MENCINTAI SESEORANG IBLIS

MENCINTAI SESEORANG IBLIS
PART 09


__ADS_3

Reyhan memasuki restauran sambil melirik sekitar untuk mencari keberadaan istrinya yang entah dimana. Ia lalu duduk disebuah kursi yang ada di dekat tembok supaya saat panas ia tak akan terkena cahaya matahari.


Tatapannya teralih pada seorang wanita yang asik melayani pengunjung yang baru datang.


"Dasar bandel, dibilangin jangan kemari!'Pemuda itu tersenyum lalu menoleh pada Shakira yang mendekat bersama Elsa.


"Rey takut sendiri di rumah, apalagi tak ada teman ngobrol,"ungkapnya jujur sehingga Shakira mencubit gemes pipi suaminya itu.


"Tangan kamu kenapa, Rey?" tanya Elsa penasaran yang membuat Shakira menarik tangan suaminya yang terluka.


"Tadi Rey gak sengaja tabrak cewek, cewek nya cantik loh!"jelas Reyhan dengan polosnya membuat Elsa menahan tawanya.


"Bilang satu kali lagi! aku gak dengar," omel Shakira duduk dihadapan Reyhan sehingga pemuda itu menoleh.


"Cantik," balasnya lagi.


"Yasudah, sana sama dia!'


"Rey maunya sama Shakira, gak mau sama yang lain!"cemberutnya kesal membuat kedua wanita itu geleng-geleng kepala dengan tingkah polos Reyhan tersebut.


"Ayo ikut aku, aku obati luka kamu," ajak Shakira menarik tangan Reyhan namun pria itu menggeleng tak mau.


"Mau diobati disini, Rey capek larian sejak tadi," jelasnya sehingga Shakira langsung pergi menuju ruangan yang diikuti oleh Elsa.


"Eh, Reyhan! kamu disini juga?" Reyhan menoleh kearah Mawar yang mendekat dan duduk di hadapan Reyhan.


"Iya, Reyhan mau ketemu sama cintanya Reyhan," balas Reyhan lalu melirik kearah Shakira yang mendekat dengan tatapan tajamnya.


"Ngapain duduk sama suami gue, ha? mau caper," sinis Shakira membuat Mawar menoleh dengan tatapan dingin.


"Lagian, bangku penuh semua," ketus Mawar.


"Ayo, Sayang. keruangan aku saja, aku takut kamu ternodai,"bujuk Shakira sehingga Reyhan mengangguk dan mengikuti istrinya itu pergi.


'Owh, itu ternyata istrinya Reyhan. gue punya ide,' batin Mawar sinis.


Tanpa di sadari, Reyhan dapat mendengar bisikan orang jahat karena ia diwariskan oleh Papanya untuk mengetahui rencana orang jahat terhadapnya. Pemuda itu lalu duduk disebuah bangku sambil melirik kearah Shakira yang mengobati luka di telapak tangannya.


"Jangan dekat-dekat dengan wanita tadi,"


"Kenapa gak boleh?"Shakira lalu menoleh pada Reyhan.


"Mau bajunya dibuka sama dia?" tanya Shakira dengan dinginnya membuat Reyhan menggeleng cepat.


"Gak mau, Rey gak mau tubuh Rey dilihat manusia,"


"Manusia? bukannya kamu manusia juga?"


"Eh, maksudnya. Rey gak mau tubuh Rey dilihat orang lain hehehe," cengirnya membuat Shakira makin penasaran siapa Reyhan sebenarnya, ditambah beberapa hari ini tingkah Reyhan sedikit misterius saat pertama kali bertemu dengannya.


"Awh,"


"Eh, terlalu kuat ya?" panik Shakira sehingga Reyhan mengangguk pelan.


"Tapi, kenapa darah kamu berwarna biru?".


"Itu tinta, darah Rey warna merah!" bohongnya supaya Shakira tak curiga samanya saat ini. bisa-bisa ia selalu diintai setiap saat.


"Sekarang udah selesai, kamu disini saja dan jangan kemana-mana,"


"Rey pokoknya ikut sama Shakira, boleh ya!"


"Gak boleh, Sayang! kalau aku dipecat gimana?' bujuk Shakira sehingga Reyhan memanyunkan bibirnya kesal karena selalu dilarang.

__ADS_1


"Reyhan penasaran dengan kerjaan Shakira, Rey mau lihat dan janji gak bakalan bandel kok," pinta Reyhan memperlihatkan jari kelingkingnya ke hadapan Shakira.


"Gak boleh pokoknya! mau aku buka baju kamu disini?"Reyhan sontak menjauh sambil memeluk tubuhnya erat.


"Awas aja buka baju Rey, nanti Rey gigit tangan Shakira,"ancamnya membuat Syakira terkekeh kecil lalu mendekati suami polosnya itu.


"Huwa, jangan buka baju Rey!" pekik Reyhan ketakutan sekali.


"Rey gak bakalan ikut!"


Shakira terkekeh kecil lalu mencium pipi suaminya itu, membuat Reyhan terisak kecil menatap Shakira.


"Hiks jangan buka baju Rey hiks," isak Reyhan menangis.


"Gak bakalan kok," senyum Shakira mengusap air mata Reyhan supaya lebih tenang.


"Aku keluar dulu, kamu disini saja dan ini ponsel buat nonton,"bujuk Shakira menghidupkan film YouTube sehingga Reyhan menerimanya.


Reyhan lalu melirik kearah Shakira yang pergi meninggalkan sendiri di ruangan pekerja. Ia lalu duduk di sofa dan menonton film yang ditayangkan dilayar ponsel tersebut sambil mengusap air matanya.


"Haus," lirihnya meletakkan ponsel itu keatas meja dan berjalan menuju pintu ruangan, sesekali ia melirik sekelilingnya untuk melihat Shakira.


"Elsa!"Elsa menoleh pada Reyhan yang memanggilnya dan langsung saja ia mendekat.


"Ada apa?" tanya Elsa penasaran.


"Rey haus tapi Rey takut keluar dari ruangan ini, Shakira ngancem Rey kalau Rey keluar. Shakira bakalan buka baju Rey, Rey takut!" cicit Reyhan jujur membuat Elsa tertawa mendengar penuturan suami sahabatnya itu.


"Ngapain takut? lagian, kalian itu sudah menikah dan tentu boleh lihat tubuh masing-masing,"Reyhan menoleh dengan tatapan polosnya.


"Rey gak mau, pokoknya! Elsa, buatin Rey susu," pinta Reyhan memohon.


"Baiklah, tunggu sebentar," Elsa lalu bergegas pergi sehingga Reyhan kembali menuju kursi buat melanjutkan menonton filmnya lagi.


"Jangan keluar dari sini, nanti diterkam sama Shakira," kekeh Elsa menutup pintu ruangan tersebut.


"Terkam? maksudnya Rey mau di mam?" bingungnya sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal sama sekali. Ia lalu mengambil cemilan dan membukanya, ia benar-benar penasaran dengan makanan tersebut.


"Ekhem!"


"Huwa!" panik Reyhan kaget saat abangnya muncul tiba-tiba.


"Eh, kau kaget banget ya?" kaget Edward memeluk adiknya yang sudah menangis tersebut karena ulahnya yang muncul tiba-tiba.


"Hiks Reyhan kaget banget hiks, Abang jahat!" tangis Reyhan membuat Edward mengusap air mata adik kesayangannya itu lembut.


"Maafin Abang, Abang cuman mau jenguk kamu saja," bujuk Edward lembut.


"Hiks cemilan Rey tumpah semua hiks," isak Reyhan sehingga Edward melepaskan pelukannya dan melihat cemilan yang dibuka adiknya sudah berhamburan di lantai.


"Nanti Abang ganti cemilan yang lebih banyak, sekarang jangan nangis," bujuk Edward sehingga Reyhan mengangguk pelan.


"Ab-Abang mau ngapain kesini?"


"Memastikan kamu aman, soalnya Mama selalu khawatir sama kamu sejak nikah," jelas Edward jujur.


"Rey gak papa kok, cuman dilarang bandel sama Shakira,"jawab Reyhan jujur.


"Syukurlah kalau begi...,"


Cklek!


Reyhan menoleh kearah Shakira dan menoleh kearah abangnya yang sudah menghilang di sampingnya.

__ADS_1


"Reyhan kamu kenapa teriak? kenapa cemilan kamu tumpah?"tanya Shakira khawatir.


"Hiks tadi ada tikus," isak Reyhan berbohong.


"Ututu, kamu takut tikus ternyata," kekeh Shakira memeluk suaminya itu.


"Tikusnya nakal," isak Reyhan mengusap air matanya.


"Nanti tikus nya aku hukum," jelas Shakira sehingga Reyhan mengangguk pelan sambil memeluk Shakira.


"Beneran dihukum ya hiks,"


"Iya-iya, jangan nangis lagi," bujuk Shakira mengusap air mata Reyhan.


***


Shakira memasuki ruangan istirahat nya dan melihat Reyhan yang sudah tertidur lelap di sofa, membiarkan ponsel milik Shakira masih hidup.


Ia lalu mendekati Reyhan dan mengusap lembut kepala pria itu lembut.


"Pulas amat tidur nya," kekeh Shakira mengambil ponsel dan melihat baterai benda pipih itu sudah lowbat.


"Reyhan bangun! waktunya sarapan," bujuk Shakira menepuk pelan pipi Reyhan.


"Rey masih ngantuk, mau bobo terus," kesal nya sambil mengusap kedua matanya yang benar-benar berat sekali.


"Nanti bobo lagi, ayo bangun!"


"Rey masih ngantuk, Shakira!"


"Yasudah, aku aja yang habisin makanan lezatnya,"


Reyhan sontak membuka mata dan melirik Shakira yang meletakkan sarapan diatas meja, langsung saja ia bangun dan tersenyum membuat Shakira menatap malas.


"Why?" tanya Shakira penasaran.


"Suapin," pinta Reyhan memeluk istrinya itu membuat Shakira tak bisa memperlihatkan wajah datarnya pada Reyhan, pria itu benar-benar bisa membuatnya tak bisa marah.


"Katanya gak mau sarapan terus pengen bobo terus,"


"Reyhan mau sarapan disuapin Shakira hehe,"


Shakira lalu menyuapi suaminya itu dan langsung diterima oleh Reyhan dengan lahap.


"Lapar banget ya?" kekeh Shakira mengusap sudut bibir Reyhan membuat Reyhan mengangguk cepat.


"Rey lapar banget,"


"Padahal udah banyak makan cemilan loh!"


"Gak kenyang, soalnya kalau sarapan disuapin sama Shakira baru Rey kenyang," jawabnya dengan wajah tak berdosa sehingga Shakira tersenyum malu.


"Nanti pulangnya gimana? soalnya cuaca panas sekali,"


Reyhan sontak berdiri dan melirik kearah jendela yang menampilkan suasana yang panas sekali.


"Yah, terus Reyhan gak bisa keluar deh," ungkapnya sedih.


"Sebenarnya kamu kenapa takut kena sinar matahari?"


"Rey waktu kecil hampir terbakar akibat cahaya matahari, setiap Rey kena cahaya matahari. Rey selalu merasakan kesakitan dan pernah terbaring di kasur beberapa minggu,'


"Berarti kamu gak mau kena cahaya matahari lagi?"Reyhan menoleh lalu mengangguk kecil.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2