Menantu Yang Menyembunyikan Identitas

Menantu Yang Menyembunyikan Identitas
Bab 18 Memalukan


__ADS_3

“Sampah?” Fransiska hanya merasa lucu. Kalau tidak salah lihat, kotak ini seharusnya kotak khusus kerajaan. Bahan dari kotak ini juga sangat mahal, seharusnya kayu jati terbaik.


Sangat jelas, kotak ini sudah melewati berbagai musim dan waktu, sehingga terlihat jelek. Tetapi kalau dilihat seksama, pekerjaannya sangat detail!


Kotak ini mungkin seharga ratusan juta lebih? Sekarang dianggap sampah?!


Mungkin karena alasan pekerjaan, Fransiska membuka tasnya dan mengeluarkan sebuah kaca pembesar biru-merah muda.


Keluarga Salim berbisnis barang antik dari dulu, mereka sering mendapatkan barang bagus di pinggir jalan. Jadi kaca pembesar harus selalu dibawa.


“Bu Fransiska, apa yang Anda lakukan?”


Nenek berkata: “Itu hanya sampah saja, nanti pembantu akan membuangnya ke tong sampah.”


Para pria yang menatap Fransiska hampir meneteskan ludahnya. Tubuh wanita ini benar-benar seksi, lekukan di celana jeans sangat sempurna.


Fransiska tidak berbicara, ketika dia melihat kotak itu lewat kaca pembesar, keringat di keningnya terus bercucuran!


Di atas kotaknya ternyata ada pahatan seekor naga emas!


Walaupun sudah tergores oleh waktu, tetapi dengan kaca pembesar masih bisa terlihat jelas. Tak perlu dikatakan lagi, kotak ini pasti kotak yang digunakan oleh Raja!


Karena zaman kerajaan dulu, tidak ada yang berani menggunakan pahatan naga! Saat itu Raja memiliki kekuasaan mutlak, kotak ini mungkin dibuat oleh pemahat khusus Raja.


Tapi perkiraan harga ratusan juta terlalu rendah. Kotak ini mungkin lebih dari miliaran!


“Bu Fransiska? Cepat duduk.” Saat ini, David mendekat dengan sopan dan berkata: “Bu Fransiska, acaranya akan segera dimulai.”


Fransiska langsung menyimpan kaca pembesarnya, dan berkata dengan pelan: “Siapa yang memberikan kotak ini?”


“Bukan bukan!” David melambaikan tangannya: “Bu Fransiska jangan salah paham. Semua tamu undangan hari ini adalah orang penting, siapa yang akan memberikan barang murahan seperti ini. Haha!”


Karena…keluarga Kimberly bagaimanapun juga adalah keluarga besar, kalau ketahuan menerima hadiah seperti ini, pasti sangat memalukan.


David sambil berkata dan ingin membuang kotaknya ke dalam tong sampah.


Nenek melihat David dengan tatapan bangga. Dia tidak sia-sia menyayangi cucu ini, benar-benar hebat!


“Tunggu.”


Fransiska berkata, dia mengambil kembali kotaknya. Sekarang dia akhirnya mengerti, ternyata orang-orang di sini tidak mengerti! Mereka mengira ini barang murahan? Siapa sangka ternyata sebuah harta karun!


Dengan suasana hati yang bersemangat, dia membuka kotaknya pelan-pelan. Saat ini, Fransiska terlihat sangat kaget! Tubuhnya gemetar! Bukankah ini…tidak salah lihat kan?! Kipas Tak Terbatas?! Mana mungkin!


Fransiska menggigit bibirnya dengan kuat dan hampir berdarah!

__ADS_1


Semua orang tahu Raja ini memiliki 2 hobi selama hidupnya. Pertama adalah memahat cap, dikabarkan cap yang dimiliki Raja ada ribuan!


Hobi kedua adalah membuat puisi. Selama hidupnya, dia menuliskan 40.000 lebih puisi. Tetapi semua puisi ini kebanyakan tidak berkualitas, jarang ada yang menghafalnya. Tapi ada sebuah puisi yang sangat jelas di ingatan orang.


Itu adalah: Satu potong demi satu potong, dua potong tiga potong empat lima potong, enam potong tujuh potong delapan sembilan potong, semuanya menghilang masuk ke dalam alang-alang.


Tiga kalimat awal ditulis oleh Raja sendiri. Tapi kalimat keempat ditulis oleh bawahannya.


Dikabarkan setelah Raja menciptakan puisi ini, dia sangat senang. Dia langsung menyuruh pelukis terbaik untuk menggambarkan sebuah lukisan, lalu dia menggunakan lukisan itu untuk membuat kipas lipat.


Kemudian Raja lalu menuliskan puisi ini di atas kipas. Setelah itu dia menempelkan belasan cap di atasnya.


Kipas lipat ini disebut sebagai kipas terbaik pada zaman kerajaan dulu! Raja memberikan nama, Kipas Tak Terbatas!


Kipas ini selalu disimpan di museum. Tapi setelah kerajaan perang dan hancur, kipas ini juga menghilang.


Sekarang..sekarang ternyata bisa melihatnya langsung!


Fransiska sangat bersemangat, bahkan kakinya sedikit lemas. Bagi kolektor manapun, kipas ini adalah harta karun terbaik, walaupun hanya melihatnya saja sudah lebih dari cukup!


“Bu Fransiska, Anda buang saja kipas ini. Jangan mengotori tangan Anda.” David berkata sambil tersenyum: “Aku tahu, Anda adalah seorang ahli barang antik. Kemunculan barang palsu seperti ini di keluarga Kimberly memang memalukan.”


“Barang palsu?” kata Fransiska sambil mengangkat pelan alisnya.


“Kalian pasti salah?” Fransiska berkata dengan pelan: “Kipas ini…”


“Kipas lipat ini milikku.” Saat ini, Arief berdiri dan berjalan ke hadapan Fransiska, dia merebut kembali kipasnya.


Sialan, semua orang tahu hari ini ulang tahun nenek, tapi ada berapa orang yang tahu hari ini ulang tahunnya sendiri?


Arief mengepalkan tinjunya, tidak masalah kalau orang lain tidak tahu ulang tahunnya. Lalu kenapa dia harus dibuat marah? Kalau mereka tidak suka, dia juga tidak mau memberikan hadiah kipas ini!


“Kamu?” Fransiska melihat ke Arief.


Waktu di Hotel Royal, orang ini yang memberikan tempat duduk untuk dia kan?


Dia adalah menantu keluarga Kimberly, tidak memiliki status sama sekali. Mana mungkin kipas lipat ini miliknya?


“Betul, Bu Fransiska, kipas lipat ini milik dia!” David berteriak: “Selain sampah ini, siapa yang berani memberikan hadiah rusak seperti itu!”


“Sejelek-jeleknya barang aku, masih lebih bagus dari mutiara sintetis kamu itu.” Arief berkata dengan dingin: “Nenek begitu menyayangimu, kamu tidak malu memberikan mutiara jelek yang seharga beberapa juta saja? Kalian tidak mau kipas lipat ini kan? Baik, aku akan menyimpannya.”


Selesai berkata, Arief menyimpan kembali kipasnya.


“Kamu gila ya?!” David langsung marah: “Kamu bilang hadiah siapa yang seharga beberapa juta? Kalau kamu omong kosong lagi, aku akan mencari orang untuk mematikanmu.”

__ADS_1


“Cukup.”


Saat ini, nenek akhirnya berbicara: “Hari ini adalah hari baik, jangan ribut lagi. Aku ingin mengatakan satu hal.”


David melotot ke Arief dan kembali ke tempatnya.


Fransiska sebagai tamu penting, seharusnya duduk di paling depan. Tapi dia malah ikut Arief duduk di samping.


“Tante, aku boleh duduk di sini?” tanya Fransiska kepada Heny.


“Boleh, tentu saja boleh!” Heny tersenyum dan berkata: “Arief, cepat berikan tempat duduk kepada Bu Fransiska”


“Tidak tidak tidak, Tante, kamu salah paham.” Fransiska tersenyum, “Maksudku, apakah aku boleh duduk di sampingnya?”


Selesai berkata, Fransiska menunjuk ke Arief.


Hah?! Suara Fransiska tidak besar, tetapi orang-orang di meja lain bisa mendengarnya dengan jelas!


Apa yang terjadi?! Wanita cantik itu mau duduk di samping bocah miskin?


Kalau wanita lain, pasti akan kabur sejauhnya dari Arief! Sekarang Fransiska malah mau duduk di sampingnya?


Heny tertegun. Pemikiran pertama adalah, Arief sudah menyinggungnya.


“Bu Fransiska, Arief ini memang orang bodoh, Anda jangan marah.” Heny berkata: “Anda jangan memikirkannya.”


“Tante, kamu salah paham.” Fransiska tersenyum: “Aku hanya ingin ngobrol dengannya.”


Ucapan ini membuat sekeliling heboh kembali! Dia ingin ngobrol apa dengan Arief? Tampang miskin itu, lihat saja jijik! Wanita cantik ini punya topik apa dengan orang seperti dia?!


Heny tertegun sebentar, kemudian mengangguk dan memberikan tempatnya, dia kemudian duduk ke belakang.


Nita saat ini juga melirik ke arah sini.


Di dalam hatinya, dia selalu merasa Arief tidak berguna, tidak ada wanita yang menyukainya. Tapi sekarang, Fransiska tiba-tiba bilang ingin duduk di sampingnya, hal ini membuat dia merasa tidak nyaman.


Firasat seorang wanita memberitahu Nita, Fransiska ingin duduk di samping Arief pasti ada alasan lain.


Saat ini di samping Arief ada 3 orang wanita cantik. Fransiska, Nita, Jenny.


Hampir semua pria terus menatap ke sini. Mereka terus melirik ketiga wanita ini. Tidak bisa dipungkiri, tiga orang wanita ini memang sangat cantik.


“Halo..aku..” Fransiska melihat ke Arief dan ingin berbicara. Tetapi belum selesai berbicara, dia kembali menelan kata-katanya. Karena dia menyadari Arief sama sekali tidak melihatnya!


Dia merasa sedikit kesal, padahal dia mau mendekatinya, tetapi pria ini malah tidak mempedulikannya?

__ADS_1


__ADS_2