MENCINTAI SESEORANG IBLIS

MENCINTAI SESEORANG IBLIS
PART 73


__ADS_3

POV Reyhan.


Reyhan menghentikan laju mobilnya di sebuah masion mewah, ia mengatur nafasnya saat melihat masion itu sudah di hidupkan lampu.


"Nanti kamu pura-pura sebagai saudara aku ya, gak pa-pa, bukan?"


"Gak pa-pa kok,"


Mereka lalu keluar dari mobil lalu masuk kedalam masion, mereka berjalan menuju dapur buat sarapan tanpa menghiraukan Elsa yang keluar dari kamar.


"Baby, tunggu!"


Reyhan menghentikan langkahnya lalu menoleh pada Elsa yang mendekatinya saat ini.


"Ada apa?" tanya Reyhan seolah-olah tak terjadi apa-apa saat ini.


"Ak-Aku minta maaf udah nampar kamu waktu itu," gagap Elsa membuat Reyhan terdiam beberapa saat.


"Lupakan masalah itu, kami lapar!" balas Reyhan tapi ditahan oleh Elsa lagi.


"Siapa wanita itu?" tanya Elsa penasaran sekali, membuat Amina menunduk ketakutan.


"Saudara Rey dan dia bakalan tinggal disini," jelas Reyhan membuat Elsa menatap tak suka pada Amina.


"Mama!" lirih Alia mengulurkan kedua tangannya pada Amina, membuat Amina langsung menerima Alia dari gendongan Reyhan. bocah manis itu kembali melanjutkan tidurnya sambil menggenggam erat lengan jubah Amina.


"Berikan Alia sama saya!" pinta Elsa tapi ditahan oleh Reyhan.


"Biarkan Alia bersama Amina, dia lebih nyaman sama Amina,"jelas Reyhan membuat Elsa menoleh.


"Baby, tapi aku ibu kandung Alia," kesal Elsa tapi Reyhan kembali terdiam.


"Alia bakalan diasuh oleh Amina setelah ini," jelas Reyhan lalu membawa Amina ke dapur buat sarapan.


Setelah Reyhan sarapan pun, sikap pria itu begitu dingin yang membuat Elsa bingung tapi ia mengira kalau suaminya itu kecapekan saja. tiba-tiba, entah kenapa matanya begitu berat sekali dan menoleh pada Reyhan yang sudah memejamkan mata di sebelahnya saat ini.


Wanita itu mulai memejamkan mata sehingga Reyhan membuka matanya lalu mengambil ponsel milik istrinya tersebut karena penasaran, ia membuka semua aplikasi istrinya dan melihat sebuah pesan yang diarsipkan oleh Elsa yang membuat Reyhan penasaran sekali.


Tin!


Reyhan yang belum membaca pesan dari seseorang bernama Vani itu pun, tiba-tiba pesan baru masuk sehingga ia langsung membuka nya.


Vano: beneran loh, sayang! Mama dan Papa aku pengen ketemu kamu. kata mereka, kapan mau ke tempat kami lagi!


Vano: Apa suami mu itu larang kamu keluar lagi ya? soalnya aku dah kangen banget, apalagi suara ******* merdu kamu. aku penasaran, kenapa kamu bilang suami polos kamu itu lemah di ranjang.


Reyhan yang membaca itu pun menahan emosi, ia bukan lemah hanya saja ia belum terbiasa. Ia meletakkan ponsel tersebut di tangan Elsa lalu bergegas keluar kamar.


Lebih baik ia tidur dengan istri keduanya daripada satu ranjang dengan wanita seperti Elsa.


Cklek!


Reyhan menatap Amina yang menidurkan Alia di sebuah ranjang bertingkat di dekat ranjang mereka.


"Amina...,"


"Ad-Ada apa?"


"Bolehkah aku minta hak aku malam ini?"


"Bo-Boleh Ta-Tapi ....,"


"Aku akan pelan-pelan," bisik Reyhan setelah membuat putrinya itu tertidur pulas dan tak bakalan terbangun disaat mereka olahraga malam. Pria itu mulai memeluk tubuh Amina membuat wanita itu menunduk menahan malu saat ini.


"Jangan menundukkan kepala kamu, aku tak suka!"


Perlahan Amina mengangkat wajahnya sehingga Reyhan tersenyum lalu mulai mendekatkan wajahnya pada istri barunya tersebut.


"Aku akan berusaha mencintaimu, Amina!" bisik Reyhan lalu mencium bibir Amina lembut dan membaringkan wanita itu di tempat tidur.


Ini adalah malam indah kedua bagi Reyhan, malam dimana ia akan berbagi semuanya dengan sang istri. malam yang panjang buat mereka saat ini, sedangkan Reyhan tersenyum sambil menatap Amina yang memejamkan mata di bawahnya.


...***...


Pagi harinya, Reyhan keluar dari kamar sambil mengeringkan rambutnya mengunakan handuk dan melihat Elsa yang sibuk menyiapkan sarapan bersama Amina.


"Eh, tumben kamu keramas, Baby!"


Reyhan menoleh pada Elsa yang menatapnya, ia tak membalas dan memilih duduk. ia masih kesal dengan pesan di ponsel istrinya semalam.


"Baby, kenapa gak jawab pertanyaan aku?"


"Kalau Rey pengen keramas, kenapa? lagian, kenapa kayak penuh selidik gitu," sinis Reyhan sambil mengangkat putrinya itu supaya duduk di pangkuan nya.


"Aku kaget aja, soalnya kamu jarang keramas kecuali setelah melakukan itu,"


"Rey biasanya sering keramas kok,"


Reyhan begitu kesal di tanya terus oleh istrinya itu. Ia juga kesal, apa karena wanita itu terlihat muda sehingga Elsa dengan beraninya selingkuh dan menyerahkan diri pada pria lain?


"Reyhan, ini soup daging buatan aku. cobalah!" senyum Amina sehingga Reyhan menerimanya.


"Enak banget, wanginya juga membuat aku pengen sekali menyantap soup ini sampai habis," kekeh Reyhan kagum sekali. Amina hanya tersenyum manis lalu menoleh pada Elsa yang menatap tajam kearah nya saat ini.


"Baby, mau coba masakan aku gak?"


"Aku bisa sendiri,"


Elsa hanya pasrah sedangkan Reyhan memakan sarapannya dengan lahap sekali saat ini, tanpa menghiraukan Elsa yang menatapnya sedangkan Amina hanya menunduk saat tak sengaja melihat Elsa menatap tajam kearah nya. Ia merasa takut melihat tatapan kakak madunya itu, ia juga pasrah karena di jodohkan oleh orang tuanya bersama orang tua Reyhan.


Reyhan mendekati Alia yang tengah asik bermain bersama Amina, ia juga tak melihat keberadaan Elsa yang membuatnya penasaran sekali.

__ADS_1


"Amina, kemana dia?" tanya Reyhan penasaran membuat Amina menoleh.


"Tadi dia keluar, katanya ada urusan," jawab Amina jujur, sehingga Reyhan menghela nafas lalu menghilang untuk menyelidiki kemana istrinya pergi.


Tiba-tiba ia sampai di sebuah rumah yang membuatnya bingung, langsung saja ia mendekati sebuah jendela dan melihat istrinya bersama seorang pria dan orang tua pria itu.


"Saya sedikit bosan dengan suami saya kok, Ma. dia terlalu lemah dan membuat saya jijik saat dia sakit, saya capek ngurusnya," jelas Elsa sedangkan Reyhan yang mendengar itu benar-benar sakit.


"Kalau begitu, menikah saja dengan putra kami. kalian sama-sama cocok," kekeh pria paruh baya tersenyum.


"Kalau kalian sudah menikah, kamu ceraikan saja suami kamu itu!" pinta wanita tua itu tersenyum.


"Saya tak bisa menceraikan Reyhan, Ma. tapi, saya bakalan mau nikah sama Vano kok," senyum Elsa merangkul lengan pria bernama Vano tersebut.


"Tapi, suamimu itu begitu tulus mencintai kamu. kenapa kau mau menduakan dia?" tanya Vano membuat Elsa menoleh.


"Ya karena harta yang sudah dimilikinya, aku juga udah bosan dengannya dan lagian hidup kita di dunia sementara dan harus dinikmati. Aku juga benar-benar gak suka dengan sifat manjanya itu," balas Elsa dengan entengnya.


'Ternyata sifat manusia berubah-ubah, apa salah Rey mencintai manusia. dulu Shakira dan sekarang Elsa,' batin Reyhan mengusap air matanya lalu menghilang. Tanpa diketahui oleh Reyhan, sosok wanita mengepalkan tangannya melihat adegan di depannya.


"Manusia sialan, gue memberikan kepercayaan penuh buat menjaga Reyhan tapi kau malah menduakan nya. Gue Aira, bersumpah akan membuat lo menderita Elsa!" gumam Aira, wanita itu kembali karena urusannya kembali belum selesai akibat penghianatan Elsa. Ia sudah memberikan semua kekuatannya supaya bisa menjaga Reyhan tapi, wanita itu malah bersenang-senang dengan pria lain.


Ia muncul di masion dan melirik putri kecilnya yang mengejar Amina yang menuju dapur, Alia tampak begitu senang karena ada yang mengajaknya bermain berbeda saat bersama Elsa. bocah itu tampak suka diam sedangkan Elsa sibuk dengan ponsel sehingga Alia begitu kesepian sekali.


"Kalian ngapain?"


"IBLIS BERKEPALA PLONTOS!" teriak Amina kaget sambil memeluk Reyhan erat, sedangkan pria itu hanya terkekeh kecil membuat Amina terisak kecil.


"Papa jahat!" ejek Alia.


"Maaf-maaf," kekeh Reyhan sambil mengusap punggung istrinya itu pelan, supaya istrinya itu lebih tenang.


"Hiks jangan datang tiba-tiba, kaget banget!" isak Amina.


"Maafin aku, aku gak bakalan mengagetkan kamu lagi. senyum dong!" pinta Reyhan sehingga Amina tersenyum, membuat hati Reyhan sedikit membaik. walau ia diselingkuhi oleh Elsa tapi ia bisa menjadikan Amina di hatinya, ia juga suka dengan aura sejuk dari istri keduanya ini.


"Gimana kalau kita jalan-jalan ke Mall, biar aku traktir!"


"Aku gak suka ke mall, aku lebih suka jalan-jalan di hutan,"


jelas Amina jujur, ia tak suka menghamburkan uang.


"Ikut aja, ayo Alia." ajak Reyhan mengandeng tangan Alia lalu ia juga mengandeng tangan Amina untuk menuju mobil.


Setiba di mall, mereka berjalan mencari barang-barang bagus buat di beli.


"Kamu pasti gak punya baju, kita ke toko baju dulu," ajak Reyhan sambil mengendong Alia yang diikuti oleh Amina dari belakang. wanita itu juga kagum melihat banyak pakaian yang bagus-bagus sekali, dengan warna kesukaannya yaitu hitam.


Selama memilih baju untuk Amina, Reyhan juga memilih baju tidur yang bagus buat Alia


"Baby!"


Reyhan menghentikan aktivitas memilih pakaian buat Alia, ia menoleh pada Elsa yang mendekat membuat Reyhan mengalihkan pandangannya dari istrinya itu, ia masih sakit hati mendengar perkataan istrinya tadi.


Semuanya menoleh pada Amina yang memegangi perutnya.


"Kau kenapa?" tanya Reyhan khawatir sekali.


"Ak-Aku gak pa-pa hehe," cengir Amina membuat Reyhan khawatir saat ini.


"Beneran?"


"Iy-Iya,"


Reyhan terdiam beberapa saat karena ia tau kalau istrinya itu tengah kesakitan. Reyhan langsung mendekati Amina dan mengusap perut Amina lembut membuat wanita itu menahan sakit.


"Tahan, bentar lagi sembuh," senyum Reyhan sehingga Amina mengangguk dan tak lama perut wanita itu agak mendingan.


"Baby, kamu kenapa perhatian sama dia?"


"Elsa, dia itu sepupu aku. sudah pantas aku perhatian dengannya," jelas Reyhan lalu mengajak Amina buat pergi ke kasir sambil mengendong Alia.


"Baby, gimana kalau kita jalan-jalan bersama Alia bertiga?"tawar Elsa membuat Reyhan menoleh pada Elsa yang tersenyum kearahnya.


"Gak mau, Rey capek!" ketus Reyhan lalu pergi mengajak Amina buat pergi dari sana, membuat Elsa benar-benar kesal sekali.


"Baby, ayo!" ajak Elsa menarik tangan suaminya itu sehingga Reyhan menoleh dengan tatapan dinginnya.


"Elsa, aku capek! kami juga mau pulang,"


"Yasudah, aku ikut kalian pulang," pasrah Elsa membuat Reyhan terdiam lalu mengangguk pasrah sambil melirik Amina yang terlihat ketakutan.


"Mama, nanti malam bobo sama Papa lagi ya," senyum Alia pada Amina membuat Elsa bingung.


"Maksudnya?"


"Bukan apa-apa," balas Reyhan lalu mengajak Alia buat pergi dari sana.


"Tunggu!"


Langkah Amina terhenti saat Elsa menahan tangannya.


"Ad-Ada apa ya?" gagap Amina menoleh yang membuat Elsa menatap tajam.


"Kau siapanya suami gue, hah? gue yakin kalau lo bukan sepupunya suami gue," tekan Elsa membuat Amina ketakutan sekali.


"Ak-Aku sepupunya Reyhan," gagap Amina.


"Jangan sakiti dia!"


Elsa melepaskan cengkraman nya lalu menoleh pada Edward yang mendekat bersama istrinya.

__ADS_1


"Gue gak suka kalau lo sakiti sepupunya gue," ketus Edward dingin membuat Amina menghela nafas lega karena ada yang menolongnya.


"Jadi dia beneran sepupunya Reyhan?" tanya Elsa sehingga Edward mengangguk pelan.


"Iya, dia sepupunya suami gue dan jangan pernah menyakitinya," ketus istrinya Edward tak kalah dingin.


"Amina, ayo!"


"Ak-Aku permisi dulu ya," pamit Amina bergegas pergi menyusul Reyhan yang tak jauh darinya.


"Kamu gak papa, kan? apa Elsa ada menyakiti kamu?" tanya Reyhan khawatir sehingga Amina tersenyum lalu menggeleng, tak mungkin ia jujur kalau Elsa mencengkram kuat lengannya tadi. ia tak ingin suaminya makin dendam sama Elsa lagi.


"Aku gak pa-pa kok, tadi istri kamu cuman nanya apakah aku benar sepupunya kamu," senyum Elsa sehingga Reyhan mengangguk paham.


"Yasudah, ayo kita beli yang lain dan kali ini kita hati-hati,"peringat Reyhan sehingga Amina mengangguk, Reyhan lalu mengajak istrinya itu menuju lantai atas tapi tatapannya teralih pada pria yang merupakan selingkuhan istrinya tengah asik menunggu seseorang.


Ia lalu meminta Amina untuk menghentikan langkah, sehingga Amina menurut dan tak lama, Reyhan mengepalkan tangannya saat melihat Elsa mendekati Vano. ternyata, wanita itu mendekatinya karena tak ingin dicurigai olehnya.


"Kenapa dia selingkuh, Rey?" tanya Amina penasaran sehingga Reyhan menghela nafas pendek.


"Aku gak tau, mungkin dia masih terlihat muda sehingga dia tebar pesona. padahal, dia dulu mencintai aku dan sudah tiga tahun ini aku pura-pura bodoh dihadapannya, supaya mengetahui seberapa jauhnya permainan Elsa dan aku tak menyangka kalau hubungan Elsa sudah sejauh itu,"


"Kamu yang sabar ya,"


"Iya, Sayang,"


Deg!


Wajah Amina langsung memerah yang membuat Reyhan terkekeh pelan, ia begitu gemes melihat wajah malu istrinya tersebut.


"Gemes banget, mungkin aku dulu kayak kamu. suka memerah terus wajahnya," kekeh Reyhan mencubit pipi Amina.


"Emangnya wajah aku merah?" polosnya sehingga Reyhan mengangguk cepat, Amina memegangi pipi nya yang sudah memerah.


"Mama cantik ya," kekeh Alia sehingga Reyhan mengangguk pelan, ia setuju dengan penuturan anaknya tersebut.


"Ayo kita belanja lagi, terus kita jalan-jalan lagi!"


"Ayo!" senyum Alia senang.


16:04


Sore harinya, Reyhan mengendong Alia yang sudah tertidur akibat lelah jalan-jalan tadi. sedangkan Amina membawa barang-barang belanjaan mereka.


"Baby, kamu kemana saja? aku kira kamu sudah pulang dari mall," tanya Elsa mendekati suaminya itu.


"Jalan-jalan," ketus Reyhan memasuki kamar tamu dan membaringkan Alia di kasur.


"Baby, kenapa Alia tidur disini? kenapa gak dikamar kita?"tanya Elsa bingung sekali.


"Kalau disini, Alia ada yang jaga. kalau dikamar kamu, kamu sibuk sama ponsel terus!" ungkap Reyhan membuat Elsa terdiam beberapa saat.


"Reyhan, kamu masih marah karena aku tak setuju dengan pernikahan si kembar?" tanya Elsa penasaran.


"Jangan membahas rumah tangga si kembar lagi, kamu gak ada hak buat atur mereka." kesal Reyhan.


"Baby, aku minta maaf. aku gak setuju itu karena wanita itu gak pantas menjadi istri si kembar," lirih Elsa sedangkan Amina hanya diam karena tak ingin ikut campur urusan suaminya bersama istri pertama suaminya itu.


"Gak pantas? kamu tau apa kalau Queen gak pantas?" tanya Reyhan menahan emosi.


"Aku yang lebih tau, karena aku papa kandung si kembar dan aku yang tau mana yang baik buat si kembar,".


"Kamu tenang, Alia sedang tidur!" peringat Amina pelan membuat Reyhan tersadar kalau anaknya lagi tidur saat ini.


"Maafkan aku, kamu istirahat pasti capek. aku keluar dulu,"jelas Reyhan lembut lalu keluar dari kamar itu yang diikuti oleh Elsa.


"Reyhan, aku minta maaf ya. aku bakalan restuin mereka kok,"bujuk Elsa memeluk Reyhan yang mengambil minum di dapur, pria itu ingin sekali melepaskan pelukan Elsa tapi ia tak bisa apa-apa saat ini.


Ia berusaha melupakan semua perasaan nya terhadap Elsa karena itu sama saja ia menyakitinya sendiri.


"Kenapa kamu diam, hm?"


"Malas ngomong,"


"Kamu mau apa biar gak marah lagi sama aku?"


'Menjauhlah dariku,' Reyhan hanya bisa membalas dalam hati.


"Lepaskan pelukan kamu, aku lagi gak kepengen di peluk saat ini," kesal Reyhan sehingga Elsa melepaskan pelukan nya dari tubuh suaminya itu.


"Reyhan, kenapa dadaku tiba-tiba terasa ngilu?"Reyhan menoleh sekilas.


"Mana aku tau," balas Reyhan lalu pergi dari sana setelah minum. Ia sudah tau karena rasa itu muncul akibat kekuatannya sudah ia ambil kembali dari tubuh Elsa karena semua kekuatan tersebut tak pantas dimiliki oleh orang jahat. ia hanya memberikan sedikit kekuatan supaya wanita itu bisa bertahan hidup walau sering sakit di bagian dadanya.


Entah apa salahnya sehingga ia mendapatkan jodoh yang tak sesuai dengan harapannya, ia berharap bisa hidup damai dengan sang istri tapi ia malah dikhianati seperti sekarang.


Sekarang, ia harus fokus menjaga Amina yang sekarang menjadi istrinya. Ia berharap akan bisa saling menghargai seperti impiannya.


...***...


"Reyhan, kamu mau kemana sampai rapi kayak gitu?"


Reyhan yang menuruni tangga pun menoleh pada Elsa yang duduk di ruang tamu.


"Rey ada acara dengan klien di hotel, kamu dirumah saja karena Rey mau bawa Alia dan Amina," jelas Reyhan dengan entengnya membuat Elsa berdiri saat melihat Amina sudah rapi bersama Alia.


"Gak mau! aku ini istri kamu dan bukan sepupu kamu itu! harusnya aku yang ikut," kesal Elsa yang tak suka di bandingkan seperti ini, apalagi sikap suaminya yang sudah berbeda sejak ia menolak pernikahan si kembar waktu itu.


"Rey hanya diperbolehkan membawa pasangan satu saja dan Alia juga ingin ikut, kamu dirumah saja," jelas Reyhan dengan entengnya membuat Elsa yakin ada sesuatu yang disembunyikan suaminya itu.


"Aku pokoknya mau ikut!"

__ADS_1


"Yasudah, aku gak bakalan pergi. Amina, tukar pakaian mu lagi!" suruh Reyhan sehingga Amina menurut lalu masuk sambil mengandeng tangan Alia menuju kamar tamu, sedangkan Reyhan kembali masuk kedalam kamar lagi karena sudah tak mood buat pergi ke acara tersebut.


Bersambung......


__ADS_2