
Ternyata, setelah Michael melontarkan ucapannya, banyak orang yang berdiri untuk mengajak kerja sama.
Satu per satu anak cucu Keluarga Kimberly tersenyum, kebahagiaan ini datang terlalu cepat, Haha!
Saat ini, Ricky juga ikut bangkit berdiri.
“Ricky, kenapa?” tanya Nenek dengan ekspresi bingung.
Nenek sebelumnya sangat menyayangi Ricky, tapi karena Nita dan Arief menikah, lalu Ricky adalah ayahnya Nita, sehingga Nenek sudah tidak menyayangi Ricky lagi.
Ricky mengayunkan tangan dan berkata kepada Nenek, “Ibu, belakangan ini aku sedang berada di luar negeri, bukan? Kali ini aku pulang merayakan ulang tahunmu dan sekaligus membawa satu kabar baik, sebuah proyek yang sangat menguntungkan.”
“Oh?” Nenek menaikkan alis dan berkata, “Coba ceritakan.”
Betul, semua anggota Keluarga Kimberly sudah mendengarnya, Ricky mendapatkan banyak keuntungan dari luar negeri. Setelah dia pulang, dia bahkan memberikan dua cek dengan nilai besar kepada Heny dan Nita, benar-benar membuat orang iri.
Ricky tersenyum dan berkata, “Ibu, aku kenal dengan seorang teman bernama Tony, dia adalah seorang pengelola keuangan. Kita hanya perlu menyerahkan uang kepada dia, dia akan menjadikan dua kali lipat dalam satu bulan!”
Hah? Semua orang mendengus dingin, apakah bisa lebih nyata sedikit? Dua kali lipat dalam satu bulan?
Ricky mengeluarkan ponsel dan membuka riwayat transaksi, dia lalu berkata sambil tersenyum, “Sini, kalian lihat transaksinya.”
Semua orang segera mengerumuninya, di dalam layar ponsel terdapat transaksi setengah tahun lalu. Setiap bulan Ricky akan menginvestasikan 20 miliar, kemudian di bulan selanjutnya dia akan mendapatkan 40 miliar.
“Ibu, kali ini aku pulang dengan tiga hal,” ucap Ricky. “Pertama, tentu saja merayakan ulang tahun Ibu. Kedua, aku tahu Ibu tidak menyukai Arief, aku akan memastikan Nita untuk bercerai dengan Arief setelah ini. Ketiga, memberitahumu tentang kabar baik itu. Aku berani menjamin dengan nyawaku, Tony itu benar-benar sangat hebat!”
“Menggunakan nyawa sebagai jaminan?”
“Menarik juga, sepertinya hal ini terlihat bisa diandalkan.”
Anggota Keluarga Kimberly juga mulai mendiskusikannya. Sebenarnya Ricky memang bisa diandalkan, sejak di bangku sekolah, dia selalu berada di peringkat atas. Dia memiliki sikap yang jujur dan tidak suka berbohong. Lalu, di dalam ponselnya juga terlihat riwayat transaksi setiap bulan yang berhasil menggandakan modalnya.
Nenek mengerutkan keningnya, kemudian dia berkata, “Ricky, kalau ucapanmu memang benar, kita boleh mencoba hal ini. Namun, kondisi Keluarga Kimberly sedang tidak baik, seluruh keuangan kita hanya sekitar enam ratus sampai delapan ratus miliar, bagaimana kalau kita mencobanya dengan seratus miliar dulu?”
“Ibu, kita harus bertaruh lebih besar,” ucap Rick sambil menarik napas. “Ibu, aku dengar kalau Tony akan segera pensiun. Bagaimana kalau kita menginvestasikan semua aset kita senilai delapan ratus miliar? Kita akan mendapatkan uang satu triliun enam ratus miliar setelah satu bulan, bagaimana?”
Ucapannya itu membuat seluruh anggota keluarga saling bertatapan.
Ada yang bilang boleh mencobanya, ada yang menolaknya dengan tegas.
“Nenek, hal ini tidak boleh dilakukan,” ucap Jenny sambil bangkit berdiri setelah memikirkannya.
“Tidak ada makanan siang yang gratis di dunia ini,” ucap Jenny yang kesal. “Hal ini sudah pasti penipuan, kita tidak boleh mencobanya!”
“Phak!”
Ricky memukul meja dengan keras dengan kedua mata terbelalak, “Jenny, apa maksudmu? Kamu menganggap aku pulang dari luar negeri untuk menipu uang keluarga kita, bukan? Kenapa kamu menganggap aku begitu jahat?”
__ADS_1
“Aku tidak menganggapmu jahat. Aku hanya ingin tahu, kalau ada makan siang gratis, siapa yang ingin bekerja lagi?” ucap Jenny.
“Kamu! Kamu ….” Ketika Ricky ingin melanjutkan, Nenek pun memotongnya.
“Sudahlah, kita adalah keluarga sendiri, kenapa harus ribut?” ucap Nenek tidak senang. Dia lalu melihat ke David dan berkata, “David, bagaimana menurutmu?”
Walaupun bocah ini memberikan mutiara palsu dan dipukul oleh Agus, Nenek tetap menyayanginya.
Tentu saja bertemu dengan hal besar seperti ini, dia harus menanyakan pendapat David.
Tidak ada yang memperhatikan senyuman jahat di wajah David.
Dua kali lipat dalam satu bulan? Apa dia ingin menipu anak kecil? Hal ini jelas merupakan penipuan besar! Nenek sudah tua, wajar saja kalau dia tidak bisa melihat jelas.
Walaupun David keras kepala, tapi otaknya tidak rusak. Seharusnya dia menasehati nenek untuk tidak percaya dengan penipuan ini.
Tapi sekarang, dia sangat membenci Arief!
Bagaimanapun, Ricky adalah mertua Arief, David juga tidak memiliki kesan baik terhadapnya.
“Nenek, menurutku kita boleh mencobanya,” ucap David.
David sudah memikirkannya, uang ini akan menghilang setelah diinvestasikan. Setelah itu, kondisi keuangan keluarga pasti akan hancur, reputasi Ricky juga akan ikut hancur! Saat itu, keluarga mereka pasti akan dikeluarkan dari Kimberly!
“David, apa kamu gila?” ucap Jenny dengan kesal. “Kamu menyuruh Nenek untuk investasi?”
Tidak menunggu David berbicara, Nenek sudah melambaikan tangannya, dia berdiri dan berkata, “Sudahlah, jangan bicara lagi. Aku sudah memutuskannya untuk mengikuti ucapan David, aku akan menginvestasikan seluruh uang keluarga kita.”
Semua orang langsung heboh, tapi karena nenek sudah berbicara, tidak ada yang berani menyangkalnya.
Pada akhirnya, Nenek tetap menyayangi David, karena nenek mengambil keputusan berdasarkan ucapannya.
Ricky langsung berteriak senang, dengan bantuan Direktur Keuangan Keluarga Kimberly, dia memindahkan uang delapan ratus miliar ke rekening pribadinya.
Kompleks Bunga Melati di kota Malang.
Satu per satu mobil polisi berhenti di depan kompleks, puluhan polisi pun turun untuk mengepung kediaman Budiman.
Kediaman Budiman berada di lantai satu.
Para polisi dipimpin oleh seorang polisi wanita, seragam yang longgar juga tidak sanggup menutup tubuh indahnya.
“Kak Debora, bagaimana sekarang?” tanya seorang polisi.
Debora memperhatikan situasi di sekitar sini, tadi mereka mendapatkan telepon pelaporan yang hanya terdengar suara ketukan, sangat jelas bahwa ini adalah penculikan. Kemudian Debora menyuruh tim untuk memeriksa nomor teleponnya, orang yang diculik bernama Nita yang merupakan pemilik Perusahaan Leka.
Debora Zuritno adalah Kapten Tim Reserse Kriminal Polisi, dia harus menyelesaikan kasus ini sendiri.
__ADS_1
“Tarik garis polisi dan ambilkan pengeras suara,” ucap Debora. “Oh iya, cepat periksa informasi Nita, segera telepon keluarganya jika ada.”
“Siap, Kak Debora.”
Polisi itu lalu mengangguk dan memberikan pengeras suaranya.
Di dalam kamar, Budiman sedang memegang sebuah perekam video digital. Dia akan merekam semua prosesnya nanti, jika Nita dan Heny marah, dia bisa mengancam mereka dengan rekaman ini.
Namun karena perekam video digital ini diberikan orang lain, Budiman tidak bisa menggunakannya. Dia akhirnya mengerti setelah mencobanya untuk beberapa saat. Saat ini, dia mendengar suara seorang wanita dari luar.
“Dengarkan! Cepat lepaskan sandera dan hukumanmu akan lebih ringan.”
Budiman langsung gemetar, dia segera melihat keluar pintu dan seluruh bulu kuduknya berdiri!
Puluhan polisi telah mengerumuni kediamannya.
“Sialan kalian berdua!” Jantung Budiman berdetak dengan kencang, dia menunjuk ke arah Nita dan Heny dengan kesal. Kalau tahu sejak awal, Budiman pasti akan mengambil ponselnya.
Tapi sekarang, semuanya sudah terlambat!
Budiman mengeluarkan sebuah pisau dan diarahkan ke leher Nita.
“Sialan kalian! Kalau aku mati hari ini, kalian juga harus menemaniku!”
Sambil berteriak, Budiman segera berteriak ke arah Budiman, “Cepat mundur, mundur semua! Kalau tidak, aku akan membunuhnya!”
Di luar jendela, seorang polisi berlari ke samping Debora.
“Kak Debora, orang di dalam sana terlihat sangat marah. Dia sudah menahan sandera, kita harus bagaimana?” ucap polisi itu kepada Debora.
Debora juga mulai panik! Tempat ini dipenuhi oleh banyak pohon, sehingga penembak jitu juga tidak bisa menebak dengan akurat.
Orang-orang di sekitar sini semakin banyak, mereka pun mengerumuni kompleks ini.
Saat ini, tiba-tiba terdengar sebuah suara.
“Budiman, cepat lepaskan mereka. Aku akan menjadi sandera untukmu.”
Orang-orang terdiam dan melihat ke sumber suara!
Mereka melihat sebuah motor listrik yang mendekat pelan-pelan, Arief kemudian turun dari motor dan berteriak ke arah jendela.
“Tidak bisa!” Saat ini, Debora segera menghampirinya, “Apa kamu keluarga sandera? Kamu tidak boleh masuk sekarang, situasi di dalam sangat berbahaya, kamu …”
“Budiman, apa kamu mendengarnya?”
Arief seperti tidak mendengar ucapan Debora, dia menatap Budiman dan berkata, “Kenapa kamu seorang pria malah menculik dua orang wanita?”
__ADS_1
Di dalam kamar, Nita merasa sangat terharu, kedua matanya sedikit memerah ketika melihat Arief datang ke sini. Saat itu, tidak tahu apa yang dipikirkannya, dia segera berteriak, “Arief, kamu jangan bodoh, cepat pergi!”
“Nita, apa yang kamu bicarakan!” Heny langsung marah dan berteriak, “Biarkan sampah itu menjadi sanderanya, kenapa kamu menahannya! Biarkan dia masuk dan gantikan kita, sehingga kita bisa segera kabur dari sini!”