Menantu Yang Menyembunyikan Identitas

Menantu Yang Menyembunyikan Identitas
Bab 50 Harus Memikirkan Cara?


__ADS_3

“Awalnya aku merasa sakit, lalu ketika mengira kamu yang melakukannya, aku mulai mengikutinya ….”


Setelah mengatakan ini, Dewi pun merasa tidak nyaman. Di saat yang sama, melihat cermin fengsui, Dewi juga mulai mencurigai Arief.


Yanto tidak berbicara, dia hanya memeluk Dewi dengan erat. Yanto mengepalkan tinju dan hampir saja berdarah. Hal ini berhubungan dengan nama baik istrinya, dia tidak boleh menyebarkan hal ini.


Cara terbaik adalah menyelidiki sendiri.


Lalu, Yanto tidak pernah menyangka bahwa percakapan dirinya dan Dewi terdengar jelas oleh dua orang pelayan di luar pintu. Saat ini, mereka berdua saling bertatapan.


Pada jamuan pernikahan di siang hari, Dewi melihat kedua pelayan itu sangat lelah dan membiarkan mereka beristirahat dulu.


Jadi ketika Doni menodai Dewi, kedua pelayan itu tidur di kabin di luar tanpa menyadarinya. Mereka terbangun ketika mendengar suara teriakan Yanto.


Pada saat ini, kedua pelayan diam-diam kembali ke gubuk. Lagi pula, mereka baru saja mendengar sesuatu yang tidak boleh didengar, sehingga mereka tidak boleh ketahuan.


Keesokan paginya, kabar pencemaran Dewi sudah tersebar di Keluarga Burton.


Doni yang merasa bersalah langsung bergegas datang bersama Jeslin ketika mendengar beritanya.


Mereka berpura-pura mengunjungi dan berbela sungkawa kepada Yanto, tetapi sebenarnya mereka diam-diam mencari informasi.


“Adik ketiga, aku mendengar sesuatu terjadi di sini tadi malam, ada apa?” begitu memasuki ruang tamu, Doni langsung menanyakannya.


Jeslin lalu masuk ke kamar tidur dan berpura-pura menghibur Dewi.


Yanto awalnya tidak ingin mengatakannya, tapi karena masalah ini tidak bisa ditutupi, dia terpaksa membicarakan hal ini dengan kesal.


“Arief bajingan! Kenapa dia sampai melakukan hal ini?” Doni langsung marah besar ketika mendengar penjelasan Yanto.


Yanto menghela napas. “Kakak, kakak kedua hanya dicurigai, belum tentu dia yang melakukannya.”


“Adik ketiga, sampai sekarang kamu masih percaya kepadanya?” tanya Doni dengan wajah suram.


Pada saat ini, Jeslin keluar dari kamar tidur. “Sekarang buktinya sudah kuat, siapa lagi kalau bukan Arief? Dia satu-satunya yang mengerti fungsi cermin fengsui itu. Menurut dugaanku, dia pasti ingin mencuri cermin fengsui ini. Lalu, ketika melihat adik ipar minum terlalu banyak, dan muncul pikiran jahat ....”


Pada saat ini, wajah Jeslin penuh dengan penghinaan dan jijik, dan dia melanjutkan, “Aku mendengar bahwa sampah ini telah menikah selama tiga tahun, tetapi dia bahkan belum menyentuh tangan istrinya. Karena menahan diri terlalu lama, dia tiba-tiba melihat seorang wanita kecil yang tidak berdaya, pasti ....”


“Adik ketiga, jangan khawatir, Kakak akan membantumu mendapatkan keadilan untuk masalah ini.,” ucap Doni dengan sigap.


Jeslin mengangguk dengan cepat. “Ya, bajingan ini tidak bisa dibiarkan.”


Ekspresi Yanto sangat jelek.


Awalnya, Yanto masih memiliki secercah harapan untuk Arief di hatinya, karena dia memiliki hubungan paling baik dengan kakak keduanya. Namun sekarang, buktinya sangat kuat! Saat ini, dia benar-benar terguncang oleh omongan Doni dan istrinya.


Yanto tidak berbicara, tapi mengangguk tanpa suara.


Melihat reaksi Yanto, Doni dan Jeslin pun tersenyum.


...


Hari berikutnya. Perusahaan Net Media, Kantor Presiden Direktur.

__ADS_1


Arief memegang Rumput Jiwa di tangannya.


Kata Guntur, Arief akan menjadi kultivator setelah mengkonsumsi Rumput Jiwa ini.


Tanpa diduga, dia menyelamatkan Novia dan mendapat balasan dari merek. Rumput ini juga bisa dijual dengan harga tinggi di pasaran, ‘kan?


Arief memakannya sambil berpikir.


Setelah setengah jam kemudian, Arief menghela napas dan tersenyum.


Dia sudah benar-benar menjadi seorang kultivator sekarang, tapi yang tidak disangka oleh Arief adalah karena dia telah meminum Pil Kunlun dari Vincent sebelumnya, fisiknya sudah lebih kuat dari yang lain, dan kini aura Rumput Jiwa telah diserap oleh dirinya sendiri. Tidak hanya menjadi seorang kultivator, tetapi juga mencapai Tingkat Guru kedua sekaligus.


Orang biasa akan mencapai Tingkat Guru kesatu setelah menjadi kultivator, tetapi Arief langsung mencapai tingkat kedua.


Arief meninggalkan perusahaan dengan senang dan pulang ke vila Keluarga Kimberly.


Setelah menghadiri acara pernikahan adiknya, Arief merasa pengantin baru cukup bahagia, sehingga dia pun teringat akan Nita.


Namun saat ini, di vila Keluarga Kimberly, sedang diadakan pertemuan keluarga.


Untuk mengatasi masalah keuangan, saham Keluarga Kimberly diakuisisi oleh Pandu, pemilik Perusahaan Teknologi Utama sebesar 51 persen.


Kini masalah keuangan telah teratasi, namun Keluarga Kimberly hanya memiliki 49 persen saham. Dengan jumlah saham yang sedikit, dividen yang didapatkan juga sangat rendah.


Pada titik ini, di vila Keluarga Kimberly, Nenek memanggil semua orang untuk berkumpul.


“Belakangan ini, lebih dari setengah pendapatan perusahaan Keluarga Kimberly telah jatuh ke kantong Perusahaan Teknologi Utama. Kita tidak bisa terus begini, apakah kalian punya cara yang lebih baik?”


Pada saat ini, Nenek duduk di sana, melihat pada semua orang, dan berkata dengan suara yang dalam.


Bisnis Keluarga Kimberly telah jatuh ke tangan Pandu.


Pandu juga bukan orang biasa, dan Nenek ingin mendapatkan kembali kekuasaan darinya, yang merupakan omong kosong.


Pada saat ini, David memutar bola matanya dan berdiri, “Nenek, aku punya ide.”


“Baik. Coba ceritakan apa idemu, David.” ucap Nenek yang terlihat senang.


Terakhir kali, David dihukum karena acara pertunjukkan Cindy, membuat dia tidak dapat berpartisipasi dalam urusan keluarga. Namun sekarang, masalah ini lebih khusus karena menyangkut hidup mati semua anggota Keluarga Kimberly, sehingga Nenek tidak memedulikannya lagi.


Yang lebih penting, Nenek sangat menyayangi David.


Sikap Nenek membuat David merasa senang. Dia lalu berkata dengan perlahan, “Nenek, 51 persen dari bisnis Keluarga Kimberly dimiliki oleh Pandu. Sehingga Keluarga Kimberly harus hidup dengan menghormati Pandu. Kita tidak akan bisa bangkit dengan mudah, tetapi kita bisa memilih untuk menyerahkannya.”


“Menyerahkannya?”


Nenek mengerutkan keningnya, beberapa ekspresi anggota Keluarga Kimberly juga berubah.


David kemudian melanjutkan, “Bukankah kita masih memiliki saham 49 persen? Kita bisa menjual 20 persen, kemudian menggunakan uang itu untuk membuka perusahaan baru, atau berinvestasi di tempat lain. Setelah perusahaan baru menjadi besar, Keluarga Kimberly kita akan segera berjaya kembali.”


Wah!


Perkataan itu membuat orang-orang heboh dengan mata yang berbinar.

__ADS_1


Nenek juga tersenyum gembira dan menyetujuinya. “David memang pintar. Ide ini tidak buruk, tidak buruk ….”


Pada saat ini, tiba-tiba ada yang berkata, “Ide ini memang tidak buruk, tapi siapa yang akan membeli saham itu?”


Perkataan itu kembali membuat beberapa anggota Keluarga Kimberly menghela napas.


David tersenyum tipis dan berkata, “Sebenarnya, hal ini tidak sulit. Aku punya teman yang memiliki kemampuan yang cukup untuk membeli 20 persen saham kita.”


Nenek menjadi segar kembali dan dengan cepat bertanya, “Siapa itu?”


Pada saat yang sama, mata semua orang di sekitar mereka kembali tertuju pada David dan terlihat kaget.


David sangat menikmati perasaan dipuji semua orang. Dia berkata dengan bangga, “Temanku ini membuka tempat seni bela diri, namanya Lukas.”


Hah?


Lukas?


Semua orang langsung heboh ketika mendengar nama itu.


Siapa Lukas? Dalam beberapa tahun terakhir, seorang ahli seni bela diri terkenal yang telah memenangkan gelar juara tiga kali berturut-turut dalam kompetisi seni bela diri. Dojo Kastora yang didirikan memiliki puluhan cabang di seluruh negeri, bahkan ada beberapa di Kota Malang.


Orang seperti itu memang cukup kuat untuk membeli 20 persen saham bisnis Keluarga Kimberly.


Pada saat ini, Keluarga Kimberly terkejut dan tidak bisa tidak memuji David.


“Aku tidak menyangka David punya teman seperti itu.”


“Koneksi David benar-benar berbeda.”


“Aku harus mengatakan bahwa David memang memiliki sekumpulan teman untuk hebat, haha.”


Di bawah kekaguman semua orang, Nita duduk di sana dengan wajah tenang. Dia merasa bahwa Keluarga Kimberly bisa menjalankan perannya, dan tidak perlu menjual sahamnya. Namun sekarang, melihat niat semua orang yang ingin menjual saham. Dia juga tidak bisa menyela.


“David, kalau begitu, segera telepon Tuan Lukas sekarang juga.” saat itu, Nenek berkata sambil tersenyum.


David mengangguk, dan segera mengeluarkan ponselnya dan melakukan panggilan.


Panggilan tersambung dengan cepat.


Untuk memamerkan koneksinya, David sengaja menyalakan pengeras suara.


“Kak Lukas, aku David. Aku ingin membicarakan bisnis denganmu, apa kamu tertarik?” tanya David sambil tersenyum.


Dari seberang telepon terdengar suara tertawa Lukas. “Haha, dengan hubungan kita yang baik, aku tentu saja akan bekerja sama dengan Kak David.”


Ucapan itu membuat David semakin senang. “Bagus. Sekarang, kamu bisa datang ke vila Keluarga Kimberly. Kita akan membicarakan secara tatap muka.”


“Baik. Kebetulan aku sedang berada di Kota Malang, aku akan segera ke sana,” ucap Lukas dengan senang.


Setelah memutuskan teleponnya, David berkata kepada Nenek, “Nenek, sudah selesai. Orangnya akan segera datang sebentar lagi.”


Nenek sangat senang, cucu sulungnya yang paling dicintai memang memiliki kemampuan, jadi dia mengangguk sambil tersenyum, “Oke, jika kita berhasil menjual saham kepada Lukas nanti, David, kamu adalah pahlawan besar Keluarga Kimberly kita, maka Nenek akan pasti memberikan imbalan kepadamu.”

__ADS_1


David sangat gembira, “Terima kasih, Nenek.”


__ADS_2