
Kini mereka semua jalan-jalan dihutan sedangkan Lisa tampak asik mengotak-atik berbeda dengan si kembar yang memakan buah apel ditangan masing-masing.
"Itu dia!"
Semuanya menoleh sedangkan Lisa kaget melihat musuhnya menemukan keberadaannya.
"Ayo lari!" panik Lisa menarik tangan Aldo sedangkan dua lainnya ikut berlari karena bingung dengan tingkah Lisa yang ketakutan sekali saat ini.
Dor!
Si kembar begitu kaget dengan suara tembakan tersebut, Lisa langsung mengajak ketiganya buat sembunyi di balik pohon besar.
"Apa mereka orang jahat?" tanya si kembar penasaran.
"Iya, mereka jahat," balas Lisa mencoba melirik ke arah musuh sedangkan si kembar berjalan menuju sekumpulan orang-orang tersebut.
"Astaga, si polos itu!".
Lisa benar-benar kesal dengan ketiga pemuda itu yang tak ada takut-takutnya pada bahaya. ia menghela nafas sambil bersandar di pohon berharap si kembar gak kenapa-napa, apalagi ia tak bawa senjata sedikitpun. ia juga takut karena tak becus jaga si kembar.
Tak lama, Lisa menoleh dan sontak membulatkan mata melihat si kembar membawa kepala yang sudah terputus.
"Ini kepalanya buat kamu, orangnya lemah!" jelas Aldi dengan polosnya sambil menyodorkan kepala tersebut pada Lisa.
"Astaga, kalau kalian kenapa-napa gimana, hah? gue yang kena omel sama emak lu pada!" kesal Lisa berusaha bersabar untuk tidak menendang pria-pria tampan dan mengemaskan itu ke negeri Konoha.
"Cerewet," sinis ketiganya lalu pergi membuat wanita berumur 21 tahun itu langsung mengejar si kembar, ia takut kalau si kembar menghilang dan ya, ketiganya sudah tak ada padahal tadi ada di dekatnya.
"Kemana tuh orang?"
Sedangkan disisi lain, si kembar menatap Lisa yang kebingungan mencari mereka. padahal, mereka berada di atas pohon karena ingin melihat kepanikan Lisa.
"Dasar payah, katanya anak mafia tapi gak ada hebatnya,"sinis Alda sehingga kedua adiknya mengangguk sambil menatap Lisa yang panik mencari mereka.
__ADS_1
"Woi bodoh!" teriak Aldi membuat Lisa menoleh keatas dan melihat si kembar asik duduk di dahan pohon.
"Astaga! kenapa kalian bisa disana, hah?! turun atau gue gergaji nih pohon!" ancam Lisa sedangkan si kembar tak pernah peduli sama sekali.
"WOI! TURUN GAK LU PADA!" teriak Lisa sedangkan si kembar malah naik keatas pohon lagi, membuat Lisa benar-benar kesal sekali dengan kebandelan ketiganya.
"Yasudah gue tinggal!" kesal Lisa lalu pergi sedangkan si kembar tersenyum miring melihat kepergian wanita itu.
"Woi!"
"Huwa!" pekik si kembar hampir jatuh dan untung saja ketiga pria itu langsung menangkap tubuh si kembar supaya tak jatuh ke bawah.
"Kaget!" kesal ketiganya membuat ketiga pria berjubah itu terkekeh pelan.
"Tumben kami baru lihat kalian disini? kemana lima tahun ini?"tanya salah satunya penasaran.
"Kami kuliah di luar negeri," balas Alda membuat ketiganya mengangguk paham.
Namanya Azka, Randi sekaligus Baim. sahabat si kembar waktu kecil.
Saat melewati salah satu pohon, pakaian si kembar berubah menjadi jubah hitam kebesaran, membuat mereka begitu mengemaskan saat berlari menyusul sahabatnya tersebut.
Tak lama, mereka semua sampai di sebuah pohon yang sangat besar sekali dan buah yang sangat lebat sekali saat ini membuat si kembar senang.
"Wah, udah banyak buahnya!" kagum Alda menatap buah yang sangat banyak itu.
"Iya dong, soalnya kami juga jarang ambil karena gak ada kalian. lagian, kami juga kesulitan buat ambil buah karena pohon ini akan mengizinkan kalau ada kalian saja," jelas Randi jujur sehingga si kembar tersenyum dan bergegas memanjat pohon lalu disusul oleh yang lain.
"Alda, Aldi, Aldo!"
Semuanya menoleh pada wanita yang berlari mendekat, sedangkan si kembar kesal karena diikuti oleh Lisa terus.
"Kalian turun! mau gue lapor pada Mama, Papa kalian?!" kesal Lisa sehingga si kembar langsung turun dan diikuti oleh yang lain.
__ADS_1
"Ngapain kalian pakai jubah ginian? norak banget!" sinis Lisa membuat Azka emosi.
"Lo kalau punya mulut bisa dijaga, gak?! kalau lo bukan bangsa kami, udah gue pukul lo!" bentak Azka tajam tapi ditahan oleh Randi.
"Bangsa?" gumam Lisa bingung.
"Mendingan lo pergi aja sana! si kembar bareng gue karena gue sepupunya," ketus Baim menarik tangan si kembar buat pergi dari sana. Tapi, Lisa langsung menahan tangan si kembar membuat Aldo tersentak dan tak sengaja memeluk Lisa.
"Walau lo sepupunya, si kembar tanggung jawab gue!" ketus Lisa menarik si kembar buat pergi dari sana membuat Randi, Azka dan Baim menahan marah.
"Tuh cewe mulutnya lemas banget," kesal Randi.
"Tuh cewe aura nya misterius banget," gumam Baim curiga dengan wanita yang membawa ketiga sepupunya tersebut.
"Nah benar, kayak ada aura campuran gitu. terus gak bisa kita baca pikirannya," timpal Azka jujur.
"Biarkan saja, itu urusan si kembar dan kita hanya berdoa saja supaya si kembar bisa berhati-hati dengan wanita asing," lanjut Randi sehingga yang lain mengangguk setuju dengan penuturan sahabat mereka itu.
'Gue harap, kalian baik-baik saja!' batin Baim.
***
"Lepasin ikatan ditangan kami!" kesal Alda saat Lisa mengikat tangan mereka mengunakan tali.
"Gak bakalan buat kalian gak kabur lagi," ketus Lisa sedangkan Aldo mengunakan kekuatannya sehingga ikatan mereka bertiga terlepas membuat Alda maupun Aldi tersenyum senang.
Langsung saja ketiganya bergegas pergi tanpa di ketahui oleh Lisa.
'Bentar, kenapa talinya kendor?' batin Lisa berbalik dan tidak menemukan si kembar.
"Astaga, malah kabur lagi!" kesal Lisa bergegas mencari si kembar yang entah dimana saat ini.
Sedangkan si kembar bersembunyi dibalik pohon lalu menghilang dari sana. Membiarkan wanita itu sibuk mencari keberadaan mereka.
__ADS_1
Bersambung......