Menantu Yang Menyembunyikan Identitas

Menantu Yang Menyembunyikan Identitas
Bab 21 Apa yang Terjadi?


__ADS_3

“Apakah Tuan Barton ada di sini?” tanya Austin sekali lagi ketika melihat tidak ada yang menjawab.


Semua orang tetap menggelengkan kepala.


Perlu diketahui, orang di depan pintu itu adalah Austin, Tuan Burton yang disebutnya itu tidak mungkin Arief Burton si sampah itu, bukan?


Austin terlihat bingung, dia sudah memeriksa dengan jelas bahwa Tuan Muda kedua berada di Keluarga Kimberly! Hari ini adalah hari ulang tahun Tuan Muda kedua, sehingga dia sengaja membawa hadiah ke sini. Lalu setelah datang ke Keluarga Kimberly, Austin juga menemukan ada yang sedang merayakan ulang tahun di Keluarga Kimberly.


Sambil menelan ludah, Austin memberikan kotak di tangan sambil berkata, “Kalau Tuan Burton tidak ada di sini, aku akan pergi dulu. Aku akan meletakkan hadiah ulang tahun di sini.”


Setelah melontarkan ucapannya, Austin membawa orangnya pergi dari sini.


Begitu Austin pergi dari sini, semua orang segera mengerumuni Nenek dan menyuruhnya membuka hadiah.


Bagaimanapun, Austin adalah orang yang terkenal di kota Malang, mereka juga sudah melihat Austin datang diikuti belasan orang dan beberapa mobil Rolls Royce. Nenek benar-benar sangat dihormati, bahkan Austin juga sengaja datang memberikan hadiah untuk Nenek!


Banyak tamu undangan yang merasa sangat iri.


Siapa yang tidak ingin berteman baik dengan Austin di kota Malang? Dia adalah bos Hotel Royal, hotel paling mewah di kota Malang. Setiap tahun, beberapa keluarga besar akan mengadakan acara di Hotel Royal, karena dapat menaikan reputasi mereka. Jadi berteman baik dengan Austin menjadi impian banyak orang.


Namun, Austin memiliki kepribadian yang unik, dia jarang berteman dengan orang lain atau bahkan menghadiri acara ulang tahun orang lain.


Nenek Keluarga Kimberly memiliki koneksi yang sangat luas!


Walaupun merasa bingung, Nenek tetap berusaha tersenyum.


Bagaimana Austin bisa memberikan hadiah kepadanya? Padahal dia tidak memiliki hubungan dengan Austin. Namun di sini, hanya dia seorang yang sedang ulang tahun, kalau hadiah ini bukan untuknya, lalu untuk siapa lagi?


Delta kemudian membuka kotak hadiahnya, seketika, seluruh suasana langsung hening!


Sebuah mutiara sebesar kepalan tangan! Hanya saja, mutiara ini sepertinya berbeda dengan yang diberikan oleh David.


Delta kemudian mengambil mutiara yang diberikan David dan membandingkan kedua mutiara ini. Setelah kedua mutiara disandingkan, semua orang bisa melihat jelas perbedaannya!


Saat ini kondisi gorden masih terbuka dan cahaya matahari menembus masuk. Dalam kondisi pagi hari, mutiara yang diberikan David seperti bola kaca yang tidak ada cahaya sama sekali.


Namun, mutiara yang diberikan Austin tetap seperti matahari kecil walaupun di pagi hari!


“Ini …”


Semua orang tertegun dan menatapnya dengan fokus.


“Cepat cepat cepat, tutup gorden dan matikan lampu!” ucap Delta.


Ketika kondisi ruangan tidak ada pencahayaan sama sekali, semua orang tidak bisa menahan diri untuk menghela napas kembali!


Sampai saat ini, semua orang bisa memastikan kedua perbedaan mutiara ini! Mutiara milik Austin berhasil menerangi seluruh ruangan yang gelap menjadi terang seperti pagi hari.


“Gluk!”


Tidak tahu siapa yang tidak bisa menahan diri untuk menelan ludah, kemudian seluruh ruangan kembali heboh!


“Apa yang terjadi? Kenapa dua mutiara yang sama besarnya bisa terlihat berbeda?”


“Tadi Arief berkata bahwa mutiara David palsu, tapi tidak ada yang mempercayainya.”


“Sepertinya mutiara itu memang palsu.”


Satu per satu suara kritikan membuat ekspresi Nenek semakin jelek, dia menatap David dengan kesal. Perlu diketahui, David adalah cucu yang paling disayangi olehnya, kenapa dia tega memberikan barang palsu?

__ADS_1


David juga mulai panik, dia ingin segera kabur dari sini. Tapi, terdengar kembali suara dari luar!


“Nenek, Direktur dari Perusahaan Fiesta Property datang ke sini.”


“Wah!”


Semua orang menjadi sangat heboh! Apa yang terjadi? Fiesta juga datang? Dia adalah salah satu pengembang properti terbesar di kota Malang.


Sekarang, harga rumah di kota Malang semakin tinggi, sehingga aset Fiesta juga semakin naik. Dia mengembangkan beberapa proyek sekaligus dan disebut sebagai proyek terbaik di kota Malang, karena banyak orang kaya yang tinggal di sana! Ada apa dengan koneksi Nenek? Dia bahkan kenal dengan Fiesta?!


Nenek kembali tertegun, dia memang pernah bertemu Austin ketika berada di Hotel Royal, saat itu David memesan anggur mahal dan harus membayar 60 miliar lebih. Sehingga Austin datang mengucapkan selamat, dia tetap bisa mengerti.


Namun, dia tidak mengenal Fiesta!


Beberapa mobil Lincoln yang berhenti dan parkir di sana. Kemudian, Fiesta berjalan ke dalam didampingi sekelompok pria berpakaian hitam.


“Apakah Tuan Burton ada di sini?” ucap Fiesta dengan nada keras yang terdengar di seluruh ruangan.


Hah?!


Semua orang kembali terkejut! Siapa sebenarnya Tuan Burton?


“Tidak ada orang dengan nama belakang Burton disini!” ucap Nenek yang akhirnya tidak bisa menahan diri. Dia memukul meja dan berkata, “Siapa yang bernama Tuan Burton di sini? Silahkan berdiri! Saya tidak menjamu Anda dengan baik, silakan berdiri dan terima permintaan maaf dari saya!”


Setelah melontarkan ucapannya, tamu undangan yang mencapai hampir seribu orang saling menatap satu sama lain, mereka tidak ada yang mengenal Tuan Burton!


Ketika semua orang sedang terdiam, Delta tiba-tiba berkata, “Hanya Arief yang memiliki nama belakang Burton, jangan-jangan dia?”


“Hahaha!”


Orang-orang yang masih merasa bingung dibuat ketawa oleh ucapan Delta.


Beberapa wanita juga mulai bergosip, ada yang bilang kalau Tuan Burton adalah pria paruh baya dengan jenggot tipis.


Pada akhirnya, Nenek mengayunkan tangan untuk menghentikan kehebohan orang-orang.


Saat ini, Fiesta sudah membawa orangnya masuk, setelah memperhatikan sekitar, dia tidak melihat sosok Arief.


“Aku letakkan hadiahnya di sini, aku pergi dulu,” ucap Fiesta.


Nenek segera berdiri dan mengangguk, dia juga membungkuk sopan kepada Fiesta.


Setelah Fiesta pergi, kotak hadiahnya kembali dibuka. Kali ini, semua orang benar-benar sangat tercengang!


Sebuah sertifikat!


“Selamat ulang tahun, aku berikan hadiah ini untukmu. Kompleks Vila Shangrila, unit A88.”


Suasana menjadi sangat hening!


Walaupun sebuah jarum terjatuh ke lantai, semua orang dapat mendengarnya dengan jelas!


Hadiah ulang tahunnya adalah sebuah vila?!


Jika itu adalah vila biasa, maka orang-orang tidak akan kaget. Namun, hadiahnya adalah satu vila di Kompleks Vila Shangrila! Salah satu kompleks terbaik di kota Malang! Di dalam kompleks itu terdapat tiga unit dengan harga paling mahal, yaitu A66, A88 dan A99. Harganya bahkan mencapai dua puluh miliar lebih!


A88 merupakan yang paling mahal dan berada di tengah. Unit ini memiliki kolam renang, taman bunga, taman binatang kecil dan juga aquarium kecil!


Fiesta memberikan unit ini sebagai hadiah kepada Nenek?!

__ADS_1


Hanya satu orang yang tidak terlihat kaget di semua itu, orang ini adalah Nita.


Padahal dia sangat membenci sampah ini, tapi setelah Arief pergi, Nita selalu teringat dengannya.


Dia mengeluarkan ponsel dan mengirimkan sebuah pesan singkat kepadanya, “Di mana kamu?”


Setelah sesaat, Arief membalas pesannya, “Aku sedang membereskan barang di rumah, malam ini aku akan pindah.”


Ketika membaca pesan ini, entah kenapa Nita merasa tidak nyaman.


Padahal Arief adalah seorang sampah, bukankah lebih baik untuk dia pergi dari sini?


Nita menggigit bibir bawah dengan kuat, setelah itu, dia lalu membalas, “Tunggu aku, aku akan pulang sekarang.”


Mungkin Nita ingin bertemu Arief untuk terakhir kalinya, bukan?


Bagaimanapun mereka sudah menjadi suami istri selama tiga tahun. Walaupun memelihara seekor anjing, mereka tetap akan memiliki perasaan, apalagi ini seorang manusia?


“Ibu, aku pergi sebentar,” ucap Nita dengan pelan dan beranjak pergi dari sini.


Semua orang masih belum sadar kembali, mereka terus menatap kotak hadiah Austin dan Fiesta. Tidak ada yang memperhatikan kepergian Nita.


Hanya Budiman seorang yang bergegas mengikutinya.


Nita mengemudikan mobil dan berhenti di depan rumah. Ketika dia turun dari mobil, Budiman segera berlari menghampirinya.


“Nita, kenapa kamu pergi?” tanya Budiman. “Setelah acara selesai, Nenek akan menyetujui pernikahan kita, ayo kita pulang.”


“Kamu pulang dulu,” ucap Nita sambil berjalan ke dalam.


“Nita!” Budiman tiba-tiba menarik pergelangan tangannya, dia juga melihat pesan yang dikirimkan oleh Arief tadi!


“Apa kamu ingin pergi mencari sampah tidak berguna itu?” ucap Budiman sambil menarik napas dalam-dalam. Dia lalu berkata dengan kedua mata yang memerah, “Apa baiknya sampah itu? Kalau dia ingin pergi, biarkan saja! Kenapa kamu ingin pergi mencarinya lagi? Ikut aku pulang sekarang juga!”


Budiman mulai cemas, karena dia tahu Tulisan Perdamaian milik Faiz. A yang diberikan kepada Nenek adalah barang palsu. Setelah acaranya selesai, Nenek pasti akan tanya orang untuk mengidentifikasinya, setelah itu pasti akan ketahuan.


Sekarang dia telah kehilangan semuanya, Budiman hanya ingin meniduri wanita cantik ini sekali! Kalau Nenek setuju dengan pernikahan ini, dia bisa mengajak Nita ke rumah dengan terus terang dan juga di rumah tidak terdapat kamera pengawas! Saat itu, dia akan mencampurkan sedikit obat ke dalam minuman Nita, kemudian wanita cantik ini akan segera menjadi miliknya, bukan?


Memikirkan sampai di sini, Budiman kemudian memegang saku yang berisi obat bius. Obat ini dapat larut dalam air dengan cepat, walaupun hanya mencium aromanya, seluruh tubuh juga akan menjadi lemas.


“Jangan menarik ku,” ucap Nita dengan pelan. “Budiman, aku tahu kamu bersikap baik denganku. Tapi, aku ingin bertemu terakhir kali dengannya.”


“Tidak boleh!” teriak Budiman. “Kita harus segera pulang dan mendengar apakah Nenek menyetujui pernikahan kita atau tidak.”


Ketika mereka berdua sedang berdebat, sebuah mobil Land Rover berhenti di pinggir jalan. Heny turun dari mobil dengan sepatu hak tinggi.


“Budiman, Nita, apa yang kalian lakukan?” ucap Heny dengan cemas. “Cepat kembali, Nenek akan mengumumkan pernikahan kalian.”


“Aku hanya ingin bertemu Arief untuk terakhir kali, aku tidak ingin pulang untuk mendengarnya! Aku tidak akan pulang,” ucap Nita sambil menggigit bibir.


Kedua bola mata Budiman terus menyapu tubuh Heny dan juga Nita, tiba-tiba sebuah senyuman jahat terlintas di matanya.


“Tante, aku akan membelikan minuman untuk kalian.”


Budiman kemudian pergi membeli dua gelas teh susu dan diam-diam memasukkan obatnya.


Ketika Heny sedang menarik Nita, dia melihat Budiman membawa dua gelas teh susu.


Heny pun segera tersenyum, karena kondisi cuaca yang sangat panas, mereka berdua pun segera meminumnya. Heny lalu berkata, “Nita, ayo kita pulang! Kita harus menunggu Nenek mengumumkan pernikahan kalian. Kamu lihat saja sendiri, Budiman sangan baik dan juga perhatian, dia bahkan membelikan teh susu dingin karena tahu cuaca yang panas.”

__ADS_1


Setelah melontarkan ucapannya, Heny tiba-tiba merasa seluruh tubuhnya lemas dan tidak bisa berdiri dengan baik.


Nita juga mengalami hal yang sama, kedua tangannya mulai gemetar dan tidak sanggup memegang minumannya dengan baik.


__ADS_2