MENCINTAI SESEORANG IBLIS

MENCINTAI SESEORANG IBLIS
PART 60


__ADS_3

Baru saja ingin menaiki motor, Alda mengeluarkan ponselnya dan melihat nomor dari Celine, langsung saja ia mengangkatnya karena sudah bisa di telpon terus-terusan sejak tadi.


{Alda, tumben gak diangkat panggilan aku? ehm, kenapa kalian gak temui aku semalam?}


"Jangan telpon gue lagi, anggap kita gak pernah ketemu!"tekan Alda memutuskan panggilan tersebut dan memblokir nomor wanita itu. Ia memasukkan ponselnya kedalam saku celananya lalu menaiki motornya lagi dan pergi dari perusahaan tersebut.


"Abang, jajan di pinggir jalan yok!" ajak Aldo sehingga kedua abangnya mengangguk dan melajukan motor mereka menuju danau yang mungkin ramai siang ini, karena disana ada acara sehingga mereka puas berbelanja dan melihat acara yang di adakan.


Mereka menghentikan laju motornya dan bergegas turun untuk jajan yang menurut mereka enak, ditambah banyak sekali pedagang keliling yang bar datang membuat mereka bakalan puas belanja setelah ini.


"Paman, pesan baksonya tiga mangkok ya!"


"Baik, Den!"


Si kembar lalu beranjak duduk sambil melirik kearah danau yang begitu ramai akan pengunjung yang berdatangan saat ini.


Brak!


"Jantungku copot!" pekik Aldo kaget lalu ketiganya menoleh pada beberapa preman yang duduk dekat mereka saat ini, ketiganya di kelilingi beberapa preman berbadan kekar.


"Bagi duit!" pinta salah satu preman pada si kembar, membuat si kembar terdiam lalu menoleh dengan tatapan polosnya.


"Kami bukan Papa nya Om, kenapa minta uang sama kami?"tanya Alda dengan polosnya.


"Berikan atau kalian kami bunuh?" ancam mereka sedangkan orang-orang disana tak bisa membantu karena itu adalah sekumpulan preman kejam.Aldi langsung menjauhkan tangan pria itu.


"Tangan Om bau, bau pandan," jelas Aldi jujur membuat semuanya tertawa.


Brak!


"Berani-beraninya kau!" bentak pria itu membuat si kembar menoleh.


"Om, kalau ngomong itu gak boleh keras-keras! gak baik!"peringat Aldo jujur.


"Minta dihajar nih bocah, Bos!"


Hap!

__ADS_1


Aldo langsung menahan tangan pria yang hendak memukul saudaranya.


"Om mau kami kasar? mau kami kirim ke rumah sakit sekarang?" tanya Aldo dengan polosnya.


Bugh!


Aldi membogem salah satu preman karena ingin memukul adiknya. ketiganya langsung menghajar sekumpulan preman tersebut karena tak ada sopan santunnya sedangkan yang melihat hanya bisa menelan saliva dengan susah payah melihat tiga pria polos melawan sekumpulan preman.


Dan lebih parahnya, si kembar juga mematahkan beberapa anggota preman itu yang membuat yang lain ketakutan dan kabur dari sana.


"Kami udah peringatkan, tapi om aja yang bandel!" jelas Alda menatap sinis.


"Paman! pesanan kami mana? kami lapar," jelas Aldi kesal.


"I-iya," balas pria itu bergegas menghidangkan pesanan si kembar, sedangkan beberapa preman membantu anggotanya buat kabur dari sana, sebelum nyawa mereka yang hilang oleh ketiga pria kembar tersebut.


Si kembar tiga langsung saja menyantap makanannya dengan lahap, mereka benar-benar suka sekali makan bakso yang kuahnya begitu enak apalagi baksonya.


Drett!


{Alda, aku moh...,}


Pria itu mematikan total ponselnya sedangkan ponsel adik-adiknya sudah mati total akibat kehabisan daya.


"Siapa, Bang?" tanya Aldo penasaran.


"Bukan siapa-siapa," balas Alda tersenyum sambil melanjutkan makannya lagi, kedua adiknya hanya diam sambil mengunyah bakso didalam mulut.


Disisi lain...


"Baby!"


Reyhan yang baru siap mengerjakan berkasnya pun menoleh dan melihat Elsa yang membawa sesuatu ditangannya, ia tau kalau itu adalah cemilan lezat kesukaannya apalagi ia sudah 2 hari gak makan daging.


"Aku bawain daging bagian lengan,"


"Minta! Rey lapar banget!" pinta Reyhan sambil mengulurkan kedua tangannya, layaknya anak kecil yang meminta makanan kesukaannya pada orang tuanya.

__ADS_1


"Cium dulu!" senyum Elsa menunjuk kearah bibir, membuat Reyhan menoleh dengan tatapan polosnya.


"Gak mau, semalam Elsa udah cium Reyhan terus," balas Reyhan lalu merebut daging tersebut karena udah lapar sekali.


"Aku pengen dicium!"


"Gak mau!" tolak Reyhan memutar kursinya sehingga membelakangi Elsa, pria itu benar-benar menikmati lengan tersebut dan menyantapnya tanpa jijik.


"Baby, aku udah bawain kamu daging loh!"


"Nanti malam aja,"


"Semuanya?"


"Hmm," dehem Reyhan sambil mengangguk pelan dan menatap daging yang begitu empuk tersebut.


"Baby, nanti kita bikin dedek perempuan ya,"


"Hm," balas Reyhan tanpa berniat menoleh pada Elsa sedikitpun


Elsa langsung saja memeluk suaminya itu gemes sekali.


"Makasih ayang!" senang Elsa yang tak dihiraukan oleh Reyhan yang asik makan tersebut.


...----------------...


Suasana danau benar-benar ramai sekali, ditambah banyak orang-orang yang asik berlomba mendayung sampan membuat semuanya bersorak-sorai.


Sedangkan si kembar hanya diam menatap perlombaan itu sambil meminum pop ice cokelat mereka, mereka benar-benar tak ada berniat bersorak-sorak seperti orang-orang itu karena mereka menganggap itu tak penting sama sekali.


Yang mereka pikirkan sekarang hanyalah menonton, jajan dan bersantai dari semua beban pikiran yang lelah menampung beban pelajaran tadi.


"Abang, Aldi mau beli kripik disana bentar ya,"


"Buat Aldo sekalian ya!" pinta Aldo sehingga Aldi mengangguk dan bergegas pergi menuju pedagang kripik yang tak jauh dari mereka bertiga.


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2