Menantu Yang Menyembunyikan Identitas

Menantu Yang Menyembunyikan Identitas
Bab 35 Kebenaran


__ADS_3

Dia tidak setuju? Haha! Saat ini, anggota keluarga Kimberly menatap Arief dengan sorotan sinis.


“Apa yang kamu katakan?” ucap Nenek yang merasa tidak senang.


Arief pun berkata dengan pelan, “Kalian tidak memeriksa dengan jelas tentang kejadian Cindy di acara itu, kemudian sudah menyalahkan istriku dan memecatnya, bukankah hal ini terlalu konyol?”


Wajah Nenek terlihat sangat tidak enak, dia memelototi Arief dan berkata, “Jadi maksudmu, aku memfitnah Nita?”


Arief bersiap menjawab dengan raut wajah alami.


Saat ini, David yang tidak bisa menahan diri langsung memukul meja, dia memarahi Arief dengan keras, “Apa kamu menganggap dirimu sesuatu? Sejak kapan kamu berhak berbicara di dalam pertemuan Keluarga Kimberly? Sejak kapan kamu berhak mencurigai keputusan Nenek?”


Arief menatapnya dengan dingin dan berkata, “Aku hanya ingin membiarkan Nenek menyimpulkan masalah ini setelah mendapat kejelasan, kenapa kamu berteriak seperti itu?”


“Sialan!”


David langsung marah besar dan ingin memukulnya, tapi ketika teringat dia dipukuli balik saat berada di acara ulang tahun Nenek, David pun menarik kembali niatnya. Hanya saja, dia terus memelototi Arief dengan kesal.


Setelah melihat sekitar, Arief pun fokus kepada David, “Headset Cindy bermasalah di acara itu, aku percaya kalau ada yang ingin mencelakai Nita. Lalu orang yang melakukannya juga pasti tahu.”


Artinya sangat jelas, tapi tidak ada yang ingin mempercayainya.


David sangat marah, dia lalu berkata, “Kenapa kamu menatapku ketika berbicara? Cepat jelaskan, tidak usah memfitnah.”


Arief tersenyum, dia melanjutkan, “Aku tidak bilang kalau orang itu adalah kamu, kenapa kamu marah?”


Pada saat ini, Nenek pun tidak bisa menahan diri, dia yang kesal pun memarahi Arief, “Arief, kalau kamu berani berbicara lagi, keluar sekarang juga.” Saat berbicara, Nenek bahkan tidak melihat Arief sama sekali.


Tentang masalah Cindy, nenek lebih percaya kalau pekerjaan Nita yang bermasalah, bukan David yang melakukan sesuatu dari belakang.


Nenek sudah mengatakan dengan jelas kalau Nita masih mengakui Arief sebagai suami, dia tidak boleh memanggilnya nenek lagi.


Kemunculan Arief di pertemuan ini membuat Nenek tidak senang, tapi dia juga tidak mengatakan apa pun. Ternyata, sampah yang tidak berguna ini justru memfitnah cucu kesayangan di hadapan semua orang.


Saat ini, semua anggota Keluarga Kimberly sedang melihat Arief dimarahi nenek.


Pada saat yang sama, Ricky yang terus terdiam dan duduk di samping pun mengerutkan kening, dia lalu berkata, “Arief, cukup, cepat duduk.”


Nita juga mulai panik, “Kamu jangan bicara lagi.”


Heny tidak berbicara, tapi raut wajahnya sangat kesal.


Sampah ini benar-benar tidak berguna, dia hanya bisa membuat keadaan semakin kacau.


Melihat tatapan orang-orang, Arief pun acuh tak acuh.


“Baiklah, kalau begitu kita sudah memutuskannya. Mulai sekarang, Nita tidak boleh ikut campur urusan perusahaan lagi, rapat dibubarkan,” ucap Nenek dengan nada suram.


Semua orang pun bangkit berdiri dan bersiap untuk pergi.


“Tunggu!”


Saat ini, terdengar sebuah suara indah yang menyebar ke seluruh ruangan, kemudian diikuti sosok cantik yang berjalan masuk ke dalam.


Orang itu adalah Cindy.


Dia memakai kaos ketat, rok hitam berwarna hitam, dandanan yang sederhana membuat Cindy semakin mempesona.

__ADS_1


Kemunculan Cindy membuat suasana ruang pertemuan menjadi hening. Selain terkejut, mereka juga tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.


Cindy pasti datang menanyakan tentang hal itu.


Pada saat yang sama, sorot mata beberapa pria terlihat sangat bersemangat.


Cindy adalah orang yang dipilih Perusahaan Net Media, tentu saja terlihat sangat cantik dan juga seksi. Keindahan tubuh Cindy benar-benar sangat sempurna.


“Nona Cindy sudah datang, cepat duduk!” ucap Nenek dengan ekspresi ramah.


Cindy sudah dikontrak oleh Perusahaan Net Media, dia pasti memiliki masa depan yang cerah. Walaupun nenek Keluarga Kimberly, dia juga tidak berani lamban.


Nita tentu saja gugup ketika melihat Cindy datang, dia ingin meminta maaf kepadanya. Bagaimanapun, Nita juga harus bertanggung jawab terhadap hal yang terjadi kepada Cindy di acara itu. Namun, Cindy tidak tahu harus berkata apa.


Cindy tidak duduk, dia segera berjalan ke hadapan Nenek.


Tentu saja dia tidak berani duduk, karena ada Arief di sana.


“Apa Nona Cindy datang karena kejadian itu? Kami minta maaf, kejadian ini merupakan tanggung jawab Keluarga Kimberly. Nona Cindy juga tenang saja, aku akan mencari tahu kebenarannya,” ucap Nenek sambil tersenyum. Dia lalu menunjuk ke Nita dan berkata, “Aku juga sudah memecat Nita dari jabatannya, mulai sekarang, aku berjanji tidak akan terjadi hal seperti itu lagi.”


Setelah mendengarnya, tubuh Nita terlihat gemetar.


Habis sudah, dia sudah tidak memiliki harapan lagi.


Cindy berkata dengan nada pelan, “Aku sudah mencari tahu.”


Setelah tertegun sebentar, Cindy pun tersenyum kepada Nita dan berkata dengan sopan, “Nona Nita, kamu tidak perlu cemas, masalah ini bukan salahmu.”


Apa?


Tidak ada hubungan dengan Nita?


Saat ini, semua orang hanya bisa tertegun.


“Nona Cindy, apa … apa yang sebenarnya terjadi?” tanya Nenek yang terkejut.


Cindy tidak menjawabnya, dia hanya tersenyum pelan dan melihat ke arah David.


Saat ini, tubuh David gemetar dan raut wajahnya terlihat panik.


Ketika Cindy bilang sudah mencari tahu kejadian itu, David masih memiliki sedikit harapan.


Kemudian setelah Cindy menatapnya, David pun mulai ketakutan.


“Kalian bertiga, masuk sini!” Cindy pun berteriak ke arah pintu ruang rapat.


Setelah itu, tiga staf yang bertugas di belakang panggung pun berjalan masuk sambil menundukkan kepala.


David terkejut ketika melihat tiga orang ini, tapi dia tetap berusaha menenangkan diri.


“Jelaskan situasinya,” ucap Cindy kepada mereka bertiga.


Setelah mendapatkan perintah Cindy, salah satu dari mereka mengangkat kepala dan melihat sekeliling, pada akhirnya dia melihat ke arah David, “Orang ini, Tuan David ini yang menyuruh kami melakukannya.”


“Betul, dia memberikan kami uang untuk merusak peralatan yang dipakai Nona Cindy. Setelah selesai, dia akan menambahkan uang lagi untuk kami,” ucap staf yang lain dengan cepat.


Staf yang terakhir tidak berbicara, dia hanya mengangguk dan melihat ke arah David.

__ADS_1


Hah?


Ternyata David yang melakukannya?


Semua orang tertegun ketika mendengar ucapan tiga orang ini, tatapan mereka kepada David juga terlihat bingung.


“Sialan!” Wajah David semakin merah karena marah, tapi ketika melihat ekspresi Cindy, dia menelan kembali kata-katanya.


David yang sombong ini tidak berani bertingkah di depan Cindy, bagaimanapun, Cindy memiliki pendukung besar seperti Perusahaan Net Media.


“Kalian tiga bajingan, jangan berpikir untuk memfitnahku. Apa kalian tahu siapa diriku? Apa kalian takut akibat dari semua ini?” teriak David kepada mereka bertiga dengan nada mengancam.


Saat ini tatapan David terlihat menyeramkan.


Nenek Keluarga Kimberly juga mendekat, dia berkata dengan ekspresi serius, “Masalah ini sangat serius, kalian harus berpikir dengan baik, apakah dia yang menyuruh kalian melakukannya?”


Walaupun Cindy sudah datang ke sini, tapi Nenek tetap tidak percaya kalau David yang melakukannya.


Melihat raut wajah David yang menyeramkan, kemudian tekanan yang diberikan oleh nenek Keluarga Kimberly, tiga orang staf ini saling memandang dengan raut wajah cemas.


Jika mereka berkata jujur, itu sama artinya menyinggung Tuan Muda Keluarga Kimberly.


Mulai sekarang, mereka akan kesulitan untuk lanjut bekerja.


Namun, lebih baik menyinggung dia daripada Fiesta! Tidak ada yang berani menyinggung Fiesta.


“Aku punya bukti!” ucap salah satu dari mereka. Kemudian, mereka bertiga pun mengeluarkan ponsel dari saku.


“Di ponselku ada bukti pengiriman uang oleh Tuan David.”


“Aku juga ada, aku belum sempat menyentuh uang ini.”


Wah.


Dengan adanya bukti yang kuat, semua orang juga harus percaya. Seketika, semua orang di ruangan ini menjadi heboh.


Wajah Nenek terlihat pucat, tubuhnya terus gemetar karena terlalu marah. Dia menunjuk David sambil berkata, “David … kamu … kamu … kenapa kamu melakukan hal ini?”


David hanya menganga dan tidak bisa berkata-kata lagi.


David yang saat ini sudah tidak terlihat menyeramkan, dia seperti balon yang kehabisan udara dan terjatuh lemas di lantai.


Nita yang cemas sejak tadi akhirnya bisa bernapas lega.


“Nona Cindy, maafkan aku yang tidak mengajari cucu dengan baik. Bagaimana kalau …” ucap Nenek kepada Cindy dengan nada canggung.


Saat ini, Nenek masih berusaha membantu David.


Walaupun David melakukan kesalahan besar, dia tetap adalah cucu kesayangan.


Cindy tidak memberikan kesempatan kepadanya, “Sekarang masalahnya sudah jelas, bagaimanapun ini adalah urusan internal keluarga kalian, silahkan kamu atur sendiri. Pokoknya, jangan membuatku kecewa.”


Nenek mengangguk dengan ekspresi sayu.


Dia kemudian menoleh ke arah David dan berkata, “Kamu telah mengecewakanku, aku sia-sia menyayangimu selama ini. Mulai hari ini, kamu tidak boleh ikut campur masalah perusahaan, kamu juga tidak boleh keluar dari rumah dalam waktu setengah tahun.”


“Nenek … jangan, aku tahu aku salah.” David berusaha memohon sambil menangis.

__ADS_1


Nenek tidak mempedulikannya, dia tersenyum kepada Cindy dan berkata, “Nona Cindy, apakah kamu bisa menerima hal ini?”


Cindy tidak berbicara, dia justru melihat ke arah Arief.


__ADS_2