
Si kembar membuka matanya sambil menggeliat kecil, ketiganya menoleh sekelilingnya dan tak melihat Queen sejak tadi.
Cklek!
Ketiganya menoleh pada Queen yang baru masuk.
"Ayo bangun! mau sarapan?" tanya Queen karena posisi mereka berada di hotel karena Reyhan menyuruh mereka buat tinggal di hotel buat 1 minggu.
"Masih pengen tidur," lirih mereka menarik selimut tapi ditahan oleh Queen membuat ketiganya menoleh.
"Ayo bangun! atau aku buka baju kalian bertiga!"
"No!" panik mereka beranjak bangun dan bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum sarapan. sedangkan Queen terkekeh pelan dengan sikap mengemaskan suaminya itu.
Ia lalu menghidangkan makanan supaya setelah suaminya siap mandi, mereka tinggal sarapan. setelah selesai, Queen langsung bersantai di kasur untuk menunggu si kembar.
Tak lama yang di tunggu pun keluar dengan pakaian santai mereka, ketiganya benar-benar cool dengan rambut basah tersebut.
"Kalian tampan banget sih, kayak oppa-oppa Korea," kekeh Queen membuat si kembar menoleh.
"Kamu pikir kami sudah tua?" kesal si kembar yang membuat Queen menepuk jidat, karena si kembar salah mengartikan maksudnya itu.
"Bukan itu maksudku, lupakan saja dan sekarang kalian sarapan lah!" suruh Queen sehingga ketiganya mengangguk dan bergegas mengambil sarapan masing-masing. Queen lalu mengeringkan rambut si kembar sedangkan si kembar hanya menurut sambil mengunyah makanan mereka masing-masing.
"Queen, kenapa banyak sekali kamu beli sarapan?" tanya Alda penasaran.
"Soalnya kalian suka lapar," balas Queen membuat si kembar terkekeh pelan.
Tok!
Tok!
Queen langsung beranjak membukakan pintu, ia sontak bungkam melihat kedatangan adiknya itu.
"Ngapain kamu kesini?" ketus Queen membuat Cicilia terkekeh pelan.
"Jauhi si kembar, mereka itu milik aku! kamu itu gak pantas menjadi istri mereka!" pinta Cicilia menatap tajam membuat Queen membuka pintu kamar sehingga Cicilia kaget melihat si kembar yang menatap kearahnya.
"Kami bukan milik kamu sekarang, kami milik Queen. sekarang Queen adalah istri kami," ketus Aldi dingin membuat Cicilia menatap tajam kearah Queen.
"Kenapa kalian mau menikah dengan dia yang sudah gak suci lagi?"
Plak!
Cicilia meringis saat ditampar oleh Queen.
"Jangan fitnah aku!" bentak Queen membuat Cicilia terkekeh pelan. Si kembar hanya diam menatap Queen yang sudah marah.
"Apa kalian mau sama bekas kayak dia?" tanya Cicilia sehingga Queen menoleh.
"Kalian jangan percaya sama mereka," bujuk Queen membuat si kembar kembali melanjutkan sarapannya lagi tanpa membalas perkataan Queen barusan.
"Kami tau mana yang suci dan gak suci, kalau gak suci. gak mungkin kami nikahi," balas Aldo dengan entengnya membuat Queen lega.
__ADS_1
"Lagian, yang gak suci itu kamu, Cicilia. masa bilang orang lain gak suci," sinis Aldi menoleh kembali.
"Udah sana, jangan ganggu kami lagi!" sinis Alda.
"Awas saja kamu, aku akan membuat kamu merasa kehilangan semuanya," bisik Cicilia membuat Queen menoleh pada adiknya yang sudah pergi dari sana.
"Udah, jangan dipikirkan tuh anak," balas si kembar sehingga Queen mengangguk sambil menutup pintu kamar.
"Gimana kalau nanti kita ke pasar malam, kalian mau?"
"Kami mau!"
Setelah mereka sarapan, mereka berempat bergegas keluar untuk jalan-jalan ke pasar malam yang kebetulan cukup dekat di hotel mereka.
Si kembar juga berjalan di samping Queen karena tak mau di tinggal sedikitpun.
"Alda, Aldi, Aldo!"
Si kembar maupun Queen pun menoleh dan melihat wanita muda yang mendekat yang membuat Queen penasaran.
"Maafin aku, aku benar-benar tak memanfaatkan kalian. kita bisa mulai dari awal, aku juga sudah bercerai demi kalian,"ungkap Celine sedangkan Queen mendengus kesal.
"Kami juga gak peduli, kalau kau sudah bercerai apa belum. kamu harus ingat, kami bertiga sudah punya istri dan jangan berani-berani muncul dihadapan kami semua. kalau kau berani muncul dan bikin masalah, kepalamu gue pajang di jalanan,"tekan Alda tajam membuat Queen ngeri dengan perkataan suaminya yang menakutkan.
Polos-polos menyeramkan.
"Ayo kita pergi!" ajak Queen menarik tangan suami kembarnya itu buat pergi dari sana karena ia tak suka suaminya di dekati wanita lain.
Si kembar hanya menurut sambil tersenyum kearah Queen tanpa menghiraukan Celine yang menatapnya dengan tatapan yang tak bisa di artikan.
"Aku tak bisa begini terus, si kembar harus menjadi milikku apapun caranya!"
"Apapun caranya?"
Deg!
Celine berbalik dan sontak membulatkan mata saat melihat Aldo yang tersenyum padanya.
"Al-Aldo...,"
"Celine mau lakuin apaan supaya mendapatkan kami, hm? biar Aldo dengarin," senyum Aldo dengan tatapan polosnya.
Drep!
Aldo terdiam saat Celine memeluknya erat sambil terisak, aura negatif begitu membuat risi bagi Aldo. pemuda itu yakin kalau Celine mempunyai niat jahat untuk memiliki mereka bertiga.
Pria itu menoleh pada Queen dan kedua abangnya yang menatap mereka dari kejauhan, membuat Aldo tersenyum dan membalas pelukan Celine.
Krek!
Queen yang melihat itu sontak menutup mulutnya mengunakan kedua telapak tangannya, ia menatap wanita itu ambruk dengan tubuh yang sudah terkulai di pelukan Aldo.
Ia yakin, kalau tulang wanita itu sudah patah sehingga terkulai.
__ADS_1
Krek!
Lagi-lagi Queen membulatkan mata melihat Aldo melepaskan kepala wanita itu dengan entengnya lalu perlahan mulai mendekatinya.
"Udah putus," senyum Aldo menyodorkan kepala wanita itu membuat Queen langsung memeluk erat tubuh Aldi karena ketakutan sekali.
Alda menerima nya lalu melemparnya kesebuah tiang lampu, membuat kepala itu tersangkut disana dan kebetulan juga suasana masih sepi sehingga tak ada yang melihat tindakan mereka.
"Queen, Aldo minta di peluk juga," pinta Aldo tersenyum.
"Ta-takut..,"
"Ck, pelit!" cemberut Aldo tapi Queen langsung memeluk suaminya itu supaya tak ngambek, bisa susah ia membujuk suaminya itu lagi.
Aldo hanya tersenyum dan langsung memeluk tubuh Queen sedangkan kedua abangnya biasa-biasa saja karena nanti malam bisa tidur memeluk Queen. lagian, mereka memaklumi kalau adik mereka itu sangatlah manja.
"Ayo jalan-jalan!" ajak Queen melepaskan pelukannya lalu mengandeng tangan Aldo maupun Aldi, sedangkan Aldi menggenggam tangan Abangnya.
...***...
Si kembar tampak kagum melihat suasana pasar malam yang benar-benar mengasikan bagi mereka, ini adalah pertama kalinya mereka berada di pasar malam.
"Queen, ayo beli jajan itu dulu!" rengek mereka bertiga menunjuk kearah bakso bakar.
"Beli aja sana, aku tungguin!"
"Baiklah," balas mereka bergegas pergi ke sana yang membuat Queen tersenyum manis.
"Queen!"
Wanita itu menoleh dan kaget melihat sekumpulan wanita yang merupakan sahabat SMA nya dulu.
"Kami kangen!" senang mereka memeluk Queen.
"Gue juga kangen!" kekeh Queen jujur.
"Eh, lo kesini sendiri aja?" selidik mereka penasaran karena melihat Queen berdiri sendiri.
"Gue bareng suami tampan gue,"
"Benarkah, siapa?" selidik mereka penasaran.
"Queen!"
Semuanya menoleh pada Alda dan Aldi mendekat, beberapa sahabat Queen kaget saat melihat pewaris yang terkenal kaya sekali berada di hadapan mereka secara langsung.
"Satu, dua...,"
"Satu lagi mana?" panik Queen membuat keduanya menoleh dan tidak melihat adiknya.
"Gak tau," balas mereka juga kebingungan.
"Astaga, suami gue ilang satu lagi!" panik Queen menarik kedua tangan si kembar buat mencari keberadaan Aldo yang entah kemana.
__ADS_1
"Suami? satu lagi?" gumam sahabat Queen kebingungan.
Bersambung...