
Apa?
Debora melihat ke dalam ruangan, ternyata Budiman sudah melepaskan pisau dan berlutut di depan Arief.
Apa yang terjadi? Debora tidak bisa mempercayai apa yang dilihatnya! Ini pertama kali dia melihat seorang penculik berlutut kepada sandera.
Puluhan polisi juga hanya bisa tercengang dan tidak bisa berkata-kata.
Awalnya, mereka mengira negosiasi hari ini akan berjalan sangat lama. Siapa sangka ketika Arief masuk menggantikan diri sebagai sandera, dia bisa membuat penculik berlutut dan menyesali perbuatannya.
Di dalam kamar, Arief tersenyum menatap Budiman. Betul, dia sudah memberitahu Budiman tentang identitas aslinya.
Awalnya, Budiman masih tidak percaya, tapi ketika Arief menunjukkan kartu bank, Budiman pun putus asa dan depresi!
Ternyata orang yang tidak boleh disinggung adalah Arief?
Pantas saja, ada yang bisa memberikan Crystal Love kepada Nita, ternyata Arief adalah Tuan Muda Keluarga Burton! Sampah yang diremehkan orang-orang adalah Tuan Muda Kedua Keluarga Burton!
“Tuan Muda Kedua, aku mohon padamu, sebelumnya aku tidak bisa melihat dengan baik,” ucap Budiman yang sangat depresi. “Tuan Muda Kedua, tolong lepaskan dan ampuni aku. Aku berjanji tidak akan mengganggu istrimu lagi, aku berjanji, aku akan bersumpah juga.”
Arief hanya tersenyum menatapnya, lalu berkata, “Budiman, aku boleh memaafkanmu. Selama kamu mengakui kesalahan, aku akan memberitahu hal ini kepada keluarga untuk memaafkanmu. Tapi sekarang masalahnya, kamu sudah membuat kesalahan besar. Coba lihat keluar jendela, berapa banyak polisi yang sedang menunggu untuk menangkapmu.”
“Tidak apa-apa, Kak Arief, tidak apa-apa. Kejahatanku tidak terlalu besar, karena aku akan mengakuinya sekarang juga!” ucap Budiman yang masih menangis.
“Baik, kamu keluar saja sekarang,” ucap Arief melambaikan tangannya, “Setelah kamu keluar dari penjara dan tidak menggangguku lagi, aku akan melepaskanmu.”
“Terima kasih Kak Arief, terima kasih Kak Arief,” ucap Budiman yang terus bersujud.
Jika bisa kembali ke kehidupan semula, dia juga tidak masalah kalau umurnya berkurang sepuluh tahun!
Arief tidak berbicara lagi dan berjalan keluar dari sini.
Di luar sana, beberapa polisi segera masuk ke dalam ketika melihat Arief berjalan keluar.
Hanya Debora yang berjalan ke samping Arief. Sebenarnya, ini pertama kali Debora bertemu pria seperti ini setelah sekian lama menjadi polisi.
“Ada urusan lain, Ibu polisi?” tanya Arief.
Tidak bisa dipungkiri, Debora benar-benar sangat cantik. Walaupun dia memakai seragam polisi, tubuhnya yang mempesona masih terlihat jelas.
“Halo, apa kamu berkenan ke kantor polisi untuk membuat laporan?” tanya Debora.
“Maaf, aku masih ada urusan lain,” ucap Arief sambil tersenyum. Dia akan kembali ke kantor dan tidak akan kembali ke Keluarga Kimberly lagi. Arief sudah memikirkannya, mulai sekarang dia akan membeli rumah di dekat kantor dan mulai menjalankan perusahaannya dengan baik.
Setelah melontarkan ucapannya, sebuah mobil Rolls-Royce berhenti di depan Arief ketika dia ingin pergi.
Seorang pria paruh baya turun dari mobil dan segera datang ke hadapan Arief.
“Tuan Mu … Burton.” Vincent segera menghampiri dan membungkuk kepada Arief. Ketika ingin memanggil Tuan Muda Kedua, dia baru ingat kalau Arief pernah berkata bahwa dia tidak menyukai panggilan itu.
“Direktur Vincent?”
Debora sepertinya sedang bergumam sendiri.
Vincent sebagai bos dari Bar Mediterania sangat terkenal di kota Malang.
Sebagai kapten kepolisian, Debora sering bertemu kasus kriminal. Tempat seperti Bar Mediterania ini sering mengalami kasus pemukulan, sehingga Debora tentu saja mengenal Vincent.
Namun, Vincent sepertinya memiliki aset lebih dari belasan triliun!
Kenapa dia membungkuk kepada Arief? Apa yang terjadi?
__ADS_1
Debora terus menatap Arief yang memakai pakaian pinggir jalan dan bahkan mengemudikan motor listrik! Kemampuan apa yang dimilikinya sampai Vincent dapat membungkuk kepadanya?
“Tuan Burton,” panggil Vincent sekali lagi sembari menghapus keringat di keningnya.
Dia baru ingat kalau hari ini adalah ulang tahun Arief! Awalnya, dia sudah mengingatnya, tapi karena sibuk, dia pun melupakan hal ini.
“Vincent, ada apa?” Arief melihatnya sembari naik ke atas mobil listrik.
“Tuan Burton, saya lupa kalau hari ini adalah ulang tahun Anda, maaf saya terlambat,” ucap Vincent dengan ekspresi bersalah. Dia segera mengeluarkan sebuah kotak kayu dan memberikan kepada Arief dengan sopan, “Tuan Burton, ini hadiah ….”
“Baik, aku akan menerimanya. Aku akan pergi dulu karena ada urusan lain,” ucap Arief sambil menerima kotaknya. Dia juga tidak ingin menolaknya, karena kalau tidak, Vincent tidak akan membiarkannya pergi
Setelah memasukkan kotak ke dalam saku, dia pun pergi dengan motor listriknya.
“Tuan ….”
Ketika Vincent masih ingin berbicara, Arief sudah pergi jauh.
Dia hanya bisa menggelengkan kepala dan pergi dari sini.
Tiga hari kemudian.
Vila Keluarga Kimberly.
Hari ini adalah hari baik, karena Nita akhirnya setuju untuk pergi bernegosiasi dengan Perusahaan Net Media. Ternyata, Perusahaan Net Media pun setuju untuk membiarkan Keluarga Kimberly memasarkan Cindy.
Sehingga hari ini mereka berkumpul untuk mendiskusikan bagaimana caranya.
“Nenek, aku merasa kalau kita harus membiarkan Cindy untuk mengikuti acara Superstars. Sebuah acara varietas yang sangat populer sekarang,” ucap David.
“Nenek, kita juga bisa membuatnya viral di internet lebih dulu,” ucap seorang wanita.
Hanya Nita yang sedang bingung, kenapa Perusahaan Net Media hanya mengakui dia seorang? Bahkan Nita juga belum pernah bertemu dengan Presiden Direktur perusahaan itu!
Terus, siapa yang memberikan Crystal Love kepadanya?
Nita merasakan banyak pertanyaan yang belum terjawab, tapi dia masih bisa menahan diri untuk tidak memikirkan pertanyaan ini. Namun, di benaknya terus muncul Arief yang masih disandera itu.
Dia sudah tidak melihat Arief selama tiga hari, Arief juga tidak pulang ke rumah, apakah dia baik-baik saja?
Nita mulai merasa ingin nangis dia memaksakan diri untuk tidak memikirkannya. Namun apa daya, Arief terus muncul di benaknya.
“Bagaimana menurutmu, Nita?” ucap Nenek kepadanya.
“Nita?”
“Iya, iya,” ucap Nita sembari mengangkat kepala dan menyadari semua orang sedang menatapnya.
“Nita, kenapa kamu bengong?” ucap Nenek. “Ada apa?”
“Nenek, tidak apa-apa,” ucap Nita sambil menggelengkan kepala dan tersenyum. Dia berusaha untuk tidak memikirkan Arief
Perusahaan Net Media.
Arief sedang membaca dokumen di tangan, dalam tiga hari ini, dia sudah mengetahui semua seluk beluk Perusahaan Net Media. Perusahaan ini sebelumnya dikelola oleh kakak ipar, mungkin karena tidak benar, perusahaan ternyata tidak berjalan dengan baik.
Keuntungan tahun tahun sebelumnya ternyata hanya dua ratus miliar.
Angka ini sangat buruk bagi Perusahaan Net Media. Bagi perusahaan seperti ini, keuntungan empat triliun per tahun juga masih rendah.
Dia baru saja menjadi Presiden Direktur, setelah memikirkannya, Arief merasa kalau masalah ini harus diselesaikan. Caranya sangat gampang, dia harus memasarkan Cindy dengan baik.
__ADS_1
Cindy sangat cantik dan memiliki tubuh yang indah, suaranya juga tidak buruk. Jika pemasarannya berjalan dengan baik, Cindy seharusnya bisa terkenal.
Walaupun dia sudah tidak berada di Keluarga Kimberly, tapi Arief masih memiliki perasaan terhadap Nita. Sehingga dia menyerahkan tugas memasarkan Cindy kepada Nita, ini adalah hal terakhir yang bisa dilakukan Arief untuknya.
Melalui penelitian Keluarga Kimberly, Cindy harus mengikuti acara Superstars.
Tujuan dari acara ini, yaitu mencari bakat.
Perusahaan yang berinvestasi di belakang acara Superstars adalah Perusahaan Net Media. Setelah Arief melakukan analisis, dia menyadari keuntungan perusahaan yang rendah juga karena berinvestasi pada acara Superstars ini.
Total investasi mencapai empat triliun! Tentu saja, acara ini memang sangat terkenal, tapi penghasilannya terlalu rendah.
Melihat musim baru acara Superstars akan segera dimulai, Arief kemudian mencari cara untuk mendapatkan seorang sponsor.
Acara yang begitu populer pasti memiliki banyak sponsor yang ingin bergabung. Pada akhirnya, Arief memutuskan untuk memberikan perusahaan mobil Audi kesempatan.
Audi sudah setuju untuk memberikan sponsor dua triliun, kemudian setiap episode acara ini akan muncul iklan selama sepuluh menit. Sebenarnya, banyak perusahaan lain yang ingin memberikan sponsor senilai tiga triliun. Namun, Direktur Grup Audi adalah teman baik Vincent, sehingga Arief memilih Audi karena menghargai Vincent.
Arief kemudian mengambil dokumen dan keluar dari perusahaan. Dia mengemudikan motor listrik dan pergi ke showroom pusat mobil Audi. Selain membicarakan kerja sama, dia juga ingin membeli mobil baru.
Showroom mobil Audi, terdapat banyak mobil mewah yang terparkir di depan sana. Land Rover, Mercedez dan lainnya. Bagaimanapun, orang yang datang membeli Audi pasti memiliki uang lebih.
Arief memarkirkan mobilnya dan berjalan masuk.
Sialan, ternyata dia harus menghabiskan waktu satu jam untuk sampai di sini.
“Halo, ada yang bisa kami bantu?”
Di aula besar, terlihat seorang wanita dengan baju profesional berjalan menghampiri Arief.
Wanita ini sangat cantik dengan tinggi 165 cm, dia memiliki kulit yang putih. Walaupun memakai jas, bagian dada juga terlihat sangat indah.
Audi hebat juga, bahkan karyawannya juga begitu cantik.
“Ini … aku ingin beli mobil.”
Arief menggaruk kepala dan berkata kepada wanita itu, “Aku pernah melihat iklan di TV, Audi memiliki seri yang atapnya bisa dibuka, apa aku bisa melihatnya?”
“Maaf, kami sedang istirahat,” ucap wanita itu sambil tersenyum. Dia tidak bisa menutupi ekspresi merendahkan di matanya, kenapa dia bisa bertemu orang aneh seperti ini? Pria di depannya memakai pakaian murahan, kenapa dia bilang ingin beli mobil?
Apa Audi adalah mobil yang sanggup dibeli orang seperti dia?
“Sedang istirahat?” ucap Arief sambil melihat sekitar.
Tidak mungkin, di aula ini masih terdapat belasan orang yang sedang melihat mobil! Tentu saja, para pelanggan ini memakai jas yang rapi, mereka memang terlihat seperti orang kaya.
“Kenapa mereka bisa dilayani?” tanya Arief.
Wanita itu menghela napas dan mulai terlihat kesal. Dia mulai merasa kalau pria di depannya adalah buruh pabrik. Pria ini sengaja datang ke showroom untuk melihat-lihat, dia mungkin saja mengambil foto di dalam mobil dan pulang untuk memamerkannya. Orang seperti ini benar-benar sangat menjijikkan.
“Maaf Tuan, kami sedang istirahat. Mobil di sini juga harganya tidak kurang dari 600 juta, ditambah biaya yang lain juga bisa mencapai 700 juta. Walaupun membeli dengan cicilan, biaya muka juga sekitar 200 juta lebih. Itupun jenis mobil yang paling murah dan sudah tidak ada barang lagi. Tuan, kami sedang istirahat, kalau tidak ada urusan lain, silahkan pergi dari sini,” ucap wanita ini yang mulai tidak bisa menahan diri.
Sialan, dia sedang mengusirku?
Ketika Arief ingin mengatakan sesuatu, dia melihat seorang pria dan wanita berjalan masuk.
Ketika melihat wanita itu, Arief mengepalkan tangan dengan erat!
Nita?!
Hehe, baru berapa hari tidak bertemu, dia sudah bersama pria lain?
__ADS_1