Menantu Yang Menyembunyikan Identitas

Menantu Yang Menyembunyikan Identitas
Bab 69 Setia Kawan!


__ADS_3

Sialan! Luntoro datang!


Ketika Arief sedang buang air kecil, suara dentuman keras diikuti pintu kamar mandi yang terbuka.


“Luntoro, apa kamu sudah gila? Aku adalah Raja Timur!” Arief masih ingin berpura-pura walaupun dia sendiri juga tidak tahu apa itu Raja Timur.


Luntoro pun mendengus dingin, “Terus saja berpura-pura. Apakah kamu merasa hebat ketika berpura-pura menjadi Raja Timur? Hari ini aku akan membuatmu menangis.”


Saat berbicara, Nita, Fransiska dan Shinta sudah diikat erat-erat di ruang tamu.


Belasan murid Sekte Minglahi mengepung mereka bertiga.


Huh!


Arief sangat panik. Namun, dia juga tahu kalau dirinya tidak bisa menang melawan Luntoro. Dia menarik napas dalam-dalam dan menenangkan dirinya.


Luntoro tersenyum dingin dan berkata kepada Arief, “Sini sini, masuk.”


Sambil berkata, dia berjalan masuk ke kamar tidur bersama Arief.


Dia ingin berbicara empat mata dengan Arief karena dirinya mencuri buku Sembilan Naga Terbang Ke Langit milik Raja Sekte. Luntoro menyembunyikan rahasia ini dengan baik dan bawahannya juga tidak tahu. Bagaimanapun, mencuri kitab rahasia milik Raja Sekte adalah hukuman mati. Sampai sekarang, Luntoro masih sangat berhati-hati. Dia menutup pintu dan menatap Arief dengan dingin.


“Di mana kitab rahasianya?” tanya Luntoro sambil mengepalkan tangannya.


“Kitab rahasia apa?” tanya Arief berpura-pura.


Tatapan Luntoro terlihat sangat dingin. “Arief, jangan mencoba batas kesabaranku. Aku bisa memaafkanmu karena berpura-pura menjadi Raja Timur, tetapi kamu harus mengembalikan buku Sembilan Naga Terbang Ke Langit. Kalau tidak, aku akan menggunakan caraku.”


Setelah terdiam sesaat, Luntoro tersenyum jahat dan berkata, “Sepertinya tiga wanita di depan sana memiliki hubungan denganmu. Sebelum membunuhmu, aku bisa mempermainkan mereka. Biar kuberi tahu, semua anak buahku sudah lama tidak melihat wanita.”


Sialan!


Setelah mendengarnya, Arief pun memarahinya dalam hati. Setelah itu, dia menghela napas dan berkata, “Baiklah. Aku akan mengembalikannya. Tapi, aku tidak membawanya dan ada di tempat lain.”


“Kamu sedang mempermainkanku, ya?” tanya Luntoro dengan nada dingin dan tatapan mengerikan.


Arief menunjukkan ekspresi tidak berdaya, “Aku benar-benar tidak membawanya.”


“Baiklah! Aku akan memberikanmu waktu setengah jam untuk membawa bukunya. Kalau tidak, kamu akan melihat siaran langsung anak buahku bermain dengan ketiga wanita di luar sana,” ucap Luntoro dengan nada dingin.


Arief menggelengkan kepala tanpa tak berdaya. Sekarang, dia terpaksa mengembalikan buku ini kepadanya. Lagi pula, dia sudah menghafal dan mempelajari kitab rahasia itu.


Ketika akan membuka pintu kamar tidur, dia tiba-tiba mendengar suara dentuman.


Luntoro yang memancarkan aura kuat tiba-tiba terjatuh ke lantai dengan tubuh yang terus gemetar. Raut wajahnya terlihat sangat menderita dan dia juga mendesah.


“Ah!” Luntoro berguling di lantai tanda sangat menderita.


Sialan! Apa yang terjadi?


Kenapa orang yang baik-baik saja tiba-tiba terjatuh?’


Luntoro terus berguling di lantai dengan keringat yang sudah membasahi seluruh tubuhnya. Dia tidak pernah menyangka efek racun dari Pil Minglahi akan aktif sekarang.


Semua murid Sekte Minglahi akan menelan Pil Minglahi.


Pil Minglahi adalah pil yang diciptakan oleh Raja Sekte dan memiliki efek beracun. Setelah menelannya, mereka harus mengonsumsi penawar setiap setahun sekali. Kalau tidak, semua pembuluh darah akan pecah dan mati di tempat.


Penawarnya juga hanya dimiliki oleh Raja Sekte seorang! Jadi, semua murid Sekte Minglahi sangat setia kepada Raja Sekte, karena Raja Sekte mengendalikan nyawa mereka. Kalau mereka membuat Raja Sekte marah, mereka pasti akan mati karena tidak mendapatkan penawar.


Lalu hari ini, adalah hari di mana Luntoro harus mengonsumsi penawarnya.


Awalnya, berdasarkan rencana Luntoro, dia akan kembali ke markas pusat dan bertemu Raja Sekte. Ketika mendapatkan penawar Pil Minglahi, dia akan mengembalikan buku “Sembilan Naga Terbang Ke Langit” yang dicuri secara diam-diam ke tempat terlarang markas pusat.


Dengan begitu, tidak ada yang akan tahu.


Namun, jadwalnya tertunda karena Arief mencuri kitab rahasia itu. Karena tidak mengonsumsi penawar, dia pasti akan mati.


Luntoro terus gemetar dan memelototi Arief dengan tatapan penuh kebencian. Saat ini, Arief juga sedang memperhatikannya.


“Tuan Luntoro, sepertinya kondisimu ini disebabkan oleh Pil Minglahi, bukan?” tanya Arief sambil tersenyum.


Apa?

__ADS_1


Bagaimana mungkin Arief tahu tentang Pil Minglahi?


Luntoro tercengang.


Namun saat ini, dia terpaksa mengangguk sambil menahan rasa sakitnya.


Ternyata benar Pil Minglahi.


Arief bergumam dalam hati.


Di dalam buku “Alkimia Tak Terbatas” terdapat sebuah pil yang bernama Pil Minglahi. Kondisi racun menyerang akan terlihat seperti kondisi Luntoro sekarang.


Namun, buku “Alkimia Tak Terbatas” juga mencatat tentang penawar Pil Minglahi. Penawarnya sangat mudah dibuat. Bunga Dua Warna yang didapatkan dari penjual itu adalah bahan utama penawarnya.


Arief tersenyum dan berkata, “Aku akan memberimu penawar Pil Minglahi. Tapi kamu harus berjanji untuk melepaskan ketiga wanita di depan itu.”


Hah?


Bocah ini punya penawar Pil Minglahi?


Bagaimana mungkin?


Pil Minglahi dan penawarnya adalah teknik rahasia milik Raja Sekte Minglahi. Bahkan istri Raja Sekte juga tidak tahu.


Dari mana dia mendapatkan penawarnya?


“Baik, aku berjanji. Tolong aku, tolong aku ….”


Luntoro terlihat sangat kesakitan. Ketika racun ini menyerang, otot dan pembuluh darah seperti dipenuhi oleh ribuan semut, yang sangat menyakitkan. Selama bisa diselamatkan, dia menjanjikan apa pun kepada Arief.


Walaupun tiga wanita di depan sangat cantik, dia tetap lebih memilih nyawa sendiri.


“Aku tanya sekali lagi! Kalau aku memberikan penawarnya, apakah kamu akan melepaskan mereka bertiga? Bagaimanapun, kamu adalah ketua sekte cabang, jadi tidak akan mengingkari janji, bukan?” tanya Arief dengan perlahan.


“Aku berjanji! Tolong selamatkan aku ….” Badan Luntoro sudah penuh dengan keringat. Dia juga berusaha sekuat tenaga untuk berbicara.


“Baik. Aku akan percaya padamu sekali.”


Setelah itu, Arief berjalan ke depan kompor dan menyalakan kompornya. Dia mengeluarkan Bunga Dua Warna dan mulai mengolah ramuan pilnya.


Setelah memasukkan Bunga Dua Warna ke dalam, Arief berkata sambil menyiapkan bahan yang lain.


Bahan penawar Pil Minglahi, selain Bunga Dua Warna, juga dibutuhkan cuka, kelopak bunga peony dan yang lain-lain.


Melihat Arief sedang memasak ramuan pil, Luntoro yang berbaring di lantai pun tertegun.


Memasak ramuan penawarnya langsung?


Bocah ini benar-benar bisa ataukah sedang berpura-pura?


Selain Raja Sekte, ada orang kedua yang bisa membuat Pil Minglahi dan penawarnya?


Benak Luntoro dipenuhi oleh pertanyaan. Akhirnya, sebuah pil muncul di tangan Arief.


“Makanlah.” Arief memberikan pil ke samping mulutnya dengan ekspresi tenang. Sebenarnya, Arief juga merasa sedikit tegang.


Kalau obatnya tidak berhasil dan Luntoro mati, semua anggota Sekte Minglahi di luar kamar pasti akan mengira dirinya membunuh Luntoro. Saat itu, dia juga tidak bisa melawan lagi.


Namun, fakta membuktikan bahwa kekhawatiran Arief sia-sia.


Tidak sampai 5 menit, wajah pucat Luntoro sudah membaik. Tubuhnya juga mulai berhenti gemetar.


Arief menghela napas. Sepertinya buku “Alkimia Tak Terbatas” ini benar-benar harta karun. Dia sudah berhasil menciptakan dua pil, Pil Dewa dan Pil Minglai. Kedua pil ini juga berhasil.


“Terima kasih, terima kasih.” Saat ini, Luntoro akhirnya bisa berdiri.


Apa yang terjadi selanjutnya membuat Arief tertegun.


Luntoro langsung berlutut dengan air mata yang mengalir turun.


“Arief … oh bukan. Kak Arief, mohon selamatkan semua teman-teman saya juga. Mereka juga mengonsumsi Pil Minglahi dan lebih telat satu hari dari saya. Kalau tidak ada penawarnya, mereka semua akan mati. Saya mohon, saya mohon pada Anda ….”


Dia langsung bersujud tiga kali.

__ADS_1


Arief menghela napas dan menundukkan kepalanya.


Sebenarnya, dia tidak memiliki kesan baik terhadap Sekte Minglahi. Sekte Minglahi terus melakukan kejahatan dan dibenci semua orang.


Namun sekarang, Arief pun menghela napas ketika melihat Luntoro yang terus bersujud.


Mengabaikan Sekte Minglahi yang jahat atau buruk, Luntoro benar-benar seorang pria yang setia kawan. Sebagai ketua sekte cabang, dia berlutut kepada orang lain dengan bawahannya.


Setia kawan!


Arief pun mengangguk. “Tuan Luntoro, aku sangat kagum karena kamu memikirkan anak buahmu. Hanya saja … aku membutuhkan satu bahan penting untuk membuat penawar Pil Minglahi, yaitu Bunga Dua Warna tadi.”


Luntoro langsung menunjukkan ekspresi senang. “Kak Arief! Tamanan ini tidak sulit dicari. Saya tahu satu tempat yang penuh dengan Bunga Dua Warna, tetapi sangat berbahaya karena dipenuhi oleh banyak hewan buas. Tapi, saya akan menyuruh anak buah saya untuk mendapatkannya atau saya juga bisa membawa Kak Arief pergi memetiknya.”


Arief langsung senang.


Perlu diketahui, Bunga Dua Warna ini merupakan bahan utama berbagai pil.


Kalau mendapatkan Bunga Dua Warna, dirinya bisa menciptakan banyak pil yang lain.


Bagi Arief, hal ini sangat luar biasa.


“Saya akan segera menyuruh yang lain untuk pergi memetik Bunga Dua Warna,” ucap Luntoro dengan antusias. Ketika berbalik dan ingin berjalan pergi, Luntoro tiba-tiba berhenti dan membungkuk kepada Arief. “Kak Arief, awalnya hari ini saya datang mencari masalah dengan Anda. Tetapi Anda justru menyelamatkan saya. Hal ini membuat saya sangat kagum. Mulai hari ini, saya putuskan untuk mengikuti Kak Arief.”


Pada akhirnya, mata Luntoro menunjukkan sedikit paksaan, “Kak Arief, Anda bisa menjadi ketua sekte cabang kami! Anda dapat menggantikan posisi saya.”


Apa?


Bergabung dengan Sekte Minglahi dan menjadi ketua sekte cabang?


Arief tertegun dan ingin menolaknya.


Semua orang tidak menyukai Sekte Minglahi, dirinya juga tidak boleh ikut terseret. Namun, dia juga harus mencari alasan untuk menolaknya ….


Arief tersenyum dan berkata, “Jangan bercanda, Tuan Luntoro. Apakah posisi ketua sekte cabang bisa diberikan begitu saja? Apakah bukan diberikan oleh Raja Sekte?”


Luntoro menggelengkan kepalanya. “Kak Arief mungkin tidak tahu. Di Sekte Ilahi, hanya Dua Utusan Yin Yang dan Empat Pengawal Raja yang ditugaskan langsung oleh Raja Sekte. Terkait ketua sekte cabang, selama semua murid lain mengakuinya, kita bisa memilih ketua sekte cabang sendiri. Kita juga hanya pergi melaporkan hal ini kepada Pengawal Raja saja. Cabang sekte Kota Malang berada di bawah Pengawal Harimau Putih. Kalau Kak Arief setuju, aku akan melaporkan hal ini kepada Pengawal Harimau Putih. Bagaimana menurut Kak Arief?”


“Ini ….”


Luntoro terlihat sedikit kecewa. “Sepertinya Kak Arief menganggap kami sebagai orang jahat dan tidak ingin berteman dengan kami. Hal ini juga wajar.”


Arief segera melambaikan tangannya, “Tidak tidak. Tuan Luntoro salah paham. Aku tidak meremehkan kalian.”


Setelah itu, Arief pun menggigit bibirnya. “Baik. Aku setuju.”


Dia benar-benar tidak bisa menolaknya.


Dia tidak bisa menolak sekumpulan orang yang setia kawan.


“Bagus sekali!”


Luntoro yang senang langsung berlutut di lantai. “Salam kepada ketua sekte cabang.”


“Cepat berdiri ….” Arief segera memapahnya.


Sialan! Kenapa dirinya tiba-tiba menjadi ketua sekte cabang?


Luntoro yang berada di samping terlihat sangat senang. “Kak Arief, aku akan membawa teman-teman pergi dari sini dan pergi untuk memetik Bunga Dua Warna.”


Sambil berbicara, dia segera membawa bawahannya pergi dari sini.


Di ruang tamu, tiga wanita ini masih terikat dengan erat. Mereka pun menghela napas ketika melihat kepergian orang-orang itu. Mereka tidak tahu apa yang terjadi, karena Luntoro dan Arief berbicara di dalam kamar.


Arief berjalan ke ruang tamu untuk melepaskan ikatan mereka sambil tersenyum.


Sebenarnya, konsentrasi dirinya juga sangat kuat. Dia sama sekali tidak goyah ketika melihat tiga wanita cantik yang diikat erat-erat ini.


Dia mencium wangi ketiga wanita ini ketika mendekat.


Fransiska mengenakan gaun panjang dan sangat lembut.


Lalu, Nita memakai jeans ketat yang terlihat seksi.

__ADS_1


Shinta mengenakan rok pendek dengan kedua kaki putih yang sangat memesona. Para murid Sekte Minglahi hampir saja kehilangan kendali ketika melihat mereka bertiga.


__ADS_2