
Si kembar sudah terkapar dilantai, entah kenapa istri mereka itu selalu minta hal aneh-aneh terus dan tadi, Queen malah meminta mereka menari ala-ala anime.
"Queen, kami capek! Queen sebenarnya kenapa minta hal aneh-aneh gini?" tanya si kembar penasaran membuat Queen yang asik makan icecream pun menoleh pada suaminya itu.
"Dia lagi hamil,"
Semuanya menoleh pada Reyhan yang keluar dari kamar.
"Hamil? berarti kami punya Dedek?" tanya si kembar sehingga Reyhan mengangguk lalu menuju dapur.
"Huwa! kami punya Dedek!" senang si kembar memeluk Queen sedangkan wanita itu kaget saat mendengar kalau dirinya saat ini sedang mengandung anaknya si kembar, kenapa ia tak mua...
Huweekk!
Si kembar menoleh pada Queen yang berlari menuju kamar sehingga mereka juga ikut ke kamar, setiba disana mereka melihat Queen yang masuk kamar mandi.
Huweekk!!
"Queen, gak pa-pa?" khawatir mereka sedangkan Queen menggeleng pelan sambil memegangi perutnya yang terasa campur aduk saat ini. padahal tadi ia tak ada rasa mual dan sekarang malah mendadak mual sekali.
Lagi-lagi Queen kembali mual membuat si kembar begitu khawatir sekali, sedangkan Aldi mengusap lembut pundak Queen supaya Queen agak mendingan.
"Udah mendingan?" tanya Aldo penasaran.
"Udah kok, cuman pusing sedikit aja," senyum Queen sehingga Alda langsung mengendong Queen menuju tempat tidur supaya bisa beristirahat dengan tenang.
Alda langsung membaringkan wanita itu hati-hati dan menyelimuti tubuhnya.
"Queen tidur dulu ya," bujuk Alda mengusap kepala istrinya hati-hati sehingga Queen mengangguk pelan dan memejamkan matanya supaya pusingnya berkurang.
Si kembar langsung berbaring di sebelah Queen dan tak lupa memeluk wanita itu, sedangkan Aldo hanya bisa memeluk Aldi karena tak bisa memeluk Queen seperti biasa lagi.
Disisi lain, Elsa tengah asik bermain dengan anak angkatnya yang sudah mulai aktif merangkak kesana-kemari sambil tertawa. sedangkan Alia sudah tertidur lelap karena mengantuk.
Cklek!
"Elsa, aku melihat nyawa baru di perut istri putra kita," jelas Reyhan sambil memakan cemilannya membuat Elsa menoleh dengan tatapan kagetnya.
"Beneran?"
"Iya, baunya wangi sekali,"
__ADS_1
"Awas saja kamu sampai macam-macam dengan janin Queen,"
"Gak bakalan kok, soalnya itu anaknya putra Rey," balas Reyhan dengan entengnya sedangkan Elsa tak bisa membayangkan ketiga putranya sudah menjadi Calon Papa. padahal rasanya, baru kemarin si kembar lahir dan sekarang sudah jadi calon Papa.
"Aku gak nyangka, si kembar sudah dewasa. padahal, rasanya baru kemarin si kembar menangis minta di gendong," kekeh Elsa sambil menoleh pada Aulia yang asik melempar bola karet.
"Iya juga," balas Reyhan terkekeh pelan.
...***...
Hari-hari berlalu, bahkan bulan pun sudah berganti.
Kini, si kembar tampak khawatir dengan keadaan istri mereka yang tengah berjuang melahirkan putra mereka.
Cklek!
"Dok, gimana keadaan Queen?" tanya Alda penasaran sekali.
"Dia membutuhkan suaminya,"
"Kami bertiga suaminya,"
"Hiks sakit banget," isak Queen menangis.
"Queen yang kuat ya, kami bertiga disini," bujuk Aldi menggenggam erat tangan sang istri supaya bisa berjuang.
"Ayo tarik dorong, anda pasti bisa!" ungkap Dokter itu memberi aba-aba pada calon Mama tersebut.
Queen berusaha mengeluarkan buah hatinya dengan sekuat tenaga, sedangkan si kembar menyemangati Queen supaya bisa. sesekali si kembar menggenggam tangan Queen.
"Queen pasti kuat," bujuk mereka menyemangati Queen.
"Sa-Sakit," isak Queen yang sudah tak sanggup lagi, membuat si kembar kebingungan saat menyadari istri mereka mulai kehilangan kesadaran.
"Queen, ayo! kamu wanita kuat," bisik Alda tersenyum.
Queen terdiam lalu berusaha mengeluarkan anaknya itu.
"Sedikit lagi, kepalanya sudah terlihat!" jelas Dokter itu jujur.
"Argh!" pekik Queen kesakitan.
__ADS_1
Elsa begitu khawatir karena sudah 2 jam proses lahiran menantunya itu tak kunjung selesai, sesekali ia juga mondar-mandir menunggu Dokter untuk keluar dari ruangan persalinan tersebut.
Reyhan yang tau kegelisahan sang istri pun mengusap pundak Elsa pelan supaya tenang.
"Reyhan!"
Reyhan maupun Elsa menoleh.
"Abang, Mama dan Papa!" senang Reyhan langsung memeluk orangtuanya yang sudah lama pergi, ia benar-benar sudah kangen dengan Mama dan Papanya itu.
"Oeeeekkk... Oeekkkk!"
Suara tangisan bayi terdengar jelas dari dalam ruangan tersebut, semuanya benar-benar bahagia mendengar tangis bayi tersebut dan sekarang si kembar sudah menjadi seorang Papa.
"Akhirnya," lega Elsa sambil menghapus air matanya.
Disisi lain, Queen mengatur nafas lalu menoleh pada bayi mungilnya yang hendak di bersihkan.
"Queen!" tangis si kembar sehingga Queen menoleh sambil tersenyum tipis.
"Jangan nangis, Ak-Aku baik-baik saja," lirih Queen pelan.
20 menit kemudian...
Cklek!
"Wah, selamat ya!"
Si kembar menoleh pada keluarga nya yang baru masuk setelah di perbolehkan oleh Dokter.
"Iya," senyum si kembar yang masih menemani Queen yang tertidur akibat masih lemas.
"Dedeknya lucu!" senang Alia yang berdiri di dekat baby box tersebut, yang lain ikut melihat anaknya si kembar yang putih dengan wajah memerah mengemaskan. Bayi itu benar-benar mirip dengan si kembar waktu kecil.
"Sekarang kalian harus bersikap dewasa ya, kalian sudah memiliki seorang anak dan tanggung jawab kalian sudah bertambah," senyum Reyhan mengusap kepala ketiga putranya itu.
"Iya, Pa. kami akan menjaga mereka," senyum si kembar serempak yang membuat Reyhan tersenyum, ia tak menyangka putranya sudah menjadi Papa saat ini.
Ia berharap ketiga putranya lebih bersikap dewasa setelah menjadi Papa setelah ini.
TAMAT!
__ADS_1