Menantu Yang Menyembunyikan Identitas

Menantu Yang Menyembunyikan Identitas
Bab 17 Hadiah Arief


__ADS_3

“Sini, biar aku lihat.”


Nenek akhirnya tidak bisa menahan diri lagi. Dia berteriak pelan, para junior langsung memberikan jalan.


Nenek memegang kacamatanya dan menatapnya tanpa berkedip.


Tulisan yang kuat dan mengalir seperti air! Ini, ini adalah karya yang sangat luar biasa!


“Tulisan ini, pasti bukan barang palsu.” Hartono mengangkat jempol, wajahnya terlihat sangat senang: “Tidak disangka, bisa melihat tulisan asli Faiz. A di sini!”


“Iya! Biasanya hanya bisa dilihat di museum!”


“Cantik sekali, bisa menuliskan tulisan seperti ini, pantesan disebut jenius!”


Pujian yang terus datang membuat Nenek semakin senang!


“Bagus, bagus, bagus!” Nenek mengatakan tiga kali bagus, dan menyimpan gulungan itu dengan hati-hati. Dia berkata kepada bawahan: “Cepat, masukkan ke dalam kotak, harus pelan-pelan!”


“Siap.” Beberapa bawahan langsung mengangguk, mereka tidak berani menggunakan tenaga. Karena karya Faiz. A sangat berharga. Kalau rusak, bagaimana mereka mau ganti rugi?!


Nita yang berada di sisi sini menggigit bibir bawah dengan kuat, di dalam hatinya tiba-tiba muncul perasaan terharu.


Budiman menjual perusahaannya, demi membelikan sepasang sepatu untuknya. Sekarang dia memberikan hadiah sebesar ini lagi.


“Oi, kalian cepat lihat, ekspresi Arief lucu sekali, haha!”


Saat ini, David tertawa dan menunjuk ke Arief: “Kalian cepat lihat, di tangannya ada sebuah kotak. Haha, dia juga menyiapkan hadiah untuk nenek juga!”


Mendengar perkataan David, semua orang ikut heboh.


Betul, ekspresi Arief sekarang memang tidak alami.


Bukan karena hal lain, karena Budiman benar-benar tidak tahu malu! Dia bahkan memberikan barang palsu sebagai hadiah?


“Arief, sini, bawa hadiahmu ke sini!”


“Iya! Haha!”


Semua orang melihatnya, di tangan Arief ada sebuah kotak, hanya saja kotak ini kenapa begitu jelek? Haha, seperti dipungut dari tong sampah.


Arief benar-benar jijik, kenapa dia masih begitu pelit di hari ulang tahun nenek?


“Sudahlah, tidak perlu dilihat.”


Arief melambaikan tangannya. Dia sudah melihat jelas ekspresi orang-orang di sini. Tidak peduli hadiah apa yang diberikannya, orang-orang ini pasti akan menyindirnya. Jadi untuk menghindarinya, dia lebih memilih untuk tidak melihatnya.


“Jangan, haha!” David meloncat keluar: “Hari ini ulang tahun nenek, semua hadiah sudah diperlihatkan, hanya sisa kamu! Sekarang istrimu sudah hampir direbut, kamu masih tidak mau menyelamatkannya dengan hadiahmu!”


“Hahaha!”


Ucapannya membuat suara tertawa di sekitar semakin keras.

__ADS_1


Wajah Nita sangat jelek, dia sedikit marah. Dia sudah memberitahu Arief untuk menyediakan hadiah yang bagus. Tetapi dia malah tidak menyiapkannya dengan baik! Sekarang semuanya menunggu untuk menertawakannya!


“Cepat duduk, jangan berdiri saja!” Nita menarik tangan Arief dan berkata dengan pelan.


Heny yang berada di samping juga terlihat marah. Dia berteriak kepada Arief: “Cepat letakan hadiah jelekmu itu di depan pintu, tidak tahu malu kamu.”


“Oh.”


Arief mengiyakan dan mengambil kotak hadiah ke arah pintu masuk. Di sana ada banyak hadiah.


Ketika ingin meletakkan hadiahnya, tiba-tiba David berlari dan merebut kotaknya!


“Haha, jangan pelit dong, coba lihat apa hadiahnya!” kata David dengan semangat, dia membuka kotaknya!


Seketika, semuanya menjadi sunyi!


Semua orang sedang menatap hadiah Arief dan menelan ludah!


Sebuah kipas lipat, tulangnya berwarna hitam, kelihatan sudah berumur.


Kipas lipat dibuka, dan ada lukisan pemandangan tinta tebal di kipas, yang merupakan hari bersalju. Pelukis ini luar biasa! Seharusnya seorang ahli! Tanpa keahlian selama puluhan tahun, tidak mungkin menggambar seperti ini!


Di ujung kipas ada sebuah puisi:


“Satu potong demi satu potong, dua potong tiga potong empat lima potong, enam potong tujuh potong delapan sembilan potong, semuanya menghilang masuk ke dalam alang-alang.”


Di kipasnya juga terdapat belasan cap! Yang paling menarik perhatian adalah, di bagian akhir puisi: Penulis Majapahit!


“Hahaha!”


Juga tidak tahu siapa yang tidak bisa menahan tawa, kemudian diikuti oleh tawa orang lain!


“Haha, lucu sekali, kipas ini dibuat terlalu palsu?! Hahaha!”


“Iya, kipas kerajaan majapahit bisa muncul di sini?! Haha!”


“Kipas seperti ini, bahkan museum sejarah Kota Malang juga tidak berani bilang mereka punya!”


David memegang perutnya dan tertawa dengan senang. Dia menunjuk ke Arief dan berkata: “Kamu konyol sekali. Hahaha, kamu benar-benar gila. Hari ini ulang tahun nenek, kamu bahkan tidak mau mengeluarkan uang? Hahaha, kasih tahu aku, dari mana kamu mendapatkan kipas ini? Hahaha!”


“Titip teman beliin.” Kata Arief.


Betul, awalnya dia ingin memberikan [Tulisan Perdamaian] Faiz. A. Tapi gulungan itu diberikan oleh Austin mereka. Tidak mungkin dia memberikan kepada orang lain lagi, karena akan terlihat tidak menghargai mereka.


Jadi Arief meminta Jessica untuk memilihkan hadiah untuknya.


Siapa tahu, Jessica memberikan kipas ini! dia bilang temannya adalah kolektor besar di dalam negeri. Setelah meminta tolong, akhirnya dia berhasil mendapatkan kipas ini. Raja Majapahit menggunakan kipas ini selama 1 tahun, kipas ini sangat terkenal dan bernama Kipas Tak Terbatas.


“Meminta tolong teman?!” David memegang perut dan menahan tawanya: “Kamu bayar berapa?”


“Tidak perlu bayar. Temanku tidak mau uang.” Arief berkata: “Dia bilang kalau ada waktu, traktir dia saja.”

__ADS_1


David baru sadar kembali, tadi dia hampir pingsan karena tertawa berlebihan.


Hahaha! Semuanya terus tertawa tak henti!


Arief benar-benar konyol. Tidak tahu malu sekali! Haha!


Nenek menatap Arief dengan dingin: “Kamu tahu malu tidak? Nita menikah denganmu, benar-benar sangat sial! Sini, lempar keluar kipasnya!”


“Iya!”


Kedua pelayan mengangguk, mereka langsung melemparkan kipas dan kotaknya keluar!


Orang lain masih saja tertawa tanpa henti. Arief menghela nafas dan kembali ke tempat duduknya.


Nenek yang awalnya masih senang, sekarang mulai merasa malu. Dia melambaikan tangan dan berkata: “Sudah, aku ingin berbicara.”


“Pertama, terima kasih semuanya telah datang ke acara ulang tahunku.” Kata Nenek: “Hari ini semuanya harus senang, makan dan minum enak! Hari ini ada dua orang yang melamar kepada keluarga Kimberly ku. Aku sudah mengerti, setelah acara selesai, akan kita bicarakan.”


Berbicara sampai di sini, nenek lalu berdiri: “Semuanya! Hari ini kalian membawakan hadiah, aku juga tidak boleh pelit. Aku sudah menyiapkan makanan dan minuman enak untuk semuanya!”


Nenek bertepuk tangan. Seketika, belasan pelayan berjalan masuk sambil membawa makanannya.


“Abalon raja, sup sirip hiu, sup walet..”


Satu per satu makanan disajikan, tidak sedikit orang yang merasa kaget.


Setiap meja ada belasan makanan, setiap makanan sangat terkenal! Harga per meja tidak kurang dari 200 juta!


Ketika semuanya masih kaget, terdengar suara lagi!


“Nenek, Nona Fransiska datang.”


“Cepat cepat persilahkan masuk.” Kata Nenek dengan cepat.


Keluarga Salim menjalankan bisnis barang antik sejak dulu, memiliki hubungan yang tidak buruk dengan keluarga Kimberly. Waktu nenek mengadakan acara untuk Nita, Fransiska juga datang.


Nita juga tersenyum. Waktu itu Fransiska bertanya kepada dirinya, siapa yang memberikan Crystal Love, dia akan membayarnya 2 kali lipat. Waktu itu tidak tahu kalau Budiman yang memberikannya.


Saat ini dia bisa mengatakan kepada Budiman, agar Budiman mencarikan sepasang untuk Fransiska juga.


Kemunculan Fransiska membuat mata semua lelaki menatapnya terus.


Cantik sekali! Saat ini dia memakai celana jeans yang ketat dan kemeja putih, tubuhnya benar-benar terlihat sangat seksi.


“Maaf, agak macet di jalan.” Fransiska sambil berjalan sambil tersenyum.


Tetapi belum selesai bicara, dia tiba-tiba berhenti!


“Ini..ini..”


Fransiska melihat ke bawah, di bawahnya ada sebuah kipas yang dilempar keluar tadi! Saat ini kipasnya masih berada di dalam kotak. Fransiska siapa? Orang dari keluarga yang berbisnis barang antik puluhan tahun! Kotak ini, sepertinya tidak biasa.

__ADS_1


“Bu Fransiska, tidak perlu memungut sampah, nanti akan disapu juga.” Kata Nenek sambil tersenyum.


__ADS_2