chandra juga pamit untuk pulang.


Ketika keluar dari vila, dua orang pria berpakaian hitam menyambutnya.


“Tuan Arief, Kak Guntur ingin bertemu denganmu.”


Pria yang berdiri di depan Arief berkata dengan tanpa ekspresi. Dia juga mempersilakan Arief untuk masuk ke mobil.


Mereka berdua adalah anak buah Guntur.


Bahkan pengawal di bawahnya juga memiliki aura yang kuat. Guntur benar-benar memiliki kekuasaan yang besar di Kota Malang.


Namun, Arief tidak peduli. Dia hanya tersenyum dan mengikuti dua orang itu masuk ke dalam mobil.


Setelah beberapa menit, mereka sampai di sebuah vila pribadi.


Seluruh vila dipenuhi oleh aura antik di mana-mana.


Ketika Arief masuk ke dalam, dua orang pria itu langsung pergi.


Guntur yang sedang duduk di kursi, menunjuk ke sebuah kotak hadiah ketika melihat Arief masuk. “Ini adalah bentuk terima kasih dari Kakakku. Hadiah untukmu, ambillah.”


Walaupun dia berkata seperti itu, ekspresi Guntur tidak terlihat sungkan sama sekali, justru tersirat sedikit kesombongan.


Dengan posisi Guntur di Kota Malang, dia tidak perlu takut dengan Keluarga Burton, apalagi seorang Arief? Jujur, Guntur belum tentu sekaya Keluarga Burton, tapi Keluarga Burton pasti takut dengan Guntur. Karena Keluarga Burton adalah pebisnis, lalu Guntur selain berbisnis, dia juga memiliki banyak anak buah.


Apalagi, Arief adalah menantu tidak berguna dari Keluarga Kimberly, Guntur lebih merendahkannya lagi.


Arief juga mengabaikan sikapnya. Dia mengangguk dan mendekat untuk mengambil kotak hadiah.


Pada saat ini, Arief memperhatikan sebuah cincin ibu jari berwarna hitam putih. Cincin ini terlihat seperti giok tapi juga bukan, memberikan perasaan misterius.


Di belakang cincin ibu jari, terdapat sebuah papan kayu yang bertuliskan beberapa kata.


Arief hanya mengenali dua kata, “Gunung Langit.” Karena tulisan yang lain terlalu kabur, dia tidak bisa melihat dengan jelas. Cincin ibu jari ini sepertinya barang bagus, barang antik yang sangat bagus.


Pada saat ini, Guntur berkata, “Arief, ‘kan? Sebelumnya di acara pernikahan Yanto, aku dan Kakak sudah tahu kalau kamu bisa dibilang setengah kultivator. Seharusnya kamu menelan pil khusus, sehingga tubuhmu sedikit lebih kuat dari orang biasa.”

__ADS_1


Arief tertegun.


Mereka bisa melihat kalau dia mengonsumsi Pil Kunlun?


Sepertinya, mereka juga kultivator, mereka juga berasal dari Sekte Gunung Langit.


Sambil berpikir, Arief mengangguk dan tersenyum. “Pemikiran yang cermat.”


Sambil berkata, Arief membuka kotak hadiah dan melihat sebuah tanaman di dalamnya.


Ajaibnya adalah tanaman ini berwarna merah dan hijau, penuh vitalitas, seolah-olah masih tumbuh di dalam tanah.


Di sela itu, Guntur tiba-tiba berkata, “Tanaman ini bernama Rumput Jiwa. Setelah memakannya, seluruh meridian di tubuhmu akan tersambung dan kamu akan menjadi kultivator sejati.”


Astaga!


Setelah mendengarnya, Arief pun terkejut dan sangat bersemangat.


Guntur dan kakaknya benar-benar sangat dermawan. Mereka memberikan Rumput Jiwa secara gratis.


Namun, melihat sikap Guntur yang sombong, Arief tetap saja tidak senang.


“Terima kasih.”


Setelah berterima kasih, Arief yang penasaran kembali bertanya, “Setelah mengkonsumsi Rumput Jiwa, aku akan mencapai tingkatan apa? Tingkat Guru? Atau langsung Tingkat Jenderal?”


Guntur tertawa dan terlihat merendahkan. “Kamu sangat polos. Apa kamu sedang berkhayal tentang Tingkat Jenderal? Perlu diketahui, perjalanan kultivasi bukan semudah yang kamu pikirkan. Aku sudah berkultivasi selama tujuh tahun, sampai sekarang aku masih berada di puncak Tingkat Guru kelima. Aku tidak bisa menembus Tingkat Jenderal, tapi kamu ingin mencapai Tingkat Jenderal dengan Rumput Jiwa?”


Tingkat Guru kelima?


Arief tersenyum dalam hati.


Awalnya dia mengira Guntur sangat hebat, ternyata sama seperti Debora.


Setelah itu, Arief tiba-tiba teringat sesuatu dan mengeluarkan Pil Dewa.


“Aku punya satu Pil Dewa, yang dapat membantumu menembus ke Tingkat Jenderal. Apakah Direktur Novia akan tertarik nanti?” ucap Arief sambil menggoyangkan Pil Dewa di depan Guntur.


“Pil Dewa?”


Guntur hampir saja tertawa dengan nama konyol itu.


Sebuah pil busuk seperti itu juga bisa membuatnya menembus tingkatan? Dia sudah berada di Tingkat Guru kelima selama tiga sampai lima tahun.


Setiap peringkat kultivator adalah lompatan kualitatif. Banyak yang terjebak dalam kemacetan dan tidak bisa menerobos seumur hidup. Diperkirakan Guntur tidak pernah berharap untuk menembus Tingkat Jenderal dalam hidupnya.


Novia, Kakaknya yang juga terjebak di Tingkat Guru kelima, diperkirakan akan sulit mencapai Tingkat Jenderal.


“Simpan saja sendiri.” Guntur mendengus dingin.

__ADS_1


Menantu tidak berguna ini memang pintar berpura-pura aneh. Dia bahkan bilang kalau pil busuk ini bisa membantu penembusan tingkatan.


__ADS_2