MENCINTAI SESEORANG IBLIS

MENCINTAI SESEORANG IBLIS
PART 38


__ADS_3

Si kembar tampak berlari menuju kelas mereka karena tak ingin bertemu dengan gadis aneh plus gila tersebut, lebih baik mereka menghindar daripada harus bertemu dengan dia.


Sesampai dikelas, si kembar menatap meja mereka penuh dengan susu coklat membuat ketiga pria itu tersenyum senang.


"Nah, kalau susu baru aku terima," gumam Aldo mengambil semua susu yang ada di atas mejanya tersebut, ia juga meminum salah satu kotak susu sehingga semua siswi senang sekali karena pemberian mereka diterima.


Tatapan ketiganya menoleh pada wanita berhoodie hitam itu masuk sambil membawa tiga kotak susu besar, wanita itu langsung memberikannya pada si kembar dan langsung menuju bangkunya sambil memasang earphone kembali.


Ketiga pria itu hanya menatap bingung kearah kotak susu coklat yang cukup besar, mereka tampak ragu buat mengambilnya karena tergoda dengan kotak susu besar tersebut daripada kotak susu kecil itu.


Sedangkan wanita itu tersenyum miring melihat si kembar yang tampak bingung mengambil susu pemberiannya.


'Kalian bakalan tau siapa aku sebenarnya, aku tak ingin kalian direbut lagi seperti kejadian masa depan,' batinnya lalu menoleh pada Bella yang baru masuk, wanita itu tampak memakai baju olahraga karena baju seragamnya basah akibat guyuran jus tadi.


"Celine bisa temui saya di kantor?"


Wanita berhoodie itu pun menoleh lalu pergi menuju ruang kepsek. ya, namanya adalah Celine atau Arceline Clauryne. gadis misterius yang tak banyak diketahui orang-orang karena Celine adalah wanita tertutup dan tak menyukai keramaian.


Sedangkan si kembar menghela nafas lega karena wanita bernama Celine itu sudah pergi dari kelas.


3 jam berlalu...


"Hei! tunggu!"Si kembar sontak menoleh kearah Celine yang mendekati mereka.


"Apa kalian gak ingin lihat kedua orang tua kalian?" tanya Celine sambil menatap ketiga pria itu.


"Maksud kamu apaan? kami sering lihat Mama dan Papa,"jelas Alda sinis membuat Celine tertawa pelan.


"Sadarlah, ini bukan dunia nyata! kalian bertiga sebenarnya berada di alam mimpi, kalian bertiga sebenarnya berada di rumah sakit dalam keadaan koma," jelas Celine membuat Si kembar kaget sekali.


"Jangan bercanda, kami ini gak koma!" kesal Aldo membuat Celine tertawa pelan.


"Ingat! kalian bertiga itu mengalami kecelakaan maut saat perjalanan dari bandara, buka mata kalian! kalian itu hanya di alam mimpi bukan didunia nyata," senyum Celine membuat si kembar terdiam beberapa saat.


"Kenapa kau tau kalau kami berada di alam mimpi?" tanya mereka membuat Celine terdiam beberapa saat lalu menoleh pada si kembar.


"Aku diutus buat membuat kalian sadar, aku adalah istri kalian di masa depan. istri yang akan melindungi kalian sekaligus menemani kalian disaat susah. tapi, di dunia nyata kita belum bertemu dalam waktu singkat. yang pasti, aku akan tetap menyayangi kalian," senyum Celine lalu pergi sambil memasang earphone nya.


Tiba-tiba si kembar menoleh kearah gumpalan cahaya yang amat terang sekali, dengan hati-hati mereka menuju cahaya dan melihat Celine yang melambaikan tangan kearah mereka saat ini.


...****************...


"Eugh!"


Dokter yang ada diruangan tersebut kaget saat salah satu pria mulai tersadar dari komanya, langsung saja Dokter itu memeriksa keadaannya.

__ADS_1


"Papa," lirih pria itu yang masih mengunakan bahasa Belanda nya, ia tampak berusaha menatap sekitarnya yang begitu silau sekali.


"Tuan, ada yang sakit?"Pria itu menoleh lalu menggeleng kecil.


"Mana keluargaku," lirih nya membuat Dokter itu segera memanggil pihak keluarga.


Cklek!


"Alda!"Pemuda bernama Alda itu pun menoleh kearah Mama dan Papa nya yang mendekatinya.


"Mama senang karena kamu sudah sadar, ini sudah 3 bulan kalian koma," isak Elsa memeluk Alda.


Alda terdiam berusaha mengingat kejadian saat mereka kecelakaan, ia masih ingat sekali saat sopir yang berteriak kaget saat sebuah truk mengalami putus rem.


"Adik-adik aku mana?" tanya Alda pelan.


"Adik-adik kamu juga baru sadar, mereka sedang diperiksa oleh Dokter," jelas Reyhan mengusap kepala putranya tersebut.


"Pa, apa aku iblis?" tanya Alda membuat Reyhan terdiam beberapa saat.


"Didalam mimpi, Alda maupun adik-adik Alda adalah iblis. begitu juga dengan Papa," jelas Alda sehingga Elsa menoleh pada Reyhan yang terdiam beberapa saat.


"Jangan pikirkan apapun lagi, pikirkan kesehatan kamu!"


"Iya, dia adalah Abangnya Papa. kenapa?"


"Gak papa, Alda mempelajari apapun di alam mimpi. Alda juga diculik, terus bertemu dengan wanita bernama Shakira,"


Deg!


Kedua orang itu sontak kaget mendengar nama tersebut, mereka tak menyangka kalau putra mereka tau dengan nama Shakira.


"Sekarang kamu istirahat ya, kamu baru sadar dari koma,"bujuk Elsa sehingga Alda mengangguk lemah lalu memejamkan mata untuk tidur.


Elsa mengusap pundak Reyhan sehingga Reyhan tersenyum.


"Kita satukan ruangan si kembar ya, biar kita gak sulit nemani mereka," ajak Elsa yang langsung di setujui oleh Reyhan. Keduanya langsung pergi sehingga Alda kembali membuka matanya, mata pemuda itu mendadak berubah menjadi merah seperti menahan marah.


Tiba-tiba suara alat monitor berbunyi nyaring membuat Alda menoleh ke alat monitor tersebut, ia bingung dengan alat pendeteksi jantung tersebut.


Cklek!


Tiba-tiba Dokter bergegas memeriksa alat.


"Dokter, kenapa alat itu berbunyi?" tanya Alda kebingungan sekali sedangkan salah satu Suster memeriksa di dada Alda untuk memastikan alat tersebut tak lepas.

__ADS_1


Dokter juga tampak kebingungan saat ini, pria itu juga yakin kalau alat monitor tak rusak sama sekali saat ini.


"Alatnya baik-baik sa..., kenapa mata anda merah?" tanya Dokter itu sehingga Alda mengusap matanya.


"Merah kayak gimana?" tanya Alda bingung lalu kembali menatap Dokter itu lagi.


"Loh? kenapa hilang?" cicitnya bingung.


'Apa benar mata aku merah? kayaknya gak mungkin, itu semua adalah mimpi,' batin Alda yakin.


...****************...


Kini, Elsa tampak sibuk menyuapi ketiga putranya yang baru sadar, ia benar-benar bahagia karena bisa melihat si kembar lagi.


"Mama, tadi Dokter bilang kalau mata Alda merah,"Elsa menoleh pada putra pertamanya itu.


"Merah? mata kamu itu warna hitam," kekeh Elsa sambil menyuapi Aldi sarapan sedangkan Aldo sudah tertidur akibat kekenyangan.


"Kayaknya Dokter nya pikun ya," gumam Alda dengan polosnya membuat Elsa terkekeh mendengar perkataan anaknya itu.


"Kalau Dokter nya pikun, gak mungkin dia kerja, Abang!" kesal Aldi membuat Alda menoleh.


"Iya juga," kekeh Alda lalu menerima suapan dari Elsa.


"Kalau sedang makan gak boleh bicara, nanti nasinya masuk kehidung," sinis Reyhan.


"Emangnya bisa, Pa?" tanya si kembar penasaran.


"Papa cuman ngomong aja," balas Reyhan dengan polosnya membuat si kembar cemberut.


Elsa hanya geleng-geleng kepala kalau Reyhan sudah bersama si kembar, yang pasti ia bakalan kewalahan dengan kepolosan ke empat orang tersebut.


"Mama, kami mau sekolah setelah sembuh ya," pinta Aldi memohon.


"Boleh, tapi harus sembuh dulu," senyum Elsa membuat si kembar senang sekali. Mereka sudah tak sabar lagi akan bersekolah di kota ini.


"Tapi, kalian harus lancar bahasa Indonesia dulu,".


"Apa kami harus belajar dengan Tante Tia?" tanya Alda dengan polosnya.


"Tante Tia? kenapa kamu tau nama Tante Tia? padahal, orangnya sudah lama meninggal loh!" jawab Elsa jujur karena sahabatnya itu sudah meninggal lima tahun yang lalu akibat kanker otak. Apalagi anaknya itu belum pernah ketemu dengan sahabatnya.


'Alda keknya terbawa mimpi,' batin Alda bingung sehingga Reyhan menoleh sambil tersenyum tipis.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2