MENCINTAI SESEORANG IBLIS

MENCINTAI SESEORANG IBLIS
PART 45


__ADS_3

Reyhan maupun Elsa sudah sampai di masion nya dan melihat banyak sekali bawahannya menyambut kedatangan mereka berdua. keduanya bergegas masuk dan menuju ruangan cctv untuk melihat rekaman di kamar ketiganya putranya.


Dan benar saja, si kembar tampak ketakutan sekali tapi tak ada satupun orang di kamar tersebut. tiba-tiba rekaman tersebut terhenti seakan ada yang merusaknya, membuat Reyhan khawatir sekali dengan keadaan si kembar.


"Ini pasti ada iblis yang menginginkan mereka," gumam Reyhan emosi.


Prang!


Elsa tersentak kaget saat lemari kaca maupun jendela pecah seketika, ia tau kalau suaminya itu sangatlah marah saat ini.


"Baby, kamu tenang!" bujuk Elsa membuat Reyhan menoleh dengan mata memerah.


"Ini semua salah kamu! kalau kamu gak pergi, anak-anak aku gak mungkin diculik!" bentak Reyhan membuat Elsa bungkam beberapa saat.


"Aku pergi karena kamu ngambek, mereka yang nyuruh aku buat nyusul kamu!" jelas Elsa tak kalah tinggi, membuat Reyhan mengusap wajahnya kasar.


"Kau keluar sekarang dan jangan pernah kesini lagi!"


"Ka-Kau mengusir aku?" kaget Elsa membuat Reyhan menoleh.


"Ya, aku mengusir kamu karena kecerobohan kamu! kalau anak-anak aku gak ketemu, jangan harap kamu kesini lagi!"tekan Reyhan tajam.


"Reyhan, jangan kayak gini!"


"Aku gak peduli lagi, keluarlah sebelum kau yang aku bunuh!"ancam Reyhan membelakangi Elsa, membuat wanita itu menangis lalu pergi dari sana. Ia merasa kalau itu bukan suaminya, suaminya tak pernah membentaknya seperti ini.


"Maaf," lirih Reyhan terduduk di kasur tersebut, ia benar-benar kacau karena tak bisa menemukan keberadaan putranya. apalagi kekuatannya tak sekuat dulu lagi. .


"Papa akan mencari keberadaan kalian, apapun caranya!".


Reyhan lalu bergegas pergi dari sana, ia ingin menemui orang tuanya untuk minta bantuan dan ia pun tak berniat melirik kearah Elsa yang menaiki motor.


Pria itu hanya diam sambil memasuki mobil dan bergegas pergi dari sana membuat Elsa menahan rasa sedihnya saat ini. Ia merasa bersalah meninggalkan si kembar, membuat Reyhan membenci nya.


Reyhan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi supaya sampai di masion milik keluarganya, hanya mereka yang bisa membantunya saat ini.


Tatapannya teralih kearah sudut masion, langsung saja ia mendekat dan menatap sebuah taman kecil dengan sepasang robot di atas tanah.


Ia juga kaget melihat namanya di sebuah batu, seakan-akan ia berada di dalam tanah tersebut. ia tak mengerti dengan maksud semua ini dan entah siapa yang membuat pemakaman yang berisi boneka terbuat dari kayu tersebut.


"Kau bukan anak kandung mereka,"

__ADS_1


Deg!


Reyhan menoleh pada sosok wanita yang mendekatinya.


"Maksudnya?" tanya Reyhan penasaran sekali.


"Reyhan yang asli sudah meninggal saat masih kecil dan kau bukanlah anak kandung mereka. Abang kamu sudah melakukan kesalahan sehingga kamu meninggal dan roh kamu bukan Reyhan yang asli," jelas wanita itu membuat Reyhan bungkam saat ini.


"Ke-Kenapa Abang gak mau bilang sama aku?"


"Dia takut kena marah sama Mama dan Papa kamu. makanya memindahkan roh orang lain pada kamu," jelas wanita itu lagi membuat Reyhan terduduk, kenapa hidupnya seperti ini. Ia hendak bertanya siapa wanita itu tapi, wanita bergaun putih itu sudah hilang didekatnya.


"Kalau begitu, siapa orang tua asli aku?" gumam Reyhan mengusap air matanya, ia lalu menatap kearah boneka-boneka tersebut dengan tatapan kosong.


"Reyhan, kamu kesini juga, Sayang!"


Reyhan menoleh kearah Mamanya yang mendekatinya, ia lalu berdiri sambil menghapus air matanya. bagaimana pun, wanita itu sudah merawatnya sejak masih kecil.


"Mama, tolong cari keberadaan ketiga putra Rey hiks. mereka diculik," tangis Reyhan membuat wanita itu kaget.


"Diculik? kenapa bisa?"


"Hiks bantu cari mereka, Ma. Rey takut mereka kenapa-napa,"tangis Reyhan memohon.


"Mama, Rey takut mereka kenapa-napa hiks! mereka belum bisa mengunakan kekuatan mereka,".


"Kita kedalam dan minta sama Papa kamu,"


Reyhan hanya mengangguk mengikuti Mamanya itu, ia ingin si kembar ditemukan tanpa lecet sedikitpun.


Disisi lain,


Elsa sudah mabuk sekali karena sudah meminum beberapa botol minuman keras, pikirannya benar-benar kacau saat ini karena beban masalahnya. Ia kehilangan si kembar akibat kecerobohan nya dan sekarang, ia malah diusir oleh suami yang amat ia cintai.


"Astaga, Elsa! lo kenapa tiba-tiba mabuk gini?"


"Eh, lo ternyata. gue lagi pusing banget," lirih Elsa yang sudah begitu mabuk sekali.


"Lo ada masalah dengan Reyhan?" tanya Fadli mendekat dan duduk di samping sahabatnya itu, ia sudah tau kenapa sahabatnya itu masih muda seperti dulu.


"Gue diusir oleh Reyhan karena kecerobohan gue,"

__ADS_1


"Kenapa bisa?"


"Anak-anak gue hilang semuanya," lirih Elsa sambil mengusap kepalanya yang sudah puyeng sekali saat ini.


"Btw, lo masih tampan aja kalau sudah tua,".


"Eh, lo jangan macam-macam sama gue!" panik Fadli saat Elsa memeluknya, ia tau kalau wanita itu sudah kehilangan akalnya karena banyak minum sejak tadi.


"Fadli," lirih Elsa beranjak duduk di pangkuan Fadli.


"Elsa, lo harus sadar! gue gak mau kena masalah sama suami lo!" bentak Fadli tajam sambil berusaha menurunkan tubuh sahabatnya itu darinya, ia pria normal dan bisa saja tergoda dengan kelakuan Elsa tapi, ia juga tak ingin cari masalah dengan Reyhan.


Brukh!


Fadli sontak membulatkan matanya saat Elsa mendorong tubuhnya sehingga wanita itu berada di atas tubuhnya, wanita itu dengan seenaknya mencium bibir nya.


"Elsa, berhenti!" bentak Fadli mendorong wanita itu menjauhi tubuhnya. Ia tak peduli orang-orang menatap kearahnya karena suasana club tersebut ramai, walau ini masih siang.


"Ayolah Fadli, apa kamu gak tergoda," senyum Elsa membuat Fadli menatap tak percaya dengan sahabatnya itu.


"Lo kenapa gak waras gini, hah? Lo itu punya suami!"


Elsa yang sudah kesal pun langsung mencium bibir Fadli dengan rakusnya, membuat Fadli kesulitan buat mendorong wanita mabuk tersebut. tapi, perlahan ia mulai membalasnya karena ia adalah pria normal. setelah itu, tak ada yang tau kesalahan fatal mereka berdua.


...----------------...


Reyhan menatap sebuah hutan dan lalu mengikuti Papanya untuk mencari si kembar.


"Apa benar kalau si kembar ada disini, Pa?" tanya Reyhan penasaran membuat Papa mengangguk pelan.


"Iya, Papa yakin kalau wanita itu membawa si kembar kesini,"jelas Papa membuat Reyhan terdiam beberapa saat.


"Awh,"


"Kamu kenapa, Rey?" tanya Papa panik sedangkan Reyhan menoleh kearah cincin yang ia pakai tersebut terasa panas sekali.


"Gak papa kok, Pa," senyum Reyhan sehingga Papa paham lalu mengajak Reyhan pergi buat mencari si kembar.


Reyhan tak henti-hentinya menatap kearah cincin pernikahannya yang tiba-tiba panas. padahal, ia hanya mengusir istri untuk memberi pelajaran terhadap Elsa sebentar. tapi, kenapa ia merasa ada yang aneh.


Ia mengeluarkan ponsel untuk menelpon Elsa, entah kenapa ia merasa ada yang janggal saat ini. tapi, sudah belasan kali ia menelpon tak ada satupun di angkat oleh Elsa.

__ADS_1


"Apa Elsa juga marah banget sama Rey, ya? makanya gak angkat panggilan dari Rey?" gumam Reyhan lalu mengotak-atik ponselnya untuk minta maaf sama istrinya, ia kayak gitu karena terlalu khawatir terhadap ketiga anaknya.


Bersambung......


__ADS_2