
Chandra tersenyum dan berkata, “Adikmu Yanto akan menikah besok. Aku ingin memberi tahumu untuk menghadiri acara pernikahannya.”
Hah?
Setelah mendengarnya, Arief terkejut dan sekaligus senang. Dia hampir saja melompat dari kursi.
“Baik, aku akan datang besok pagi.”
Setelah menjawabnya, Arief menutup teleponnya. Dia merasa sangat senang.
Betul, ini memang kabar baik. Bukan hanya kabar baik, tapi kabar baik yang sangat besar.
Yanto lebih kecil dua tahun dari Arief.
Arief dan Yanto tidak memiliki hubungan darah. Yanto adalah anak angkat Chandra dan tumbuh besar di Keluarga Burton. Seluruh Keluarga Burton, hanya Yanto yang paling dekat dengan Arief.
Ketika Arief diusir dari kediaman, Yanto yang masih sekolah langsung pulang malam itu untuk mendukung Arief.
Hanya saja sebagai seorang anak angkat, Yanto tidak memiliki kuasa di dalam Keluarga Burton, sehingga tidak ada yang mendengarkan ucapannya.
Namun, Arief terus mengingat kejadian itu.
Jadi, dia harus menghadiri pernikahan ini. Arief juga akan menyiapkan hadiah untuknya.
Keesokan harinya, Arief mengemudikan mobil dan pulang ke kediaman Keluarga Burton.
Demi menghadiri pernikahan Yanto, Arief sengaja memesan jas tadi malam dan menyiapkan sebuah hadiah untuk Yanto.
Arief merasa sangat bersemangat, dia merasa lebih gembira dari pada ketika dia menikah.
Vila pinggir pantai Malang.
Di depan vila terparkir banyak mobil mewah. Kondisi vila sangat terang dan ramai.
Pernikahan Yanto sangat meriah. Hampir semua orang penting di Kota Malang sudah diundang.
Orang-orang yang datang ke sini semuanya mengenakan jas dan sepatu kulit, dengan hadiah di tangan mereka seperti, porselen biru-putih yang diukir dengan naga, mangkuk bertahtakan emas dari zaman kerajaan, kaligrafi dan lukisan terkenal, dan beberapa orang bahkan membawa setumpuk uang tunai yang tebal langsung sebagai hadiah.
Pada saat ini, Yanto memakai kemeja pengantin dan menyambut tamu di depan pintu bersama pengantin wanita yang bernama Dewi.
“Kak Arief.”
Melihat Arief turun dari mobil, Yanto segera berlari untuk memeluk Arief sambil tersenyum.
“Dewi, ini adalah Kakak kedua yang sering aku ceritakan. Cepat panggil Kak Arief.”
“Halo, Kak Arief,” sapa Dewi dengan sopan sambil tersenyum.
Arief mengangguk, dia melihat Yanto dan melirik Dewi.
Setelah sekian lama tidak bertemu, Yanto semakin tampan. Adik ipar yang bernama Dewi juga terlihat lembut dan baik hati walaupun pertama kali bertemu.
“Yanto, kamu sudah dewasa,” ucap Arief sambil menepuk bahunya dengan kedua mata yang memerah. Dia benar-benar melihat bagaimana Yanto tumbuh dewasa. Sekarang, Yanto sudah menikah. Waktu benar-benar sangat cepat.
“Ini adalah hadiah dariku,” ucap Arief yang tersenyum sambil memberikan hadiah.
Di dalam aula sudah penuh dengan orang-orang. Kepala Keluarga, Chandra, yang memakai jas sedang berbicara dengan beberapa tamu undangan.
Kakak ipar yang bernama Jeslin dan kakak yang bernama Doni berdiri di samping Chandra. Mereka juga memakai pakaian yang rapi dan mewah.
__ADS_1
Melihat Arief masuk, Chandra berjalan ke arahnya sambil menyapa, “Arief sudah datang.”
Arief mengangguk. Ketika ingin menjawab, sebuah suara sinis terdengar dari samping.
“Aduh, bukannya ini menantu Keluarga Kimberly?”
Orang yang berbicara adalah Jeslin.
Pada saat ini, dia mengenakan celana ketat hitam, dan sosok seksinya tergambar sempurna.
Hahaha!
Mendengar kata menantu, semua orang tidak bisa menahan tawa dan diam-diam melirik ke Arief. Mereka terus menatap ke arah Arief.
Arief mengerutkan keningnya.
Walaupun Jeslin sangat cantik, tapi dia memiliki sifat yang pelit. Ketika Arief masih tinggal di kediaman Burton, Jeslin sering mencari alasan untuk merendahkannya. Dia juga sering mengatakan bahwa Arief lebih payah dari kakaknya sendiri, Doni. Arief juga tidak pantas mengelola perusahaan apa pun. Pada akhirnya, Arief dikeluarkan dari rumah karena provokasi Jeslin.
Orang-orang yang berada di samping terus membicarakannya, tetapi Arief hanya tersenyum.
Dia tidak memedulikan Jeslin.
Sikap Arief membuat Jeslin mengerutkan keningnya. Dia berkata dengan sinis, “Ketika diusir keluar dari rumah, kamu bertingkah seperti anjing tak bertuan dan menjadi menantu Keluarga Kimberly. Sekarang, setelah berpakaian rapi, apakah kamu menganggap dirimu penting?”
Ucapannya sangat merendahkan dan menghina.
Chandra mendekat dan mengerutkan keningnya. Dia berkata kepada Jeslin dengan nada pelan, “Kita sedang berada di acara pernikahan, kecilkan suaramu.”
Yanto juga tidak bisa menahan diri, dia berjalan ke depan dan berkata, “Kakak ipar, kenapa kamu membicarakan Kakak kedua seperti ini? Kakak kedua diusir dari keluarga karena membeli saham Perusahaan Minyak Tenggara. Fakta membuktikan bahwa keputusan Kakak kedua tepat. Sekarang harga saham perusahaan itu telah berlipat ganda.”
Jeslin menggoyangkan bibir dan berkata dengan nada dingin, “Itu karena dia beruntung saja.”
Semua orang juga ikut tersenyum sinis.
Banyak tamu undangan yang tidak bisa menahan tawa. Mereka pernah mendengar Tuan Muda kedua dari Keluarga Burton yang diusir dari rumah. Orang yang menjadi menantu orang lain, juga masih berani pulang ke sini.
Pada saat ini, Doni berjalan kemari dan mengangguk kepada Arief. “Adik, baguslah kalau sudah pulang. Hiraukan ucapan Kakak iparmu.”
Walaupun berkata seperti itu, ekspresi Doni terlihat dingin.
Walaupun mereka berdua adalah saudara kandung, mereka tidak memiliki topik pembicaraan yang sama. Setelah Doni menikah dengan Jeslin, komunikasi di antara mereka semakin menghilang. Terutama dibawah pengaruh Jeslin, hubungan di antara kakak adik ini semakin rusak.
Arief tidak menjawab dan hanya mengangguk.
Namun, pada saat ini, terdengar suara yang panik.
"Cepat ke sini! Direktur Novia pingsan!"
"Apa yang terjadi?”
Ditemani oleh beberapa seruan, banyak tamu bubar dengan panik, masing-masing dengan ekspresi yang sangat rumit dan serius.
Mereka melihat seorang wanita yang menggunakan gaun tergeletak di lantai. Wanita itu tampak berusia tiga puluhan, dengan sosok yang anggun dan seksi, tetapi matanya tertutup, dan dia berbaring di sana dan tidak bergerak.
“Direktur Novia?”
Melihat apa yang terjadi, Chandra tercengang.
Wanita ini adalah Novia, direktur dari Perusahaan Keamanan Serigala Hitam. Dia adalah orang hebat di Kota Malang! Perusahaan Keamanan Serigala Hitam memiliki montrak pekerjaan keamanan semua kompleks mewah di Kota Malang, bahkan mereka bertugas mengawal uang tunai bank dengan pengawasan yang kuat.
__ADS_1
Nama perusahaan keamanan hanyalah formalitas. Orang-orang yang bekerja di perusahaan ini hanyalah preman. Hanya saja mereka menyebut diri mereka sebagai petugas keamanan.
Ketika membicarakan Novia, orang-orang akan teringat adiknya yang bernama Guntur. Dia adalah raja bawah tanah di Kota Malang.
Novia diundang untuk menghadiri pernikahan Yanto.
Sekarang, Novia pingsan di acara pernikahan. Kalau terjadi sesuatu, seluruh anggota Keluarga Burton akan kesulitan.
Pada saat ini, Doni dan Jeslin bergegas mendekat untuk memeriksanya.
Melihat apa yang terjadi, Jeslin berteriak dengan panik, “Cepat! Ada dokter yang berada di sini atau tidak?”
“Aku … minggir dulu. Biarkan aku memeriksanya.”
Pada saat ini, seorang wanita tinggi langsing berjalan keluar dari kerumuman. Wanita ini terlihat sangat lembut dan menarik perhatian para pria.
Melihat wanita itu, Jeslin langsung tersenyum. “Dokter Lisa. Cepat, mohon bantuannya.”
Chandra, Doni dan yang lain juga merasa lega.
Wanita cantik ini bernama Lisa, dia adalah dokter Rumah Sakit Rakyat Kesatu di Kota Malang. Dia memiliki keterampilan medis yang sangat hebat. Orang-orang menyebutnya dokter genius di Kota Malang.
Keluarga Burton merasa tenang dengan kehadiran orang ini.
Ekspresi orang-orang juga merasa lebih lega ketika melihatnya.
Lisa langsung jongkok dan memeriksa kondisi Novia. Dia lalu berkata, “Mungkin terlalu banyak orang di aula, menyebabkan kadar oksigen menurun dan menjadi sesak napas.”
Sambil berkata, Lisa menyuruh orang-orang untuk membubarkan diri. Kemudian menekan titik antara hidung dan mulut di wajah Novia.
Setelah melakukan itu, Lisa menyuruh orang membawakan handuk basah.
Semua orang tidak berani bergerak lambat. Mereka segera melakukan perintah Lisa.
Namun, orang-orang tidak memperhatikan ekspresi Arief yang mengerutkan keningnya.
Novia pingsan sepertinya ada hubungan dengan vila ini?
Vila ini dikelilingi oleh pegunungan dan sungai, yang tidak buruk, tetapi ada cermin fengsui yang tergantung di pintu. Pada saat ini, rumah Yin yang khas dapat dengan mudah membuat orang kerasukan energi Yin.
Novia berbaring di lantai dan tidak ada tanda-tanda akan sadar.
“Apa yang terjadi?”
“Apakah Direktur Novia memiliki penyakit akut?”
“Ssh, jangan asal bicara. Apa kamu sudah bosan hidup?”
Kerumunan juga mulai berbisik.
Chandra yang menyadari situasi memburuk, langsung mendekat untuk bertanya, “Bagaimana, Dokter Lisa?”
Lisa menunjukkan ekspresi canggung. Dia mengerutkan kening dan berkata, “Kondisi Direktur Novia memburuk, sebaiknya dibawa ke rumah sakit.”
Chandra langsung mengangguk dan menyuruh orang untuk menyiapkan mobil.
Pada saat ini, Arief berjalan keluar dari kerumunan. Dia pun berkata, “Tidak perlu ke rumah sakit. Dokter tidak bisa menyembuhkannya, justru akan memperparah kondisinya.”
Wah!
__ADS_1
Mendengar ucapannya, semua orang langsung heboh. Pada saat yang sama, semua orang juga menatap Arief dengan tatapan aneh.
Dokter Lisa sudah mengatakan bahwa dia tidak bisa melakukan apa pun, apa yang dilakukan seorang menantu tidak berguna ini?