MENCINTAI SESEORANG IBLIS

MENCINTAI SESEORANG IBLIS
PART 01


__ADS_3

Suasana malam sangat dingin, dengan suara jangkrik yang asik bersenandung di gelapnya malam. tak hanya itu, suara angin yang berhembus terdengar jelas saat ini karena angin yang bertiup kencang.


Gadis itu bernama Shakira Inka Zahfiana. gadis bermata abu-abu yang baru pulang bekerja dari restauran, ia terpaksa jalan kaki menuju kosannya karena tak ada lagi angkot yang datang.


Deg!


Shakira mendadak bungkam melihat suatu sosok berjalan tertatih-tatih tak jauh darinya, ia takut kalau itu adalah Zombie seperti di film-film yang sempat ia tonton tadi saat istirahat. apalagi, melihat sosok itu berjalan gontai seperti tak memiliki semangat hidup.


Bruk!


"Eh, kamu kenapa?" panik Shakira berlari mendekati orang itu, ia langsung membuka tudung di kepala pria itu dan melihat wajah pucat orang tersebut. "Hei, bangunlah! kamu kenapa?".


Pria itu sama sekali tak bereaksi yang membuat Shakira berusaha mendengar detak jantung pria itu. tapi, ia sama sekali tak mendengar suara detak jantung.


Shakira mendadak takut saat menyadari pria didepannya ini tak berdetak lagi jantungnya, ia juga takut dibilang pembunuh orang. Shakira masih sayang dengan kebebasannya dan tak mau di penjara karena difitnah orang-orang.


Wanita itu mencoba menekan dada pria itu untuk memastikan orang itu kembali hidup, ia tak ingin dikira pembunuh.


Hukk!


Hukk!


Pria itu sontak batuk dan mulai membuka matanya membuat Shakira lega sekali. "Kau baik-baik saja?" tanya Shakira membuat pria itu menoleh dengan tatapan yang sulit diartikan oleh Shakira.


Bukannya menjawab, pria itu mulai beranjak duduk sambil memakai penutup kepalanya lagi. Shakira begitu bingung melihat pria itu tampak menatap sekelilingnya, seakan tak paham dengan suasana sekarang.


"Siapa nama kamu?"


Pria tersebut menoleh tanpa membuka suara sedikitpun. "Kau punya nama?" tanya Shakira lagi yang membuat pria itu menggeleng pelan, ia sama sekali tak mempunyai nama sejak terlahir.


"Gimana kalau aku kasih nama, Rajash Bimantara. aku akan memanggilmu, Raja," senyum Shakira membuat Raja sedikit senang saat memiliki sebuah nama. "Astaga, udah jam sepuluh! aku pulang dulu dan kamu juga hati-hati!".


Raja menoleh kearah Shakira yang berlari pergi, pria itu langsung berdiri dan berjalan mengikuti Shakira dari belakang.


Tak lama, Raja menatap Shakira yang memasuki sebuah kosan membuat Raja menatap sekitar kosan tersebut, Ia lalu menoleh pada orang-orang yang asik berkumpul. Raja memilih pergi sebelum dilihat orang-orang tersebut, ia juga tak bisa mengikuti Shakira buat masuk.


Shakira membuka matanya dan melihat sinar matahari pagi sudah terpancar dari celah jendela kamarnya, ia melirik jam yang masih menunjukkan pukul tujuh pagi. Wanita itu langsung beranjak duduk dan mengikat rambutnya sebelum membereskan kamarnya tersebut.


Ia juga membuka jendela supaya udara pagi yang segar masuk kedalam kamarnya. tatapannya teralih pada sosok pria yang semalam ia temui tengah berdiri di dekat pohon mangga sambil menatap kearahnya.


Shakira benar-benar bingung melihat Raja yang terlihat tak menyukai sinar matahari pagi. Shakira langsung bergegas keluar dan menghampiri Raja yang juga menatapnya.


"Raja, kau ngapain kesini?"Raja tetap saja tak mengeluarkan suara dan malah memegangi tangan Shakira.


"Kau gak punya tempat tinggal?" selidik Shakira sehingga Raja menoleh lalu mengangguk pelan.


"Astaga, ayo ikut aku dan aku bakalan bilang kalau kamu adalah saudara aku sama pemilik kosan," sambung Shakira menarik tangan Raja tapi pria itu tak mau melangkah.


"Raja, kenapa gak mau jalan?"Pria berwajah pucat itu menunjuk kearah cahaya pagi.

__ADS_1


"Kau seperti vampir saja yang takut cahaya matahari," tawa Shakira yang entah kenapa begitu akrab dengan pria yang baru dikenal semalam. "Ayo ikut aku!".


Raja tetap saja tak mau melangkahkan kakinya dari sana, membuat Shakira bingung sekali.


"Shakira, siapa pria itu?"


Shakira maupun Raja menoleh pada pemilik kosan yang mendekat. "Eh, ini Buk. dia adalah Raja, adik aku dan pengen nginap dikosan saya tapi dia tak mau ke kosan saya," jelas Shakira sedangkan Raja menoleh pada Shakira yang menarik tangannya.


"Adik kamu tampan sekali, mau dong jadi calon istrinya," kekeh pemilik Kosan itu yang membuat Shakira ngeri, padahal wanita itu sudah berumur 50 tahunan dan sekarang malah kecentilan dengan Raja.


"Hm, adik saya boleh tinggal dikosan kan, Buk?"


"Ah, tentu boleh! silahkan," senyum pemilik kosan tersebut sedangkan Raja langsung mengambil payung yang dipegang oleh wanita tua itu.


"Raja, kenapa kau ambil payung itu?" panik Shakira, Raja menyodorkan payung pada Shakira.


"Maaf, Buk. payungnya pinjam sebentar ya, soalnya adik saya gak bisa kena cahaya pagi," senyum Shakira membuka payung sehingga Raja mendekat dan mengikuti Shakira, pria itu benar-benar menjauhi hal-hal seperti cahaya matahari.


Shakira begitu bingung pada pria yang ia tolong ini, Raja benar-benar takut terkena cahaya matahari.


Siapa Raja sebenarnya?


Vampir?


Hantu?


Shakira hanya memijat pelipisnya pelan karena bingung dengan identitas Raja, apalagi pria itu tak mau membuka suara dan terlebih tak mempunyai nama sebelumnya. Sesampai di kosan, Raja menoleh pada Shakira yang berlari membawa payung tersebut.


"Raja, kau sebenarnya siapa dan kenapa kamu pingsan semalam?"


Raja menoleh tanpa berniat membuka suaranya.


"Kenapa diam? kau bisu?".


Pria itu malah menunduk sehingga Shakira menghela nafas panjang, sebaiknya ia menelpon salah satu rumah sakit jiwa untuk menanyakan sesuatu. Ia takut kalau Raja adalah salah satu pasien yang kabur dari rumah sakit.


Raja menatap Shakira yang mengeluarkan ponsel sehingga Raja mendekat dan menyentuh ponsel Shakira, membuat wanita tersebut menoleh pada Raja yang menatap ponselnya. Raja juga menatap kearah Shakira untuk menjelaskan benda apa yang ada ditangan Shakira.


"Ini ponsel, kamu gak pernah lihat?" tanya Shakira yang tau maksud tatapan Raja.


Raja membalasnya dengan gelengan kecil, ia sama sekali tak pernah melihat benda yang dipegang oleh Shakira barusan. Raja lalu menunjuk kearah layar ponsel karena Shakira memperlihatkan sebuah video animasi.


"Ini namanya video,"


Raja mengambil ponsel tersebut lalu melihat video tersebut. 'Dia seperti bayi yang gak tau apa-apa,' batin Shakira menatap Raja yang asik menonton Video tersebut.


Shakira lalu membawa Raja menuju ruang tamu sehingga pria itu menurut tanpa mengalihkan pandangannya dari layar ponsel tersebut.


"Kamu jangan kemana-mana, aku mau ke kamar sebentar,"peringat Shakira menuju kamar.

__ADS_1


Sedangkan Raja tampak asik melihat alur animasi tersebut, ia lalu meniru apa yang dilakukan pesulap tersebut. Ia langsung bergegas mengambil ember yang ada di dekatnya dan mengikuti gerakan pesulap, Raja kagum melihat kelinci putih itu mengeluarkan belalai gajah dari topi tersebut.


Ia lalu meletakkan ember tersebut keatas meja dan melakukan apa yang ia lihat tadi, Raja langsung memasukkan tangan kanannya dan mengeluarkan sesuatu dari dalam sana.


Raja mendadak cemberut saat mengeluarkan seikat bunga. padahal, ia ingin mengeluarkan belalai gajah.


"Raja, kau ngapain?"


Raja menoleh lalu memperlihatkan video kelinci tersebut. "Itu namanya sulap, kenapa?" bingung Shakira saat Raja mengambil ember. Ia lalu memperlihatkan ember kosong itu pada Shakira, membuat wanita itu terkekeh karena tau kalau pria itu akan ikutan bermain sulap.


Hukk!


Hukk!


Shakira sontak batuk saat melihat Raja mengeluarkan seekor kelinci berwarna coklat muda, wanita itu langsung melirik ember yang kosong dan gak ada lubang sedikitpun.


"Bagaimana bisa kau mengeluarkan kelinci?" tanya Shakira benar-benar syok sekali sedangkan Raja kembali memasukkan tangan kanannya dan mengeluarkan sebuah coklat batang yang sangat panjang. Raja lalu memberikannya pada Shakira yang mendadak bungkam.


Wanita itu benar-benar bingung sekali, cokelat sepanjang 1 meter bisa keluar dari ember kecil. Sesekali ia menampar kuat pipinya untuk memastikan dirinya saat ini tak mimpi, rasa sakit dari bekas tamparannya sendiri begitu nyata. otomatis, saat ini ia tak mimpi.


Shakira mengambil ember itu dan mencoba seperti yang dilakukan oleh Raja tadi. tapi, ia sama sekali tak mengeluarkan apa-apa membuat Raja tersenyum tipis. Pria itu langsung menoleh ke ponsel untuk kembali menonton video tersebut tanpa menghiraukan Shakira yang kebingungan sendiri.


Raja memegang tangan Shakira, membuat wanita itu menoleh pada Raja yang menunjuk kearah animasi yang memakan mie.


"Mau makanan seperti itu?"


Raja mengangguk sehingga Shakira menuju dapur untuk membuatkan mie, Raja juga beranjak ikut sambil membawa ponsel milik Shakira.


***


Raja menatap mie goreng yang sudah tersedia dihadapannya., Ia meletakkan ponsel keatas meja.


"Eh, makan pakai garpu!" peringat Shakira menahan tangan Raja, membuat Raja bingung melihat Shakira mengambil garpu. "Kayak gini caranya,".


Pria itu menatap Shakira yang mempraktekkan cara memakai garpu, ia lalu menerima garpu tersebut dan mencobanya. Ia senang sekali saat bisa mengunakan garpu tersebut, ia lalu mulai mencoba memakan mie tersebut pelan.


"Gimana? enak?"


Raja yang memakan mie itu pun mengangguk dan memakan lahap mie goreng itu. Shakira terkekeh melihat Raja yang begitu lahap memakannya seakan seperti anak kecil yang pertama kali makan mie mengunakan garpu.


'Kenapa Raja terlihat polos dan belum mengerti apa-apa? atau, dia amnesia dan malah bersikap anak kecil?' batin Shakira kebingungan, ditambah Raja yang memakai jubah hitam layaknya vampir dan Raja juga takut dengan cahaya matahari.


Fixs, ini ciri-ciri vampir mah!


Shakira mengambil bawang putih untuk memastikan dugaannya, ia yakin kalau vampir sangat takut dengan bawang putih. Ia menatap Raja yang menoleh kearah bawang putih dan kembali menoleh pada Shakira.


Raja memegang bawang putih yang disodorkan oleh Shakira, ia benar-benar bingung dengan Shakura yang menyodorkannya bawang putih. 'Dia sama sekali gak takut sama bawang putih, siapa Raja sebenarnya?' batin Shakira benar-benar tak mengerti.


Raja lalu menyodorkan bawang itu pada Shakira sehingga wanita tersebut menerimanya, sedangkan Raja kembali memilih melanjutkan sarapannya lagi.

__ADS_1


Bersambung.....


Tes Lapak!


__ADS_2