
Reyhan muncul di kamar dan melihat Elsa yang asik bermain ponsel dengan wajah cemberutnya sehingga pemuda itu langsung mendekat dan memeluk Elsa.
"Gimana? pasti kalian senang-senang disana kan?"pemuda tersebut menoleh pada Elsa yang masih kesal karena ia tinggal tadi.
"Rey gak jadi makan soalnya Shakira datang culik Rey dan letakkan pistol di kepala Rey," jelas Reyhan yang membuat Elsa kaget sekali.
"Terus?"
"Abang yang selamatkan Reyhan, soalnya tadi Rey lupa kalau punya kekuatan. habisnya Rey panik banget," cengirnya membuat Elsa mencubit gemes pipi Reyhan tersebut.
"Dasar pelupa!"
"Biarin," balas Reyhan lalu menyandarkan kepalanya di dada Elsa untuk tidur, ia begitu ngantuk sekali hari ini.
"Elsa, nanti malam kita ke pernikahan Abang ya. soalnya Reyhan penasaran siapa yang jadi istrinya Abang,".
"Baiklah, nanti malam kita pergi, sekarang kita tidur siang dulu, Aku ngantuk sekali saat ini," kekeh Elsa jujur sambil mematikan ponsel lalu berbaring, membuat Reyhan menarik selimut menutupi tubuh mereka.
Langsung saja Elsa memeluk erat tubuh pria itu sehingga Reyhan benar-benar nyaman sekali, ia sangat suka di peluk saat tidur oleh Elsa seperti sekarang sehingga Ia merasakan kehangatan.Vania memasuki masion yang membuat Fitri menoleh.
"Darimana saja kamu, Va?" tanya Fitri membuat Vania mendengus kesal.
"Balik kencan bareng Reyhan tapi Reyhan nya diculik," kesal Vania membuat Fitri kaget.
"Kenapa Reyhan mau ajak kamu kencan?" tanya Fitri sehingga Vania tersenyum.
"Reyhan itu sebenarnya bosan sama Kak Elsa, Ma. makanya pura-pura bahagia selama ini sama Kak Elsa," jelas Vania membuat Fitri tersenyum.
"Berarti kamu punya kesempatan buat miliki Reyhan, dong?"tanya Fitri penasaran sehingga Vania mengangguk.
"Betul sekali, Ma. Vania bakalan bisa miliki Reyhan terus bisa buat Kak Elsa gak bahagia terus," senyum Vania.
"Terus Reyhan nya, gimana?"
"Kita tunggu 24 jam dulu, kalau belum pulang kita laporkan ke kantor polisi,"
"Mama setuju," balas Fitri membuat Vania tersenyum bahagia.
Beberapa jam kemudian, Elsa pun turun dengan jubah hitam membuat Vania dan Mamanya bingung dengan penampilan Elsa.
"Kakak mau ngapain pakai baju kek gitu, mau nyembah setan? Iblis?" tawa Vania membuat Elsa menatap sinis.
"Baby, ayo cepat turun!"
"Iya,"
Vania sontak kaget melihat Reyhan yang turun dari lantai atas dengan pakaian yang sama dengan Elsa, apalagi ia ingat jelas kalau Reyhan diculik saat di restauran tadi. Reyhan langsung mengandeng tangan Elsa lalu keduanya pergi dari sana meninggalkan kedua wanita itu yang kebingungan sekali.
"Lah? bukannya tadi Reyhan bersama aku dan diculik, kenapa ada di atas?" gumam Vania mengusap kepalanya yang mendadak pusing sekali saat ini.
"Aku gak sabar buat ketemu calon istri Abang," senyum Reyhan sedangkan Elsa fokus menyetir mobil.
"Sabar, nanti kita lihat siapa wanita nya," senyum Elsa sehingga Reyhan mengangguk.
Tiba-tiba saja seseorang berjubah muncul dihadapan mereka membuat Elsa menginjak rem mendadak, Reyhan juga memegangi kepala nya yang terbentur. Sosok itu menoleh dengan mata memerah yang membuat Elsa ketakutan.
"Elsa, Rey merasa sosok itu jahat sekali," lirih Reyhan ketakutan sekali. Perlahan sosok itu mendekat yang membuat Elsa langsung memeluk suaminya itu erat sekali.
__ADS_1
"Berani-beraninya kalian ingin menabrak saya!" tekan sosok itu sehingga Reyhan memeluk Elsa dengan tubuh sudah bergetar hebat.
Hukkk!
Elsa menoleh pada Reyhan yang muntah darah, ia kembali menoleh pada sosok itu yang sudah menghilang dari hadapan mereka.
Hukkk!
"Astaga, kita kerumah sakit sekarang!" panik Elsa mengambil tissue dan mengusap darah yang ada di mulut Reyhan.
"Eng-Enggak usah, bawa aku pulang saja. Hiks dia mengutukku," tangis Reyhan kesakitan sekali di bagian dadanya.
Elsa langsung bergegas membawa Reyhan menuju masion lagi karena Reyhan mendadak muntah darah lagi. setiba di masion, Elsa langsung memapah Reyhan menuju lantai atas tanpa menghiraukan tatapan Vania yang asik makan cemilan diruang tamu.Wanita itu langsung membaringkan tubuh Reyhan yang sudah membiru.
"Baby kamu kenapa?" panik Elsa tapi Reyhan tak bisa merespon perkataan Elsa dan perlahan pemuda itu memejamkan mata yang membuat Elsa menangis karena khawatir sekali.
"Kalau sosok itu mengutuk kamu, aku akan melawannya supaya kamu dibebaskan," tangis Elsa memeluk tubuh Reyhan yang sudah kaku tersebut.
Disisi lain, Edward bingung karena adiknya tak kunjung datang sedari tadi.
"Bang, kamu kenapa?" tanya seorang wanita mendekati Edward yang sudah berstatus suaminya saat ini.
"Adikku tak kunjung datang sejak tadi, apalagi acara sudah selesai. aku khawatir sama dia," lirih Edward membuat Mama dan Papa mendekat, karena penasaran melihat Edward yang terlibat khawatir.
"Ada apa, Edward?"
"Pa, adik sejak tadi gak datang-datang. aku khawatir sekali,"jelas Edward membuat Papa terdiam karena baru menyadari Reyhan yang tak datang sejak acara dimulai.
"Mungkin adik kamu tertidur, Mama rasakan dia sedang tertidur lelap," jelas Mama jujur.
"Edward tau sifat adek, dia gak bakalan meninggalkan acara pernikahan Edward, Ma. pasti ada yang janggal," jelas Edward yakin, ia hendak pergi tapi ditahan oleh Papa.
Ia melihat sosok yang mendekat sendiri membuatnya penasaran sekali tapi itu bukan tipe tubuh adiknya.
"Maafkan saya telat, apakah acaranya sudah selesai?" tanya orang itu membuka penutup kepalanya.
"Kakak!" senang Alya- istrinya Edward. Alya langsung memeluk Kakak kandungnya itu erat karena kakaknya sudah datang.
"Pernikahannya sudah selesai tapi acaranya belum, Kakak ipar," senyum Edward sehingga Aura mengangguk pelan.
...****************...
Pagi harinya, Elsa mengusap tubuh Reyhan untuk memandikan pria itu sedangkan Reyhan tak kunjung bangun dari tidurnya membuat Elsa makin sedih sekali.
"Aku akan temui Abang kamu ya, kamu disini dulu," senyum Elsa setelah memasang baju Reyhan dan mulai menyelimuti tubuh Reyhan. Elsa bergegas keluar dari kamar dan mengunci dari luar karena tak ingin Vania masuk disaat Reyhan tak sadarkan diri tersebut.
Langsung saja ia bergegas menuju motornya dan pergi meninggalkan masion untuk mencari keberadaan Abang nya Reyhan, hanya pria itu yang bisa membantunya saat ini.
"Bang Edward, kau bisa mendengarku, kan? kau dimana? Aku membutuhkan kamu!" gumam Elsa berusaha memanggil Edward. tiba-tiba saja ia menghentikan laju motornya saat melihat sosok berdiri di bawah pohon.
Elsa tersenyum senang saat Edward mendekat dengan tatapan dinginnya.
"Kenapa kau memanggil gue?" ketus Edward dingin dan tiba-tiba saja muncul sosok wanita yang berdiri di samping Edward.
"Reyhan hiks tolongin dia,"
"Adik gue kenapa?"
__ADS_1
"Semalam saat mau ketempat pernikahan Abang, tiba-tiba sosok berjubah muncul sehingga aku langsung rem mendadak tapi sosok itu marah dan mengutuk Reyhan, sekarang Reyhan gak bangun-bangun," tangis Elsa yang membuat Edward kaget.
"Kita ke masion lo sekarang, sana pergi!"
Elsa mengangguk dan melajukan motornya menuju masionnya kembali. sesampai disana ia sudah melihat Edward yang berdiri bersama Alya. Langsung saja mereka bertiga masuk dan bergegas menuju lantai atas.
Edward langsung mendekati adiknya yang terbaring kaku di atas tempat tidur.
"Dek, bangun! Abang disini!" panik Edward menggenggam erat tangan adiknya tersebut.
"Elsa, kau ingat wajah orangnya?".Elsa langsung memikirkan wajah sosok itu dan menoleh pada Alya yang diam.
"Dia hampir mirip dengan dia, hanya saja yang semalam sosoknya jahat sekali," jelas Elsa menunjuk kearah Alya, membuat Alya kebingungan.
"Aku? Apa itu mungkin kakak aku, soalnya kakak suka pemarah kalau hal kecil," ungkap Alya membuat Edward mendekati Alya.
"Panggil Kakak mu itu, aku mau dia melepaskan kutukan dari tubuh adik aku," pinta Edward memohon membuat Alya menoleh.
"Kak Aura itu datangnya 6 bulan lagi, Bang. aku gak bisa panggil dia seperti memanggil lewat batin," jelas Aura membuat Edward mengusap wajahnya kasar.
"Antar aku ke tempat Kakak kamu sekarang," pinta Edward berusaha menahan marahnya saat ini.
"Ta-Tapi, aku gak tau Kak Aura tinggal dimana setelah diusir sama Papa."
"Sialan!" umpat Edward emosi membuat Alya ketakutan melihat kemarahan suaminya itu.
Edward langsung keluar dari kamar membuat Alya menangis ketakutan sehingga Elsa iba.
"Kamu jangan menangis, dia marah karena khawatir dengan keadaan adiknya saja," bujuk Elsa mengusap pundak Alya, membuat wanita itu mengangguk pelan.
...****************...
Sudah 2 minggu Reyhan terbaring tak sadarkan diri membuat Elsa benar-benar sedih sekali. Pemuda itu sama sekali tak mau membuka matanya sejak kejadian tersebut.
"Elsa, ini sarapan. makanannya aman buat kamu kok," senyum Alya mendekat sedangkan Edward masih saja mencari keberadaan Aura yang sulit ditemukan saat ini.
Huwekkk!
Alya menoleh pada Elsa yang berlari menuju toilet, membuat wanita berjubah itu kebingungan dan menatap nasi goreng buatannya tadi.
"Kenapa dia muntah? padahal, nasi gorengnya gak ada apapun," gumam Alya memastikan nasi gorengnya lagi.
"Elsa kenapa?" tanya Alya saat Elsa duduk disampingnya.
"Gak papa kok cuman masuk angin saja," kekeh Elsa membuat Ayla bingung lalu menyodorkan nasi gorengnya membuat Elsa menutup hidung.
"Jauhkan nasi goreng itu, aku gak suka baunya!" jerit Elsa sehingga Alya menjauhkan piring tersebut.
"Masa bau?"
"Masakan kamu enak kok, cuman aku gak tahan saja bau nasi goreng itu," kekeh Elsa membuat Alya menoleh.
"Yasudah, aku buatin yang lain ya, biar kamu bisa sarapan,"senyum Alya lalu bergegas keluar dari kamar.
Huweekk!
Lagi-lagi Elsa bergegas menuju kamar mandi dan memuntahkan apa yang ingin keluar dari mulutnya, ini sudah ke lima kalinya ia ke kamar mandi dengan mual yang begitu menguras tenaga.
__ADS_1
Bersambung......