Menantu Yang Menyembunyikan Identitas

Menantu Yang Menyembunyikan Identitas
Bab 52 Apakah Orang ini Arief?


__ADS_3

“Ckck, seksi sekali. Kamu terliha sangat menggoda saat marah, dan aku pasti mendapatkanmu.” teguran Nita tidak membuat Lukas menahan diri, tetapi merangsang minatnya.


Setelah mengatakan ini, dia meraih tangan Nita lagi!


Kali ini, Lukas menggunakan teknik cengkeramannya, dan Nita tidak bisa mengelak, sehingga pergelangan tangannya tergenggam erat.


Setelah itu, Lukas mendekat, mengendus dengan pelan dan berkata, “Harum sekali.”


Kali ini, ekspresi semua orang Keluarga Kimberly berubah.


Wajah Nenek membiru. Sebenarnya, Nenek sudah merestui pernikahan Lukas dan Nita. Lagi pula, pernikahan ini bukanlah hal yang buruk, ketika kedua belah pihak menetapkan tanggal yang baik, maka Lukas akan datang untuk menikahi Nita.


Namun, Lukas ini sangat berani dan mengabaikan etika moral. Dia berani menyentuh Nita di hadapan semua orang.


“Lepaskan tanganmu!” ucap Heny yang akhirnya tidak bisa menahan diri.


Meskipun Heny tidak menyukai Arief di dalam hatinya, dan bahkan berharap putrinya akan segera menceraikannya.


Namun, setelah kejadian tadi malam, menerima kalung senilai puluhan miliar dari Arief, kesan Heny terhadap Arief sedikit berubah.


Namun jujur saja, sifat itu susah berubah. Meski Arief kini sudah mendapatkan pekerjaan dan mengenal teman kaya, yang bisa meminjamkannya sepuluh miliar dan memberinya kalung mahal. Namun, ada pepatah yang mengatakan bahwa jika kamu sendiri tidak baik, kamu tidak akan bisa mengenal siapa pun yang baik. Maka dalam hati Heny, dia tetap berharap Arief dan putrinya bercerai.


Namun sekarang, bukankah mereka belum bercerai? Melihat Lukas ini begitu kasar kepada putrinya, bagaimana bisa seorang ibu menahan diri?


“Lukas, cepat lepaskan tanganmu!”


“Apa kamu tahu di mana ini? Vila Keluarga Kimberly, bukan taman belakang rumahmu!”


“Cepat lepaskan Nita, jangan keterlaluan.”


Pada saat ini, Nita juga merasa malu dan terhina. Dia terus memberontak dan berkata, “Apa yang kamu lakukan? Cepat lepaskan aku!”


Ekspresi Nenek juga memucat. Tubuhnya terus gemetar karena sangat marah.


Menghadapi tuduhan semua orang, Lukas tampak acuh tak acuh. Dia tersenyum dingin dan menatap langsung ke Nenek, “Nyonya Besar, anggota Keluarga Kimberly tidak memiliki ketulusan sama sekali. Aku sudah mengatakannya dengan sangat jelas, kalau kalian tidak bisa menerima syaratku, aku akan segera pergi.”


“Namun, jika kamu ingin bekerja sama denganku, kamu harus menerima fakta ini.”


Ketika Lukas mengatakan semua ini, semua anggota Keluarga Kimberly melihat ke Nenek dan mereka semua juga sangat marah.


Hanya dengan satu kata dari Nenek, mereka akan langsung mengusir Lukas yang tak tahu malu.


Namun ....


Nenek tidak mengatakan sepatah kata pun dari awal hingga akhir, tetapi menatap Lukas dengan mata rumit, dan akhirnya menghela napas.


Bukannya Nenek tidak peduli dengan reputasi Nita.


Namun, dibandingkan dengan kepentingan seluruh Keluarga Kimberly, reputasi Nita tidak seberapa. Tanpa 1,6 triliun ini, Keluarga Kimberly pasti hancur!


Nenek tidak berbicara, dan Keluarga Kimberly semua tidak punya pilihan selain duduk dengan marah.


Heny merasa sangat kesal, tetapi dia tidak berani mengatakan apa-apa, dan menatap Lukas dengan galak.


Nita pun benar-benar putus asa.


Melihat itu, Lukas tertawa bangga dan menjadi lebih berani. Dia meraih tangan Nita dan menariknya dengan kuat.


Nita berteriak dan terjatuh ke pelukan Lukas. Sebelum dia bisa melawan, Lukas memeluknya dengan erat.


“Nita cantik, jangan takut, aku akan menjagamu dengan baik ke depannya.” Lukas tertawa dan mendekatkan mulutnya perlahan.

__ADS_1


Mengetahui bahwa dia tidak dapat melepaskan diri dari cengkeraman, Nita menyerah dan menutup matanya dengan putus asa.


Apa itu keputusasaan? Ini adalah keputusasaan!


Di depan semua anggota keluarga sendiri, Nita dihina oleh Lukas. Namun, tidak ada seorang pun yang ingin membantu dirinya.


Ini adalah keputusasaan! Ini adalah keputusasaan!


Untuk Keluarga Kimberly, kenapa aku harus merusak reputasi sendiri? Aku hanya seorang wanita, kenapa kamu melakukan ini padaku?


Mata Nita memerah dan air mata pun terjatuh.


Nita bisa merasakan napas berat Lukas menerpa wajahnya.


Arief, di mana kamu? Aku sedang dirundung orang lain, apa kamu tahu?


Nita juga tidak tahu kenapa dirinya bisa membayangkan sampah itu?


Air mata mengalir di pipinya, dan dia bisa merasakan bibir Lukas segera menyentuhnya. Pada saat ini, dia menutup matanya. Anggota Keluarga Kimberly juga menghela napas.


Melihat bahwa Lukas hendak menciumnya, sebuah tangan yang kuat tiba-tiba memegang bahu Lukas!


“Berengsek, siapa kamu?”


Lukas langsung marah ketika diganggu. Dia melepaskan tangannya dan menoleh ke belakang.


Seorang pria berumur dua puluhan dengan pakaian pinggir jalan sedang menatapnya dengan dingin.


“Arief?”


Pada saat ini, semua tatapan Keluarga Kimberly juga terfokus ke arah Arief.


“Kamu … benar-benar datang,” ucap Nita dengan pelan. Bibirnya hampir berdarah karena digigit terlalu kuat.


Arief menjawab, “Arief.”


“Oh oh, hahaha! Ternyata kamu adalah pria sampah itu! Kenapa? Apa kamu marah melihat aku berciuman dengan istrimu? Aku beri tahu, aku akan merebut istrimu,” ucap Lukas dengan ekspresi provokasi.


“Kamu sedang cari mati.”


Ucapan dan tatapan Arief membuat semua orang terkejut.


Apa … apa dia masih sampah tidak berguna itu? Kenapa auranya begitu kuat?


“Hehe, aku cari mati? Dasar bodoh, apa kamu tahu sedang berbicara dengan siapa? Aku sedang bingung bagaimana mencarimu, ternyata kamu malah datang sendiri! Bajingan!” Lukas langsung menyerang Arief setelah selesai berbicara.


Melihat pemandangan ini, ekspresi semua anggota Keluarga Kimberly pun berubah.


Meski tak ingin bertemu dengan Arief, saat ini banyak pihak yang berharap Arief menang.


Tentu saja, mereka semua tahu bahwa ini hanya keinginan yang berlebihan.


Perlu diketahui, Lukas adalah juara dari kompetisi seni bela diri! Dia juga mendirikan belasan tempat seni bela diri.


“Arief, kamu tidak sanggup melawannya. Cepat kabur, kabur!” teriak Nita yang terkejut.


Di dalam hatinya, Nita sudah sangat puas dengan sikap Arief.


Pada saat ini, Arief seperti tidak mendengarkan apa pun. Dia hanya berdiri di sana dan melihat Lukas yang sedang menyerang ke arahnya. Ekspresinya tetap tenang dan tidak berkutik.


Nita yang panik langsung berlari keluar untuk menelepon polisi.

__ADS_1


Secepatnya, panggilan telepon pun tersambung. Suara polisi terdengar dari ujung telepon, “Apa yang bisa kami bantu?”


Nita berkata dengan panik, “Cepat, cepat datang ke vila Keluarga Kimberly. Ada yang membuat kekacauan di sini dan berkelahi.”


Pong.


Ketika Nita baru saja selesai mengatakannya, terdapat getaran di udara, terlihat Arief dan Lukas sudah bertarung dengan sengit.


Di telepon, polisi itu sedikit bingung, “Ada perkelahian, siapa yang berkelahi dengan siapa?”


Keluarga Kimberly memang terkenal di Kota Malang, siapa yang berani membuat masalah?


“Lukas dari Dojo Kastora, memukul … memukul suamiku.” pada saat ini, Nita yang sedang terburu-buru dan berbicara dengan cepat, tetapi ketika dia mengucapkan kata “suami”, hati Nita sedikit bergetar, dan wajahnya sedikit memerah.


Sepertinya ... baru kali ini dia mengakui Arief sebagai suaminya.


Namun, ketika dia kembali ke dalam setelah menelepon, Nita tercengang dengan pemandangan di dalam.


Bukan hanya dia, tetapi semua orang di vila itu tercengang.


Kekuatan Lukas sudah pasti sangat kuat.


Namun, mereka tidak menyangka kalau Arief bisa setara dengannya.


Pada saat ini, mereka berdua bertarung dengan sengit. Gerakan kedua orang ini juga sangat cepat sehingga tidak bisa ditangkap oleh mata telanjang.


Nita tertegun melihat pemandangan ini.


Bagaimana Arief bisa begitu hebat?


Jika kebetulan Arief memukuli David di jamuan Nenek terakhir kali, maka penampilan Arief kali ini membuat Nita benar-benar kagum.


Bum!


Pada saat ini, Lukas menjerit dan jatuh ke lantai.


Apa?


Arief … Arief menang?


Sialan! Semua orang pun hening kembali.


“Aku kalah, jangan pukul lagi, jangan pukul lagi … ” teriak Lukas sambil batuk.


“Ketika kamu menyentuh istriku tadi, apa yang kamu pikirkan? Apa aku harus menurutimu sekarang untuk berhenti memukulmu?” jawab Arief dengan dengusan dingin.


Pada saat ini, ekspresi Arief sangat dingin. Dia dan Lukas sama-sama berada di Tingkat Guru kedua.


Namun, Pil Kunlun yang diberikan Vincent membuat kemampuan Arief lebih tinggi dari orang yang setingkat.


Arief menyipitkan matanya dan menginjak tubuh Lukas. Dia mulai menampar Lukas dengan keras.


Plak! Plak! Plak!


Suara tamparan terdengar dengan keras.


Orang-orang di dalam vila ini menatap Arief seperti seorang iblis.


Tidak ada yang berani berbicara.


Dia … dia.

__ADS_1


Apa dia masih menantu tidak berguna itu?


Nita menggigit bibir bawah dan terharu. Tiga tahun, ini pertama kali Arief tampil sebagai pria sejati.


__ADS_2