MENCINTAI SESEORANG IBLIS

MENCINTAI SESEORANG IBLIS
PART 66


__ADS_3

Setelah keliling kantor milik Papanya, si kembar langsung saja pamit buat jalan-jalan karena sudah kangen jajan diluar sekalian jalan kaki, apalagi mereka tak bawa motor dan hanya nebeng mobil Papanya.


"Abang, jajan disana ayo!" ajak Aldo menarik kedua tangan Abangnya, mereka terlihat seperti anak kecil yang baru di perbolehkan jajan sendiri. padahal, umur mereka sudah 22 tahun.


"Kembar!"


Si kembar menghentikan langkahnya karena mendengar suara yang tak asing bagi mereka, langsung saja mereka menoleh dan melihat seorang wanita yang mengendong balita mendekat sambil tersenyum manis pada mereka.


"Kau ...,"


"Aku Celine!" senyum Celine.


"Owh," ketus ketiganya yang baru ingat kalau dihadapannya ini adalah Celine, wanita yang membuat mereka membenci yang namanya cinta.


"Aku minta maaf kejadian tahun dulu, aku benar-benar minta maaf," pinta Celine memohon supaya dimaafkan oleh si kembar, bagaimanapun ia tak mau dimusuhi oleh si kembar seperti sekarang.


"Sayang!"


Semuanya menoleh pada pria berpakaian jas hitam mendekati mereka. Si kembar menghela nafas panjang.


"Celine, kami sudah bilang sama kamu. anggap kita gak pernah ketemu!" jelas Alda jujur.


"Aku gak bakalan tenang kalau kalian gak maafin, aku merasa bersalah dan aku juga gak mau dimusuhi oleh kalian!" isak Celine menangis sedangkan suaminya mengambil alih sang anak, membiarkan istrinya meminta maaf pada si kembar.


"Kami gak bakalan memaafkan kamu dan makasih juga, sampai sekarang kami trauma dengan namanya wanita. kami juga benci yang namanya cinta!" jelas Aldi jujur.


"Kami benci orang yang memanfaatkan kami saja, kami bersyukur datang malam itu. kalau kamu telat, entah apa yang terjadi. mungkin, kami makin mencintai Celine. kami tulus mencintai Celine tapi kamu malah membohongi kami. sekarang, jauhi kami atau kamu yang kehilangan nyawa detik itu juga," sambung Aldi lalu pergi dari sana bersama kedua saudaranya.


"Aldo kecewa berat sama Celine! Celine pembohong! Aldo mmghph....!" Aldi langsung menutup mulut adiknya itu supaya berhenti mengoceh, sedangkan Aldo hanya pasrah mengikuti Abangnya walau mulut ditutup.


Mereka sama sekali tak mendengarkan Celine yang memanggil nama mereka, buat apaan mereka bertemu dengan wanita seperti itu. mereka terlanjur sakit hati gara-gara dibohongi.


Udah terlanjur cinta eh malah dimanfaatkan, sakit gak tuh?


"Abang, ngapain kita kesini sih?" gerutu Aldo kesal.


"Gak mood jajan, mendingan santai-santai di bawah pohon sambil menikmati angin sepoi-sepoi sekaligu...,"


"Lihatin orang pacaran," potong Aldo membuat Aldi menatap sekelilingnya dan benar saja banyak orang berduaan, Sedangkan Alda hanya mengusap kepala dengan tingkah kedua adiknya itu.

__ADS_1


"Ah! Malu!" jerit Aldi langsung memeluk Alda membuat Alda terkekeh kecil.


"Ih, mili!" ejek Aldo membuat Aldi melepaskan pelukannya dan menjitak kepala adiknya itu, sehingga Aldo meringis sambil mengusap jidatnya yang sudah memerah menahan sakit.


"Udah, jangan berkelahi lagi!" kesal Alda melihat keduanya berkelahi, keduanya itu selalu saja berkelahi dan mengejek satu sama lain membuat Alda kesulitan buat meleraikan keduanya.


"Aduh!" pekik keduanya saat Alda menjewer telinga mereka.


"Masih mau kelahi?" tanya Alda.


"Ampun, Bang! kami gak kelahi!" balas mereka kesakitan.


Alda lalu melepaskannya sehingga keduanya langsung mengusap telinganya yang sudah memerah akibat jewer dari Abang mereka. Daripada bosan disini, ia mengajak kedua saudaranya itu buat cari jajan ditempat lain sehingga Aldi maupun Aldo hanya menurut.


"Paman, pesan soto tiga ya!" pinta Alda saat masuk kesebuah warung dipinggir jalan.


"Baik, Den!"


Si kembar lalu duduk di salah satu bangku dan mereka juga tak memperdulikan beberapa pengunjung yang menatap kearah mereka.


"Bukannya itu anak CEO terkenal itu, ya? orang tuanya masih muda banget, loh!" bisik salah satu wanita.


"Tampan banget sih, pasti bibit unggul. apalagi Papa mereka juga tampan banget ditambah Mama mereka yang tak kalah cantik." sambung yang lain.


Ketiga pria kembar itu memilih diam seolah-olah tak mendengar apapun, mereka hanya sibuk mengotak-atik ponsel sambil menunggu pesanan mereka datang.


"Abang, minta hotspot dikit. paket Aldi habis tiba-tiba," cengir Aldi sehingga Alda mengangguk lalu menghidupkan hotspot buat Aldi.


Ia mendadak terdiam saat dua perangkat nebeng, Alda langsung saja menoleh pada Aldo yang asik menonton YouTube. karena merasa di perhatikan pun Aldo langsung menoleh.


"Apa? sama adek itu gak boleh pelit," jelas Aldo tanpa rasa bersalah sedikitpun.


"Kau ini, selalu saja minta gratisan. padahal paket kamu banyak, astaga!" pasrah Alda mengusap dada sedangkan Aldo tersenyum dengan polosnya dan kembali menonton video tersebut.


...----------------...


Tok!


Tok!

__ADS_1


"Masuk!"


Cklek!


Pintu ruangan tersebut terbuka yang menampilkan wanita berpakaian kurang bahan masuk, Reyhan menoleh dan menatap malas pada wanita itu.


"Apa kabar, Sayang?" senyum wanita bernama Vika tersebut, wanita itu selalu saja mengejar Reyhan membuat Reyhan begitu bosan sekali.


'Gini amat,' batin Reyhan kesal sekali.


Cklek!


Reyhan maupun Vika menolah kearah pintu dan melihat Elsa yang baru datang.


"Baby, ada lalat lagi?"


"Iya, Lalat nya kayak badut!"


Elsa lalu mendekati Vika sambil tersenyum miring lalu menyuruh putrinya buat bermain di kamar pribadi.


"Punya nyawa berapa buat dekati suami gue, hm?" tanya Elsa tajam, membuat Vika ketakutan.


"Elsa, dia panggil sayang sama Reyhan tadi. terus peluk-peluk Reyhan," jelas Reyhan pura-pura menahan tangis.


"Terus dia kiss pipi Rey,".


"It--itu bohong," gagap Vika membuat Elsa emosi lalu menendang wanita itu, ia paling tak suka saat kesayangan nya disentuh apalagi sampai dicium.


"Hiks dia cium Rey!" isak Reyhan menangis supaya Elsa membunuh orang itu.


Elsa tentu saja langsung menyiksa wanita itu sekuat tenaganya, sedangkan Reyhan tersenyum miring karena tak perlu capek-capek mengotori tangannya.


Setelah musnah, Elsa mendekati Reyhan.


"Hiks," isak Reyhan sehingga Elsa langsung memeluk suaminya tersebut.


"Jangan nangis ya, sekarang kamu aku mandiin biar bersih dari kuman-kuman itu," ajak Elsa menarik suaminya itu. Reyhan hanya menurut karena tubuhnya juga lengket akibat keringat.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2