
Cittt!
Reyhan menghentikan laju motornya secara mendadak sehingga Elsa kaget dan memeluk tubuh Reyhan erat, keduanya menoleh kesekumpulan pria bermotor menghadang mereka.
"Ja-Jack,"Reyhan terdiam saat Elsa mengenali salah satu pria tersebut.
"Baby, aku sudah pulang dan malah mendapatkan dirimu bersama pria lain ternyata," kekeh seorang pria mendekat sedangkan Reyhan hanya diam tak bersuara. Ia langsung menahan tangan pria itu yang hendak menyentuh wajah Elsa.
"Jangan berani menyentuh nya seujung kuku pun," pinta Reyhan dingin, sehingga Jack melepaskan tangannya dari Reyhan.
"Pria lemah ke lo bisa apa, hah? Elsa itu tunangan gue!" tawa Jack sehingga Reyhan langsung turun dari motornya itu. Reyhan langsung mencengkram kuat leher Jack membuat Elsa tersenyum melihat sifat Reyhan yabg sekarang.
"Sekarang sudah menjadi milik gue," tekan Reyhan tajam.
Bugh!
Reyhan sontak ambruk sambil memegangi rahangnya yang terkena tonjokan kuat dari anggota pria itu.
"Baby kamu gak papa?" tanya Elsa hendak turun tapi bawahannya masih sakit saat ini sehingga ia tak bisa turun.
"Elsa, ini pria yang kau cintai atau cuman pelampiasan saja? kau hanya mencintai aku saja dan gak mungkin mencintai nih cupu," tawa Jack membuat Reyhan marah saat dikatakan cupu, langsung saja ia menghajar pria itu sekuat tenaga dan tak lupa juga menghajar orang yang mendekatinya.
Reyhan tak peduli orang-orang yang berlalu-lalang menatapnya karena memukuli geng jalanan yang membuat resah warga.
"Baby udah!" panik Elsa sehingga Reyhan mendekati Jack yang terkulai lemah.
"Lo gue kasih kesempatan, berani hina gue lagi. lo yang gue makan," bisik Reyhan tajam lalu berjalan menuju motornya kembali.
"Jangan menyentuh ku lagi!".Elsa yang hendak menyentuh pipi Reyhan pun menghentikan nya.
"Baby, jangan marah gitu sama aku," bujuk Elsa.
"Jangan menyentuhku, Elsa!" bentak Reyhan membuat Elsa bungkam, membuat Reyhan mendesah kesal lalu pergi dari sana tanpa menghiraukan Elsa yang memanggilnya. lagian, kunci motor ada di motor dan wanita itu juga memakai celana panjang.
Reyhan langsung menghilang saat melewati pohon membuat Elsa sedih, ia tau kalau pria itu butuh waktu sendiri untuk menenangkan pikirannya.
Disisi lain, Reyhan duduk di sebuah danau sambil bersandar di bawah pohon.
"Ck, kenapa gak bilang kalau punya tunangan, sih? lagian Rey gak suka dibohongin," cemberutnya sambil melempar batu ke arah danau.
"Rey bosan, apa Rey jailin Vania aja," senyumnya lalu kembali menghilang dari sana.
Ia memasuki masion yang benar-benar sepi, langsung saja ia bergegas menuju kamar dan kaget melihat pintu kamarnya terbuka. Saat ia masuk kedalam, ia mendengus kesal saat Vania berani-beraninya memakai pakaiannya.
"Ekhem,"
"E-Eh," gagap Vania saat menyadari keberadaan Reyhan.
"Kau lucu memakai pakaian besar itu," kekeh Reyhan membuat Vania bingung dengan reaksi pria tersebut, awalnya ia mengira kalau Reyhan akan marah besar tapi malah memujinya saat ini.
Reyhan lalu mendekat yang membuat Vania makin gugup menahan malu sekaligus senangnya saat ini.
"Beraninya kau memasuki kamarku, Vania. punya nyawa berapa kamu, hm?" bisik Reyhan menyudutkan Vania membuat wanita itu takut.
Reyhan lalu memegangi tangan mulus Vania dan menciumnya membuat Vania menoleh.
"Tanganmu halus juga, aku menyukai nya," senyum Reyhan mengusap pipi mulus Vania, membuat wanita itu tersenyum manis.
'Akhirnya Reyhan suka sama aku,' batin Vania menjerit kesenangan.
"Reyhan!"
__ADS_1
Reyhan sontak menjauhi tubuh Vania lalu menatap Elsa yang mendekat.
"Aku sudah bilang sama kamu, jangan sentuh aku lagi!" kesal Reyhan membuat Elsa langsung memeluk Reyhan erat.
"Kau keluar!" bentak Elsa sehingga Vania melepaskan kemeja Reyhan dan keluar dari kamar tersebut.
"Baby, maafin aku ya," bujuk Elsa sedangkan Reyhan tak menghiraukannya sedikit.
'Kali-Kali Reyhan kerjain, boleh bukan?' batin Reyhan yang ingin mengerjai Elsa tersebut.
"Baby, aku minta maaf," bujuk Elsa mencubit pipi Reyhan gemes.Reyhan menoleh pada Elsa yang tersenyum padanya.
"Lepaskan aku, Elsa." kesal Reyhan melepaskan pelukan Elsa kasar membuat wanita itu cemberut.
"Aku gak mau, pokoknya maafin aku dulu," kesal Elsa kembali memeluk Reyhan erat, membuat pemuda itu kehilangan keseimbangan dan jatuh di atas ranjang.
"Elsa, lepasin aku!"
"Gak mau, Baby! aku pengen peluk kamu terus dan terus,"senyum nya lalu mencium seluruh wajah Reyhan secara bertubi-tubi membuat pria itu menahan tawanya saat ini.
"Elsa lepasin aku! aku mau ke toilet,"
"Pasti kau kabur dari aku, kan? ayo ngaku!" kesal Elsa menggelitik kedua pinggang Reyhan yang membuat pria itu tertawa sambil menggeliat.
"Hahaha Reyhan nyerah buat ngambek hahaha!"
"Berani sekali ngambek sama aku, rasakan ini!"
"Hahaha hentikan Elsa hahaha! geli sekali hahaha!" tawa Reyhan berusaha memberontak tapi Elsa tak membiarkannya bebas sedikitpun.
"Rasain!" kekeh Elsa membuat Reyhan menutup mulutnya mengunakan telapak tangan dan tak lupa wajahnya yang sudah memerah menahan geli.
"Le-lepaskan Reyhan," gagap Reyhan menahan tawanya saat ini.
"Capek banget, jangan buat Reyhan geli lagi," cemberutnya kesal membuat Elsa tertawa lalu mencium sekilas bibir Reyhan.
"Kamu adalah pria yang aku pertahanan kan, jangan marah-marah sama aku lagi! soalnya Jack itu dulu cuman gabut doang sebelum aku ketemu sama kamu," jelas Elsa mencubit gemes kedua pipi Reyhan membuat pria itu tersenyum.
"Elsa, tadi Rey pegang tangan Vania terus Rey cium. Rey suka banget sama dagingnya, kapan Rey boleh makan dia," pinta Reyhan mengubah posisi sehingga Elsa berada di bawah tubuhnya, membuat Elsa menatap kesal pada Reyhan.
"Berani-beraninya mencium cewe lain!"
"Cuman tangan aja kok, soalnya Rey suka dengan dagingnya,"
"Kamu harus tahan dulu, Baby! kita jailin dulu dianya," senyum Elsa membuat Reyhan terdiam karena kesal sekali.
"Rey gak bisa tahan kalau lihat makanan Rey menggoda seperti itu," cemberutnya kesal.
"Pokoknya kamu harus sabar dan sabar,"
"Nanti Rey mau ajak dia makan aja deh, biar dia gemuk dikit lagi dan Rey bakalan puas memakannya," jelas Reyhan sambil bangkit dari tubuh Elsa, membuat wanita itu cemberutnya.
"Kamu kok gitu, sih?"
"Elsa, Sayang! Reyhan harus bikin makanan Reyhan gemuk dulu. Reyhan gak suka sama dia kok cuman suka dagingnya, bye-bye! Reyhan mau ajak Vania makan dulu," senyum Reyhan lalu bergegas pergi dari kama.
...****************...
"Reyhan, apa Kak Elsa gak marah kalau ajak aku jalan-jalan?"tanya Vania penasaran walau dalam hati ia benar-benar senang sekali diajak jalan-jalan oleh Reyhan.
"Reyhan masih ngambek sama dia, apalagi kedatangan tunangannya," jawab Reyhan sambil mengotak-atik ponsel untuk menunggu pesanan mereka.
__ADS_1
"Kak Elsa emang gitu banyak cowo lain, aku juga pernah lihat dia kehotel,"
Reyhan sontak menoleh, ia hanya pura-pura kaget mendengarnya walau sebenarnya ia bisa tau mana yang asli dan mana yang bohong. saat ini, Reyhan tau kalau Vania sengaja menjelekkan Elsa supaya ia terpengaruh.
"Siapa?"
"Aku gak tau namanya, yang pasti sering ke hotel kalau malam Jum'at,"
Reyhan terdiam sedangkan Vania tersenyum miring saat ini, ia mengira kalau Reyhan sudah terhasut oleh omongannya.
"Reyhan!"Reyhan menoleh dan kaget melihat kedatangan Shakira.
"Vania, tolongin aku buat jauh dari mantan istri aku itu. dia itu jahat," jelas Reyhan ketakutan sekali sehingga Vania menoleh pada Shakira yang mendekat.
"Eh, lo siapa main panggil Reyhan saja?!"Shakira menatap tajam kearah Vania.
"Gue kesini mau jemput Reyhan, lagian lo siapanya sih?!" ketus Shakira tajam.
"Bukan urusan lo, mendingan lo pergi dari sini!" bentak Vania mendorong tubuh Shakira.
"Reyhan ikut aku, kau itu milik aku!" pinta Shakira menarik tangan Reyhan membuat pemuda itu menoleh.
"Reyhan gak mau sama Shakira lagi! Shakira itu wanita jahat!"kesal Reyhan berusaha melepaskan tangan nya dari cengkraman Shakira.
Shakira langsung mengeluarkan pistol dan meletakkannya di kepala Reyhan, membuat pemuda itu bungkam apalagi orang-orang yang melihatnya sontak bungkam.
"Ikut aku atau kau mati?"
Reyhan sontak berdiri mengikuti Shakira buat pergi dari sana, sedangkan Vania tak berkutik sama sekali.
Shakira langsung memasukkan Reyhan kedalam mobil dan langsung saja sang sopir melajukan mobil dengan kecepatan tinggi.
'Ab-Abang hiks takut,' batin Reyhan menahan tangis.
Saat melewati sebuah hutan untuk menuju kota sebelah, mobil milik Shakira terhenti saat melihat seorang pria berjubah menghadang mereka. Edward mendekat lalu membuka pintu mobil hingga rusak.
"Hiks Abang," tangis Reyhan membuat Edward menatap tajam kearah Shakira.
"Berani sekali menodongkan pistol ke kepala adik gue," kekeh Edward menarik tangan Reyhan sehingga Reyhan langsung memeluk abangnya karena takut sekali dan menyembunyikan tubuhnya di jubah sang abang.Edward langsung mencengkram kuat leher Shakira.
"Gue sudah berusaha tenang saat lo menyiksa adik gue dan sekarang, lo mau menculik adik gue lagi. lo punya nyawa berapa sampai berani menculik iblis, ha?" bentak Edward sedangkan Shakira kesusahan bernafas akibat cengkeraman tangan Edward begitu kuat pada lehernya.
Kreek!
Edward sengaja mematahkan leher Shakira yang membuat wanita itu tewas seketika, ia lalu menoleh pada sopir yang sudah berlari ketakutan sekali meninggalkan lokasi tersebut.
"Dek, keluar dari jubah Abang,"
"Gak mau, Reyhan takut ditodongkan pistol lagi!" tolak Reyhan yang masih di dalam jubah abangnya dan tak lupa memeluk Edward erat.
"Kau itu iblis, kenapa gak menghilang atau gunakan kekuatan kamu?" tanya Edward mengusap kepala Reyhan lembut.
"Lupa, Reyhan panik soalnya," balasnya dengan enteng membuat Edward terkekeh kecil dengan si bungsu yang pelupa tersebut.
Edward langsung mengangkat jubahnya sehingga Reyhan mengusap mata karena silau akibat cahaya matahari.
"Lepasin pelukannya," suruh Edward sehingga Reyhan melepaskan pelukannya dan menatap Shakira yang sudah tewas.
"Rasain dah meninggoy! gak bakalan ada yang culik Reyhan lagi!" senang Reyhan membuat Edward terkekeh kecil.
"Sana pulang, nanti Elsa marah!"
__ADS_1
"Siap, Bang!" Reyhan langsung menghilang sedangkan Edward menoleh kearah mayat Shakira lalu ikut menghilang dari sana.
Bersambung.....