
Reyhan mengusap air matanya dan melihat Shakira yang berjalan menuju dapur, langsung saja ia menuju kamar dan mengunci pintu dari dalam. tubuhnya benar-benar remuk setelah dipakai oleh wanita jahat tersebut dan tak hanya itu, ia juga selalu dipukul layaknya hewan.
Entah apa salahnya sehingga bisa terjerumus kedalam masalah ini, Ia sudah capek menanggung semua kesakitan nya dan ditambah ia tak memiliki satupun kekuatan. Dengan helaan nafas panjang, Reyhan beranjak duduk dan langsung membaringkan tubuhnya di kasur.
Ia hanya diam menatap langit-langit kamar lalu beralih menatap kedua tangannya yang terlihat memudar.
"Mama, Papa. apa ini takdir Rey yang akan menghilang dari dunia ini?" lirihnya menahan tangis nya saat ini.
"Rey capek disiksa terus,".
Tok!
Tok!
"Reyhan, buka pintunya!"Reyhan menoleh kearah pintu, ia sudah tak sanggup buat berjalan lagi karena begitu lemas akibat tak ada kekuatannya lagi.
"Reyhan, buka pintunya atau aku suruh orang buat dobrak?!"
Pemuda itu tak menghiraukannya dan kembali menatap kearah langit-langit kamar yang bernuansa putih dan hitam tersebut.
Brak!
Reyhan kembali menoleh kearah pintu dan melihat beberapa orang yang mendobrak pintu kamar, setelah itu Shakira langsung menyuruh bawahan nya itu buat pergi dari kamar.
"Reyhan, bisakah kau menurut padaku, hah?!" bentak Shakira sedangkan Reyhan hanya memilih diam sambil berusaha duduk.
"Aku gak bakalan tunduk sama manusia jahat sepertimu, hanya iblis bodoh yang mau menuruti semua kemauan kamu. kau boleh menyiksaku dan sudah dipastikan suatu saat kau lahiran, janin itu gak akan keluar saat usia 3 tahun dan saat kau melakukan operasi bakalan gagal," smirk Reyhan yang sudah tak tahan dengan semua ini.
Mendengar penuturan tajam dari Reyhan, Shakira memegangi perutnya yang kini bersemayam calon anaknya.
"Kau jangan menyumpahi aku seperti itu, Reyhan!" bentak Shakira mencengkram kuat leher Reyhan.Membuat pemuda itu kesulitan bernafas.
"Ap-Apapun yang sudah aku katakan, gak bakalan bisa aku tarik lagi," jelas Reyhan membuat Shakira langsung melayangkan tamparan kuat ke pipi Reyhan, sehingga pemuda itu ambruk di kasur.
Reyhan mengusap darah segar yang keluar dari hidung nya dan tubuh yang mulai memudar membuat Shakira menoleh.
Cklek!
Shakira menoleh dan melihat Elsa yang ditangkap oleh bawahan Shakira.
"Bos, sepertinya wanita ini mencurigakan," jelas pria itu sehingga Shakira mendekati Elsa yang sudah lemah akibat dihajar bawahan Shakira karena ketauan mengintip.
"Rantai dia disini, saya mau keluar dulu dan jangan sampai pria saya keluar,"
__ADS_1
"Baik, Bos!"
Reyhan menoleh pada Elsa yang dirantai membuatnya sedih sekali, saat orang-orang itu pergi langsung saja Reyhan berjalan tertatih-tatih mendekati Elsa. Ia langsung memeluk Elsa sehingga wanita itu memulai membuka matanya.
"Astaga, Reyhan!" senang Elsa memeluk Reyhan erat sehingga Reyhan menoleh.
"El-Elsa kenapa bisa ketangkap?' lirih Reyhan lemah.
"Wajah kamu memar dan hidung kamu berdarah, astaga! tubuh kamu kenapa memudar begini?" Tanya Elsa panik sehingga Reyhan tersenyum tipis.
"Rey butuh kekuatan Rey lagi, Rey butuh makan daging manusia lagi," lirih Reyhan jujur.
Elsa menatap sekitarnya dan melihat sebuah golok yang ada di belakang meja.
"Ambil golok itu," suruh Elsa sehingga Reyhan menoleh dan berusaha menggapai golok tersebut.
"Buat apaan?" tanya Reyhan penasaran sehingga Elsa terdiam lalu tersenyum.
"Putuskan tangan ku,"
"Rey gak mau," tolak Reyhan meletakkan golok itu lagi.
"Reyhan ayo! kamu harus makan! kalau enggak, aku marah!"ancam Elsa membuat Reyhan menoleh dengan mata berkaca-kaca.
"Reyhan gak mau nyakitin Elsa,"
"Gak papa kok, ayo!"
Krak!
Elsa mengigit bibir menahan sakit saat tangan kirinya yang terputus, Reyhan langsung membuka bajunya dan menutupi luka di tangan Elsa tersebut.
"Suatu saat Reyhan bakalan sembuhkan luka Elsa," jelas Reyhan sehingga Elsa tersenyum walau tangannya begitu sakit.
"Makanlah,"Reyhan mengambil lengan itu dan memakannya dengan lahap, membuat Elsa ngeri melihat tangannya di lahap oleh Reyhan.
"Daging Elsa enak, Reyhan suka banget," senyum Reyhan membuat Elsa mengusap kepala Reyhan mengunakan tangan kanannya.
Disisi lain,
"Sayang, aku pulang!"
Fadli menatap sekitar rumah milik Shakira dan tak menemukan istri yang baru ia nikahi tadi, langsung saja ia bergegas ke kamar untuk mencari batu hitam yang berisi kekuatan Reyhan. dengan begitu, ia bisa mengembalikan kekuatan Reyhan dan ia juga mudah membalaskan dendam pada Shakira.
__ADS_1
Cklek!
"Mas, kamu cari apaan di lemari baju aku?"
Deg!
Fadli sontak menoleh lalu tersenyum canggung.
"Mau lihat baju yang bagus untuk aku suruh kamu pake buat nanti malam, kayaknya gak ada yang menarik. mau aku beliin?" tanya Fadli berusaha menyembunyikan kegugupan nya karena hampir ketahuan oleh Shakira.
"Ehm, gak usah. aku lagi datang bulan hehe,"
'Baguslah, gak sudi juga gue nyentuh j4lang kek lo,' batin Fadli senang sekali.
"Owh iya, kamu darimana saja? kenapa baru datang?"
"Ak-Aku dari rumah teman, Mas. ada yang mau dibicarakannya tadi. ternyata cuman bicarakan masalah restauran aja," bohongnya sehingga Fadli mengangguk pelan.
"Yasudah, aku mau mandi dulu!" Fadli langsung bergegas menuju kamar mandi dan tak lupa mengambil handuk.
"Gue harus cari batu itu dimana? kenapa tuh siluman bisa pulang tiba-tiba," gumam Fadli kesal sambil menghidupkan shower untuk memenuhi bathub.
***
Elsa menoleh pada Reyhan yang sudah tertidur di pahanya, pemuda itu sama sekali tak terganggu akan lantai yang sangat dingin ditambah Reyhan juga tak memakai baju membuat Elsa iba sekali.
Ia lalu berusaha mengambil selimut di atas kasur dan menariknya untuk menutupi tubuh Reyhan, pemuda itu menggeliat kecil saat merasakan selimut menutupi tubuhnya.
"Kau harus bersabar ya, kita akan keluar dari sini setelah kekuatan kamu kembali," senyum Elsa mengusap pipi Reyhan lembut. wanita itu menoleh pada jam yang sudah menunjukkan pukul sembilan malam dan hari ini adalah malam purnama.
Dimana saat tengah malam tiba, apapun perkataan Reyhan bakalan terwujud.
Ia takut kalau Reyhan ada menyumpahi nya saat ia tak ada disini waktu itu. kalau ia di kutuk jadi batu, gimana? atau lebih parahnya di kutuk jadi siluman nenek, gimana?
membayangkannya saja ia takut sekali apalagi kalau terjadi.
"Elsa, gak bobok juga?"Elsa menoleh pada Reyhan yang menatapnya.
"Aku gak ngantuk kok, kamu tidurlah lagi," senyum Elsa mencubit pipi Reyhan gemes.
Reyhan beranjak duduk lalu mendudukkan Elsa di pangkuannya membuat wanita itu menoleh pada Reyhan yang mengambil selimut.
"Elsa Bobo dipelukan Reyhan aja, pejamkan matanya," suruh Reyhan membuat Elsa tersenyum lalu memejamkan matanya untuk tidur di pelukan hangat Reyhan. tangannya juga sudah mulai mendingan yang membuatnya lega.
__ADS_1
Bersambung........