
"Huwa! Queen bantu kami hidupkan api!" pinta Alda karena sejak tadi tak bisa menghidupkan api karena selalu mati, sedangkan Queen mendekat dan sontak tertawa melihat wajah ketiga pria itu sudah kotor.
"Haha kalian kenapa kotor gini haha!" tawa Queen membuat ketiga pria itu memanyunkan bibirnya kesal.
"Hidup kan apinya! kami mau rebus mie!" pinta Aldi kesal karena mereka bertiga tak bisa memasang gas yang sudah kosong.
Queen yang sudah iba pun langsung menghidupkan api sehingga si kembar hanya diam sambil melihat Queen yang menghidupkan api.
"Nah, sekarang biar aku masakin sedangkan kalian langsung mandi sana!" suruh Queen.
"Kamar mandinya gak ada atapnya, kami malu!"
"Gak bakalan ada yang lihatin kalian, aman!"
"Ada!" kesal ketiganya membuat Queen menoleh.
"Siapa yang ngintip?" tanya Queen sehingga ketiganya diam.
"Banyak, kami mau mandi dirumah aja. gak mau mandi di sumur," jelas mereka lalu pergi sehingga Queen hanya pasrah. Ia langsung memasak mie buat suaminya sarapan karena untuk 2 bulan kedepannya harus hemat karena mereka dikasih uang sebanyak 2 juta cast.
Lagian ia tak terlalu pikirkan dengan pahitnya hidup karena ia sudah terbiasa hidup susah dari kecil, apalagi orang tuanya selalu membandingkannya dengan adiknya dan tak hanya itu, ia selalu saja disuruh kerja buat biaya adiknya. Disaat ia lagi sakit pun, tetap saja disuruh kerja.
Menyedihkan sekali ye. ia berharap hidup dengan si kembar supaya ia merasakan apa itu kebahagiaan karena selama ini ia jarang mendapatkan kebahagiaan.
25 menit kemudian...
Si kembar sudah siap mandi dan berjalan menuju dapur, mereka melihat Queen yang sudah menyiapkan mie goreng buat mereka dan tak hanya itu, mereka melihat masakan tempe dan tahu.
"Kenapa ini saja? kami pengen makan ayam," kesal Aldo membuat Queen menoleh.
"Katanya kalian sanggup hidup susah, ini adalah makanan sederhana soalnya uang sebanyak 2 juta itu tak cukup buat 2 bulan karena itu kita harus hemat," jelas Queen dengan entengnya.
"Kenapa gak cukup? kan, cuman buat makan aja," jelas Aldi dengan polosnya.
"Uang buat beli perlengkapan dapur, perlengkapan mandi dan uang buat biaya listrik. apalagi uang buat keperluan lainnya,"jelas Queen jujur.
"Owh iya, kami lupa soal itu," cengir Alda.
"Sekarang makanlah, soalnya aku mau mandi dulu!"
"Siap!" senyum si kembar lalu beranjak duduk untuk makan karena sudah lapar sehabis membantu Queen menanam sayur di belakang rumah tadi.
"Tempenya enak banget!" kagum Aldo.
"Pedas!" pekik Alda karena tak sengaja makan cabai.
"Ini minum!" panik Aldi memberikan minum pada sang Abang sehingga Alfa langsung meminumnya hingga habis.
"Cabainya pedas banget," gerutu Alda kesal sambil mengusap bibirnya yang basah.
Tak lama, disaat mereka asik memakan buah. Queen pun mendekat sambil mengusap sesuatu si tangannya supaya wangi.
"Udah kenyang?" tanya Queen sehingga si kembar mengangguk serempak, Wanita itu lalu mengambil piring untuk sarapan karena sudah di sisihkan si kembar untuknya.
"Queen, kami mau keluar bentar ya. mau duduk di bangku depan," pinta Aldo sehingga Queen mengangguk pelan, ketiganya langsung bergegas menuju keluar sedangkan Queen melanjutkan sarapannya.
"Abang, ayo cari mangsa!" ajak Aldi sehingga Alda mengangguk setuju dan membawa adiknya pergi, sekaligus mereka ingin jalan-jalan juga karena penasaran dengan suasana sore hari.
Mereka benar-benar kagum melihat suasana yang biru damai ditambah banyak anak-anak kecil yang berlarian di tengah sawah sambil menendang bola, beberapa warga tak menghiraukan anak-anak yang bermain di tengah sawah karena tempat itu belum ditanami padi.
__ADS_1
Brukh!
Alda sontak hampir terjatuh kalau tak ditahan oleh kedua adiknya sedangkan si wanita terduduk akibat pusing.
"Aduh, maafin aku ya," gagap wanita itu beranjak berdiri sedangkan si kembar menatap dingin.
'Astaga, tampan banget mereka,' batin wanita itu.
"Kembar!" Ketiga pria itu menoleh pada Queen yang mendekat.
"Kalian jangan kemana-mana, untung saja aku ketemu sama kalian!" kesal Queen membuat si kembar terkekeh pelan.
"Kami ingin jalan-jalan kok," balas Aldi jujur.
"Terus, siapa wanita itu?"
"Gak tau, dia nabrak Bang Alda," balas Aldo membuat Queen mengerti.
"Ayo pulang, gak baik kalau keluar sore-sore gini. nanti kalian digigit nyamuk, apalagi kalian orang kota," jelas Queen menarik si kembar buat pergi dari sana, membuat si kembar memanyunkan bibirnya kesal karena ingin sekali jalan-jalan.
"Queen, kami ingin jalan-jalan bentar! lagian, nyamuk gak bakalan gigit kami kok," pinta Aldo memohon.
"Gak boleh! nanti nangis kalau gatal-gatal," omel Queen.
"Kamu gak sayang kami lagi?" kesal Alda membuat Queen menoleh.
"Aku sayang kalian kok, tapi gak boleh keluar sore kayak gini. mau diculik sama hantu, hm?"
Mendengar kata hantu, si kembar langsung menggenggam tangan Queen sehingga wanita itu langsung pergi membawa si kembar pulang. Sedangkan wanita yang menabrak Alda pun menatap si kembar kagum.
"Aku harus mendapatkan si kembar," gumamnya tersenyum tipis tapi dapat di dengar oleh si kembar tiga karena pendengaran si kembar sangatlah tajam sehingga bisa mendengar gumaman orang dari jarak jauh.
Apalagi mereka baru disini dan belum tau daerah orang.
"Kalian jangan kemana-mana karena aku mau sarapan dulu,"
"Kami gak bakalan kemana-mana kok,"
"Kalau kabur, aku gantung kalian di pohon cabe!" ancam Queen sehingga si kembar menoleh dengan tampang polosnya membuat Queen gemes. ia benar-benar tak menyesal memiliki suami mengemaskan seperti si kembar.
"Emangnya bisa ya?" tanya si kembar dengan polosnya.
"Bagi aku bisa,"
"Queen bohong! pohon cabe itu kecil sedangkan kami dah besar!" kesal Aldo sehingga yang lain mengangguk setuju.
"Bisa kok!"
"Enggak bisa!
"Bisa!" balas Queen kesal.
"Gak bisa, Queen!" balas ketiganya serempak.
"Bisa kok, mau coba?"
"Kami nangis, nih?" ancam mereka membuat Queen menghela nafas lalu bergegas ke dapur buat mengisi perut daripada melayani perkataan suaminya yang tak ada habis-habisnya.
...***...
__ADS_1
Queen mendekati si kembar yang sudah tertidur di lantai, membuat Queen terkekeh pelan melihat ketiganya tidur berpelukan.
"Kalian benar-benar membuat aku iri, kalian bersaudara begitu dekat dan gak mau salah satu kalian disakiti. berbeda dengan aku," lirih Queen mengusap air matanya yang mengalir tiba-tiba.
Ia lalu duduk di dekat si kembar yang sudah mendengkur halus membuat Queen tak tega membangunkannya. Ia kembali berdiri menuju kamar untuk mengambil selimut lalu menyelimuti tubuh ketiga suaminya itu.
Queen hanya duduk di samping si kembar sambil mengusap kepala mereka lembut supaya lebih nyaman.
Dreet!
Queen mengeluarkan ponselnya dan melihat nomor kekasihnya sehingga Queen menghela nafasnya lalu mengangkat panggilan tersebut.
{Sayang, kamu kemana saja beberapa hari ini? kamu baik-baik saja, kan?}
"Dani, gue mau ngomong sesuatu boleh?"
{Boleh, kamu mau ngomong apaan?}
"Gu-Gue mau kita putus,"
{Kenapa tiba-tiba kayak gini? kamu diancam adik kamu itu gara-gara dia suka sama aku? aku gak mau, sayang. aku cinta sama kamu!}
"Bukan begitu tapi, aku sudah menikah!"
Hening!
Queen menoleh ketiga suaminya yang belum terganggu dari tidurnya, ia takut si kembar salah paham padanya.
{Kamu serius?}
"Iya, maafkan aku. aku juga mencintai kamu tapi aku ingin menghargai perasaan suamiku. aku gak ingin si kembar ma...,"
{Si kembar? siapa mereka?}
"Anak Tuan Reyhan dan Nyonya Elsa,"
{Astaga, kau punya masalah dengan mereka? kenapa kau bisa nikah sama anak mereka?}
"Kenapa kau panik kayak gitu?"
{Mereka itu anak orang yang terkenal ke...,}
"Queen...," lirih si kembar yang terbangun dari tidur mereka.
"Dan, gue tutup dulu ya. suami gue dah bangun,"
{Baiklah, semoga langgeng ya. jangan selingkuh dari si kembar. ingat pesan gue!}
"Iya-iya," pasrah Queen memutuskan panggilan sedangkan si kembar menatap bingung kearah istri mereka.
"Itu siapa?" tanya Alda beranjak duduk.
"Dia Dani kekasih aku, tadi dia nelpon nanyain aku. dan tak hanya itu, aku juga sudah putusin dia," jelas Queen jujur sehingga sikembar terdiam.
"Queen, jangan selingkuh ya. kami benci yang namanya selingkuh," pinta Aldi jujur.
"Aku bukan wanita yang kayak gitu, aku saja udah senang punya suami tiga yang mengemaskan seperti kalian," senyum Queen mencubit gemes pipi si kembar, membuat si kembar tiga tersenyum manis.
'Aku gak akan selingkuh, aku juga benci yang namanya selingkuh,' batin Queen.
__ADS_1
Bersambung...