MENCINTAI SESEORANG IBLIS

MENCINTAI SESEORANG IBLIS
PART 64


__ADS_3

Berhari-hari berlalu..


Di kembar berlarian menuruni tangga karena mendengar suara taksi di luar, saat mereka membuka pintu. mereka melihat Mama dan Papanya yang baru pulang.


"Huwa! kami kangen!" pekik ketiganya langsung memeluk kedua orang tuanya, membuat Reyhan maupun Elsa terkekeh pelan dan membalas pelukan ketiga putranya itu.


"Kalian gak bandel ditinggal, kan?" selidik Elsa penasaran membuat si kembar melepaskan pelukannya.


"Kami gak bandel kok, Ma." senyum mereka.


"Mana oleh-oleh buat kami?" tanya Aldo penasaran karena Mama dan Papanya tak membawa apa-apa kecuali kardus.


"Tuh di kardus, cemilan buat kalian dan jangan berebutan,"jelas Reyhan sehingga si kembar langsung bergegas mendekati kardus tersebut sedangkan Reyhan dan Elsa memasuki masion untuk mengganti pakaiannya.


"Kau siapa?" tanya Elsa saat melihat seorang wanita sibuk menyapu lantai, karena mendengar pertanyaan sehingga wanita itu menoleh dan menatap bingung pada pasangan yang menatap dingin kearahnya.


"Aku Lula dan anak dari Astrid," jelas Lula membuat Reyhan menatap dingin.


"Siapa yang menyuruh wanita asing seperti kamu masuk kemasion saya?" tanya Reyhan tajam membuat wanita itu ketakutan sekaligus kagum dengan ketampanan Reyhan sekaligus si kembar 3.


"Papa! kenapa gak ada jelly buat Alda?" tanya Alda mendekat bersama kedua saudara lainnya.


'Papa?' batin Lula bingung.


"Papa gak ingat, soalnya sibuk ngurus Mama kamu yang lagi hamil," jelas Reyhan membuat si kembar menoleh pada Elsa yang tersenyum manis.


"Kami punya adik baru?" tanya si kembar serempak.


"Iya," balas Elsa.


"Kami mau adik perempuan!" pinta mereka langsung memeluk Elsa sedangkan Reyhan hanya terkekeh pelan dengan tingkah anak-anak nya itu.


"Doain aja, semoga kalian dapat adik perempuan," senyum Elsa membuat si kembar mengangguk pelan.


"Sekarang, Mama dan Papa istirahat di kamar. pasti kalian capek sekali," suruh Aldi tersenyum.


"Yasudah, Papa sama Mama mau ke kamar dulu," balas Reyhan sehingga Si kembar mengangguk serempak dan melihat kedua orang tuanya menuju kamar buat istirahat.

__ADS_1


"Apa lihat-lihat?" ketus Aldi dingin lalu pergi dari sana yang diikuti oleh kedua saudaranya sambil membawa cemilan masing-masing.


"Astaga, orang tua si kembar kenapa muda sekali?" gumam Lula kebingungan, apa orang sekaya ini melakukan perawatan hingga semuda itu, pikirnya.


Ia lalu kembali melanjutkan aktivitas menyapunya karena sebentar lagi ia akan keluar buat bertemu dengan teman-teman nya.


Disisi lain, si kembar tampak asik memakan cemilan masing-masing sambil menonton televisi karena film horor yang cukup seru bagi mereka.


Mereka benar-benar begitu fokus menonton film horor Indonesia itu, sesekali mereka berteriak kaget karena ada scan jumpscare membuat jantung serasa mau pindah alam.


"Hahaha, pocongnya dikentutin," tawa mereka saat menonton film tersebut.


"Cowok itu berani juga ya, kasihan pocongnya di kentutin,"tawa Aldo sedangkan yang lain hanya bisa tertawa ngakak denan nasib s!4l hantu tersebut, baru nonggol dari kuburan eh malah di kentutin sama manusia. pingsan dah tuh!


Tok!


Tok!


"Masuk!" suruh Alda sehingga pintu kamar terbuka yang menampilkan Lula yang membawa minuman.


"Ini minuman buat Tuan," jelas Lula sehingga si kembar menatap dingin sekaligus kesal.


"Ini gak dimasukkan apapun, cobalah!"


"Kalau kami gak mau, jangan dipaksa! kau keluar dari kamar kami!" bentak Aldo tajam membuat Luka takut dan bergegas keluar sambil membawa kembali minuman tersebut.


"Menyebalkan, kalau minuman itu dikasih yang enggak-enggak, gimana?" ketus Alda kesal sekali.


"Bisa mati mendadak kita," timpal Aldi tak kalah kesal.


Setelah puas menonton film horor, ketiganya langsung keluar dari kamar karena begitu lapar sekali. ketiga pria itu tersenyum melihat sang Mama yang tengah memasak dan dibantu oleh Reyhan.


"Cie, Mama dan Papa cocok banget sih!" goda mereka sehingga pasangan itu menoleh.


"Kalian udah turun ternyata, ayo duduk! kami udaj bikin sarapan enak buat kalian," senyum Elsa sehingga mereka langsung duduk untuk menunggu masakan Mama mereka. Apalagi mereka bertiga sudah kangen sekali dengan masakan sang Mama.


Elsa lalu menghidangkan sarapan tersebut membuat si kembar kagum melihat berbagai masakan lezat yang dibuat Mama dan Papa mereka.

__ADS_1


"Makan yang banyak, biar sehat!" suruh Reyhan sambil duduk.


"Baik, Papa!" balas ketiganya bergegas mengambil sarapan masing-masing karena sudah sangat lapar saat ini. Elsa terkekeh kecil melihat ketiga putranya yang benar-benar lahap sekali saat sarapan.


"Lapar banget ya?" kekeh Elsa.


"Iya, Ma. kami juga kangen masakan Mama. Mama dan Papa sih, katanya pergi cuman 1 bulan eh malah 3 bulan," kesal Alda sambil mengunyah makanannya lagi.


"Kami minta maaf," kekeh Elsa membuat si kembar mengangguk.


"Gimana ujian kalian?" tanya Reyhan penasaran.


"Kami bertiga juara satu di kelas, Pa. nilai kami juga seratus semua kecuali si adek dapat nilai 98 di bagian matematika,"jelas Aldi jujur, membuat Aldo memanyunkan bibirnya kesal.


"Gak papa, yang penting kalian sudah berusaha. mau hadiah apa dari kami?" tanya Elsa penasaran membuat si kembar memikirkan sesuatu tapi tak ada satupun yang mereka inginkan saat ini.


"Kami gak minta hadiah apa-apa, kami udah senang dapat adik baru," senyum si kembar yang membuat Elsa maupun Reyhan terkekeh kecil.


"Kalian harus hati-hati sama wanita bernama Lula itu ya,"peringat Reyhan pelan yang membuat si kembar menoleh lalu mengangguk pelan.


"Siap, Pa. Aldo merasa aura negatif darinya. Aldo yakin kalau dia adalah wanita jahat," sambung Aldo membuat Alda maupun Aldi mengangguk setuju.


...----------------...


Si kembar tampak asik menemani kedua orangtuanya jalan-jalan ke mall untuk memenuhi keinginan sang Mama yang ingin mereka berlima jalan-jalan ke mall hari ini.


Mungkin, si dedek pengen jalan-jalan di keluarga.


"Baby, gimana kalau kita beli baju buat si kembar," usul Elsa membuat si kembar merasa ada aura waspada.


"Eh, Mama. baju kami udah banyak yang sama semua." tolak Alda membuat Elsa memanyunkan bibirnya kesal.


"Turutin saja permintaan Mama kalian," bujuk Reyhan membuat si kembar pasrah.


"Baiklah, demi adek baru!" balas mereka yang membuat Elsa tersenyum bahagia lalu mencium pipi si kembar membuat Reyhan cemburu sekali tapi ia hanya bisa sabar dan lagian, ketiga pria itu adalah anak kandungnya sendiri.


It's okey!

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2