Menantu Yang Menyembunyikan Identitas

Menantu Yang Menyembunyikan Identitas
Bab 20 Tidak Apa-apa kan


__ADS_3

Perlu diketahui, orang ini adalah Agus!


Walaupun Nita tidak mengenalnya, tapi sering mendengar teman membicarakannya!


Di kota Malang, nama Agus sangat terkenal. Dia muda, bernyali besar, bahkan sangat kejam. Lalu di belakangnya ada Vincent yang mendukungnya!


Siapa itu Vincent? Orang itu adalah bos Bar Mediterania, bos dari bar paling mewah di kota Malang.


Nita melihat pisau di tangan Agus dan wajahnya yang sangar. Kalau Arief tertangkap, walaupun gak mati, dia juga akan menjadi cacat!


“Cepat pergi!” Nita benar-benar panik, dia berdiri dari tempatnya dan ingin menarik Arief. Tetapi orang-orang menahannya.


Nita juga tidak mengerti, apa yang dipikirkannya. Dia memang merendahkan Arief, tetapi ketika melihat Arief akan dipukul, dia juga merasa sedih.


Tapi orang-orang di samping tidak berpikir seperti itu. Arief dipukul semakin parah semakin bagus!


Haha, terutama Budiman. Dia menarik Nita: “Nita, kenapa kamu mempedulikan sampah itu! Dia sendiri yang tidak tahu diri, berani mengganggu David, mampus dia!”


Saat ini Agus mengangkat pisaunya dan berjalan ke arah Villa!


“Adik David, kamu tenang saja.” Agus membuang puntung rokok di mulutnya: “Aku ingin lihat, siapa orang bodoh yang berani mengganggu adikku! Sialan, hari ini aku akan menghancurkannya!”


David mengangguk dengan cepat, dia berjalan ke arah Arief. Dia merasa senang dalam hati, hari ini dia bisa mendatangkan Agus, membuat dia lebih bangga lagi!


Sebenarnya dia dan Agus juga bukan kenalan begitu saja.


Suatu kali David yang sedang mengendarai mobil bertengkar dengan supir di depannya. Lalu mereka ingin berkelahi. Saat itu, supir memanggil Agus kemari.


Hari itu, David hampir saja mati dipukul Agus. David juga sangat takut dengannya, jadi dia mencari cara untuk berhubungan baik dengan Agus. Dia tahu Agus suka berjudi, dan selalu kalah. Jadi setiap bulan, David akan “meminjamkan” sedikit uang untuknya. Walaupun pinjam, tapi juga tidak pernah dibalikin. David juga tidak meminta uangnya kembali! Setiap bulan dia memberinya sedikit, kalau ada masalah, dia bisa meminta tolong kepadanya.


Jujur, sejak berkenalan dengan Agus, jarang ada yang berani mengganggunya. Karena nama Agus sangat terkenal di Kota Malang. Anak muda jarang ada yang berani mengganggunya!


Saat ini Agus berjarak belasan meter dari Arief. Mereka saling bertatapan.


Tetapi Agus rabun, dia menyipitkan matanya dan masih belum mengenali Arief! Dia tetap berjalan masuk dengan pisaunya, dan berlari ke samping Arief!


“Lari, lari!” Nita berteriak keras, tetapi orang-orang menahannya.


Saat ini, Nita menutup matanya. Dia seperti bisa melihat Arief yang terjatuh di genangan darah!


Tapi dia tidak pernah membayangkan, ketika pisau Agus akan mengenainya, dia tiba-tiba berhenti!


Arief menatapnya sambil tersenyum. Sekarang jarak mereka hanya setengah meter!


Melihat Agus berhenti, David langsung panik.


“Kak Agus, ini orang bodohnya!” David berteriak: “Iya dia, kak Agus, hajar dia!”


David terus berteriak dan matanya memerah!


“Orang..orang yang ingin kamu hajar, adalah dia?” Saat ini, Agus akhirnya sadar berkata kepada David.


“Betul, dia!” David berkata.


Semua keluarga Kimberly melihat kejadian ini dengan sangat fokus.


Tapi Nenek tetap berjalan kemari, dia berkata: “David, jangan keterlaluan dan membunuhnya.”

__ADS_1


Membunuhnya? David tersenyum. Sialan, Arief menamparnya di hadapan semua orang, mana mungkin dia tidak membalaskan dendam ini?!


“Baik. Nenek tenang saja, aku akan memukulnya sampai berlutut, itu saja.” Kata David sambil tersenyum.


Saat ini, Agus juga melihat jelas tampang Arief, dia hampir saja kencing di celana!


Sialan, David si bodoh ini mau menghajar Arief?


Agus terus mengucurkan keringat dingin, Ayah angkatnya harus memanggil Tuan Muda Kedua kalau bertemu Arief!


“Kamu ingin memukulnya?!” Agus memastikan sekali lagi. Dia bertanya dengan nada tidak percaya.


“Betul dia!”


David berteriak, melihat dia tidak bergerak. Akhirnya dia tahan, dia ingin menghajarnya duluan!


Tetapi ketika dia ingin meninju, Agus langsung berteriak dan menarik rambut David!


“Phak!”


Tamparan yang tiba-tiba itu mengenai wajah David!


Tamparan ini menggunakan segenap tenaga, darah segar pun mengalir keluar dari sudut mulutnya.


David memegang wajahnya dan berkata dengan tidak percaya: “Kak Agus! Aku salah di mana?!”


Bukan hanya David, semua orang juga bingung!


Apa, apa yang terjadi? Bukannya Agus adalah kakak David? Kenapa tiba-tiba berubah?


“Sialan kamu, kamu ingin mencelakakanku?” Agus semakin kesal, dia langsung mendorong David ke lantai dan terus menginjaknya.


David tidak tahu harus bagaimana, dia sekarang terus dihajar.


Anggota keluarga Kimberly juga tidak berani menahannya. Akhirnya, Nenek tidak sanggup melihatnya, dia menyuruh beberapa anak muda keluarga Kimberly untuk turun tangan.


Beberapa anak muda menguatkan nyalinya dan mendekat, kemudian memberanikan diri berteriak: “Ber..berhenti..”


“Sialan, pergi kalian semua!” Agus sedang marah, dia mengayunkan pisau di tangan: “Hari ini siapa yang menghalangi, aku akan menebasnya!”


Ucapan ini membuat semua orang ketakutan, siapa yang berani melawan Agus?!


“Hajar dia, kalau terjadi sesuatu, aku yang tanggung jawab.” Teriak Agus kepada anak buahnya. Anak buahnya langsung menendang David.


“Kak Arief…” Saat ini, Agus berusaha tersenyum, dia berjalan ke depan Arief dengan sopan: “Kak Arief…tenang saja, bocah ini berani menantangmu, aku akan mematikannya!”


Hah?!


Belum selesai bicara, semua orang langsung bengong!


Apa, apa yang terjadi?! Seorang Agus bersikap sopan kepada Arief? Beneran, sikap sopannya itu seperti anak yang melihat Ayah sendiri!


Sampah ini punya kemampuan seperti itu? Mana mungkin!


Nita juga tertegun, dia dari khawatir menjadi kaget! Beneran sangat kaget!


“Kak Arief, aku beneran tidak tahu itu Anda, kalau tidak, aku juga tidak berani datang.” Agus melihat Arief tidak berbicara, dia semakin takut, dia terus berbicara: “Kak Arief, aku mohon, kamu jangan marah lagi. Aku mohon, aku beneran tidak tahu Anda…”

__ADS_1


“Sudah sudah.” Arief melambaikan tangan dengan kesal, suasana hatinya sudah tidak senang. Sekarang mendengar ucapan Arief membuat dia semakin kesal, dia langsung berjalan pergi.


Mampus…


Agus terkejut, apakah Kak Arief beneran marah?


“Hajar dia terus!” Teriak Agus dengan keras.


Keluarga Kimberly tidak ada yang berani menahannya. Setelah sesaat, melihat David hampir mati, semua orang baru berhenti.


David dengan wajah bengkak dan tangisan yang penuh di wajahnya berkata: “Kak Agus, kenapa memukulku…”


Agus memijat leher dan menendang sekali lagi: “Kenapa memukulmu? Kamu tidak tahu seberapa hebat Kak Arief?”


“Seberapa hebat? Dia hanyalah menantu sampah keluarga Kimberly kami!” David merasa sedih, orang yang dia cari malah menghajarnya! Dan masih belum tahu alasannya!


“Menantu?” Agus tersenyum dingin, ketika ingin mengatakan identitas Arief adalah Tuan Muda Kedua Keluarga Burton. Tapi dia berpikir lagi, Ayah Angkatnya bilang Arief sudah pergi dari keluarga Burton.


Jadi dia juga tidak tahu apa identitas Arief sekarang.


Agus berkata kepada David: “Pokoknya kamu ingat, kalau kamu melawan Kak Arief lagi, aku akan mematikanmu.”


“Ayo!”


Agus melambaikan tangannya, akhirnya mereka pergi dari keluarga Kimberly.


“David, kamu tidak apa-apa?!”


Sampai saat ini, semuanya baru berani mendekat dan mengelilingi David.


Sialan! David merasa sangat……sedih!


Apa yang terjadi? Hari ini dia benar-benar dipermalukan!


“Nenek, bos Hotel Royal, Austin datang!”


Setelah suara itu, semuanya langsung melihat ke arah pintu.


Terlihat 5 mobil Rolls Royce berhenti. Dari mobil paling depan turun seorang pria paruh baya dengan tongkat di tangannya.


Dia adalah Austin!


“Nenek Keluarga Kimberly hebat sekali, dia bahkan bisa mengundang Pak Austin.”


“Iya…”


Saat ini para tamu membicarakannya, karena Austin termasuk orang hebat di kota Malang. Sebagai orang dengan kekayaan ratusan miliar, tidak pernah melihat dia ikut di acara ulang tahun! Sekarang Nenek bisa mengundangnya?!


“Pak Austin!”


Wajah nenek terlihat bingung, apa yang terjadi? Kenapa Austin datang? Dia tidak mengundangnya?


“Nenek, apakah Tuan Burton ada di sini?” Tanya Austin sambil tersenyum, di belakangnya ada belasan pria berbaju hitam.


“Tuan Burton?”


Nenek menggelengkan kepalanya: “Tidak pernah mendengar nama itu. Kalian ada yang kenal?”

__ADS_1


Semua orang bingung. Tuan Burton? Siapa yang kenal?


Di sini hanya Arief seorang yang bermarga Burton. Tapi siapa yang bisa mengingat sampah itu?


__ADS_2