Menantu Yang Menyembunyikan Identitas

Menantu Yang Menyembunyikan Identitas
Bab 7 Memberikan Tempat Duduk


__ADS_3

Mendengar Shinta memarahi Arief, Nita berkata dengan pelan: “Shinta, jangan bicara lagi.”


Di acara tahunan kemarin, David menyerang pakaiannya, Arief yang berdiri keluar dan membelanya.


“Kak Nita, kamu terlalu baik. Kalau aku jadi kamu, aku pasti sudah cerai dari awal.” Kata Shinta dengan nada dingin: “Kamu menikah lama dengannya, sampai sekarang tidak ada hubungan antar suami istri, setiap hari kamu harus berhadapan dengan sampah ini, mana bisa tahan?”


“Shinta.” Saat ini, Arief akhirnya tidak tahan dan menatapnya dengan tajam.


Tidak bisa dipungkiri, Shinta memang cantik. Saat ini dia sedang memakai rok pendek yang ketat, paha mulusnya terpampang nyata, begitu indah.


“Perusahaan istriku membutuhkan 10 miliar, kenapa kamu bisa tahu aku tidak sanggup membantunya?” Arief berkata sambil tersenyum: “Aku ingat kamu pernah bilang kalau aku bisa memberikan 10 miliar, kamu akan memanggilku Ayah?”


“Betul, aku yang bilang.” Shinta berdiri: “Ayo keluarkan, kalau tidak bisa, kamu harus memanggilku Ibu?”


“Maaf.” Arief duduk di kursi dengan santai, dia mengangkat kantong yang kotor itu dan menuangkan keluar isinya ke meja.


Dan di saat itu, seluruh ruangan menjadi sunyi!


Satu per satu ikat uang terjatuh keluar seperti air terjun, bahkan tidak muat di sofa dan terjatuh ke lantai.


“Ini…ini…”


Nita menatapnya dengan tatapan tidak percaya, dia tidak bisa mengatakan apa pun!


“Uang…benar-benar 10 miliar?!” Saat ini Heny juga mendekat, wajahnya yang marah lebih berkurang.


Lalu saat ini, Shinta dan Wulan merasa lemas. Uang tunai 10 miliar di hadapannya, perasaan ini sangat susah untuk diutarakan.


“Panggil, coba panggil.” Kata Arief sambil merapikan rambutnya.


Shinta baru sadar dari bengongnya tadi.


Dia melihat ke Arief dan berkata dengan nada dingin: “Arief, kamu jangan kira aku tidak tahu. Kak Nita memberikanmu 400.000 sehari. Sepertinya asal usul uangmu ini tidak bersih kan?”


Ucapan ini membuat tubuh Nita bergetar. Dia berjalan ke depan dan menarik Arief ke kamar.


Setelah menutup pintu kamar, Nita berkata dengan pelan: “Arief, darimana kamu mendapatkan uang itu? Itu uang kotor?”


“Bersih, tenang saja. Aku pinjam dari temanku.” Kata Arief sambil menghela nafas.


Dia sekarang adalah CEO perusahaan Net Media, tapi dia tidak ingin mengungkap identitasnya. Karena dengan begitu, Nita akan menganggap Arief hanya bernasib baik.

__ADS_1


“Teman? Teman dari mana?” Nita menghentakkan kaki: “Menikah selama ini, aku tidak tahu kamu masih punya teman?”


Dada Arief terasa sakit. Memang betul, sejak dikeluarkan dari keluarga besar, semua teman di sampingnya menghindarinya terus.


Mungkin karena harga dirinya terluka, Arief berbalik dan berjalan keluar. Ketika sampai depan pintu, dia berkata: “Dulu teman sekolah, sekarang dia sudah sukses punya uang, jadi dipinjamkan ke aku. Kamu pakai saja dulu.”


Keluar dari kamar, dia mendengar Nita berkata dengan pelan: “Uang ini aku akan kembalikan secepatnya.”


Di ruang tamu, Shinta dan Wulan sudah pergi.


“Masih belum panggil Ayah, tidak berani main ternyata.” Arief bergumam dan duduk di sofa sambil bermain ponsel.


Kota Malang beberapa hari ini sangat tidak tenang.


Siapapun tahu kalau perusahaan entertainment terbesar di kota Malang berganti bos baru. Banyak perusahaan iklan yang datang untuk mencari kerja sama.


Tetapi bos baru ini sangat aneh, bahkan rekan kerja sama yang dulu juga ditolak.


Semua perusahaan tidak ingin menyerah, karena sekarang perusahaan Net Media tidak punya rekan kerja sama. Kalau bisa bekerja sama dengan mereka, maka bisa mendapatkan potongan kue besar!


Yang datang untuk bekerja sama semuanya keluarga kelas satu di kota Malang. Tapi tidak disangka, keluarga Kimberly kelas dua juga datang bekerja sama. Dikabarkan bahwa keluarga Kimberly mengutus David dan sudah diusir oleh perusahaan Net Media, sekarang mereka tidak mau menyerah dan mengutus Nita untuk bekerja sama, benar-benar tidak tahu malu.


Ketika semua orang sedang menunggu lelucon Nita, ternyata sebuah kabar mengejutkan keluar!


Kabar ini menghebohkan seluruh kota Malang! Gila ya? Mereka bekerja sama dengan keluarga kelas dua?!


Nita juga kaget dan senang, dia bahkan tidak sempat bertemu dengan CEO perusahaan Net Media, tapi sekretaris CEO memberitahunya besok datang tanda tangan kontrak.


Kota Malang, Hotel Royal.


Ini adalah hotel paling terkenal di kota Malang, biaya per orang bisa lebih dari 2 juta! Hari ini nenek keluarga Kimberly sangat senang, dia mereservasi seluruh hotel untuk merayakan keberhasilan Nita. Dia memberitahu semua orang keluarga Kimberly harus hadir! Bukan hanya begitu, dia juga mengundang banyak tamu lain. Perlu diketahui, bisa kerja sama dengan perusahaan Net Media, ini adalah hal yang sangat membanggakan, dia ingin sekali semua orang tahu!


Di dalam hotel, Nita menjadi pusat perhatian dan duduk di meja pertama.


Arief mengikutinya dari samping, baru aja duduk, dia langsung mendengar suara teriakan dari belakang.


“Berdiri, memang ini tempat yang bisa kamu dudukin? Cepat berikan tempat kepada Bu Fransiska.”


Orang yang berbicara adalah David. Hanya saja di sampingnya berdiri seorang wanita muda yang cantik.


Melihat wanita ini, Heny langsung berdiri dan berkata kepada Arief: “Cepat berikan tempat duduk! Dasar tidak tahu diri.”

__ADS_1


Heny tahu wanita ini tidak boleh disinggung. Dia adalah tamu yang diundang oleh nenek, Nona besar keluarga Salim, Fransiska.


Keluarga Salim sejak dulu menjalankan bisnis barang antik, dikabarkan semua barang antik keluarga Salim kalau dijual bisa seharga 4 triliun lebih!


Kali ini Fransiska datang ke sini karena undangan nenek keluarga Kimberly. Dia langsung melihat Nita, karena Nita sedang memakai sepasang sepatu yang sangat cantik. Bukankah itu Crystal Love?


Fransiska menyukai Crystal Love, semua orang tahu akan hal itu. Tapi dia tidak memilikinya, bukan karena dia tidak sanggup membelinya, karena Crystal Love hanya ada 99 pasang di seluruh dunia! Perlu diketahui, sepasang sepatu ini tidak bisa dibeli hanya dengan uang, diperlukan koneksi yang kuat untuk membelinya.


“Awas, kamu buta ya? Gak lihat Bu Fransiska?” David melihat Arief tidak merespon, dia langsung marah dan berteriak dengan keras.


Arief sedang makan kuaci dan seperti tidak mendengarnya.


Melihatnya, Heny langsung marah: “Kamu tuli ya? Kamu tidak dengar ucapan David?”


Kalau karena Arief dan menyinggung Fransiska, hal ini tidak bisa dimaafkan! Walaupun Arief meminjam 10 miliar, tapi di dalam hati Heny, dia masih saja seorang sampah. Hanya saja karena keberuntungan yang baik, dia punya seorang teman yang kaya.


“Kalau tidak, kamu geser sedikit…” saat ini, Nita juga melihat ke Arief.


“Baik.”


Melihat Nita berbicara, Arief tersenyum dan berjalan ke arah meja di belakangnya.


David tersenyum, dia menarik kursi dan berkata: “Bu Fransiska, Anda cepat duduk. Orang tadi itu adalah menantu keluarga Kimberly, setiap hari hanya tahu makan dan minum gratis di keluarga Kimberly kami, setiap hari seperti bos saja, sebenarnya dia itu orang bodoh, Anda jangan marah karenanya.”


“Iya.” Fransiska mengiyakan dan duduk di kursi, tatapannya terjatuh di Crystal Love.


Cantik sekali. Wanita manapun yang memakai sepatu ini pasti akan naik beberapa tingkatan.


“Nona Nita, sepatu ini…” Fransiska akhirnya tidak tahan dan berkata: “Sepatu ini kamu beli di mana?”


Nita tersenyum pelan, di dalam hatinya sangat senang. Semua orang tahu, Fransiska adalah wanita cantik yang terkenal di kota Malang, tapi sekarang tatapannya yang dipenuhi kekaguman itu pasti membuat Nita senang.


“Hadiah dari seorang teman.” Kata Nita dengan pelan.


“Kalau, kalau begitu mohon kepada temanmu, bisakah belikan sepasang untukku?” Fransiska berkata, “Tenang saja, aku tidak akan membiarkan temanmu sia-sia, aku akan membayar dua kali lipat.”


Suaranya tidak besar, tetapi orang di beberapa meja langsung melirik ke sini.


Crystal Love, harga lelang 60 miliar! Sekarang mau dibeli dengan harga dua kali lipat, Keluarga Salim memang memiliki keuangan yang kuat.


Lalu Fransiska dan Nita, dua orang wanita yang duduk bersama ini, benar-benar sangat menarik perhatian. Fransiska memakai rok pendek, kedua paha mulusnya tidak tahu menarik perhatian berapa banyak pria di sini. Mereka berdua memiliki kecantikan masing-masing.

__ADS_1


“Anakku, apa yang kamu pikirkan, cepat telepon temanmu.” Heny berkata. Ini adalah kesempatan baik untuk berteman dengan Nona besar keluarga Salim.


Nita menggigit bibir bawah dan mengangguk. Dia mengeluarkan ponselnya dan menelepon Budiman.


__ADS_2