MENCINTAI SESEORANG IBLIS

MENCINTAI SESEORANG IBLIS
PART 83


__ADS_3

"Oeeekkk! Oeeeekkk!"


"Jangan nangis!" panik Alda membujuk bayi itu supaya tenang.


"Abang, kayaknya diam mau mandi dulu," ucap Aldi sehingga Aldo mengangguk jujur membuat Alda terdiam menatap bayi tersebut.


"Yang bisa mandiin dia siapa? Abang gak bisa," jelas Alda jujur membuat kedua adiknya menggeleng tak tau, karena belum pernah memandikan bayi kecil tersebut. apalagi, dedeknya cewe membuat si kembar ragu buat memandikan bayi mungil tersebut.


"Kita ajak keluar aja yuk, biar dedeknya tenang,".


Di kembar lalu membawa bayi tersebut keluar dari kamar, sesekali Alda berusaha menenangkan makhluk kecil mengemaskan tersebut.


"Eh, bayi siapa itu?"


Si kembar menoleh pada Queen yang baru sampai.


"Queen, dedeknya gak mau tenang!" rengek mereka membuat Queen mendekat lalu mengambil alih bayi tersebut.


"Bayi siapa ini?" tanya Queen penasaran sekali.


"Kami menemukan nya berdarah-darah di hutan tadi sore, karena itu kami adopsi," jelas Alda dengan polosnya membuat Queen menghela nafas sambil menenangkan bayi mungil tersebut.


"Queen, maafin kami ya. kami gak benci Queen kok," isak Aldi memeluk Queen.


"Aku maafin kok," senyum Queen membuat ketiganya senang.


"Kapan dedeknya jadi?" tanya Aldo penasaran.


"Kau kira bikin sekali langsung jadi?" sinis Queen membuat semuanya terdiam.


"Terus, bikin sering-sering?" tanya mereka dengan polosnya.


"Eng-Enggak juga sih," gagap Queen takut.


"Pasti iya, bukan? ayo bikin lagi!" ajak mereka tersenyum.


"No! aku masih sakit buat jalan susah," tolak Queen membuat si kembar cemberut.


"Terus, dedeknya kapan jadinya," kesal mereka sedih.


'Kalian enak, aku kesakitan. mana tiga lagi,' batin Queen kesal.


"Queen, kami lapar," rengek mereka sambil memegangi perutnya masing-masing.


"Bentar, dedeknya mau tidur," jelas Queen sehingga ketiganya menoleh pada bayi kecil itu yang sudah tertidur lelap di gendongan Queen.


"Kami pulang!".


"Mama, Papa! kami punya Dedek!" pekik si kembar membuat bayi kecil itu kaget lalu menangis keras sehingga si kembar sontak menutup mulut masing-masing.

__ADS_1


"Astaga, bayinya manis sekali. biar Mama yang gendong ya,"senyum Elsa sehingga Queen mengangguk sehingga Elsa mengendong bayi mungil tersebut.


"Itu dedek milik kami! kami yang menemukannya di hutan!"kesal Aldi hendak merebut bayi itu tapi ditahan oleh Queen supaya tak membuat bayi itu patah tulang akibat direbut.


"Udah, biarin dulu aja. biarkan Mama yang rawat Bayinya ya,"bujuk Queen membuat Aldi menahan tangis.


"Dedek itu milik kami hiks," tangis Aldi menunjuk kearah bayi mungil tersebut


"Dedeknya milik kalian, biar kami yang rawat. kalau kalian yang rawat, dedeknya nanti nangis," jelas Reyhan lembut supaya ketiga anaknya menurut. Ia juga ragu kalau si kembar yang menjaga anak sekecil bayi tersebut, gak ke bayang bagaimana jadinya.


"Ayo sarapan dulu," ajak Queen menarik ketiganya sehingga si kembar menurut walau masih tak terima bayi itu bersama Mamanya. Padahal, mereka yang menemukan baby tersebut, huh!


Ketiganya bergegas membantu sang istri buat menyiapkan bumbu nasi goreng yang bakal dibuatkan untuk mereka.


"Queen, kami mau baby tiga, boleh?" tanya mereka membuat Queen menoleh.


"Aku ini bukan pabrik ya, enak aja minta tiga. satu aja,"


"Kami ini bertiga, kami gak suka satu baby!"


"Kalau begitu, kalian nikah satu wanita biar punya anak terus tinggalnya pisah-pisah," balas Queen membuat si kembar langsung memeluk saudara mereka.


"Kami gak mau pisah jauh, kami mau satu istri dan satu baby,"panik mereka membuat Queen terkekeh pelan.


"Kami gak mau satu-satu istri, kami juga gak mau pisah," pinta Alda memohon.


"Gak bakalan kok, gak bosan berpelukan kayak gitu?" ejek Queen membuat si kembar menggeleng.


"Kalian udah mandi?"


"Udah,"


"Kapan?"


"Tadi sore jam 4, kami mandi di kolam," balas Aldo jujur.


"Tadi gak mandi?" selidik Queen membuat ketiganya menggeleng.


"Sana mandi dulu baru sarapan," suruh Queen sehingga ketiganya langsung bergegas menuju kamar di lantai atas.


Disisi lain.


"Mama, dedeknya manis!" senyum Alia menoel-noel pipi bayi yang berada di gendongan sang Mama.


"Iya, kita kasih nama siapa, baby?" tanya Elsa membuat Reyhan yang sibuk menonton pun menoleh sekilas sebelum menonton kembali.


"Tanya saja sama si kembar, karena bayi itu ditemukan oleh si kembar," balas Reyhan jujur.


"Owh iya, nanti aja ditanya sama mereka," balas Elsa mencubit gemes pipi bocah itu.

__ADS_1


"Baby, kenapa bayinya mirip sama kamu?"


"Maksudmu? kau mengira bayi itu anakku?"


"Bukan begitu, Baby. maksud aku itu, sama-sama manis dan mengemaskan," kekeh Elsa membuat Reyhan terdiam.


"Rey kira, Elsa mau nuduh Reyhan yang enggak-enggak,"cemberutnya kesal.


"Mana mau aku nuduh kamu yang aneh-aneh, aku itu tau kalau kamu pria yang setia," senyum Elsa mencubit gemes pipi suaminya itu.


"Rey memang setia," balas Reyhan dengan entengnya.


25 menit kemudian..


Si kembar menuruni tangga setelah mandi, ketiganya benar-benar sudah dilanda kelaparan sejak tadi. Queen menoleh pada ketiga suaminya yang mendekat karena sudah lapar sekali.


"Wah, nasi gorengnya wangi!" kagum mereka tersenyum lalu duduk di bangku masing-masing.


"Makan yang banyak biar tidur kalian nyenyak," suruh Queen sehingga mereka mengangguk.


"Queen tadi dari mana?" tanya Alda dengan mulut penuh dengan nasi goreng.


"Aku tadi pengen ketemu sama Mama angkat aku," jelas Queen jujur.


"Gak boleh bohong ya! kami gak suka,"


"Gak bohong kok,"


...***...


Suasana malam sangatlah dingin, Queen menoleh ketiga suaminya yang sudah tidur lelap.


"Haus," gumam Queen beranjak dari kasur lalu bergegas menuju dapur buat mengambil minum.


"Argh! lepaskan aku!"


Queen menoleh pada kearah pintu belakang yang membuatnya penasaran, langsung saja ia berjalan hati-hati mendekati pintu yang kebetulan terbuka sedikit.


Deg!


Wanita itu membulatkan mata saat melihat Reyhan yang menarik tangan seorang wanita dan memakan lengan tersebut tanpa jijik. Queen benar-benar ketakutan sekali melihatnya membuatnya tak bisa bergerak sedikitpun.


"Apa yang kau lakukan disini?"


Deg!


Queen mendadak bungkam. wanita itu sontak berbalik menatap seorang berjubah menatapnya dengan mata memerah.


"A-Aku ...,"

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2