
Sampai bayangan Arief menghilang, Jeslin baru berdiri, lalu berlari ke sisi Tuan Besar.
“Kakek, dia … dia benar-benar membangkang.” Jeslin terlihat sangat marah. Wajahnya yang cantik masih terdapat bekas tamparan dan juga darah.
Seluruh tubuh Tuan Besar terus gemetar, dia mengabaikan Jeslin dan melihat ke sisi lain.
Di gerbang Keluarga Burton, Niko dan ratusan pengawalnya masih berdiri di sana.
Semua anggota Keluarga Burton sudah dikalahkan. Darah mengalir di sepanjang lantai, mereka juga tidak tahu apa yang terjadi.
“Siapa kamu?” tanya Tuan Besar Burton sambil menatap Niko.
Niko berjalan mendekat, lalu menjawab sambil tersenyum, “Aku bernama Niko Tomoro.”
Apa?!
Semua orang menarik napas dalam-dalam. Niko?
Nama ini sangat terkenal di Kota Malang.
Tuan Besar Burton berdiri dan berkata, “Ternyata orang dari Keluarga Tomoro. Kenapa kamu datang ke kediaman kami? Kenapa ikut campur urusan keluarga kami?”
Saat ini, Jeslin sadar kembali sadar dan berkata, “Betul. Keluarga Burton tidak memiliki hubungan dengan Keluarga Tomoro. Kenapa kamu membawa anggota Keluarga Tomoro ke kediaman kami?”
Keluarga Tomoro berkuasa di dunia hitam, tentu saja Keluarga Burton tidak berani memprovokasi mereka.
Namun, siapa pun akan melakukan hal di luar nalar kalau panik. Keluarga Burton adalah keluarga pertama di Kota Malang. Kalau benar-benar ingin bertarung, kekuatan keuangan mereka juga tidak kalah dengan Keluarga Tomoro.
Niko meletakkan kedua tangannya di punggung, lalu berkata, “Aku tentu tidak bisa ikut campur urusan keluarga kalian, aku juga tidak mau. Tapi, ….”
Berbicara sampai di sini, dia berhenti sebentar sebelum melanjutkan, “Tapi, kalian telah menyinggung Arief, berarti menyinggung aku juga.”
Wah!
Ucapannya membuat semua orang heboh.
Menantu tidak berguna itu ternyata menjadi sahabat dengan Niko.
Kenapa dia beruntung sekali?
Jeslin merasa tidak adil, tetapi juga tidak berani mengatakan apa pun.
Tuan Besar Burton terdiam. Setelah beberapa detik, dia melihat Niko dan berkata, “Namamu Niko, ‘kan? Aku tahu kamu sangat setia kawan. Aku juga merasa senang dengan Arief yang bisa punya teman sepertimu. Tapi, aku beri tahu, Arief sudah melanggar aturan keluarga, dia melakukan sesuatu yang mempermalukan seluruh Keluarga Burton. Jadi, aku harus menghukumnya dengan berat.”
“Aku ingin tahu, apa yang sebenarnya kesalahan yang dilakukan Arief? Kenapa kalian memperlakukannya seperti ini?” tanya Niko sambil mengepalkan tangannya.
Orang tua adalah batas kesabaran setiap orang.
Apa sebenarnya kesalahan yang dilakukan olehnya? Kenapa sampai harus menghukum ayahnya di atas pilar tembaga?
Ekspresi Tuan Besar Burton sangat masam. Dia merasa malu menceritakan hal itu.
Lalu, ada orang yang sama sekali tidak peduli, seperti Jeslin dan Doni.
__ADS_1
“Kalau kamu ingin tahu, aku akan memberitahumu,” ucap Jeslin dengan dingin. “Kita tidak usah membahas bahwa Arief menjadi menantu Keluarga Kimberly secara diam-diam. Lagi pula, dia sudah mempermalukan Keluarga Burton. Namun, selain tidak tahu malu, dia bahkan seperti binatang. Dia bahkan tidak mau melepaskan adik iparnya sendiri ….”
Jeslin berkata dengan sangat semangat, dia berusaha menambahkan hal-hal yang tidak perlu.
Niko pun diam-diam mengerutkan keningnya.
Dia tentu saja tidak percaya dengan ucapan Jeslin. Hanya saja, Niko tidak mengerti kenapa kakak ipar Arief yang cantik ini, bisa begitu kejam?
“Sudahlah, aku tidak ingin mendengarnya lagi,” ucap Niko dengan dingin. Dia lalu menebas kapaknya di pilar pintu.
“Bam!”
Tebasannya membuat pilar pintu langsung patah dan mengeluarkan suara yang keras. Beberapa wanita pun menangis ketakutan.
“Aku beri tahu kalian. Aku tidak percaya sama sekali dengan satu kata pun dari kalian,” ucap Niko dengan tegas. “Mulai sekarang, kalau kalian mengganggu Arief lagi, aku akan membersihkan Keluarga Burton.”
Setelah melontarkan ucapannya, Niko melambaikan tangannya dan membawa anak buahnya keluar dari kediaman ini.
“Huh ….”
Tuan Besar Burton berdiri di sana, dia menatap kepergian Niko dengan ekspresi masam.
Seluruh anggota Keluarga Burton juga tidak berani berbicara. Ucapan Niko sebelum pergi seperti petir yang masih menggelegar di ruangan ini.
Mereka tidak menyangka menghukum Arief, akan memprovokasi Niko.
“Kakek, kakek!” Saat ini, Jeslin yang sadar kembali segera berteriak, “Niko ikut campur urusan keluarga kita, dia bahkan memukul orang-orang kita. Ini sudah keterlaluan, kita tidak bisa membiarkan hal ini berlalu begitu saja.”
Tuan Besar Burton melihat sekeliling.
“Cepat obati mereka. Hitung jumlah korban di pihak kita!” kata Tuan Besar Burton dengan panik setelah menghela napas.
Chandra yang berada di samping langsung memerintahkan untuk membawa orang yang terluka keluar. Seluruh Keluarga Burton sudah diselimuti aura kebencian yang sangat suram.
Sudut bibir Jeslin masih berdarah, bekas tamparan di wajahnya semakin merah.
“Kakek, kenapa kamu tidak mau menyerang mereka?” tanya Jeslin yang tidak bisa menahan diri lagi. Rasa sakit di wajahnya membuat tatapannya menjadi sangat kejam.
Kakek sudah melakukan kultivasi pengasingan selama lima tahun, kemampuannya telah mencapai Tingkat Jenderal tahap ketiga. Kalau dia ikut menyerang, semuanya tidak akan seperti ini.
Ekspresi Tuan Besar Burton terlihat sangat suram, tetapi dia tidak berbicara.
Ketika Jeslin ingin berbicara lagi, Doni yang berada di samping segera memotongnya. “Diam kamu! Kamu juga melihat jelas situasi tadi, Niko membawa ratusan orang yang sangat kuat. Apakah kakek bisa mengalahkan mereka semua?”
Semua amarah Jeslin langsung meluap. Dia melangkah maju dan berkata, “Kenapa kamu berteriak padaku? Ketika Niko ada di sini, apa yang kamu lakukan? Kamu sedang bersembunyi di pojok dan tidak berani mengatakan apa pun. Setelah orangnya pergi, kamu malah keluar dan berteriak kepada istri sendiri. Apakah kamu masih seorang pria? Kenapa aku bisa menikah dengan sampah seperti kamu?”
Jeslin semakin marah.
Pada akhirnya, Jeslin memfitnah Arief juga demi membantu Doni.
Sekarang Doni justru menyalahkan dirinya, benar-benar keterlaluan.
Wajah Doni memerah, dia juga tidak bisa menjawab. Dia adalah orang yang takut pada istri, jadi dia langsung terdiam begitu melihat Jeslin marah.
__ADS_1
Huh.
Saat ini, Tuan Besar Burton yang terus menunjukkan ekspresi masam tiba-tiba menghela napas. Dia berkata kepada Chandra dengan nada dingin, “Chandra, ikut aku.”
Setelah itu, mereka berjalan ke arah belakang ruang tamu.
Chandra mengiyakan, kemudian segera mengikutinya. Walaupun ekspresinya tampak tenang, dia juga merasa gugup dalam hati.
Kejadian Arief menjadi seperti sekarang, Chandra juga harus bertanggung jawab, karena dia adalah kepala keluarga.
Di ruangan rahasia Keluarga Burton.
Tuan Besar Burton melakukan kultivasi pengasingan selama lima tahun di tempat ini. Ruangannya tidak besar dan perabotannya cukup sederhana.
Tempat ini merupakan tempat yang tenang.
Namun bagi Chandra, tempat ini diselimuti oleh aura tekanan yang sangat besar.
Pong.
Ketika masuk ke dalam ruangan rahasia, Chandra langsung berlutut dengan ekspresi merasa bersalah. “Ayah, saya juga harus bertanggung jawab atas semua yang terjadi. Sebagai kepala keluarga, saya tidak menyelesaikan masalah dengan baik, sehingga membuat Ayah khawatir. Saya telah menyebabkan Keluarga Burton menjadi seperti ini, hukumlah saya.”
Walaupun Chandra sangat gugup, dia tetap cukup pintar.
Jadi, dia langsung meminta untuk dihukum, agar hukumannya bisa lebih ringan.
“Huh.”
Melihat ekspresi Chandra yang tulus, Tuan Besar Burton menghela napas dan melambaikan tangannya, “Chandra, berdirilah. Masalah ini bukan salahmu.”
Ayah tidak menyalahkanku?
Chandra langsung berdiri dengan senang hati.
Dia lalu bertanya dengan hati-hati, “Ayah, Keluarga Tomoro sudah ikut campur. Apa yang harus kita lakukan sekarang?”
Tuan Besar berpikir sebentar, lalu menjawab, “Kita lihat situasinya dulu. Chandra, aku sudah memutuskannya. Mulai sekarang, aku akan mengajari semua anggota Keluarga Burton untuk berlatih kultivasi. Selama beberapa tahun ini, bisnis keluarga kita sudah cukup besar, sehingga uang yang diperlukan juga sudah cukup. Sebanyak apa pun uang yang kita miliki, semuanya tidak berarti.”
Lewat kejadian tadi, Tuan Besar Burton tiba-tiba menyadari sesuatu. Jika fondasi sebuah keluarga ingin stabil, tidak cukup hanya dengan uang. Mereka juga membutuhkan kemampuan yang kuat. Kalau tidak, semua uang yang banyak itu juga tidak berarti.
Kalau semua anggota Keluarga Burton adalah kultivator, maka Niko pasti akan dikalahkan dengan mudah.
Untung saja, dia tidak telah menyadarinya.
Apa?
Semua keluarga mulai berkultivasi?
Mereka tidak memperhatikan Yanto yang bersembunyi di luar ruangan rahasia, juga mendengar percakapan mereka.
Yanto mengepalkan tangannya. Kalau semua anggota keluarga mulai berkultivasi, siapa lagi yang berani mengganggu Keluarga Burton? Walaupun Niko, Guntur, Novia dan yang lain juga tidak berani melawan Keluarga Burton. Saat itu, Keluarga Burton dapat melakukan apa pun.
Yanto berpikir dengan tatapan yang kejam. ‘Arief, aku menganggapmu sebagai kakak kedua. Siapa sangka kamu justru menodai istriku.’
__ADS_1
‘Bagus. Bagus sekali! Karena kamu menodai istriku, aku juga akan membuat istrimu hamil anakku.’