Menantu Yang Menyembunyikan Identitas

Menantu Yang Menyembunyikan Identitas
Bab 80 Kecewa Terhadap Arief


__ADS_3

David tentu tidak bisa memutuskan tentang taruhan 2 triliun.


Sekarang penanggung jawab Keluarga Kimberly adalah Nita. Walaupun lomba berenang hanyalah hiburan, tetapi taruhan 2 triliun tentu saja tidak bisa diremehkan. Kalau Keluarga Kimberly kehilangan 2 triliun, maka keluarga ini akan bangkrut.


David tersenyum dan tidak berbicara.


“Kenapa? Jangan-jangan Keluarga Kimberly tidak sanggup?” ucap Hendry sambil tersenyum. “Padahal hanya hiburan saja, apa Keluarga Kimberly tidak ingin ikut? Awalnya, aku mengira kalau Keluarga Kimberly hanya Arief seorang yang takut dan tidak berguna. Ternyata seluruh Keluarga Kimberly tidak ada yang berani! Bahkan David juga tidak berani, haha!”


David yang mendengarnya langsung panik. “Lomba yang begitu menarik, tentu saja Keluarga Kimberly kami harus ikut.”


Hendry ternyata meremehkan dirinya, bagaimanapun, David adalah cucu pertama Keluarga Kimberly. Namun sekarang, seluruh bisnis Keluarga Kimberly berada di tangan Nita. David pun merasa kesal ketika mengingatnya. Namun, dia pun memutar bola mata dan berkata dengan sopan, “Nita, karena Hendry sudah mengajak kita, Keluarga Kimberly kita tentu saja harus menghargainya, bukan?”


Belakangan ini, anggota Keluarga Kimberly sangat tidak puas dengan Nita. Bagaimanapun, dia adalah seorang wanita, semua orang pasti akan iri ketika dia menjadi pemegang kekuasaan.


Kalau kalah dalam lomba ini, Nita harus bertanggung jawab atas kehilangan uang 2 triliun. Dia akan menyuruh Nita dan Arief ikut acara ini. Kalau sampai kalah, dia akan mengadukan kepada nenek. Lalu, dia juga akan menyuruh Nenek untuk mendesak Nita memberikan sahamnya.


Haha! Kenapa dirinya begitu pintar?


Melihat tatapan dari sekeliling, Nita menggigit bibir dan berkata, “Baik. Keluarga Kimberly kami akan ikut.”


Dia terpaksa menyetujuinya dalam kondisi ini. Lagi pula, dia tidak boleh mempermalukan Keluarga Kimberly.


Melihat Nita setuju, Hendry pun mendengus dingin.


Keluarga yang ikut serta adalah, Keluarga Sutopo, Keluarga Kimberly, Keluarga Simton, Keluarga Wijaya dan Keluarga Salim.


Setiap keluarga mengutus satu pria dan wanita. Total berjumlah 10 orang yang ikut dalam perlombaan ini.


Sebenarnya Fransiska tidak tertarik dengan perlombaan ini, tetapi adiknya tetap mau ikut. Dia pun terpaksa menyetujuinya. Jadi, Fransiska dan adiknya menjadi perwakilan Keluarga Salim.


Perwakilan Keluarga Sutopo tentu saja Hendry dan Debora. Debora adalah tunangannya Hendry, dia termasuk setengah dari anggota Keluarga Sutopo. Jadi, tidak ada yang berpendapat beda.


Perwakilan Keluarga Kimberly adalah Arief dan Nita.


Keluarga Simton diwakili oleh Septian dan satu wanita lain dari Keluarga Simton.


Keluarga Wijaya diwakili oleh Heno dan adik sepupunya, Nucha.


Setelah daftar peserta diumumkan, semua orang langsung heboh. Bisa bilang wanita cantik yang ikut dalam lomba ini sangat banyak. Nita, Debora, Fransiska, semuanya sangat memesona dan cantik.


Bisa melihat wanita cantik berenang merupakan kepuasan visual.


Tidak ada yang memperhatikan Hendry yang diam-diam berjalan ke samping dan mengirimkan sebuah pesan singkat.


Setelah itu, seorang anak muda dari Keluarga Sutopo yang berada tidak jauh dari pantai, diam-diam masuk ke dalam air.


“Kalau begitu, aku akan menjadi wasit,” ucap Malvin sambil tersenyum dan berjalan ke depan. “Silakan semuanya bersiap.”


Sambil berbicara, Malvin mengacungkan jempol ke Hendry dan menyemangatinya. Kalau anaknya menang, mereka bisa mendapatkan keuntungan 8 triliun. Anaknya sejak kecil sudah belajar berenang dan memiliki kecepatan yang tinggi.


Menantunya, Debora, adalah kapten kepolisian. Dia tentu saja jago berenang. Mereka pasti akan menang.


Di sisi lain, Nita berdiri di samping Arief dan terlihat tegang. Dia pun berbisik, “Aku … aku tidak jago berenang.”


Arief tersenyum dan menghiburnya, “Tenang saja, masih ada aku.”


Melihat ekspresinya yang percaya diri, Nita pun tersenyum, mengangguk dan menghela napas lega.


Saat ini, Malvin membunyikan klakson. “Mulai!”

__ADS_1


Pong! Pong!


Diikuti suara masuk ke dalam air, 10 orang itu langsung berenang sekuat tenaga ke arah pulau kecil itu.


“Semangat!”


“Cepat, semangat!”


Orang-orang yang menonton pertandingan di pantai semuanya bersemangat. Mereka pun membentuk tim pemandu sorak dan berteriak. Lomba ini sangat menegangkan, taruhannya 2 triliun.


“Semangat Fransiska! Cantik sekali ….”


“Cantik sekali. Tidak disangka wanita cantik bisa begitu memesona di dalam air.”


Semua tatapan pria terus fokus kepada Fransiska, Nita dan Debora.


Karena tidak membawa baju renang, beberapa wanita ini langsung melompat ke dalam air. Saat ini, air membasahi baju mereka dan membuat lekuk tubuh seksi mereka terlihat jelas.


Tubuh yang benar-benar sempurna.


“Wah, cepat lihat!”


Entah siapa yang menunjuk ke salah satu perenang pria dan semua orang pun ikut heboh.


Tampak Hendry dan Septian, yang ingin memamerkan keterampilan berenang mereka, menggunakan gaya punggung dan gaya kupu-kupu dan membuat semua orang di pantai bertepuk tangan.


Arief adalah satu-satunya yang berenang dengan gaya kampungan dan posturnya agak tidak senonoh, tetapi kecepatannya juga tidak lambat.


Bagaimanapun, Arief pernah menjadi Tuan Muda kedua Keluarga Burton. Dia juga seharusnya pernah menerima pelatihan profesional seperti anak kaya lainnya. Hanya saja, Arief tidak tertarik berenang. Ketika ada waktu, dia lebih suka mempelajari Tinju Wing Chun dan barang antik.


Setelah diusir dari keluarga, Aried pernah tinggal di pedesaan beberapa saat. Dia pun belajar berenang sendiri dengan gaya yang tidak elegan.


“Haha! Benar-benar gaya anjing, lucu sekali! Haha!”


Beberapa wanita tidak bisa menahan diri dan tersenyum.


Mendengar suara tawa dari atas daratan, Nita menggigit bibir dan terlihat tidak senang. Namun, ketika melihat gaya berenang Arief, Nita merasa kesal dan juga lucu.


Padahal tidak pernah mengikuti pelatihan, kenapa Arief masih berlagak percaya diri tadi? Walaupun kecepatannya tidak lambat, dia juga tidak bisa menang. Selain juara pertama, yang lain akan dihitung kalah.


Kenapa dirinya harus percaya dengan Arief tadi?


2 triliun!


Kalau sampai kalah, mereka harus membayar 2 triliun. Bagaimana dengan Keluarga Kimberly nantinya?


Sepertinya posisinya di dalam Keluarga Kimberly tidak bisa dipertahankan lagi.


Setelah memikirkannya, Nita juga mulai panik. Dia segera menambah kecepatan renangnya, tetapi seorang wanita tidak akan bisa menang dari yang lain.


Saat ini, tiba-tiba terdengar seruan kaget.


“Apa itu?”


“Astaga! Ikan hiu, ikan hiu, ‘kan? Kenapa di dalam air ada sirip abu-abu?”


“Ikan hiu, ada ikan hiu. Cepat kembali, cepat balik ke sini. Cepat!”


Kesepuluh orang yang masih berusaha sekuat tenaga untuk berenang dan bertanding, semua berhenti ketika mendengar teriakan dari tepi pantai. Mereka melihat sekeliling dengan pandangan kosong.

__ADS_1


Mereka pun menyadari sebuah sirip yang muncul di air puluhan meter dari mereka dan mendekat dengan cepat.


Ikan hiu!


Benar-benar ada ikan hiu!


Setelah melihatnya, Nita, Fransiska dan wanita lainnya langsung berteriak kaget.


Bahkan wajah beberapa pria juga menjadi pucat. Ikan hiu adalah hewan paling mengerikan di dalam air.


“Cepat kembali!”


Debora juga sangat panik. Walaupun dia menelan Pil Dewa dan sudah berada di tingkat Jenderal tahap pertama, dia tetap tidak bisa mengalahkan ikan hiu di dalam air.


Ah!


Saat ini, semua orang pun panik dan tidak peduli dengan lombanya lagi. Mereka segera berenang ke arah daratan.


Mereka tidak mungkin mengorbankan nyawa mereka demi 2 triliun.


Namun, ikan hiu itu semakin dekat dan hampir mengejar beberapa wanita itu.


Beberapa orang di atas daratan langsung menutup mata karena tidak berani melihat pemandangan mengerikan ini.


Hanya dua orang yang sangat tenang.


Arief dan Hendry.


Arief bisa melihat jelas “ikan hiu” itu. Haha. Sejak kapan ikan hiu punya lengan dan kaki? Jelas sekali itu adalah manusia.


Namun, Arief tidak mengerti kenapa Hendry begitu tenang?


Ketika ditangkap oleh Sekte Minglahi, bocah itu hampir saja kencing di celana karena tidak bernyali. Kenapa hari ini dia terlihat sangat berbeda?


Setelah dipikir kembali, dia langsung mengerti. “Ikan hiu” ini pasti suruhan Hendry, ‘kan?


Seketika, “ikan hiu” itu sudah sampai di dekat para wanita. Fransiska, Nita dan Debora juga sudah lupa menjaga penampilan mereka dan berteriak dengan keras.


“Arief, tolong kami …” Nita juga tidak tahu kenapa tiba-tiba berteriak.


Arief tersenyum. Kalau Hendry sengaja mengatur “ikan hiu” ini, dia pasti ingin berlagak hebat. Biarkan saja.


Setelah itu, Arief pun tidak bergerak untuk menyelamatkannya.


Ternyata, Hendry pun segera maju ke depan. “Jangan takut! Lihat kemampuanku! Sini sini, ke sini, ikan hiu!”


Sambil berteriak, Hendry pun bergegas ke depan.


“Wah!”


“Dia benar-benar seperti pria sejati. Tampan sekali.”


“Apa dia tidak takut?”


Beberapa wanita di atas daratan menatap Hendry dengan tatapan kosong dan langsung bertepuk tangan untuknya. Pria yang tidak takut dengan ikan hiu benar-benar patut dikagumi.


Namun, Nita yang berada di samping terlihat kecewa.


Kenapa di saat genting, Arief tidak datang menyelamatkannya? Tunangan orang lain justru datang tanpa memedulikan nyawa sendiri ….

__ADS_1


__ADS_2