Menantu Yang Menyembunyikan Identitas

Menantu Yang Menyembunyikan Identitas
Bab 14 Dia Lagi


__ADS_3

“Anakku, kamu pikirkan baik-baik. Sejak menikah dengan Arief, bukankah kamu sering mendapatkan sindiran orang-orang?” kata Heny dengan nada dingin: “Menikah selama 3 tahun, kita memberikannya makan dan tempat tinggal. Sekarang dia meminjam uang untuk menutup kerugian perusahaan. Berarti dia masih tahu balas budi. Sekarang keluarga kita dan dia juga sudah selesai. Sekarang aku hanya ingin kamu menjauh dari sampah itu.”


“Ibu…” kata Nita menggigit bibir bawah.


“Lalu, Budiman sudah meneleponku. Hari ulang tahun nenek nanti, dia akan hadir.” Heny melanjutkan: “Dia menyiapkan sebuah hadiah yang luar biasa, saat itu nenek kamu pasti akan suka. Kalau nenek menyukainya, kamu dan dia sudah bisa bersama.”


Sambil berbicara, dari jauh datang seorang pria. Pria ini memakai jas rapi, di tangannya ada sebuah koper. Orang ini adalah Ayahnya Nita, Ricky.


Nita dan Heny langsung menyambutnya, mereka bertiga berjalan keluar bandara sambil tertawa.


Sampai di rumah, Heny langsung masak. Biasanya memasak adalah pekerjaan Arief, dia sudah lama tidak turun ke dapur, makanya perawatannya begitu bagus.


Di atas meja, Heny menanyakan kabar Ricky tentang kehidupan di luar negeri.


Ricky berkata, di luar negeri juga begitu saja. Makan di hotel berbintang 3x sehari, lalu setiap hari omongin bisnis dengan orang kaya di sana. Dia mengatakannya dengan sangat berlebihan. Sambil berbicara, dia mengeluarkan sebuah cek dan menuliskan beberapa kata, kemudian diberikan kepada Heny.


100 Miliar! Ketika Heny melihat cek itu, senyumannya sangat lebar!


Hahaha, akhirnya kehidupan pahit ini akan berakhir, dia mendapatkan cek senilai 100 milyar!


“Anakku, beberapa hari lalu aku dengar perusahaan kamu terjadi masalah dan membutuh 10 miliar.” Ricky berkata kepada Nita: “Beberapa hari lalu Ibumu sudah meneleponku, aku terus memikirkannya. Tapi saat itu, uangku ditahan di saham, jadi tidak bisa membantumu. Sekarang, uangku sudah keluar dari saham.”


Sambil berkata, Ricky menuliskan cek lagi.


“Ini juga cek senilai 100 miliar, untukmu.” Kata Ricky sambil tertawa: “Oh iya, cek yang aku berikan tidak bisa langsung dicairkan. Harus tunggu 1 minggu kemudian baru bisa cair. Karena setelah 1 minggu, setelah aku pulang dari luar negeri, ceknya baru bisa aktif.”


Ada peraturan seperti ini? Walaupun merasa curiga, tapi Heny pasti percaya dengan ucapan Ricky, dia langsung mengangguk sambil tersenyum.


Setelah menahan diri selama ini, akhirnya dia bisa berdiri tegak lagi. Ulang tahun nenek nanti, kita lihat siapa yang berani merendahkan keluarga kita lagi!


Ting ting!


Ketika mereka sedang asik ngobrol, telepon Nita tiba-tiba berdering. Tapi ketika melihat orang yang meneleponnya, mereka langsung saling bertatapan.


Nenek meneleponnya?


“Apa yang terjadi?” Tanya Heny.

__ADS_1


Nenek setiap hari sangat sibuk, semua urusan Keluarga Kimberly harus dia atur sendiri. Hanya para senior yang lebih sering berurusan dengan nenek. Nenek tidak pernah menelepon anak muda keluarga Kimberly! Apalagi, Nita memiliki posisi rendah di antara yang lain.


“Aku juga tidak tahu.” Sambil berkata, Nita mengangkatnya dan menekan tombol speaker.


“Nita?” dari seberang telepon terdengar suara nenek.


Sebenarnya nenek tidak rela menelepon langsung. Tapi tidak ada cara lain, perusahaan Net Media sudah berkata, mulai sekarang semua proyek harus Nita seorang yang datang!


“Nita, nenek ingin meminta tolong…” Nenek membuka mulutnya.


Ucapan itu membuat Heny dan yang lain kaget.


Nenek sudah memimpin selama ini, sejak kapan dia memohon kepada orang lain?!


Heny langsung menjawah: “Ibu, apa yang kamu lakukan. Anda hanya perlu katakan saja ada apa!”


“Aku ingin memohon kepada Nita.” Setelah terdiam sejenak, dia melanjutkan: “Aku ingin memohon dia untuk pergi negosiasi dengan Net Media untuk mengontrak Cindy.”


Heny bingung, nenek sudah menyerahkan tugas ini kepada David. Padahal anaknya yang mendapatkan kerja sama ini, tapi David yang mendapatkan kreditnya. Tapi sekarang, kenapa dia menyerahkan tugas ini kepada anaknya lagi?


Walaupun merasa tidak adil, tapi Heny tetap tersenyum: “Nenek, tidak masalah! Sore nanti, aku akan menyuruh Nita untuk pergi negosiasi.”


Tapi saat ini, Nita bergetar! Pesan Arief tadi menyuruhnya menolak kalau nenek meneleponnya!


Kenapa Arief bisa tahu nenek akan menelponnya? Apakah dia bisa meramal?


Nita menggigit bibir bawah, saat ini tidak tahu apa yang dipikirkannya, dia mengambil ponsel dan berkata: “Maaf Nenek, aku menolaknya. Anda sudah menyerahkan tugas ini kepada David, biar dia yang pergi negosiasi saja.”


“Kamu!” Nenek terlihat marah: “Nita, sekarang kamu sudah sombong ya? Kamu mengira keluarga Kimberly tidak bisa bekerja sama dengan Net Media tanpa kamu?! Sombong sekali kamu?”


Belum selesai bicara, Nita sudah mematikan teleponnya!


Di atas meja, Heny dan Ricky saling bertatapan, kemudian Heny langsung marah besar!


“Nita, apa yang kamu lakukan?!” Heny menepuk meja dan sangat marah: “Kamu harus tahu, menyinggung nenek, itu akan membuat kehidupan kita di keluarga Kimberly semakin susah?! Nenek memang menyayangi David, tapi David juga memang hebat! Sekarang Nenek sudah merendah dan meneleponmu, menyuruhmu pergi negosiasi, kamu malah membuatnya malu?!”


Nita menggigit bibir bawah, karena Arief sudah memberitahunya terlebih dahulu. Dia juga tidak tahu kenapa, dia mengikuti ucapan Arief dan menolak nenek.

__ADS_1


Mendengar keluhan Heny, Nita diam-diam mengeluarkan ponselnya, tanpa sadar dia mengirimkan pesan singkat kepada Arief: Aku sudah menolak nenek, sekarang apa yang harus aku lakukan.


Betul, semua orang bilang kalau Arief adalah sampah. Nita juga merasa dia tidak tahu bekerja keras, melihatnya saja bikin kesal. Tapi belakangan ini tidak tahu kenapa, Arief selalu membantunya di saat tertentu. Sekarang dia tanpa sadar mulai mendengarkan ucapan Arief.


Setelah sesaat, ponselnya berbunyi. Arief mengirimkan pesan: Nenek akan memohon kepadamu lagi, tetap kamu tolak. Selain kamu, perusahaan Net Media tidak mau mengakui siapa pun, percaya padaku.


Kata-kata terakhir membuat Nita merasa aman.


Saat ini, Heny tiba-tiba merebut ponselnya!


“Bagus, kamu menolak nenek, semua karena hasutan Arief ya?!” Heny sangat marah, dia menunjuk Nita dan berkata: “Kamu gila ya, ucapan Arief juga percaya?! Aku kasih tahu, setelah nenek ulang tahun, kamu harus segera cerai dengannya!”


“Ibu, Arief dia menebak nenek akan meneleponku.” Kata Nita.


Heny semakin marah dan menepuk meja dengan keras: “Aku kasih tahu, Arief hanyalah seorang sampah! Kamu lihat sendiri, menantu mana yang seperti dia? Menantu manapun minimal memiliki kekayaan miliaran!”


Heny semakin marah, entah kenapa dia selalu kesal ketika mengungkit tentang Arief.


Sore hari itu, nenek Keluarga Kimberly mengutus Delta untuk pergi negosiasi.


Delta juga anak muda yang hebat di keluarga Kimberly. Posisinya hanya di bawah David. Ternyata belum sempat bicara, dia sudah diusir oleh satpam perusahaan Net Media.


Ketika Delta pulang, nenek mulai panik. Apa yang terjadi? Net Media hanya mengakui Nita?


Nenek duduk di kursi dan mulai menghisap rokok dengan kencang.


“Nenek, aku punya solusi.” Saat ini, David mendekat dan berkata.


“Nenek, menurut aku, Nita berhasil mendapatkan kerja sama hanya karena kecantikannya.” David berkata, “Kalau begitu, CEO Net Media yang baru hanyalah pria genit saja. Keluarga Kimberly kita juga bukan hanya Nita seorang wanita cantik! Jenny juga sangat cantik, coba Kak Jenny yang pergi saja.”


Betul, di keluarga Kimberly ada dua orang wanita yang diakui cantik. Pertama Nita, lalu kedua tentunya Jenny.


Berdasarkan umur, Nita harus memanggilnya kakak.


Ide ini mendapatkan persetujuan banyak orang. Betul kata David, CEO perusahaan Net Media pasti merasa Nita cantik saja.


Hari kedua, Jenny pergi sendiri ke Net Media.

__ADS_1


Tidak bisa dipungkiri, wanita ini memang cantik, tubuh dan wajahnya benar-benar terbaik!


__ADS_2