MENCINTAI SESEORANG IBLIS

MENCINTAI SESEORANG IBLIS
PART 23


__ADS_3

Hari sudah menunjukkan pukul 7 malam, Elsa juga baru saja siap memandikan Reyhan yang masih tak mau bangun. Ia hanya berharap kalau suaminya itu terbangun saat ini. Wanita itu perlahan berbaring disebelah Reyhan dan memejamkan mata untuk tidur.


Tak lama, Reyhan mulai membuka matanya dengan iris mata berwarna merah. ia mengerjapkan matanya lalu menoleh pada Elsa yang sudah mulai tidur karena mengantuk sekali.


Pemuda itu beranjak dari kasur dan bergegas meninggalkan kamar tanpa menganggu Elsa sedikitpun.


"Reyhan!"


Reyhan menoleh dan melihat abangnya mendekat lalu memeluk tubuhnya erat sekali.


"Syukurlah kamu bangun juga," senang Edward sehingga Reyhan tersenyum dan membalas pelukan abangnya itu.


"Abang, Rey mau makan dulu,"


"Makan yang banyak terus istirahat," senyum Edward karena ia tadi berhasil menemukan Aura sehingga adiknya kembali terbangun, Edward juga sempat menghajar Kakak iparnya itu karena menolak membangunkan adiknya dari kutukan.


"Baik, Bang!" senyum Reyhan sehingga Edward menghilang sedangkan Reyhan langsung menuju dapur untuk mencari sarapan karena sudah kelaparan sekali.


"Siapa itu?"


Reyhan menoleh pada Vania yang mendekat sehingga Reyhan tersenyum.


"Ini aku, Reyhan!" balas Reyhan mendekati Vania membuat wanita itu kaget.


"Kau kemana aja selama ini, Rey?" tanya Vania membuat Reyhan langsung menarik Vania dan menyudutkannya di tembok dapur.


"Kau menyukaiku?"


"E-Eh,"


"Apakah kau menyukaiku?"


Vania menatap mata Reyhan yang berbeda dari biasanya, biasanya mata Reyhan berwarna hitam pekat dan sekarang berwarna merah.


"Kenapa kau bertanya seperti itu?" tanya Vania sehingga Reyhan mendekatkan dirinya membuat Vania gugup tapi merasa senang sekali saat ini.


"Aku ingin sekali memakan kamu," bisik Reyhan menghirup wangi leher Vania yang membuatnya tergoda, pemuda itu tersenyum lalu mengecup lembut leher Vania.


"Reyhan, nanti dilihat sama Kak Elsa,"


"Gak bakalan kok," senyum Reyhan lalu mencium leher Vania membuat wanita itu memeluk tubuh Reyhan.


"Argh! sakit!" pekik Vania saat Reyhan mengigit lehernya sekuat tenaga, wanita itu berusaha mendorong Reyhan tapi pemuda itu malah menarik paksa daging yang sudah ia gigit tersebut.


Vania menangis lalu menoleh pada Reyhan yang mengunyah dagingnya dengan senyuman mengerikan sekali.


"Aku lapar sekali, aku menginginkan tubuhmu," senyum Reyhan mendorong Vania hingga terjatuh di lantai, membuat Vania ketakutan dan berusaha meminta tolong tapi Mamanya tak ada dirumah saat ini.


"Hiks jangan bunuh aku!" tangis Vania sambil memegangi lehernya yang robek akibat gigitan Reyhan tadi.

__ADS_1


"Vania ada apa?"


Reyhan langsung menghilang yang membuat Vania panik.


"Lo lihat Rey..., leher lo kenapa berdarah gitu?" tanya Elsa kebingungan membuat Vania menoleh.


"Kak hiks tadi Reyhan gigit aku hiks, dia mau makan aku! dia bukan manusia!"


"Maksudmu?"


"Kak, dia dibelakang Kak Elsa!" panik Vania sehingga Elsa menoleh dan melihat Reyhan yang mulai memeluknya, membuat Elsa mengusap kepala Reyhan lembut.


"Elsa, Rey lapar banget. mau dia, boleh?" tanya Reyhan menunjuk kearah Vania yang ketakutan sekali.


"Tentu, Baby. makan sepuas kamu, aku tunggu di kamar ya,"senyum Elsa mencium bibir Reyhan sekilas membuat pemuda itu tersenyum sambil mengangguk cepat.


Reyhan lalu mendekati Vania yang sudah mati ketakutan saat ini, ia tak menyangka kalau Elsa membiarkannya dimakan oleh Reyhan.


Krek!


"Argh! sakit!"


Reyhan langsung memakan lengan tersebut tanpa menghiraukan Vania yang berusaha kabur darinya, pemuda itu langsung menginjak salah satu kaki Vania membuat Vania kesakitan sekali.


"Rey udah pengen makan daging kamu, malam ini Rey bakalan puas sekali memakan daging kamu," senyum Reyhan sambil memakan daging tersebut tanpa menghiraukan mulutnya yang penuh darah segar.


"Mama pul...., Vania!"


Fitri benar-benar kaget dan syok melihat putri kesayangan terbaring tragis di lantai, ia makin ketakutan saat melihat Reyhan yang mulutnya penuh darah segar, dengan tatapan yang sangat tajam sekali.


Reyhan tersenyum lalu mengulurkan tangannya membuat Fitri mendadak melayang dengan leher yang seperti di cekik oleh sesuatu.


"Ma-Mama," panik Vania sehingga Reyhan tersenyum dan menghempas tubuh wanita itu ke lantai, sehingga darah segar keluar dari kepala wanita paruh baya tersebut.


Reyhan kembali mendekati Vania dan menarik kasar tangan Vania yang sebelah lagi, membuat wanita itu kesakitan sekali.


"Hiks ampun," tangis Vania membuat Reyhan menginjak bahu Vania dengan sekuat tenaga, sehingga ia mendengar suara retakan yang sangat jelas.


Setelah puas Reyhan langsung ke kamar dan membiarkan bekas makanannya itu hilang sendiri.


"Astaga, belepotan sekali mulutnya!"


"Reyhan udah puas banget makan dagingnya," senyum Reyhan membuat Elsa terkekeh kecil sehingga Reyhan mendekat hendak memeluk Elsa tapi wanita itu menghindar.


"Sana cuci gigi sama tukar baju," suruh Elsa membuat Reyhan memanyunkan bibirnya kesal.


5 menit kemudian...


Reyhan langsung berhamburan ke pelukan Elsa yang asik bermain ponsel, wanita itu langsung membalas pelukan Reyhan membuat pria itu menoleh sambil tersenyum.

__ADS_1


"Kenapa lama sekali tidurnya, hm?"


"Reyhan gak tau," balasnya enteng lalu menyembunyikan wajahnya di leher Elsa tapi ia lalu mengusap perut rata wanita itu lembut.


"Ada apa?" tanya Elsa kebingungan.


Reyhan langsung beranjak duduk dan menyibak baju Elsa lalu mengusap perut wanita itu sambil tersenyum senang.


"Dedeknya udah ada," senang Reyhan membuat Elsa kebingungan.


"Maksudmu, aku hamil?"


"Iya, huwaa! berarti Rey udah besar dan udah bisa bikin dedek!" senang Reyhan memeluk Elsa bahagia.


"Abang gak bakalan bilang aku bayi lagi, soalnya aku dah bisa bikin dedek,".


"Tingkah kamu saja masih seperti bayi," ejek Elsa membuat Reyhan menoleh.


"Biarin, yang penting kerja Reyhan membuahkan hasil disini!"cemberutnya sambil mengusap perut Elsa, ia begitu jelas merasakan aura kehidupan di perut Elsa yang membuatnya tak berhenti tersenyum.


"Aku gak bisa pikirkan bayi mengendong bayi suatu saat,"


"Rey bisa gendong bayi!"


"Benarkah,"


"Iya," isak Reyhan membuat Elsa langsung memeluk Reyhan gemes karena pemuda itu kembali terisak.


"Jangan nangis," tawa Elsa membuat Reyhan mengusap air matanya lalu memeluk Elsa sambil terisak pelan.


***


"Kak Elsa!"


Reyhan yang asik ngemil di pelukan Elsa pun menoleh dan melihat sosok yang mendekat sambil membawakan buah.


"Dia siapa?" tanya Reyhan penasaran membuat Elsa menoleh pada Reyhan.


"Itu istri Abang kamu,"


"Owh," gumam Reyhan mengangguk pelan dan kembali memakan cemilannya lagi.


"Elsa, ini buah buat kamu. aku cuman ngantar ini aja,"


"Makasih ya,"


"Sama-sama," Alya langsung menghilang sehingga Elsa meletakkan buah itu keatas meja dan kembali fokus menonton tv lagi.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2