
Celine memasuki ruangan sambil memeluk Aldo yang sudah kepengen cakar wajah Bagas sedangkan kedua saudaranya yang lain berjalan gontai akibat nyawa yang belum terkumpul sepenuhnya.
Aldo menatap tajam kearah Bagas seakan penuh dendam pribadi saat ini. Celine langsung menutupi kepala Aldo supaya tak marah lagi, membuat Aldo cemberut.
"Gak boleh kayak gitu, kalau dia Abang aku, gimana?"
"Siapa suruh tampan, pengen Aldo cakar wajahnya," jelas Aldo saat Celine melepaskan pelukan nya.
Bugh!
Semuanya menoleh kearah Alda dan Aldi yang sudah terduduk di lantai karena tersungkur menyenggol sudut meja.
"Meja nakal! kau menghalangi jalan kami!" omel Aldi sambil mengusap matanya yang benar-benar perih sekali.
Celine bergegas menarik tangan si kembar buat berdiri dan membawa mereka ke kamar supaya bisa tidur lagi sedangkan Bagas menunggu Celine, sambil menatap gedung yang sangat besar tersebut.
Tatapannya terhenti di sebuah bingkai foto yang menampilkan foto keluarga, ia mendekat dan melihat sepasang suami-istri yang mengendong seorang putra dan bayi kecil.
"Mama, Papa?" gumam Bagas tersenyum tipis, ia yakin kalau wanita asing tadi adalah adik kandungnya.
Kalau bukan, kenapa foto keluarganya ada disini.
"Itu Mama dan Papa aku, Bang."
Bagas menoleh pada Celine yang mendekat.
"Benarkah? berarti, bayi itu adalah kamu?" tanya Bagas tak percaya sehingga Celine mengangguk pelan.
Pria itu kembali menatap foto tersebut sambil tersenyum bahagia, ia tak menyangka ternyata ada keluarganya yang selamat saat ini.
Bagas langsung saja memeluk erat tubuh Celine membuat wanita itu terdiam beberapa saat.
"Hiks Abang senang kalau masih ada keluarga Abang, Abang janji bakalan jagain kamu, Dek!" tangis Bahas membuat Celine tersenyum dan membalas pelukan Abangnya itu.
Prang!
Pelukan mereka terlepas saat sebuah guci yang hancur di samping mereka.
"Kayaknya si kembar gak mau aku dipeluk orang lain, walau itu sama Abang," kekeh Celine membuat Bagas bingung.
"Maksudmu?"
"Bukan apa-apa,"
"Abang istirahat di kamar itu aja ya, biar aku suruh orang buat belikan Abang makanan," senyum Celine sambil menunjuk kesalahsatu ruangan.
"Baiklah, Abang ke kamar dulu," balas Bagas langsung pergi yang membuat Celine menoleh pada abangnya yang memasuki kamar.
__ADS_1
'akhirnya aku punya keluarga juga,' batin Celine bahagia sekali.
......................
2 hari berlalu...
Si kembar tampak sibuk menyiapkan latihan fisika mereka karena sebentar lagi akan mengadakan ulangan harian, sedangkan Celine belum bisa muncul di publik karena masih diincar sama musuh orang tuanya.
Alda menoleh pada Aldo yang terlihat seperti kepanasan sejak tadi.
"Kau kenapa, Dek?" tanya Alda membuat Aldi menoleh pada adik bungsunya yang berusaha membuka kancing seragam paling atas.
"Panas banget, pengen mandi di kolam es," jelas Aldo jujur, membuat Alda yang tak tau apa-apa hanya menatap bingung.
"Sana beli minum, bentar lagi masuk," suruh Alda sehingga Aldo bergegas pergi dari kelas untuk membeli minum.
Lagi-lagi Aldo menghentikan langkahnya sambil bersandar di sebuah dinding dekat tangga, ia benar-benar kepanasan sekali dengan nafas yang sudah memburu sekali.
"Aldo! kamu kenapa?"
Aldo menoleh pada Amel yang mendekatinya, Amel adalah salah satu siswi baru di kelasnya.
"Aldo gak tau, tiba-tiba badan Aldo panas sekali. kamu gak kasih apa-apa ke minuman Aldo tadi, bukan?" tanya Aldo karena Amel menyodorkan sebuah botol mineral saat ia kehausan tadi.
"Aku gak kasih apa-apa kok, sekarang ikut aku buat cari tempat yang sejuk biar gak panas,"
Bugh!
Alda tak segan-segan memukul wanita itu hingga jatuh, ia menatap tajam kearah Amel yang sudah kesakitan sekali saat ini. sedangkan Aldi langsung memeluk adiknya erat supaya tak melakukan apapun saat ini.
"Apa dengan membuat salah satu dari kami seperti ini, kamu bisa miliki nya? jangan harap!" tekan Alda menginjak leher Amel sehingga semua yang menatap itu menelan Saliva dengan susah payah saat ini.
"Abang, panas!" lirih Aldo membuat Alda mendekat.
"Aldi, bilang sama guru kalau Abang mau antar Aldo pulang. Aldo gak baik kayak gini," jelas Alda mengambil alih adiknya tersebut.
"Baik, Bang!"
Alda bergegas membawa adiknya itu menuju mobil yang terparkir, karena mereka sengaja membawa mobil karena malas membawa motor.
"Dek, jangan buka baju! kalo masuk angin, gimana?" tanya Alda saat adiknya membuka semua kancing seragamnya.
"Panas banget!"
"Kamu tadi minum apa?"
"Air mineral yang masih baru dan belum dibuka sama Amel. tiba-tiba saja badan Aldo panas," jelas Aldo sambil mencari kipas di sampingnya, ia benar-benar kepanasan saat ini.
__ADS_1
Alda lalu melajukan mobilnya meninggalkan sekolah sedangkan Aldo masih meracau kepanasan sekali saat ini. Padahal, hari ini belum panas banget.
Sesampai di masion, Alda langsung membawa adik bungsunya itu untuk menemui Mama dan Papanya.
"MAMA, TOLONGIN ADEK!"
Hukk!
Hukk!
Elsa yang asik santap bakso pun tersedak kuah pedas, membuatnya panik mencari air yang entah dimana letaknya. setelah minum, ia langsung keluar dan melihat kedua putranya yang sudah pulang padahal hari masih jam sepuluh.
"Mama, Aldo kepanasan!" jelas Aldo sehingga Elsa menyentuh kening si bungsu yang sudah memerah.
"Badannya gak panas," gumam Elsa sehingga Aldo menoleh.
"Mama, Aldo pengen mandi es! panas banget kek kebakar!"lirih Aldo dengan suara yang sudah parau membuat Elsa mendadak memikirkan sesuatu.
"Kamu minum apa tadi?"
"Adek dikasih minum sama Amel, Ma. kata Aldo minumnya nya belum dibuka alias masih baru," jelas Alda membuat Elsa yakin sekali.
"Bibi! tolong suruh salah satu bodyguard buat beli pencegah reaksi obat perangsang ini ya!"
"Baik, Nyonya!"Alda menoleh pada Maid itu sudah pergi.
"Mama, Mama suruh beli obat apaan?" tanya Alda kebingungan sekali.
"Gak ada, lain kali kamu gak boleh terima apapun lagi. cukup makan bekal dari Mama saja," peringat Elsa sehingga Alda mengangguk patuh.
......................
Aldo sudah tertidur lelap akibat meminum obat yang dibelikan sedangkan Alda masih setia menunggu adiknya itu karena takut kenapa-napa.
"Kamu berangkat sekolah lagi sana!"
"Gak mau, Alda mau jagain Adek!"
"Adik kamu gak papa kok, cuman tidur aja," jelas Elsa mengusap kepala Alda lembut.
"Alda khawatir lihat Adek kepanasan kayak tadi, emangnya Adek kenapa tadi, Ma?" tanya Alda penasaran.
"Tadi cuman keracunan minuman saja, kamu gak boleh minum sembarangan lagi," jelas Elsa sedikit berbohong karena gak mungkin ia menjelaskan kalau adiknya itu terangsang akibat obat. kalau dibilangin pun, Alda bakalan tak paham-paham.
Seperti ia menjelaskan pada Reyhan dulu, butuh 2 hari supaya prianya itu paham reaksi dari obat tersebut.
Orang polos memang beda.
__ADS_1
Bersambung......