
Haha! Mendengar angka itu, Arief hampir saja tertawa. David memang bodoh! Dia menyajikan sebotol alkohol untuk setiap meja. Mungkin orang lain tidak tahu, tapi Arief mengenali alkohol ini. Itu adalah ‘Romanee Conti’. Satu botolnya 2 miliar lebih. Sekarang dibagikan lebih dari 30 botol di sini!
“Kamu sedang bercanda?” David langsung panik, dia berdiri dan berkata kepada pelayan: “Kami keluarga Kimberly total ada 300 orang lebih, dan total 70 miliar lebih? Satu orang sekitar 200 juta? Sini sini sini, mana manajer kalian.”
Kedua pelayan ini saling bertatapan, mereka terlihat tidak berdaya. Tetapi mereka tetap memanggil manajernya.
Manajernya adalah anak muda berumur 30 an tahun, dia memakai jas yang rapi.
“Hotel kalian ingin ditutup?” David melangkah ke depan dan berteriak kepada manajer: “Satu orang menghabiskan 200 juta? Mau aku tuntut kalian?”
Manajer juga tidak buru-buru, dia berdiri disana: “Maaf, Tuan. Alkohol yang adalah pesan adalah ‘Romanee Conti’ edisi terbatas. Hanya ada 800 botol di dunia. Harga pasaran sebotol 3,26 Miliar, Tuan memesan 30 botol lebih, kami juga sudah memberi diskon.”
“Sialan kamu!” David marah besar, dia langsung menarik kerah baju manajer: “Alkohol edisi terbatas, tapi kalian punya 30 botol lebih?! Lagian, siapa yang meminta alkohol ini?!”
Manajer tidak berdaya, selama 5-6 tahun ini, dia sudah melihat banyak orang terkenal di kota Malang. Tapi pertama kali dia bertemu orang miskin yang masih berlagak kaya.
Manajer menenangkan emosinya sendiri: “Tuan, biar aku jelaskan 3 hal. Pertama, Anda sendiri yang bilang ingin alkohol terbaik, ada CCTV sebagai bukti. Kedua, alkohol yang kami berikan pasti barang asli. Aku juga tidak tahu kenapa boss bisa punya begitu banyak alkohol edisi terbatas. Ketiga, silahkan Anda bersikap lebih sopan.”
“Sret!”
Setelah itu, terlihat belasan pria kekar bergegas masuk. Mereka memakai kemeja lengan pendek dan memperlihatkan tato besar di tangan.
Mereka adalah satpam di hotel Royal ini. Sebagai hotel paling mewah di kota Malang, jarang sekali ada yang berani mencari masalah di sini! Siapa pun juga tahu boss Hotel Royal pernah masuk dunia hitam. Siapa yang tidak tahu diri dan mencari masalah di sini.
Orang yang berdiri di depan memegang tongkat. Dia adalah boss dari Hotel Royal, Austin. Penampilannya terlihat tua, yang tidak tahu pasti mengira dia berumur 60-70 tahun. Sebenarnya dia berumur 30 tahun lebih saja.
Ternyata setelah Austin muncul dengan belasan pria kekar, orang-orang keluarga Kimberly langsung panik, semuanya langsung mendekat untuk minta maaf.
Keringat di wajah David terus bercucuran. Orang itu adalah Austin, bos dari Hotel Royal, orang paling awal yang masuk dunia hitam di kota Malang!
Melihat bos datang, manajer semakin berani: “Kalian keluarga Kimberly juga keluarga kelas dua, kalian sendiri yang bilang ingin alkohol terbaik, sekarang tidak berani mengakuinya?”
“Tidak, tidak!” David berteriak sambil mundur ke belakang: “Kami bayar, kami akan bayar.”
Sambil berkata, dia melihat ke arah nenek.
Dia mana punya uang 70 miliar lebih! Tapi kalau tidak bayar, hari ini dia harus diangkut keluar!
“Pak Austin.” Saat ini, nenek akhirnya tidak tahan dan berjalan mendekat, dia membungkuk kepada Austin.
Kalau bicara umur, nenek lebih tua dari Austin. Tetapi kedudukannya terlalu jauh, dia tidak berani menyinggungnya.
“Keluarga Kimberly kami yang salah.” Nenek berkata: “Cucuku muda dan tidak mengerti. Aku minta maaf. Kami akan segera bayar.”
Melihat nenek membungkuk, para anggota keluarga Kimberly merasa tidak nyaman. Tapi mau gimana? Siapa suruh David meminum alkohol yang paling mahal!
Tadi ada beberapa anak muda keluarga Kimberly yang sengaja mencari alkohol ini di internet, harganya memang 2-3 miliar.
__ADS_1
Setelah nenek minta maaf, David juga ikut minta maaf. Seluruh anggota keluarga Kimberly juga maju dan berkata hal baik.
Hanya Arief seorang yang berjalan keluar. Bukan karena hal ini, dia dan Austin adalah teman lama!
Ketika Austin memulai usaha, dan pergi berbisnis dengan keluarga Burton, saat itu dia tidak punya uang ataupun kuasa, keluarga Burton tidak ada yang melayaninya.
Saat itu Arief masih kecil, baru berumur 14 – 15 tahun. Tapi dia merasa Austin ini tidak biasa, jadi dia memutuskan untuk investasi 600 juta. Saat itu, Austin sangat berterima kasih.
Kalau dibilang investasi, mungkin lebih cocok disebut bantuan. Karena Arief tidak meminta saham apa pun. Setelah beberapa tahun, dia sudah melupakan hal ini. Sekarang melihat Austin lagi, ternyata dia sudah berhasil dan menjadi bos dari Hotel Royal. Waktu itu dia memang tidak salah lihat.
Arief membungkuk dan tidak ingin dikenali, dia ingin kabur keluar segera.
“Teman ini, mohon berhenti.” Saat ini, Austin memanggilnya, dia langsung berjalan ke arah Arief.
Wajah anggota keluarga Kimberly langsung berubah menjadi marah. Arief ini gila ya? Kenapa tidak minta maaf dan bayar saja. Sekarang dia malah mau kabur?
“Nita, apa yang dipikirkan suamimu? Dia mau kabur?!” Saat ini, beberapa wanita berkata.
“Iya, semua orang menasehatimu untuk cerai dengan Arief, tapi kamu tidak mau dengar!”
“Sekarang dia mau kabur, Pak Austin pasti marah. Nanti semua anggota keluarga Kimberly akan kena masalah juga.” Beberapa wanita menunjuk ke arah Nita dan berteriak kesal.
Nita menggigit bibir dengan erat. Arief yang ingin kabur membuatnya malu.
“Pak Austin!” Saat ini, David bergegas kemari dan menunjuk Arief sambil berteriak: “Pak Austin, Anda jangan marah. Orang itu adalah menantu tidak berguna keluarga Kimberly kami. Setiap hari hanya berlagak seperti sampah saja. Dia ingin kabur, tidak ada hubungan dengan keluarga Kimberly! Kami akan bayar segera…”
Suara yang tegas itu membuat David gemetar hebat. Dia bahkan tidak berani kentut dan berdiri diam di sana.
Austin tidak berani percaya! Tidak berani percaya dia bisa melihat anak muda ini lagi!
7 tahun lalu, ketika dia memulai usaha, saat itu uangnya tidak cukup, lalu tidak ada yang mempedulikannya juga. Karena saat itu, dia hanya seorang preman. Tuan Muda Kedua keluarga Burton yang memberikannya uang saat itu! Dia memberikan uang 600 juta secara cuma-cuma! Dia tidak berani melupakan hutang budi ini!
Kalau tidak ada uang ini, Austin pasti masih di jalanan sekarang!
Beberapa tahun ini setelah sukses, dia pernah beberapa kali mencari anak muda ini. Tapi baru tahu, anak muda ini diusir dari keluarga Burton dan tidak tahu pergi kemana.
Sekarang walaupun melihat punggung Arief, Austin langsung mengenalinya!
“Tuan Muda Kedua, itu Anda kah…”
Suara Austin sedikit bergetar. Sangat sulit membayangkan seorang pria yang berpengalaman malah terlihat seperti anak kecil sekarang.
Sialan! Tidak bisa menghindar lagi!
Arief berbalik dan bertatapan dengan Austin.
“Tong!”
__ADS_1
Saat ini, Austin langsung bengong dan berlutut di lantai!
“Aku akhirnya bisa bertemu kamu lagi, aku sudah mencarimu selama 3 tahun! Aku tidak berani melupakan hutang budi itu!” Austin sangat terharu, dia berkata dengan suara gemetar.
Saat ini, seluruh orang di Hotel Royal membuka mulut dengan lebar!
Kaget! Mereka benar-benar kaget!
Seorang bos dengan kekayaan triliunan sedang berlutut di lantai dan terharu seperti anak kecil!
Arief berdiri di sana dan tidak bergerak! Wajahnya tidak memperlihatkan emosi apa pun!
Ini, apa yang terjadi?!
“Pak Austin, apa yang Anda lakukan, kenapa bisa jatuh?” Arief langsung membungkuk dan membopongnya berdiri, dia terus mengedipkan mata ke arahnya.
Austin siapa? Melihat ekspresi Arief, dia langsung mengerti. Dia tidak ingin membocorkan identitasnya.
“Lemas tadi.” Austin berkata dan menghela nafas: “Maaf, aku salah orang.”
“Huh!”
Mendengar ucapannya, anggota keluarga Kimberly menghela nafas.
Ternyata karena kakinya lemas saja.
Betul juga. Mana mungkin sampah itu kenal dengan Pak Austin.
“Dengarkan aku.” Saat ini, nenek tua akhirnya berbicara dan melihat sekeliling.
“Jamuan kali ini total 70 miliar, tidak boleh membiarkan David yang bayar.” Kata Nenek.
David langsung senang, nenek memang paling baik!
“Satu orang sekitar 200 juta, semuanya bayar sendiri.” Kata Nenek
Semuanya lalu mengangguk. Walaupun keluarga Kimberly adalah keluarga kelas dua. Tapi setiap orang 200 juta juga tidak berarti.
Sekarang hanya dua orang yang memperlihatkan ekspresi jelek!
Tentunya Nita dan Heny. Beberapa hari ini kondisi perusahaan bermasalah, mereka baru saja menutup lubang 10 miliar itu. Sekarang tabungan juga akan habis beberapa hari lagi.
“Nita, ekspresimu tidak baik. Haha, kamu jangan-jangan tidak punya uang untuk makan?” David langsung berteriak. Dia tahu Nita sudah tidak punya uang, dia sengaja berteriak keras dan mempermalukan Nita.
“Aku…”
Semuanya melihat ke sini, Nita merasa sangat malu. Setelah sesaat, dia baru berkata: “Aku…aku tidak bawa kartu bank.”
__ADS_1