MENCINTAI SESEORANG IBLIS

MENCINTAI SESEORANG IBLIS
PART 54


__ADS_3

"Bi..., Bibi! bawakan barang-barang keluarga saya kedalam!"


Maid yang sibuk memasak pun kaget mendengar suara yang amat di kenal, langsung saja mereka mendekat dan benar saja, Tika dan keluarganya sudah sampai dari jalan-jalan dari luar negeri.


"Maaf, Nyonya. kami semua gak bisa bawakan barang-barang Nyonya karena tak ada perintah dari atasan kami!"


"Apa kalian bilang? pasti Celine itu nyuruh kalian, bukan? mana dia?" tanya seorang wanita berpakaian tomboy tersebut marah.


"Non Celine sudah meninggal kemarin,"


Mendengar itu, ketiga orang itu sontak bersorak gembira karena bisa kaya mendadak.


"Baguslah dan otomatis kami majikan kalian," ketus Tika dingin.


Beberapa maid itu saling pandang dan memilih pergi tanpa mengurus orang-orang tak tau malu tersebut.


"Astaga, awas saja kalian!" kesal Tika langsung membawa kopernya masuk kedalam masion sedangkan Laura berjalan menuju dapur untuk mengambil cemilan tapi semuanya kosong dan hanya diisi beberapa kotak susu coklat.


"Bibi, kenapa gak ada buah disini?"


"Belum kami beli, Nona."


Laura lalu duduk dimeja maka yang sudah dihidangkan dengan makanan mengugah selera.


"Kebetulan aku lapar banget," gumam Laura hendak mengambil ayam tapi ditahan oleh maid tersebut.


"Makanan ini bukan buat Nona, kalau Nona lapar. silahkan buat sendiri!"


Brak!


Laura langsung menggebrak meja tersebut.


"Saya ini atasan kalian sekarang! mau saya pecat kalian, hah?!"bentak Laura tajam sehingga beberapa maid itu terdiam beberapa saat.


"Bibi! kami datang!"


Semuanya menoleh pada si kembar yang mendekat sambil membawa tas besar. Laura benar-benar kagum melihat ketampanan ketiga pria kembar tersebut layaknya seorang malaikat tampan.


"Wah, ayam!" senang Aldi langsung mengambil salah satu ayam goreng kesukaan nya, membuat Laura tak terima.


"Bibi, siapa mereka dan kenapa mereka seenaknya disini?"kesal Laura membuat si kembar menoleh dengan tatapan dinginnya.


"Ada apa ini?"Laura dan yang lain menoleh.

__ADS_1


"Mama, lihat! tadi aku mau ambil ayam tapi malah dilarang sama pembantu itu dan sekarang, tiga orang asing ini diperbolehkan mengambil ayam," jelas Laura membuat Tika menoleh dengan tatapan tajamnya.


"Kalian bertiga siapa?" bentak Tika menjewer telinga Aldo dan Alda membuat Aldi tak terima.


Bugh!


Aldi langsung menendang wanita itu sehingga kedua saudaranya tak dijewer lagi.


"Kalian ini siapa sih? main jewer telinga saudara saya!" kesal Aldi dingin.


"Saya pemilik masion ini dan kalian siapa?" bentak Tika emosi.


"Bibi, bukannya Celine gak punya siapa-siapa ya? kenapa ada nenek lampir disini?" tanya Aldo penasaran sambil mengusap telinganya yang masih sakit sejak tadi.


"Mereka orang tua angkat Non Celine,"


Si kembar yang mendengar itu pun mengangguk paham lalu menatap kedua wanita itu.


"Cuman keluarga angkat toh!" sinis mereka lalu duduk untuk sarapan pagi karena mereka belum sarapan dimasion.


"Bibi, Bibi udah kasih sarapan buat yang lain, bukan?"


"Udah, Tuan."


"Sekalian usir lalat jalanan ini keluar, kami mau sarapan!" suruh Aldo dengan entengnya.


Lalat jalanan gak tuh!


"Enak saja kalian ngusir kami, emang kalian siapa?" kesal Laura membuat maid itu takut kalau ketiga atasannya marah.


"Mereka pemilik masion ini dan pemegang semua harta warisan milik Nona Celine," jelas salah satu maid membuat kedua wanita itu kaget sekali.


"Dan sekarang, kalian boleh keluar dari masion kami dan kami gak ingin satu persen dari harta milik Celine kalian ambil," jelas Aldi tersenyum ramah.


"Gak bisa! kalian pasti memaksa Celine bukan supaya kalian kaya!" tuduh Tika membuat si kembar tertawa.


"Walau kami gak dapat pemberian ini, kami udah kaya juga! kami bisa membeli apapun yang kami mau karena kami anak CEO terkaya dan sekaligus anak Mafia nomor satu di Asia,"jelas Aldo membuat kedua wanita itu mendadak makin bungkam.


"Astaga kalian disini rupanya!"


Semuanya menoleh pada pasangan yang baru datang membuat si kembar bersembunyi dibawah meja, membuat beberapa maid menahan tawa saat ini.


"Maafkan putra kami ya, mereka membuat kekacauan kah?"tanya Elsa kebingungan.

__ADS_1


"Putra?"


"Iya, mereka adalah putra kandung kami," senyum Elsa sedangkan si kembar berusaha untuk kabur dari Mama dan Papanya.


"Apa putra saya bikin masalah?" tanya Reyhan dingin.


"Enggak kok, Tuan. mereka kesini cuman sarapan," senyum salah satu maid ramah.


"Tuan dan Nyonya silahkan duduk buat sarapan bersama,"timpal maid lainnya.


"Maaf tapi kami gak kenal sama pemilik masion ini, kami kesini cuman jemput si kembar yang kabur saja," kekeh Elsa jujur.


"Tenang saja, pemilik masion ini adalah putra Tuan dan Nyonya. mereka pemilik semua warisan dari keluarga ini," jelas Maid itu membuat pasangan itu bingung sekali.


"Kalian bertiga keluar!"


"Gak mau! kami gak mau ketemu kalian, pasti kalian mau ngasih kami adik lagi, bukan? kami gak mau adik baru!" celetuk Aldo, membuat Elsa terkekeh pelan.


"Gak ada yang ngasih kalian adik, sekarang keluar!" suruh Reyhan.


"Papa beneran? awas aja kalau kasih kami adik," kesal mereka keluar dari tempat persembunyiannya.


"Itupun kalau belum jadi," balas Elsa membuat si kembar menangis.


"Kami gak mau adik!" tangis ketiganya membuat Elsa tertawa puas melihat ketiga putranya menangis.


...----------------...


Sekarang, ketiga pria itu menatap kesal kearah Elsa karena sang Mama selalu mengungkit tentang adik. Mereka tak mau dikasih adik sedikitpun.


"Papa, jangan kasih Aldo adik ya! Aldo gak mau jadi Abang,"pinta Aldo memohon supaya tak dikasih adik


"Nanti Mama kasih adik buat kalian," balas Elsa dengan entengnya.


"Mama jahat!" kesal si kembar menatap tajam membuat Elsa tertawa pelan.


Sedangkan keluarga Laura terpaksa pergi dari masion tersebut karena tak ada hak atas masion milik Celine, mereka juga sudah dikasih uang cas sebanyak 2M dari si kembar.


"Kalian emangnya gak mau punya adik yang gemoy, pipinya chubby terus merah saat marah-marah?" goda Elsa sambil memperlihatkan sebuah foto anak kecil yang tertawa.


"Mau tapi takut!" cicit mereka yang gemes melihat foto anak kecil tersebut.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2