MENCINTAI SESEORANG IBLIS

MENCINTAI SESEORANG IBLIS
PART 78


__ADS_3

Aldo terus saja uring-uringan karena kedua Abangnya tak kunjung pulang dan entah kemana Abangnya pergi dibawa sang Papa. Ia sama sekali tak mood buat main keluar karena tak ada teman, apalagi biasanya sang Abang menemaninya saat bosan.


"Aldo, minum susunya dulu!" bujuk Elsa lembut sehingga Aldo menoleh lalu menggeleng tak mau.


"Gak mau! Aldo mau Abang," lirih Aldo menutupi seluruh tubuhnya mengunakan selimut.


"Kami pulang!"


Aldo yang mendengar itu pun langsung bergegas keluar kamar sehingga Elsa menoleh pada putranya yang tampak bersemangat sekali.


"Abang!" pekik Aldo langsung memeluk kedua Abangnya dan hampir saja Alda maupun Aldi hampir jatuh akibat ulah adiknya itu.


"Maafin Aldo! jangan tinggalin Aldo lagi, Bang!" isak Aldo membuat Aldi mengusap air mata adiknya itu.


"Abang tadi ikut Papa ke kantor," jelas Alda jujur.


"Hiks kalian gak dijual, bukan?" isak Aldo sehingga yang lain menggeleng, membuat Aldo lega sekali saat ini, pria itu langsung melepaskan pelukannya dari sang Abang.


"Dasar cengeng," ejek Aldi tertawa.


"Kalian sama aja!" ejek Queen membuat si kembar menoleh dengan tatapan kesal mereka.


"Dasar bodoh!"


"Kalian!" kesal Queen membuat si kembar tertawa lalu bergegas pergi membuat Queen mengejar ketiga pria itu yang sudah berlari keluar Masion.


"Berhenti kalian!" kesal Queen mengejar si kembar yang sudah menjauh darinya.


Brukh!


Queen meringis saat tak sengaja menabrak seseorang yang membuat si kembar menoleh kebelakang. Wanita itu menoleh pada orang yang tak sengaja ia tabrak.


"Ck, wah kita ketemu lagi, anak yang terbuang!" tawa seorang wanita bernama Cicilia membuat Queen berdiri.

__ADS_1


"Queen, kamu gak pa-pa?" tanya si kembar mendekat.


"Gak pa-pa kok," senyum Queen sehingga si kembar menoleh pada Cicilia yang menatap kagum pada mereka.


"Kau kalau jalan bisa santai dikit, napa? bikin Queen jatuh saja!"kesal Alda membuat Cicilia kesal sekali.


"Dia salah duluan," ketus Cicilia kesal.


"Udah, ayo kita pulang!" ajak Queen tersenyum.


"Dia siapa?," tanya Aldo penasaran.


"Dia adik aku," balas Queen membuat si kembar mengerti.


"Kau jangan macam-macam dengan calon istri kami, kalau kau sedikit saja menyentuh calon istri kami. kau yang kami bunuh!"ancam Aldi membuat Queen kaget dengan penuturan Aldi barusan.


"Calon istri? Ha ha, kenapa kalian mau nikah sama wanita miskin pembawa masalah ini? mendingan kalian sama aku saja," balas Cecelia membuat si kembar bungkam.


"Maaf, kami gak mau bekas orang. apalagi wanita yang suka gugurin kandungan," sinis Alda membuat Cicilia kaget lalu menoleh pada Alda sedangkan Queen kaget.


"Dia suka jual tubuh sama pria di club, sekaligus sering gugurin kandungannya tanpa rasa iba sedikitpun," ketus mereka dingin lalu membawa Queen buat pergi dari sana.


"Kenapa Queen bisa dapatkan pria kaya seperti si kembar?"kesal Cicilia karena ia tau kalau si kembar adalah anak CEO terkaya sekaligus anak Mafia yang terkenal kejam. Ia harus mendapatkan si kembar apapun caranya, apa yang dimiliki saudaranya itu harus ia dapatkan dan menjadi Nyonya di keluarga si kembar.


Sedangkan Si kembar yang mendengar perkataan Cicilia hanya bisa tersenyum miring dan akan menunggu drama yang dibuat oleh Cicilia setelah ini, mereka paling suka meladeni drama murahan wanita yang mendekati mereka.


"Kalian dari mana?"


Semuanya menoleh pada Elsa yang keluar sambil mengendong Alia, membuat semuanya terdiam.


"Tadi kami di kejar sama Queen, Ma." jelas Alda dengan polosnya sehingga yang lain mengangguk kecuali Queen yang terlihat diam.


"Ayo ikut Papa, kata Kakek kalian lebih baik kalian nikah sekarang,"

__ADS_1


"E-Eh," kaget semuanya sehingga Reyhan menoleh sambil memasang jaketnya, pria itu sangatlah tampan seperti remaja umur 17 tahunan karena wajah bayi yang mengemaskan.


"Setelah nikah, kerjaan kami apaan?" tanya Aldi dengan polosnya.


"Jaga istri, cari nafkah baik itu uang maupun yang lainnya,"balas Elsa membuat si kembar makin bingung.


"Maksudnya buat dedek? terus bilang ahh?" tanya mereka dengan polosnya.


"Baby! kenapa otak anak kita kotor begini? siapa yang kotorin?!" panik Elsa membuat si kembar makin kebingungan saat ini. apa mereka salah?


"Mana ku tau," balas Reyhan dengan entengnya membuat semuanya menoleh pada Queen.


"Bukan aku ...," lirih Queen ketakutan, padahal bukan dia yang mengotori otak si kembar.


"Dari mana kalian tau?" tanya Elsa penasaran.


"Waktu itu pernah ke kantor Papa, terus kami dengar suara yang bilang Ahh. apa mereka lagi nyanyi?" tanya Aldi penasaran.


"Apalagi suara cewenya minta nambah terus bilang enak,".


Queen menepuk jidat, begitu juga dengan Elsa maupun Reyhan. ketiganya benar-benar pasrah dengan kepolosan si kembar.


"Kalian kenapa? apa ada yang salah?" tanya mereka menatap bingung.


"Baby, antar mereka saja!" suruh Elsa sehingga Reyhan mengangguk lalu mengajak semuanya untuk masuk kedalam mobil. Karena perjalanan mereka cukup jauh ke masion orang tuanya Reyhan.


...***...


Si kembar tampak asik ngemil setelah pernikahan dadakan mereka, sedangkan Queen bingung dengan proses pernikahan yang dilakukan sangatlah berbeda. Ia lalu menoleh pada si kembar yang berbaring di kasur cukup besar sambil memeluk kaleng kue yang cukup besar.


"Aku capek banget! aku mau tidur dulu," lirih Queen sehingga si kembar menoleh.


"Sini! biar aku peluk," senyum Alda sehingga Queen ber-bantal di lengan Alda. yang lain juga ikutan memeluk Queen sedangkan Aldo sengaja berbaring di tubuh Queen sambil memejamkan mata untuk tidur.

__ADS_1


Queen lalu memeluk Aldo sambil memejamkan matanya, begitu juga dengan yang lain yang juga memeluk erat tubuh Queen karena mengantuk sekali saat ini.


Bersambung...


__ADS_2