
“Kamu…” mendengar Budiman yang ingin melamar, Nita mengerutkan keningnya: “Sudahlah, sekarang aku juga belum bercerai.”
Walaupun Arief memang sampah, tapi beberapa tahun ini, Arief selalu bekerja dan tidak mengeluh. Dia mengerjakan semua pekerjaan rumah, ketika ada sedikit kesalahan, dia akan dimarahi, tetapi dia tidak ada keluhan sama sekali.
Seekor anjing saja memiliki perasaan, apalagi orang?
Apalagi beberapa kali ini, Arief meminjamkan 10 miliar, membantu masalah perusahaannya. Lalu ketika berada di Hotel Royal, David juga mengeluarkan semua tabungannya untuk membayar makan.
Budiman menatapnya dengan penuh cinta: “Nita, kenapa aku kalah dengan Arief? Dia hanya seorang sampah! Kamu tenang saja, tiga hari lagi ulang tahun nenek, aku akan menyiapkan hadiah besar dan pergi merayakannya! Nenek pasti suka hadiah ini. Lalu saat itu aku akan melamar kamu, aku percaya nenek pasti setuju.”
Nita meminum kopinya. Sebenarnya peraturan keluarga Kimberly sangat ketat, nenek paling berkuasa. Kalau nenek menyukai Budiman, mungkin dia akan disuruh bercerai.
Jujur, Nita merasa Arief sampah, tapi juga bukan tidak ada perasaan sama sekali. Karena setelah menikah tiga tahun, mana mungkin tidak ada perasaan sama sekali.
“Aku tanya 1 hal.”
Saat ini, Nita tiba-tiba bertanya.
“Apa? Tanya saja Nita.”
“Crystal Love itu, benar-benar bukan dari kamu?” Tanya Nita.
“Nita, aku langsung kesal kalau ungkit hal itu.” Budiman menarik nafas dan memperlihatkan ekspresi kejam: “Sepatu yang aku berikan itu walaupun barang palsu, tetapi juga seharga 600 juta. Suami sampahmu itu malah membuangnya! Ketika pulang ke rumah, ternyata sepatunya sudah rusak.”
Mendengar keluhan Budiman, Nita menggigit bibir bawah dengan erat.
“Maksud aku, Crystal Love yang asli itu bukan dari kamu?” Tanya Nita dengan pelan.
Hah?!
Budiman tertegun dan melihat ke bawah. Ternyata, di kaki Nita ada sepasang sepatu hak tinggi yang terlihat elegan dan mahal. Itu adalah Crystal Love!
Hanya melihatnya sekilas, Budiman tidak bisa menutup mulutnya! Crystal Love ini dibandingkan dengan barang palsu 600 juta benar-benar berbeda jauh!
Walaupun Budiman seorang pria, dia juga bisa merasakan keaslian sepatu ini! Karena kelihatan begitu indah, setiap wanita yang memakainya pasti akan sangat anggun.
Kruk!
Budiman menelan ludah dengan kuat. 60 miliar, perlu diketahui, sepasang sepatu asli itu seharga 60 miliar!
Lalu sepatu ini sangat spesial, di seluruh dunia hanya ada 99 pasang. Tidak ada koneksi yang kuat juga tidak bisa membelinya!
“Sepatu ini, bukan dari kamu?” tanya Nita sekali lagi.
Dia benar-benar tidak bisa memikirkan siapa lagi yang bisa memberikan hadiah yang begitu mahal!
Memang, banyak orang yang ingin mengejarnya. Tapi Nita juga tahu dalam hati, pria-pria yang mengejarnya kebanyakan generasi kedua yang kaya. Mereka walaupun kaya, tapi tidak mungkin mengeluarkan 60 miliar untuk hadiah!
Siapa Budiman?
Walaupun Keluarga Burton tidak mendukungnya lagi, dan sekarang dia sudah terpuruk. Tapi dia pintar menganalisa. Kalau tidak salah, sepatu ini diberikan orang lain kepada Nita, dan Nita tidak tahu siapa yang memberikannya!
__ADS_1
Haha, ada orang seperti ini? Setelah memberikan barang malah tidak meninggalkan nama? Hahaha! Kalau kamu tidak mau, biar aku saja!
Budiman terlihat sangat senang, dia langsung tersenyum dan berlagak malu: “Nita, kalau sudah begini, aku akan jujur kepadamu. Aku yang memberikannya.”
“Ah? Beneran?” Nita melihatnya dan bertanya dengan bingung: “Tapi waktu aku tanya, kenapa kamu tidak mau mengakui?”
Budiman menggaruk kepala: “Nita, bukan aku tidak mau. Aku takut dimarahi olehmu.”
“Kenapa aku harus memarahimu?” Tanya Nita.
Budiman menatap Nita dengan dalam: “Karena aku tahu kamu sangat menyukai sepatu ini, dan sudah menginginkannya dalam waktu lama. Nita, sebenarnya aku sudah ingin membelinya dari dulu. Tapi kamu juga tahu, keuangan perusahaan aku juga hanya 60 miliar. Jadi aku memberikan barang palsu untukmu. Tapi ketika aku memberikannya, aku sadar kamu tidak suka.”
Budiman mengeluarkan ponsel dan membuka sesuatu, dia melanjutkan: “Lalu aku memutuskan untuk menjual perusahaan, dan memberikan sepatu itu. Aku takut kamu memarahi aku bodoh. Nita, kamu harus tahu, kamu sangat penting di dalam hatiku, aku tidak bodoh, aku hanya terlalu mencintaimu! Barang yang kamu suka, aku akan mencari cara untuk mendapatkannya. Karena aku cinta kamu.”
Mengatakan sampai di sini, Budiman memberikan ponselnya.
Di layar ponselnya terlihat ada sebuah foto. Itu kontrak yang menyatakan Budiman meninggalkan perusahaan.
Budiman tersenyum dalam hati. Kontrak ini memang asli, tetapi kontrak ini ada karena Keluarga Burton mengusirnya keluar, dan tidak ingin dia berada di perusahaan lagi!
Budiman sampai sekarang juga tidak tahu siapa orang besar yang disinggung olehnya, sampai keluarga Burton mengusirnya keluar.
Tapi Nita juga tidak tahu hal ini, dia masih mengira Budiman menjual perusahaan dan memberikan sepatu untuknya!
Walaupun dia tidak memiliki perasaan kepada Budiman. Tapi saat ini, dia juga sedikit terlihat dan menatap ke arah Budiman.
“Kamu…” Nita menggigit kuat bibirnya: “Kenapa begitu bodoh.”
Budiman langsung mengulurkan tangan dan memegang tangan Nita: “Nita, demi kamu, aku rela melakukan apa pun.”
Nita terlihat bergetar, walaupun terharu, dia tetap menarik tangannya kembali. Dia menatap Budiman dengan tatapan bingung, setelah itu dia mengangkat tas dan berjalan pergi.
Melihat kepergian wanita ini, tubuh yang seksi itu membuat Budiman bengong.
Wanita ini, aku sudah pasti akan mendapatkannya.
Budiman tersenyum, dia seperti sudah bisa membayangkan bayangan seksi Nita di malam hari.
Bar Mediterania.
Arief sudah lama tidak mabuk. Tapi hari ini, dia tidak bisa menahannya.
“Tuan Muda Kedua, kamu masih saja jago minum.” Kata Vincent sambil mengangkat gelasnya.
“Mulai sekarang jangan panggil aku Tuan Muda Kedua.” Arief melihat sekeliling dan meneguk minumannya: “Aku tidak terlalu suka panggilan itu.”
Tiga tahun lalu, di bawah pimpinan kakak ipar, Arief diusir dari keluarga besar. Sejak saat itu, dia sangat kesal dengan panggilan Tuan Muda Kedua.
Memikirkan kejadian waktu itu, Arief tidak bisa menahan diri dan mengepalkan tinjunya.
Dia menggunakan 16 miliar untuk membeli saham perusahaan minyak Tenggara. Tetapi tidak ada yang percaya akan untung. Kakak ipar bilang, dia sedang menghabiskan uang keluarga besar, jadi dibawah ajakan kakak ipar, Arief diusir keluar.
__ADS_1
Tetapi 16 miliar waktu itu adalah uang saku yang disimpannya sendiri, itu uang pribadinya!
Sebenarnya Arief sangat mengerti, alasan kenapa kakak Ipar melakukan hal ini. Karena kepala keluarga ada dua orang calon. Yang pertama adalah kakak Arief, yang bernama Yusuf.
Lalu calon kedua tentu adalah Arief.
Kakak ipar ingin membasmi dia. Dengan begini, tidak ada yang merebut warisan dengan Yusuf lagi.
“Kalau begitu mulai sekarang, kami akan memanggil Anda Tuan Burton, boleh?” Ucapan Arief menarik Arief kembali ke kenyataan.
Arief mengangguk, mengingat masa lalu membuat suasana hatinya tidak enak.
Saat ini, dia melihat Jessica mendekat dan berkata dengan pelan: “Tuan Burton, sebenarnya, aku ingin memberitahu Anda satu hal.”
“Hal apa?” Arief meneguk minuman di tangannya dan menatap ke Jessica.
Tidak bisa dipungkiri, waktu kenal Jessica beberapa tahun lalu, dia masih belum secantik ini. Sekarang dia sudah berhasil, memiliki kosmetik merek sendiri, kelihatan lebih menarik perhatian lagi.
“Terkait kakak ipar Anda.” Jessica berkata di samping telinganya.
“Coba ceritakan.”
Jessica mengangguk dan berkata dengan pelan: “Tahun lalu kakak ipar mencariku lewat orang lain. Dia ingin membeli kosmetik edisi terbatas. Setelah mendapatkannya, aku sempat ngobrol dengannya. Lalu tanpa sengaja, aku menyadari ambisinya sangat besar.”
Arief tersenyum, dia sudah tahu dari dulu. Kakak iparnya adalah orang yang sangat ambisius. Kalau tidak, mana mungkin dia diusir keluar?
Kota Malang, jalan Sudirman paling ramai.
Nita yang baru berpisah dengan Budiman, sedang berjalan dengan Wulan.
“Kak Nita, kenapa kamu terlihat tidak fokus?” Tanya Wulan yang baru keluar dari toko.
Nita menggelengkan kepalanya: “Tidak ada.”
Saat ini dia terus memikirkan Budiman. Ternyata ada seorang pria yang menjual perusahaan demi membelikan sepasang sepatu untuknya.
“Oh iya Kak Nita, kamu pernah dengar ada sebuah kosmetik yang sangat terkenal!” kata Wulan dengan semangat.
Nita yang tidak semangat tiba-tiba berkata: “Maksud kamu seri Mahkota kosmetik Esteria…?”
“Betul betul betul!”
Mereka tertawa bersama. Wanita memiliki banyak topik pembicaraan, tapi yang paling menarik perhatian adalah kosmetik dan baju.
Belakangan ini ada kosmetik yang sangat menarik perhatian. Itu adalah Esteria!
Sekarang sudah mau hari kasih saying, Esteria lalu mengeluarkan seri baru. Seri Mahkota!
Hanya ada 520 paket di seluruh dunia!
Setiap paket bernilai 1 miliar 40 juta! Ini adalah ratu di antara semua kosmetik! Tidak ada wanita yang tidak mau! Walaupun tidak mahal, tapi banyak yang berebut, kalau tidak punya koneksi, tidak akan bisa mendapatkannya.
__ADS_1