MENCINTAI SESEORANG IBLIS

MENCINTAI SESEORANG IBLIS
PART 07


__ADS_3

"Shakira, lo jangan sering melamun deh! mendingan lo habisin bakso lo!" kesal Elsa karena Shakira selalu melamun dan hanya menusuk-nusuk bakso tanpa ampun, wanita itu tampak kehilangan gairah hidup saat Reyhan dibawa pergi oleh abangnya.


"Gue pengen peluk Reyhan," lirih Shakira membuat Elsa memutar mata malas dengan perkataan sahabatnya yang terlalu alay.


"Mendingan lo makam tuh bakso, gak kasihan tuh bakso disiksa terus?!"


Shakira menoleh pada bakso, ia begitu gak mood memakan bakso tersebut. yang ia inginkan sekarang adalah Reyhan, pria polos yang sudah membuatnya nyaman sejak pertama kali bertemu.


Ia berjanji kalau Reyhan kembali, ia bakalan menjadikan Reyhan sebagai suaminya dan gak akan membiarkan wanita lain mengambil Reyhan darinya.


Shakira dengan terpaksa memakan baksonya karena ia juga sedikit lapar, ia tak boleh sakit karena ingin mencari dimana rumah Reyhan.


Ya, ia harus mencari keberadaan Reyhan dan meminta restu buat miliki Reyhan pada orang tua Reyhan. ia juga tak peduli kalau orang tua Reyhan nantinya lebih menyeramkan dari Abang Reyhan tadi.


Tapi, ia tak tau apa yang disukai orang tua Reyhan untuk menemui mereka.


Shakira menghela nafas kesal sekali karena tak menemukan ide buat membawakan oleh-oleh nantinya. kalau begitu, sudah pasti ia tak direstui sama orang tua Reyhan. Hiks!


"Ekhem!"


Keduanya menoleh dan melihat pria berjubah hitam yang amat dikenal oleh Shakira, siapa lagi kalau abangnya Reyhan.


"Bisa ikut saya pulang?" ketus Edward sehingga Shakira mengangguk cepat, ia sudah berdebar-debar karena akan menjumpai Reyhan saat ini.


"Gue pergi dulu ya, gue mau ketemu Reyhan!" senang Shakira berlari mengejar Edwar yang sudah berjalan duluan, sedangkan Elsa begitu bingung dengan pria berjubah itu.


"Kenapa orang itu berpakaian sama dengan Reyhan?" gumam Elsa kebingungan.


Setiba di sebuah gedung menyeramkan, Shakira menelan saliva dengan susah payah lalu mengikuti Edward memasuki gedung itu. didalam sana, Shakira melihat dua orang yang berpakaian sama dengan Reyhan.


"Apa benar wanita ini yang dibilang Reyhan?"


"Iya, Pa!" balas Edward mengangguk sedangkan Shakira melirik sekitar buat mencari keberadaan Reyhan yang entah dimana, ia juga bingung kenapa Reyhan tinggal di gedung tak terurus begini.


"SHAKIRA!"


Shakira menoleh pada Reyhan yang berlari mengunakan jubah hitamnya, pemuda itu langsung memeluk erat tubuh Shakira dan dibalas oleh wanita itu.


"Rey senang ketemu Shakira lagi," isak Reyhan menangis sehingga Shakira mengusap kepala Reyhan lembut.


"Aku juga senang," balas Shakira membuat Reyhan menoleh.


"Ayo nikah!" ajak Reyhan tersenyum membuat Shakira terdiam lalu mengangguk malu.


"Kalau kalian menikah, kau sanggup menanggung semua resiko menjadi istri putra bungsu saya?" tanya Papanya Reyhan dingin.


"Aku siap kok," balas Shakira yang masih memeluk Reyhan.


"Nanti malam datang kesini jam 12 malam dan saat bulan purnama total, kau datang sendiri sekaligus mengunakan jubah hitam ini," jelas wanita itu memberikan Shakira sebuah jubah hitam dengan beberapa hiasan putih.


"Itu adalah jubah buat pengantin wanita, tak hanya itu. apa kau sanggup meminum darah ayam?".


"Da-Darah?" gagap Shakira.


"Itu adalah syarat untuk menjadi istri Reyhan, kalau gak sanggup silahkan mundur," ketus Edward dingin.

__ADS_1


"Shakira, kamu mau kan demi Reyhan?" pinta Reyhan membuat Shakira menoleh pada Reyhan yang menatapnya.


"Apa gak ada syarat lain?" tanya Shakira membuat Edward tersenyum miring.


"Ada yang lebih parah dari darah ayam, kau mau?" tanya Edward membuat Shakira ngeri apalagi mendengar kata lebih parah.


"Baiklah, aku mau!"


"Silahkan kau pulang dan datang saat tengah malam kehutan tempat kalian bertemu, lakukan apa yang saya perintah tadi,"ketus wanita itu dingin.


"Reyhan masuk kamar!".Reyhan melepaskan pelukannya lalu mencium pipi Shakira.


"Aku tunggu," senyum Reyhan lalu bergegas ke kamar. Shakira lalu pamit buat pulang sehingga ketiga orang itu hanya membalasnya dengan anggukan kecil.


Shakira berjalan meninggalkan gedung itu dan menatap jubah yang ada ditangannya.


"Kenapa keluarga Reyhan begitu aneh gitu, kenapa gue nikah saat tengah malam dan minum darah ayam?" gumam Shakira kebingungan sekali.


"Tapi, gue harus tahan karena gue bisa bersama Reyhan terus,".Ia tersenyum lalu berjalan santai menuju kosannya, tanpa merasa curiga kalau ada yang memperhatikannya dari kejauhan.


"Gue bakalan gagalkan pernikahan lo, Shakira!. lo hanya milik gue seorang,"


*****


Setiba dikosan, Shakira menatap Elsa yang menunggu nya karena penasaran.


"Gimana?" tanya Elsa berdiri.


"Gue bakalan nikah malam ini sama Reyhan,"


"Nikah? gue ikut ya,"


"Sendiri? lo gak merasa aneh, gitu? apalagi, Reyhan memakai jubah seperti aliran sesat," jelas Elsa membuat Shakira menghela nafas.


"Gue gak tau juga, apalagi keluarga Reyhan semuanya berpakaian jubah dan memiliki tatapan dingin," ungkap Shakira jujur.


"Mendingan lo batalin aja, kalau mereka jahat, gimana? apalagi nyuruh nikah malam dan hanya lo sendiri yang datang," tutur Elsa membuat Shakira bimbang.


"Mau gimana lagi, gue harus mendapatkan Reyhan," jawab Shakira membuat Elsa menghela nafas kasar.


"Pikirkan baik-baik sebelum lo menyesal,"


"Gue bakalan pikirkan baik-baik kok," senyum Shakira sehingga Elsa setuju, lebih baik pikirkan keselamatan daripada menyesal sesampai di sana.


"Owh iya, ini kain apaan?"


"Jubah yang bakalan gue pakai nanti malam,"


Elsa memegang juga itu tapi tangannya mendadak kepanasan, membuat Shakira kebingungan.


"Lo kenapa?" tanya Shakira kebingungan.


"Ehm, ga-gak papa. gue pamit pulang dulu ya," gagap Elsa lalu pergi dari sana.


'Kenapa saat gue pegang jubah itu panas banget ya?' batin Elsa ketakutan.

__ADS_1


***


Shakira tampak sibuk memakai mencoba jubah yang terlihat bagus sekali dan benar-benar cocok dengan tubuhnya.


Tok!


Tok!


Shakira mendekati pintu kosan dan kaget melihat pria berpakaian serba hitam menariknya.


"Lepasin aku!" bentak Shakira saat pria itu mengendong nya ala karung.


"Kau gak bakalan menikah malam ini dengan pria itu, Shakira!"


Deg!


"An-Anton?"


"Iya, ini aku!" balas Anton membawa Shakira menuju mobil yang terparkir jauh darinya. Sesekali ia menatap sekelilingnya supaya tak ada yang mencurigainya.


"Lepasin gue!"


Shakira tersentak saat Anton mendorongnya masuk kedalam mobil dan menguncinya. Anton langsung bergegas menuju bangku kemudi.


Prang!


Shakira maupun Anton kaget dan melihat seseorang berjubah meninju kaca depan hingga hancur.


"Keluar kau sekarang!" bentak sosok itu membuat Anton keluar dari mobil.


"Kau sia..."


Bugh!


Belum sempat bertanya, Anton langsung mendapatkan bogeman kuat dari sosok itu.


"Kau berani-beraninya menculik calon istri adik saya," bisik Edward menarik kuat krah baju Anton. Edward ditugaskan ayahnya untuk menjemput Shakira, karena merasa hawa negatif pada Shakira.


Ia langsung menarik Anton menjauhi tempat itu dan memukul Anton secara bruntal, ia tak peduli lawannya itu remuk.


"Am-Ampun," lirih Anton kesakitan yang membuat Edward tersenyum miring.


"Dasar manusia lemah, malam ini kau habis ditangan gue,"tekan Edward lalu melempar kuat Anton ke pohon sehingga pria itu tewas seketika.


"Lemah," ketus Edward lalu menuju mobil yang terparkir tak jauh dari nya.


"Cepat ikut gue, semua udah nunggu," ketus Edward sehingga Shakira mengangguk pelan dan mengikuti Edward menuju hutan yang tak jauh dari mereka. Ia benar-benar sudah tak sabar bertemu dengan Reyhan dan akan menjadi istri pria polos itu setelah ini.


"Kau sudah memikirkan syarat dari Mama gue buat nikah sama Reyhan?"


"U-udah,"Edward menghentikan langkahnya lalu menoleh pada Shakira.


"Gue harap, lo mampu menanggung semua resiko menikah dengan Reyhan. apalagi lo manusia lemah," tekan Edward lalu melanjutkan jalannya.


'Kenapa nada bicara keluarga Reyhan dingin banget, beda sama Reyhan yang lebih ramah,' batin Shakira menahan kesalnya, ia lebih baik cepat-cepat sampai di tujuan karena ingin bertemu dengan Reyhan.

__ADS_1


Sesampai di lokasi, Shakira sontak menghentikan langkahnya menatap semuanya. Ia bingung, takut dan perasaan lainnya ikut campur aduk sekarang, saat melihat semuanya yang berbeda dari pikirannya yang akan membayangkan suasana yang romantis walau sederhana tapi, pesta sekarang akan membekas didalam hidupnya.


Bersambung....


__ADS_2