
Malam harinya, si kembar tampak berjalan santai memasuki masion dan melihat Lisa yang menatap tajam kearah mereka bertiga.
Tapi, si kembar tak menghiraukannya dan memilih duduk di ruang tamu sambil memakan buah yang mereka ambil bersama teman-teman mereka.
"Kalian bertiga dari mana saja? gue udah capek cari kalian sedari tadi dihutan!" omel Lisa membuat si kembar menoleh.
"Main," balas mereka serempak.
"Kalian ini udah dewasa, kenapa sikap kalian masih bocah gini!"
Prang!
Lisa mendadak kaget saat meja kaca tiba-tiba pecah membuat beberapa maid langsung menarik Lisa buat pergi, mereka tau kalau Tuan kembar mereka marah saat ini.
"Nona, anda harus jaga sikap saat bersama mereka! Nona masih sayang nyawa, bukan?" peringat salah satu maid.
"Memangnya kenapa, Bi? apa aku ada salah?"
"Ya kau salah!"
Semuanya menoleh pada si kembar yang mendekat dengan mata yang sudah merah dan sudah memakai jubah hitam mereka.
"Kau sudah menghina kami maupun bangsa kami!" bentak Alda mengulurkan tangan sehingga wanita itu kesulitan bernafas dan tak hanya itu, Lisa kaget saat tubuhnya tiba-tiba melayang.
Aldi maupun Aldo mengulurkan tangan mereka sehingga barang-barang tajam melayang kearah Lisa.
"Kami tak suka dengan wanita yang mempunyai mulut kasar, kami akan menghabisi kamu!" senyum Aldi sehingga garpu, pisau dan benda-benda tajam lainnya langsung menyerbu tubuh Lisa hingga wanita itu tewas seketika.
Beberapa maid mendadak takut melihat darah segar mulai menetes ke lantai sedangkan mayat wanita itu sudah di penuhi benda-benda tajam yang membuat kesan menyeramkan.
"Rahasiakan kejadian ini," pinta Alda sehingga semua maid itu mengangguk
Brukh!
Si kembar menatap mayat Lisa yang sudah memucat. Alda langsung mengepalkan tangannya sehingga mereka mendengar suara retakan tulang Lisa, membuat siapapun yang mendengarnya bakalan ngeri. berbeda dengan si kembar yang tak ada rasa takut sedikitpun.
Tiba-tiba mayat tersebut menghilang bersama darah segar tersebut karena ulah Aldi karena sudah bosan.
"Bibi, siapkan kami sarapan!"
"Baik, Tuan."
__ADS_1
Si kembar lalu beranjak duduk menunggu maid itu menyiapkan sarapan malam buat mereka.
"Tuan Muda kembar mandi dulu sana, biar pas kenyang Tuan bisa tidur nyenyak," jelas salah satu Maid dengan hati-hati.
"Baiklah," senyum mereka bergegas pergi karena ingin tidur nyenyak nanti.
20 menit kemudian..
Si kembar menuruni tangga sambil bersenandung kecil dan berjalan santai menuju dapur yang sudah dihidangkan berbagai macam makanan di atas meja.
Ketiganya benar-benar senang saat melihat masakan kesukaan mereka bertiga, bergegas mereka mengambil sarapan masing-masing karena sudah lapar sekali.
"Bibi, ayam buat Aldo mana?"
"Bentar, Tuan!"
Aldo menoleh pada Maid yang membawakan ayam goreng yang baru siap di masak, membuat Aldo begitu senang sekali dan langsung mengambil ayam tersebut sekaligus untuk kedua saudaranya.
Setelah kenyang makan malam, ketiganya langsung bergegas menuju lantai atas untuk beristirahat karena ingin menonton film sambil menenangkan perut mereka. nanti kalau perut mereka mulai enakan, mereka bakalan tidur.
"Abang, ayo nonton film baru yang kita beli sepulang dari bandara," pinta Aldi sehingga Alda membuka kopernya dan mencari kaset yang sempat mereka beli.
"Mau film horor atau eh..., siapa yang beli film drama Korea?" bingung Alda lalu menoleh kedua adiknya yang juga tampak kebingungan.
Sedangkan Aldi maupun Aldo langsung mengambil posisi nyaman dan melihat alur film tersebut sehingga Alda langsung duduk di samping Aldo.
Selama film berlangsung, ketiganya tampak menikmati alur cerita tersebut sambil memakan cemilan.
"Huwa! ada adegan kiss nya! my eyes is kotor!" pekik ketiganya langsung menutup mata masing-masing.
Aldo membuka matanya sedikit dan sontak menarik selimut menutupi kepalanya. "Huwa! gak pake baju!" panik Aldo membuat yang lain ikut menutupi kepala mengunakan selimut.
Tap!
Tap!
Cklek!
"Tuan, Tuan kenapa?" panik beberapa Maid masuk tiba-tiba karena khawatir mendengar teriakan si kembar.
"Bibi, keluarkan CD itu! filmnya gak pake baju!" jelas Alda tanpa membuka penutup kepalanya membuat ketiga maid itu menoleh ke layar tv yang menampilkan film adegan dewasa. langsung saja mereka mengeluarkan CD tersebut daripada mengotori otak si kembar.
__ADS_1
"Tuan kenapa nonton ginian?"
Si kembar lalu menyibak selimut dengan wajah yang sudah memerah.
"Kami Nemu kaset itu, makanya kami tonton karena penasaran. awalnya filmnya biasa-biasa saja eh cowoknya ngajak kekasihnya ke hotel. mata kami kotor," isak ketiganya menangis.
"Tuan jangan nangis, CD nya bakalan Bibi rusakin."
"Hiks Bibi juga gak boleh nonton gituan, dosa!"
"Iya-iya, kami permisi dulu, Tuan."
Si kembar mengangguk dan langsung mematikan TV karena sudah tak mood menonton TV. lebih baik mereka beranjak tidur.
...----------------...
Pagi harinya, si kembar menuruni tangga sambil mengusap rambut masing-masing mengunakan handuk kecil.
"Eh, Bibi mau kemana?" tanya Aldo penasaran membuat Bibi itu menoleh.
"Anak Bibi yang bernama Luna akan menikah 2 hari lagi, Bibi izin libur kerja ya," pinta Bibi sehingga si kembar mengangguk, Alda mengulurkan tangannya sehingga sebuah amplop coklat muncul.
"Ini uang buat Bibi di perjalanan, semoga sampai tujuan,"senyum Alda memberikan amplop tersebut ke tangan Bibi.
"In-Ini terlalu banyak, Tuan!"
"Gak pa-pa, lagian Bibi orang baik dan mau menjaga rahasia keluarga kami dengan baik." senyum Aldi membuat Bibi tersenyum senang karena bisa memberikan hadiah buat cucunya di kampung sekaligus bisa membeli pakaian baru buat acara pernikahan anak bungsunya nanti.
"Terimakasih banyak, maaf Bibi berangkat sekarang,"
"Iya," balas mereka melihat Bibi yang tampak tergesa-gesa buat pulang.
Mereka lalu menuju dapur dan melihat beberapa maid yang tampak sibuk menghidangkan sarapan pagi buat mereka bertiga.
"Bibi, kami mau makan kacang goreng, boleh?"
"Tapi, Tuan. kalian tak diizinkan buat memakan kacang,"
"Cuman dikit aja, gak banyak-banyak kok. cuman satu piring aja," senyum Aldi dengan polosnya. Maid itu mengusap dada sabar dengan tingkah polos ketiga pemuda itu, walau sudah berumur 22 tahun sikap ketiganya seperti anak kecil yang tak tau apa-apa.
"Abang, satu piring itu banyak loh! Abang mau bobo di rumah sakit?" tanya Aldo kesal.
__ADS_1
"Benarkah?" kaget Aldi sehingga Aldo mengangguk polos sedangkan Alda hanya sibuk memakan buah daripada mendengar percakapan kedua adiknya itu.
Bersambung......